Bahan ULP Unand-1

Click here to load reader

download Bahan ULP Unand-1

of 36

  • date post

    11-Aug-2015
  • Category

    Documents

  • view

    105
  • download

    7

Embed Size (px)

Transcript of Bahan ULP Unand-1

LOGO

Universitas Andalas

LATAR BELAKANG. Pengorganisasian PBJ Pemerintah yang dilakukan saat ini mempunyai beberapa kelemahan antara lain : 1. boros/kurang efisien, economies of scale tidak terpenuhi, duplikasi kegiatan ( iklan, penentuan HPS); 2. Sulit untuk melakukan pembinaan SDM. 3. Tidak ada keseragaman sistem/metode dalam melayani penyedia Barang/Jasa Untuk mengatasi kelemahan-kelemahan model pengorganisasian pengadaan barang/jasa pemerintah yang ada saat ini (model terdesentralisasi) diamanatkan pembentukan Unit Layanan Pengadaan (ULP)

Tujuan pembentukan ULP : menjamin pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa secara lebih terintegrasi/terpadu, efektif, dan efisien; meningkatkan efektifitas pelaksanaan tugas dan fungsi K/L/D/I; menjamin adanya standarisasi harga untuk barang/jasa dalam penyusunan Harga Perkiraan Sendiri; menjamin adanya standarisasi Dokumen Pengadaan; menjamin pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa dilakukan oleh aparatur yang professional; menjamin persamaan pelayanan bagi penyedia barang/jasa; dan mengatasi kelangkaan aparatur Pengadaan Barang/Jasa yang bersertifikat.

II. KETENTUAN UMUM Unit Layanan Pengadaan yang selanjutnya disebut ULP adalah unit organisasi pemerintah yang berfungsi melaksanakan Pengadaan Barang/Jasa di K/L/D/I yang bersifat permanen, dapat berdiri sendiri atau melekat pada unit yang sudah ada. Anggota ULP/Pejabat Pengadaan berasal dari pegawai negeri,baik dari instansi sendiri maupun instansi lainnya, (pasal 17 (4)). Dikecualikan dari ketentuan pada ayat (4), anggota ULP/Pejabat Pengadaan pada instansi lain Pengguna APBN/APBD selain K/L/D/I atau Kelompok Masyarakat Pelaksana Swakelola, dapat berasal dari bukan pegawai negeri (Pasal 17 (5)).

Lanjutan

Anggota Kelompok Kerja berjumlah gasal beranggotakan paling kurang 3 (tiga) orang dan dapat ditambah sesuai dengan kompleksitas pekerjaan (pasal 15 (3))

Pejabat Pengadaan adalah personil yang memiliki sertifikat keahlian pengadaan barang/jasa yang melaksanakan pengadaan barang/jasa; Pejabat pengadaan dapat berdiri sendiri atau berada dalam organisasi ULP

III. PEMBENTUKAN, DAN RUANG LINGKUP TUGAS ULPPembentukan ULP : Kementerian/Lembaga Pemerintah Non Kementerian /Sekretariat Lembaga Tinggi Negara/Komisi/Tentara Nasional Indonesia/ Kepolisian Republik Indonesia/BHMN/BUMN/ Provinsi/ Kabupaten/ Kota/BUMD dapat membentuk lebih dari 1 (satu) ULP, disesuaikan dengan rentang kendali dan kebutuhan. Kementerian/Lembaga Pemerintah Non Kementerian/ Provinsi/ Kabupaten/Kota yang mempunyai Kantor Wilayah/Unit Pelaksana Teknis/Unit Pelaksana Teknis Daerah berlokasi jauh dari kantor pusat dapat membentuk ULP Kantor Wilayah/Unit Pelaksana Teknis/Unit Pelaksana Teknis Daerah

Lanjutan Bab III.......Ruang Lingkup Tugas ULP :Ruang lingkup pelaksanaan tugas ULP meliputi pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa melalui Penyedia Barang/Jasa yang pendanaannya : a. sebagian atau seluruhnya bersumber dari APBN/APBD; b. sebagian atau seluruhnya bersumber dari pinjaman atau hibah dalam negeri; atau c. sebagian atau seluruhnya bersumber dari pinjaman atau hibah luar negeri

