Bahan Ajar Adaptasi & Seleksi Alam Yes

download Bahan Ajar Adaptasi & Seleksi Alam Yes

of 11

  • date post

    21-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    93
  • download

    14

Embed Size (px)

description

Adaptasi dan seleksi alam kelas IX semester 2

Transcript of Bahan Ajar Adaptasi & Seleksi Alam Yes

A. ADAPTASI

Adaptasi adalah kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan hidupnya. Lingkungan dapat berubah-ubah. Agar dapat bertahan hidup, makhluk hidup harus beradaptasi. Proses adaptasi seringkali tidak dapat diamati karena berlangsung dalam jangka waktu yang lama. Hal yang dapat diamati adalah hasil adaptasi.

Adaptasi menghasilkan perubahan pada makhluk hidup. Berdasarkan hasil perubahan tersebut, adaptasi dapat dibedakan menjadi adaptasi morfologi, adaptasi fisiologi, dan adaptasi tingkah laku.

1. Adaptasi Morfologi

Adaptasi morfologi adalah penyesuaian diri makhluk hidup melalui perubahan bentuk organ tubuh yang berlangsung sangat lama untuk kelangsungan hidupnya. Adaptasi ini mudah diamati dan dikenali karena tampak dari luar. Ciri-ciri morfologi pada tumbuhan misalnya bentuk dan ukuran daun, struktur jaringan daun, bentuk akar, bentuk dan struktur batang, serta bentuk alat perkembangbiakan. Ciri-ciri morfologi pada hewan contohnya ukuran tubuh, warna tubuh, bentuk paruh, bentuk kaki dan alat gerak yang lain, susunan gigi, dan alat pencernaan makanan.

1) Adaptasi Morfologi pada Hewan

a. Gigi-gigi khusus

Gigi hewan karnivora atau pemakan daging beradaptasi menjadi empat gigi taring besar dan runcing untuk menangkap mangsa, serta gigi geraham dengan ujung pemotong yang tajam untuk mencabik-cabik mangsanya.b. Tipe Mulut Serangga

Tipe mulut serangga berbeda-beda. Berdasarkan jenis makanan yang dimakan, tipe mulut serangga dibedakan menjadi empat yaitu : Mulut penggigit pengunyah, misalnya pada belalang,

Mulut pengisap, misalnya pada kupu-kupu, Mulut penusuk pengisap, misalnya pada nyamuk,

Mulut penjilat, misalnya pada lebah.

Ada beberapa bentuk adaptasi morfologi yang lain. Misalnya, hewan-hewan yang hidup di daerah dingin memiliki bulu yang tebal untuk melindungi tubuhnya dari pengaruh suhu udara yang dingin. c. Paruh dan kaki burung

Bentuk paruh dan kaki setiap burung berbeda-beda. Perhatikan tabel berikut.

Tabel 2.2 Bentuk Kaki dan Paruh Burung

No.BurungBentuk KakiBentuk ParuhJenis Makanan

1.ElangUkurannya pendek, cakar sangat kuat untuk mencengkeram mangsaRuncing, panjang, dan ujung agak membengkok.Daging

2.Bebek dan PelikanBerselaput diantara ruas jarinya untuk berenang dan berjalan di tanah berlumpur.Pangkalnya terdapat bentuk seperti sisir/kantong untuk menyaring makanan dari air dan lumpurIkan dan Cacing

3.Pipit dan NuriTiga kaki ke depan satu ke belakang untuk berjalan dan hinggapPendek, tebal, dan kuatBiji-bijian

4.PelatukMempunyai dua jari ke depan dan dua jari ke belakang untuk memanjatRuncing agak panjang untuk memahat kayu pohon untuk menangkap dan memakanSerangga

2) Adaptasi Morfologi pada Tumbuhan

a. Ciri-ciri bentuk adaptasi tumbuhan yang hidup di daerah kering (xerofit)

1. Daunnya tebal, sempit, bentuk duri, sisik, atau tidak mempunyai daun; penguapan melalui daun menjadi sangat sedikit.

2. Permukaan tubuhnya tertutup oleh lapisan kutikula atau lapisan lilin yang berfungsi untuk mencegah terjadinya penguapan air yang terlalu besar.

3. Batangnya tebal, mempunyai jaringan spons untuk menyimpan air.

4. Akar panjang sehingga mempunyai jangkauan yang luas.

Contoh : tumbuhan kaktus.

b. Ciri-ciri bentuk adaptasi tumbuhan yang hidup di daerah lembab (higrofit)

1. Mempunyai daun yang tipis dan lebar.

2. Permukaan daun mempunyai banyak mulut daun atau stomata sehingga dapat mempercepat proses penguapan.

Contoh : tumbuhan keladi.

c. Ciri-ciri bentuk adaptasi tumbuhan yang hidup di daerah air (hidrofit)

1. Tumbuhan air yang terapung di atas air, mempunyai rongga antarsel berisi udara untuk memudahkan mengapung di air, daun lebar dan tangkai daun menggembung berisi udara. Contoh : eceng gondok dan kiambang.

Eceng Gondok Kiambang2. Tumbuhan air yang terendam dalam air, mempunyai dinding sel yang kuat dan kebal untuk mengurangi osmosis ke dalam sel. Contoh : Hydrilla dan Vallisneria.

Hydrilla Vallisneria

3. Tumbuhan yang sebagian tubuhnya di atas permukaan air dan akarnya tertanam di dasar air, mempunyai rongga udara dalam batang atau tangkai daun sehingga tidak tenggelam dalam air dan daun muncul ke permukaan air. Contoh : teratai.4. Tumbuhan yang hidup di daerah pasang surut, mempunyai perakaran yang lebat dan kuat sehingga tidak roboh jika terkena ombak. Contoh : tumbuhan bakau.

