Banjarmasin Post - 6 Februari 2009

download Banjarmasin Post - 6 Februari 2009

of 28

  • date post

    12-Mar-2016
  • Category

    Documents

  • view

    426
  • download

    30

Embed Size (px)

description

Edisi Cetak Banjarmasin Post - 6 Februari 2009

Transcript of Banjarmasin Post - 6 Februari 2009

  • ?Anang Gayam

    12:37 15:57 18:45 19:5605:09

    DEMI KEADILAN, KEBENARAN DAN DEMOKRASI

    Banjarmasin PostNO. 12456 TH XXXVII/ ISSN 0215-2987

    6 FEBRUARI 2009/

    10 SAFAR 1430

    JUMAT

    28 HALAMAN RP 3.000

    SIPALUiiiii

    Hal 14 kol 4-7

    Hal 14 kol 1-3

    Hal 14 kol 4-7

    Hal 14 kol 4-7

    - Anggota dewan parlu baisian pistol, Lak-ai+ Bisa jadi koboy, Nang-ai

    Society

    KH HusinNaparin Lc MA

    FIKRAH

    DDDDDi Kalteng dan Kal-sel, perusahaanmembeli izin ope-rasional perusaha-

    an yang sudah mati, sudahmenjadi rahasia umum. Bakada gula ada semut. Para bro-ker atau calo pun bermuncu-lan. Keuntungannya tak ber-kutat pada angkapuluhan juta rupi-ah. Bisa mencapairatusan juta rupiah.

    Bahkan, ada pu-la pemegang izinKP yang justru memilih men-jual surat sakti itu. Informasiyang diperoleh BPost, adasejumlah alasan mereka me-lakukan itu.

    Kami tidak mau direpot-kan dengan segala macamaturan termasuk banyaknyapungutan liar. Keuntunganjuga lebih cepat datangnya,ujar seorang pengusaha batubara yang tak ingin identi-tasnya diekspos.

    Suatu saat BPost bertemudengan seorang broker. Budi,sebut saja begitu. Pemudalajang itu sudah selama limatahun berbisnis sebagai traderbatu bara sekaligus perantarajual beli izin KP, khususnyadi Kalsel.

    MenghadapiPenyakit

    Gurihnya Jual Beli Izin Usaha

    Mau Beli? Nego Saja...Ada pernyataan jujur yang dilontarkan Ram Saraogi. Saat

    bertemu dengan Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) A TerasNarang, awal Januari 2009, pengusaha asal India itu mengaku

    memiliki banyak izin kuasa pertambangan (KP). Caranya, membeliizin milik perusahaan-perusahaan lokal yang tak lagi beroperasi.

    NABI Muhammad SAWtidak pernah sakit. Ke-cuali sakit yang memba-wa sebab kewafatannya.

    Menurut para ahli, an-tara lain karena beliautidak makan berlebihan.Nabi banyak berjalan kemasjid, silaturrahmi, zia-rah kubur, bahkan ber-perang. Tidak tidak larutmalam dan segera ba-ngun di pagi buta. Men-jauhi stres, depresi de-ngan doa dan salat (hajatdan tahajud). Selalu sa-bar dalam musibah dansyukur dalam nikmat.

    JAKARTA, BPOST - Gaji pre-siden Indonesia kembalimenjadi bahan perbincang-an. Masalahnya masih sama,gaji orang nomor satu di In-donesia masih jauh di bawahgaji yang diterima gubernurBank Indonesia dan para pe-jabat BUMN (Badan UsahaMilik Negara).

    Saya kira, gaji presidenkita perlu dinaikkan, siapapun presidennya. Gaji pre-siden kita kan beda tipis de-ngan DPR. Masak gaji pre-siden kalah besar dengangaji gubernur BI dan pejabatBUMN lainnya, ujar ang-gota Panitia Anggaran DPR,Ramson Siagian di Jakarta,Kamis (5/2).

    Senin (5/1), Presiden Su-silo Bambang Yudhoyonosecara tersirat juga mengha-rapkan adanya evaluasi ter-

    Masak gajipresiden kalahbesar dengangaji gubernur BIdan pejabatBUMNRAMSON SIAGIAN

    Anggota DPR

    Gaji Presiden Bakal Dievaluasi

    hadap gajinya.Gaji presiden harusnya

    yang paling tinggi, tapi ter-nyata tidak, ujarnya saatmemberikan sambutan da-lam penyerahan daftar isianpenyelenggaraan anggaran.