Lanjutan Bab III.......ORGANISASI ULP TUGAS ULP : 1. Menyusun rencana pemilihan Penyedia Barang/Jasa; 2. Melakukan analisa dan menetapkan Dokumen Pengadaan; 3. Mengumumkan pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa di website K/L/D/I masing-masing dan papan pengumuman resmi untuk masyarakat serta menyampaikan ke LPSE untuk diumumkan dalam Portal Pengadaan Nasional; 4. Menilai kualifikasi Penyedia Barang/Jasa melalui prakualifikasi atau pascakualifikasi; 5. Melakukan evaluasi administrasi, teknis dan harga terhadap penawaran yang masuk; 6. Menjawab sanggahan dari penyedia barang/jasa; 7. Menyerahkan salinan Dokumen Pemilihan Penyedia Barang/Jasa kepada PPK;

Lanjutan ......8. Mengarsipkan dokumen asli pemilihan Penyedia Barang/Jasa; 9. Membuat laporan mengenai proses dan hasil pengadaan kepada Menteri/ Pimpinan Lembaga/ Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi dan memberikan pertanggungjawaban atas pelaksanaan kegiatan Pengadaan Barang/Jasa kepada PA/KPA 10. Mengusulkan perubahan HPS dan spesifikasi teknis pekerjaan kepada PPK. 11. Melaksanakan penyebar luasan strategi, kebijakan, standar, sistem, dan prosedur pengadaan barang/jasa pemerintah; 12. Melaksanakan pembinaan Sumber Daya Manusia bidang pengadaan; 13. Melaksanakan pengadaan barang/jasa dengan memanfaatkan teknologi informasi melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (e-procurement);

ULP memiliki kewenangan :1. 2. 3. menetapkan Dokumen Pengadaan; menetapkan besaran nominal Jaminan Penawaran; menetapkan Penyedia Barang/pekerjaan konstruksi/jasa lainnya yang bernilai paling tinggi Rp. 100 000.000.000,- (seratus miliar rupiah) dan jasa konsultansi yang bernilai paling tinggi Rp. 10.000.000.000,- (sepuluh miliar rupiah) yang proses pengadaannya dilakukan melalui seleksi, pelelangan atau penunjukan langsung: Mengusulkan penetapan pemenang kepada Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi untuk Penyedia Barang/pekerjaan konstruksi/jasa lainnya yang bernilai di atas Rp. 100 000.000.000,- (seratus miliar rupiah) dan jasa konsultansi yang bernilai di atas Rp. 10.000.000.000,- (sepuluh miliar rupiah) yang proses pengadaannya dilakukan melalui seleksi, pelelangan atau penunjukan langsung; dan mengusulkan penyedia barang/jasa yang melakukan perbuatan dan tindakan seperti penipuan/ pemalsuan dan pelanggaran lainnya, kepada PA/KPA agar dikenakan sanksi. (sesuai Perpres 54/2010 ps 118 (1-6))

4.

5.

Organisasi ULP

1) Perangkat Organisasi ULP dibentuk sesuai kebutuhan yang paling kurang terdiri atas: a. Kepala; b. Sekretariat, yang terdiri atas Sekretaris dan staf pendukung; dan c. Pokja. 2) ULP dipimpin oleh seorang Kepala. 3) ULP dapat dibantu oleh tenaga ahli

Lanjutan4) Pokja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c dipimpin oleh Koordinator Pokja. 5) Kepala dan Sekretaris sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dan huruf b dapat merangkap sebagai personil Pokja. 6) Personil Pokja dapat menjadi Pejabat Pengadaan di luar ULP

K/L/D/I dapat membentuk lebih dari 1 (satu) ULP, dengan mempertimbangkan rentang kendali dan kebutuhan yang meliputi: 1. volume, besaran dana dan jenis pekerjaan; 2. lokasi atau jumlah sebaran pekerjaan; 3. ketersediaan sumber daya manusia di bidang Pengadaan Barang/Jasa; 4. ketersediaan sarana dan penguasaan teknologi informasi dan komunikasi; dan/atau 5. efisiensi dan efektifitas pelaksanaan pekerjaan

1)

2)

3)

