Baitul Insan Kamil

download Baitul Insan Kamil

of 29

  • date post

    18-Feb-2018
  • Category

    Documents

  • view

    224
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Baitul Insan Kamil

  • 7/23/2019 Baitul Insan Kamil

    1/29

    MAKALAH

    Cara Merawat Orang Sakit dan Merawat Jenazah

    Pembimbing : drs. Ngadino, M.Ag

    Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan

    Pendidikan Program Profesi Dokter Umum

    Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta

    Disusun Oleh :

    IGN Surya Dharma

    J510155006

    KEPANITERAAN KLINIK

    BAITUL INSAN KAMIL

    FAKULTAS KEDOKTERAN

    UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

    2015

  • 7/23/2019 Baitul Insan Kamil

    2/29

    LEMBAR PENGESAHAN

    MAKALAH

    Cara Merawat Orang Sakit dan Merawat Jenazah

    Yang diajukan Oleh :

    IGN Surya Dharma J5101550006

    Telah disetujui dan disahkan oleh Bagian Program pendidikan Profesi Fakultas

    Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta.

    Pada hari.....................tanggal ...........................

    Pembimbing

    drs. Ngadino, M.Ag (..)

    Disahkan Ka Profesi FK UMS

    Nama : dr. D. Dewi Nirlawati (..)

  • 7/23/2019 Baitul Insan Kamil

    3/29

    BAB I

    PENDAHULUAN

    A.LATAR BELAKANG MASALAH

    Memandikan jenazah adalah salah satu kewajiban yang harus dilakukan orang

    saat ada orang yang meninggal dunia. Namun, tidak semua orang berani untuk

    melakukannya. Apalagi jika orang yang meninggal tersebut memiliki riwayat

    penyakit yang membuat tubuhnya tidak dalam kondisi baik lagi atau orang

    tersebut meninggal karena kecelakaan yang menyebabkan kondisi fisik mayat

    tersebut sangat memperihatinkan. Selain itu juga mitos-mitos orang meninggal

    yang katanya menakutkan dan kalau melihat langsung dapat terbawa sampai ke

    mimpi, padahal itu hanya sugesti sebagian orang saja yang selalu berfikir ke arah

    yang mistis.

    Namun sesungguhnya sangat disayangkan jika ada orang yang takut untuk

    memandikan jenazah, karena suatu saat nanti kita juga akan menjadi seperti orang

    yang meninggal tersebut. Bayangkan jika semua orang takut untuk memandikan

    jenazah, bagaimana jika nanti kita yang mengalaminya lalu tidak ada orang yang

    berani untuk memandikannya. Ataupun jika sanak-saudara kita atau bahkan orang

    tua kita yang pergi labih dulu apakah kita akan tetap takut untuk memandikannya?

    Jawabannya haruslah tidak kita hendaknya tidak takut untuk malakukan hal

    tersebut karena suatu saat nanti kita akan dibutuhkan untuk hal itu.

    Memandikan jenazah juga sangat berikatan dengan akhlak dan kekuatan hati

    atau iman. Orang-orang yang sudah terbiasa memandikan jenazah adalah orang

    yang bisa dikatakan bagus akhlaknya, kuat hati dan imannya. Kenapa? Karena

    memandikan jenazah itu tidak semudah kedengarannya atau kelihatannya.

    Memandikan jenazah itu harus sangatlah bersih dan tidak boleh tersisa kotoran

    sedikitpun. Bayangkan orang yang memandikan jenazah itu harus mengeluarkan

    kotoran mayat itu sampai bersih, lebih lagi jika kondisi mayat nya yang kurang

    baik,dan mengeluarkan bau yang tidak sedap. Haruslah hatinya kuat untuk

    menghadapi itu semua agar tetap tegar dan tidak trauma untuk memandikan

    jenazah, yang baik kondisinya maupun yang kondisi nya sudah memperihatinkan.