    Menurut Ramson, presi-den sebagai kepala negaramemiliki tanggungjawab

    yang sangat besar.Semestinya, gaji presiden

    itu di atas gubernur BI danDirektur Bank Mandiri. Gu-bernur BI itu kan bukan pe-nentu negara ini. Jadi, merekatidak perlu dibayar mahal,katanya.

    Gaji take home pay (gaji po-kok plus tunjangan-tunja-ngan) gubernur Bank Indone-sia dikabarkan sekitar Rp 1,9miliar per tahun atau Rp 165juta per bulan. Sedangkangaji take home pay presidendalam setahun berjumlah Rp749.973.600.

    Tidak bisa dibiarkan ini.Harus ada perbaikan secararadikal, ucap Ramson.

    Hal senada dikatakan re-kan Ramson di panitia ang-garan DPR, Patrialis Akbar.

    Hal 14 kol 4-7

    Hal 14 kol 4-7

    JAKARTA, BPOST - Terpilihnya Karen Agustiawan se-bagai direktur utama baru PT Pertamina menggantikanArie H Soemarno, cukup mengejutkan.

    Dia menjadi perempuan pertama yang memimpinPertamina sejak berdiri pada 1968. Karen didampingiOmar S Anwar yang menggantikan wakil dirut lama,Lin Arifin Takhiyan.

    Selama 41 tahun, BUMN (badan usaha milik negara)minyak dan gas tersebut selalu dipimpin oleh laki-laki.Kali pertama dipimpin Ibnu Sutowo, seorang jenderalTNI yang dekat dengan Presiden (saat itu) Soeharto. Se-telah delapan tahun berkuasa, Ibnu, lengser.

    Pada 1976 hingga 2009 ini, dirut Pertamina juga dijabatoleh para pria. Mereka adalah Piet Haryono, JoedoSoembono, AR Ramli, F Abdaoe, Soegianto, Martiono Ha-dianto, Baihaki Hakim, Ariffi Nawawi, Widya Purnamadan Arir H Soemarno.

    Dalam bursa calon pengganti Arie, Karen kurangmenonjol. Dia kalah populer dibanding Achmad Faisal,Kuntoro Mangkusubroto dan Erry Riyana Hardjapamekas.

    Karen BikinSejarah di Pertamina

    Hal 14 kol 1-3

    Halaman 14Banyak Modus

    METRO BANJAR/DONNY SOPHANDI

    GUNAKAN PERAHU - Sejumlah siswa melintas di kawasan perkebunan jeruk dan sawah yang terendam banjir saat pulang dari sekolah menujurumah mereka di Desa Munggu Raya, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, Kalsel, Kamis (5/1). Tiap hari, mereka harus menggunakanjukung untuk menempuh perjalanan sejauh enam kilometer saat menuju sekolah dan pulang ke rumah. Banjir yang merendam rumah-rumah danjalan desa itu sudah terjadi selama dua bulan.

    METRO BANJAR/DONNY SHOPANDI

    Areal pertambangan batu bara di Kalsel.

    JAKARTA, BPOST - Kema-tian Ketua DPRD Sumut Abdul A-ziz Angkat akibat aksi anarkistis

    massa, membikintrauma para wakilrakyat. Mereka usulpimpinan dewan di-bekali senjata api.

    Dewan MintaSenjata Api

    Polri Belum Mau Tanggapi

    Alat pengaman diri itu di-perlukan mengingat sering-nya aksi demo yang berakhirricuh.

    Jadi, sudah sewajarnyapimpinan dewan memilikisenjata api untuk memper-senjatai diri, kata anggotaDPRD Medan, Hardi Mul-yono.Dia mengaku pernahnyaris menjadi korban anar-kistis massa saat demo.

    Mereka seenaknya mainpukul, menghancurkan ba-rang-barang, memaki-maki.Itu sangat membahayakanjiwa orang lain, katanya.

    Keinginan Hardi bukanyang pertama. Sejumlah ang-gota DPR pernah mengga-ungkan usulan serupa.

    Mabes Polri menilai usul-an itu sah-sah saja. Kita ma-sih mengkaji soal itu. Untuksaat ini rasanya belum (bisa)berkomentar, kata KadivHumas Mabes Polri IrjenAbubakar Nataprawira diJakarta, Kamis (5/2).

    Apalagi, saat ini Polri se-dang melakukan penertibankepemilikan senjata api yangdipegang kalangan sipil.