Dalam hal Kantor Perwakilan/Unit Pelaksana Teknis suatu K/L/D/I tidak memiliki sumber daya untuk membentuk ULP atau dianggap tidak efesien untuk membentuk ULP, Kantor Perwakilan/Unit Pelaksana Teknis K/L/D/I tersebut dapat menggunakan ULP yang terdekat dengan wilayah kerjanya. Kantor Perwakilan/Unit Pelaksana Teknis K/L/D/I yang tidak memiliki ULP sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat menggunakan ULP terdekat dengan ketentuan a. Pimpinan Kantor Perwakilan/Unit Pelaksana Teknis K/L/D/I menandatangani Nota Kesepahaman dengan ULP terdekat terkait dengan bantuan pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa; b. PPK dari Kantor Perwakilan/Unit Pelaksana Teknis K/L/D/I yang tidak memiliki ULP mengajukan surat permohonan kepada ULP untuk melaksanakan Pengadaan Barang/Jasa; dan c. Segala biaya pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa dibebankan kepada PPK dari Kantor Perwakilan/Unit Pelaksana Teknis K/L/D/I yang tidak memiliki ULP. ULP dapat membantu melaksanakan Pengadaan Barang/Jasa pada Kantor Perwakilan/Unit Pelaksana Teknis suatu K/L/D/I lain yang tidak memiliki ULP.

Kepala ULP mempunyai tugas: 1. memimpin dan mengkoordinasikan seluruh kegiatan ULP; 2. mengawasi seluruh kegiatan Pengadaan Barang/Jasa di ULP; 3. menjamin keamanan Dokumen Pengadaan; 4. melaksanakan tugas-tugas yang diberikan PA/KPA; 5. melaksanakan pengembangan dan pembinaan Sumber Daya Manusia ULP; 6. mengambil langkah-langkah yang diperlukan apabila menemukan adanya penyimpangan dan/atau indikasi penyimpangan. 7. Menandatangani laporan pertanggungjawaban mengenai proses dan hasil pengadaan barang/jasa kepada Menteri/ Pimpinan Lembaga/ Kepala Daerah/Pimpinan Institusi / PA/KPA

Kewenangan Kepala ULP 1. menugaskan/menempatkan/memindahkan anggota Pokja; 2. mengusulkan pemberhentian anggota pokja kepada Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/Pimpinan Institusi 3. mengevaluasi kembali hasil pemilihan penyedia barang/jasa yang dilakukan oleh pokja terkait dengan kepatuhan terhadap peraturan pengadaan barang/jasa.

TUGAS POKOK SEKRETARIAT ULP 1. Melaksanakan pengelolaan urusan keuangan , kepegawaian, tata persuratan, perlengkapan ,dan rumah tangga 2. Melaksanakan fungsi ketata usahaan 3. Menyediakan dan memelihara sarana dan prasarana kantor 4. Menyiapkan dokumen pendukung dan informasi yang dibutuhkan kelompok kerja 5. Mengkoordinasikan pelaksanaan pemilihan penyedia barang/jasa yang dilaksanakan oleh Kelompok Kerja Pengadaan; 6. Menyediakan dan mengelola sistem informasi yang digunakan dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa; 7. Mengagendakan dan mengkoordinasikan pengaduan masyarakat;

TUGAS POKOK SEKRETARIAT ULP 8. Mengagendakan dan mengkoordinasikan sanggahan yang disampaikan oleh penyedia barang/jasa; 9. Melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan pengadaan barang/jasa di ULP 10. Menyusun program kerja dan anggaran ULP 11. Menyiapkan surat Kepala ULP untuk usulan penerbitan SPPBJ oleh PPK 12. Membuat laporan secara periodik atas hasil pelaksanaan pengadaan yang dilaksanakan oleh ULP; dan 13. Menyiapkan pusat data untuk mendukung evaluasi dari barang/jasa terkait; Spesifikasi, HPS 14. Melakukan koordinasi dengan LPSE terkait pelaksanaan pengadaan barang/jasa secara elektronik (e-procurement) 15. Mengkoordinasikan tenaga ahli dalam proses pengadaan barang/jasa; 16. menerima dan membantu penyelesaian pengaduan 17. membantu penyelesaian sanggahan banding