  • 7/23/2019 Baitul Insan Kamil

    4/29

    Mengurusi orang yang sakit parah itu juga sangatlah berbeda dengan

    mengurusi orang yang sakit biasa. Orang yang sakit parah memerlukan banyak

    bimbingan dari banyak orang pula. Karena saat seseorang sakit parah atau

    sakarotul maut, orang tersebut akan terasa sangat terganggu oleh syaitan yang

    akan menjerumuskannya ke dalam neraka. Jadi saat seseorang sakit parah

    hendaknya kita selalu menemaninya dan jangan meninggalkannya.

  • 7/23/2019 Baitul Insan Kamil

    5/29

    BAB II

    TINJAUAN PUSTAKA

    A.SAKIT

    1. Doa orang yang sedang sakit

    Hadits dari Imam Muslim dari Utsman bin Abul Ash bahwa ia

    mengadukan rasa sakit yang dideritanya kepada Rasulullah saw, maka

    beliau saw pun bersabda: Letakkanlah tanganmu diatas bagian tubuh yang

    terasa sakit itu dan ucapkanlah Bismillah, lalu bacalah sebanyak tujuh

    kali: Auzu biizzatillahi wa qudrotihi min syarri maa ajidu wa uhaaziru

    Aku berlindung dengan kemuliaan dan kekuasaan Allah dari bencana

    penyakit yang kurasakan dan kucemaskan ini.Kata Utsman: kulakukanlah

    seperti itu berkali-kali hingga Allah menghilangkan rasa sakitku.

    Selanjutnya akupun senantiasa menganjurkan keluargaku untuk melakukan

    hal yang sama (HR Muslim). Itulah antara lain doa yang diajarkan kepada

    kita ketika sakit. Pada dasarnya kesembuhan itu hanya datang dari Allah dan

    hanya Allah-lah yang dapat menyembuhkan hambaNya yang sakit.

    2. Tata Cara Menjenguk Orang Sakit

    Menjenguk orang sakit termasuk perkara yang disyariatkan Islam.

    Bahkan dijadikannya sebagai satu bagian dari hak muslim yang atas muslim

    lainnya. Janji ganjaran yang disediakan juga sangat menggiurkan. Semua itu

    untuk memotifasi muslim agar menghidupkan akhlak Islam yang agung

    guna tercipta kehidupan masyarakat muslim yang harmonis dan peduli.

    Bagi seorang muslim yang menjenguk sesamanya dianjurkan untuk

    menghiburnya, meringankan bebannya, dan mendoakan kesembuhan

    baginya. Karena hal itu memiliki dampak baik bagi diri orang yang sakit.

    Maka di antara yang bisa disampaikan oleh orang yang menjenguk adalah:

    a. Dianjurkan menanyakan tentang kondisinya, seperti: Bagaimana

    keadaanmu ? apa yang kamu rasakan ?, dan semisalnya. Hal itu telah

  • 7/23/2019 Baitul Insan Kamil

    6/29

    dilakukan oleh Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam saat menjenguk

    seorang pemuda yang sedang sakit dan mendekati kematiannya. (HR.

    Al-Tirmidzi no. 983 dan dihassankan oleh Syaikh Al-Albani).

    Diriwayatkan juga dalam Shahihain, dari Aisyah Radhiyallahu 'Anha,

    saat ia menjenguk Abu Bakar dan Bilal yang sedang sakit demam

    tinggi lalu ia menanyakan apa yang dirasakan.

    b.

    Menghiburnya dengan kesabaran dan ridha dengan takdir, bahwa sakit

    yang dideritanya menjadi penghapus dosanya.

    Diriwayatkan dari Ibnu Abbas Radhiyallahu 'Anhuma, ia berkata,

    "Adalah Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam apabila menjenguk orang

    sakit beliau berkata padanya,

    "Tidak apa-apa, Insya Allah Suci (dari dosa-dosa dan kesalahan)."