    Selama ini banyak ang-gota DPR, para pejabat pub-lik dan pengusaha yang me-miliki senjata api. Senjata itudiperoleh secara legal de-ngan memenuhi syarat-sya-rat khusus yang ditentukankepolisian.

    Namun, ada pula yangmemiliki senjata api me-lalui jalur ilegal, bukan daripolri.

    Sambahyang Hajalah?SALAWAS jadi Katua RT maka

    Palui rancak banar umpat pana-taran atawa paninjauan baik dipropinsi maupun kaluar daerah.Panataran atawa paninjauan itupaling lawas lima hari sampai sa-minggu jadi kada tapi mamuyaki

    MENGAPA massa pendu-kung Provinsi Tapanuli ber-tindak kasar agar DPRD Su-mut mendukung keinginanmereka?

    Profesor Dr Robert Sibara-ni, salah seorang anggotaKomite Pembentukan Pro-vinsi Tapanuli, mengatakanhal itu dipicu oleh kurangnyaperhatian pemerintah daerahterhadap mereka.

    Akibatnya, wilayah itu

    menjadi kantong kemiskin-an di Sumut. Jauh tertinggalsecara ekonomi dibanding-kan wilayah di pesisir PantaiTimur Sumut.

    Lain lagi pendapat pe-ngamat politik UniversitasSumut, Ridwan Rangkuti.Dia berpendapat pemekar-an bukan jawaban terhadappersoalan kesenjangan itu.

    Karena KesenjanganGRAFIS: BPOST/IVANOV

  • 2 Banjarmasin Post BANJARMASIN BUNGAS6 FEBRUARI 2009 / 10 SAFAR 1430 HJUMAT

    DPRD SumbawaBelajar di Batola

    ANGGOTA DPRDSumbawa, Nusa TenggaraBarat (NTB) berkunjung keBatola, Rabu (5/2). Ke-datangan 20 orang wakilrakyat itu untuk mempelajaripenerapan Perda mengenaikota terpadu mandiri (KTM)Cahaya Baru.

    Rombongan diterimaWakil Bupati Batola HSukardhi dan SekdaSupriyono di Aula Bahalap.Pada pertemuan ituterungkap KabupatenSumbawa belum memilikiPerda KTM.

    Kami memang belummembuat Perda tentangKTM, makanya kitamelakukan kunjungankerja ke Batola karenadaerah ini sudah memilikiperda itu, ujar Nurdin

    Panggarabani, Wakil KetuaDPRD Sumbawa.

    meski belum memilikiPerda, namun menurutNurdin Sumbawa mulaimerealisasikan pem-bangunan KTM meng-gunakan APBD. Sedangkankucuran dana dari pe-merintah pusat belumturun.

    Sementara itu, prosespembangunan KTM diBatola sudah sampai tahapekspose. Pada 2009,pembangunan KTMCahaya Baru dimulaisecara bertahap. Baru-barutadi, Bupati Batola, Hasa-nuddin Murad melakukanekspose KTM Cahaya Barudi kementerian TenagaKerja dan Transmigrasi diJakarta. (dua)

    Sidang Dijaga Polisi

    BANJARMASIN POST/HERRY MURDY HERMAWANCARI UDANG - Warga dan pekerja pelabuhan mengumpulkan udang dengan cara memungut di tepi Sungai Martapura dekat Pelabuhan MartapuraLama Banjarmasin, Kamis (5/2). Disinyalir beberapa oknum tidak bertanggung jawab yang ingin mendapatkan hasil secara cepat telah memberikandecis (obat tanaman) pada air sungai menyebabkan udang tersebut bermunculan.Penggunaan obat ini dikhawatirkan bisa mencemari sungai.

    Sekolah Ajarkan Olah Sampah Jadi Muatan Lokal Tahun Ajaran 2009/2010

    Kuota SertifikasiGuru Bertambah

    BANJARMASIN, BPOST - Mulai tahun ajaran 2009/2010 siswa-siswi di Banjarmasin bakal banyak bergelut dengan sampah. DinasPendidikan Kota Banjarmasin memasukkan kepedulian lingkunganjadi pelajaran muatan lokal di sekolah.

    Pelajarannya meliputi ba-gaimana mengolah sampahmenjadi barang yang bisadimanfaatkan, penghijauandan pengelolaan lingkungan.

    Pada muatan lokal itu,diajarkan bagaimana me-ngolah sampah menjadi ba-rang yang bisa bernilai eko-nomi, seperti kompos ataubarang daur ulang lainnya,ujar Kepala Dinas Pendidi-kan Kota Banjarm