    (HR. al-Bukhari)

    c. Mendoakan kesembuhan untuknya sebanyak tiga kali sebagaimana

    pernah diucapkan Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam saat menjenguk

    Sa'ad bin Abi Waqqash Radhiyallahu 'Anhu, ia berkata: Allahumma

    Isyfi Sa'dan (Ya Allah sembuhkanlah Sa'ad) sebanyak tiga kali." (HR.

    Al-Bukhari dan Muslim)

    d.Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam mengusapkan telapak tangan

    kanannya atas orang sakit sambil beliau berdoa

    e.

    Diriwayatkan Imam Ahmad dan Abu Dawud, Nabi Shallallahu 'Alaihi

    Wasallam bersabda, "Siapa yang menjenguk orang sakit yang belum

    sampai ajalnya, lalu dia mendoakannya sebanyak tujuh kali:

    "Saya memohon kepada Allah Yang Maha Agung, Rabb 'Arsy yang

    Agung, agar Dia menyembuhkannya." Pasti Allah akan

    menyembuhkannya. (Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam

    Shahih Abi Dawud).

  • 7/23/2019 Baitul Insan Kamil

    7/29

    3. Manfaat menjenguk orang sakit

    Menjenguk orang sakit memiliki beberapa manfaat, diantaranya:

    a. Menjenguk orang sakit berpotensi memberi perasaan dan kesan

    kepadanya bahwa ia diperhatikan orang-orang disekitarnya, dicintai, dan

    diharapkan segera sembuh dari sakitnya. Hal ini dapat menentramkan

    hati si sakit.

    b.

    Menjenguk orang sakit dapat menumbuhkan semangat, motivasi, dan

    sugesti dari pasien; hal ini dapat menjadi kekuatan khusus dari dalam

    jiwanya untuk melawan sakit yang dialaminya. Dalam dirinya ada energi

    hebat untuk sembuh.

    c. mencari tahu apa yang diperlukan si sakit.

    d. mengambil pelajaran dari penderitaan yang dialami si sakit.

    e.

    mendoakan si sakit

    f. melakukan ruqyah (membaca ayat-ayat tertentu dari Al Quran) yang

    syari.

    4.

    Doa menjenguk orang sakit

    Allohumma Robbannaas azhibil basa isyfihi wa antasy syaafi laa

    syifaaan illa syifaauka syifaaan yaa yughoodiru saqoman

    Artinya ;

    Ya Allah Wahai Tuhan segala manusia, hilangkanlah penyakitnya,

    sembukanlah ia. (hanya) Engkaulah yang dapat menyembuhkannya, tidak

    ada kesembuhan melainkan kesembuhan dariMu, kesembuhan yang tidak

    kambuh lagi. ( HR. Bukhori Muslim)

    5. Dasar hukum menjenguk orang sakit

    Hukum menjenguk atau mengunjungi orang sakit adalah sunnah

    mu'akkadah atau bahkan fardhu kifayah menurut sebagian ulama. Berikut

    dalil dasarnya:

    a.

    Hadits sahih riwayat Bukhari:

  • 7/23/2019 Baitul Insan Kamil

    8/29

    ,

    ,

    Artinya: Berilah makan orang lapar. Dan jenguklah orang sakit.

    b. Hadtis sahis riwayat Muslim

    :

    Artinya: Ada 5 (lima) hal yang wajib bagi seorang muslim pada sesama

    muslim lain: menjawab salam, memberi minum orang haus, menghadiri

    undangan, menengok orang sakit dan mengantar jenazah.

    c. Hadits sahih riwayat Muslim

    Artinya: Orang muslim yang menengok saudaranya yang muslim (yang

    sedang sakit) maka dia senantiasa di sisi surga sampai dia kembali.

    B.SAKARATUL MAUT

    1.

    Tata cara menuntun sakaratul maut

    tata cara untuk menuntun seseorang yang telah mengalami sakaratul Maut:

    a.

    Menalqin(menuntun) dengan syahadat

    Sesuai sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, Talqinilah orang

    yang akan wafat di antara kalian dengan, Laa illaaha illallah.

    Barangsiapa yang pada akhir ucapannya, ketika hendak wafat, Laa