2. Adaptasi Fisiologi

Adaptasi fisiologi adalah penyesuaian diri makhluk hidup melalui fungsi kerja organ-organ tubuh supaya bisa bertahan hidup. Adaptasi ini berlangsung di dalam tubuh sehingga sulit diamati.a. Penyesuaian terhadap intensitas cahaya

Jika kita berada di ruang yang gelap atau remang-remang, pupil mata kita akan terbuka lebar. Sebaliknya, jika kita berada di ruang yang terang, merupakan upaya untuk mengatur jumlah sinar yang masuk ke mata. Sinar yang kekuatannya (intensitasnya) tinggi dapat mengganggu atau merusak sistem kerja mata. Sebaliknya jika sinar yang masuk terlalu lemah atau kurang kita karna sulit untuk melihat.

Proses melihat melibatkan proses fisiologi. Artinya, upaya mata kita menagatur jumlah sinar yang masuk melalui pupil merupakan proses adaptasi fisiologi. Adaptasi fisiologi semacam ini merupakan contoh adaptasi yang sifatnya reversibel atau dapat balik.b. Penyesuaian terhadap kadar oksigen

Jika seseorang yang biasa hidup di daerah pantai berpindah ke daerah pegunungan yang tinggi (misalnya pada ketinggian lebih dari 2000 m di atas pemukaan laut), akan terjadi perubahan fisiologi di tubuh orang tersebut. Mula-mula pernafasannya menjadi cepat. Hal ini merupakan upaya tubuh untuk mencukupi kebutuhan oksigen karena kadar oksigen di udara pegunungan lebih rendah jika dibandingkan kadar oksigen di daerah pantai. Dalam jangka waktu yang lama, kondisi ini akan teratasi dengan meningkatnya jumlah butir-butir sel darah merah (eritrosit) di dalam darah. Eritrosit merupakan bagian darah yang berfungsi untuk mengangkut oksigen. Semakin banyak jumlah eritrosit, semakin banyak oksigen yang dapat diangkut ke jaringan tubuh. Adaptasi semacam ini merupakan adaptasi fisiologi yang bersifat reversibel, artinya jika orang tersebut kembali ke daratan rendah, maka secara perlahan jumlah eritrosit akan turun atau normal seperti semula.

c. Penyesuaian terhadap kadar garam

Ikan yang hidup di air laut menghasilkan urin lebih pekat dibandingkan ikan air tawar. Ini disebabkan kadar garam air laut lebih tinggi daripada kadar garam air tawar. Tingginya kadar garam air laut menyebabkan ikan air laut kekurangan air. Air dari dalam sel tubuh ikan laut keluar melalui proses osmosis. Karena kekurangan air, ikan harus banyak minum air laut. Akibatnya, kadar garam dalam darahnya menjadi tinggi (pekat). Untuk mengurangi kepekatan cairan tubuhnya, ikan mengeluarkan urin yang pekat pula. Untuk mengimbangi banyaknya air yang keluar dari tubuhnya, ikan air laut hanya mengeluarkan sedikit urin.

Hal sebaliknya terjadi pada ikan air tawar. Karena cairan di lingkungan lebih encer daripada cairan di dalam tubuh ikan, air dari lingkungan masuk ke tubuh ikan secara osmosis. Untuk mengatur keseimbangan osmotik dan ion, insang menyerap garam (NaCl). Untuk membuang kelebihan air, ikan air tawar banyak mengeluarkan urin yang encer. Peristiwa semacam ini merupakan adaptasi fisiologi ikan terhadap lingkungannya.d. Kelenjar Bau

Musang dapat menyekresikan bau busuk dengan cara menyemprotkan cairan melalui sisi lubang dubur. Sekret tersebut berfungsi untuk menghindarkan diri dari musuhnya.

Musang

e. Kantong Tinta

Cumi-cumi dan gurita memiliki kantong tinta yang berisi cairan hitam. Apabila musuh, tinta disemprotkan ke dalam air di sekitarnya sehingga musuh tidak dapat melihat kedudukan cumi-cumi dan gurita. Gurita

f. Mimikri pada Bunglon

Kulit bunglon dapat berubah warna karena pigmen yang dikandungnya. Perubahan warna ini dipengaruhi faktor luar berupa suhu serta keadaan sekitarnya. Bunglon

3. Adaptasi Tingkah Laku

Adaptasi tingkah laku adalah penyesuaian diri makhluk hidup dengan mengubah tingkah laku supaya dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya.

a. Rayap

Di usus rayap, terdapat organisme Flagellata penghasil enzim selulose yang dapat mencerna selulosa. Anak-anak rayap yang baru menetas menjilati dubur induknya untuk mendapatkan Flagellata tersebut. Rayap dewasa yang berganti kulit memakai kembali kulit yang terkelupas itu untuk mendapatkan Flagellata.

Rayapb. Predator

Hewan predator harus bergerak cepat karena mereka harus mengejar dan menangkap mangsanya. Jika tidak demikian, apa yang akan terjadi dengan hewan predator ?c. Kucing

Kucing biasanya mengincar mangsanya, misalnya tikus, cecak, kadal, atau yang lain, dengan cara mendekam. Begitu mangsa mendekat dan lengah, maka kucing tersebut akan meloncat dan menerkam mangsanya. Tingkah laku demikian merupakan cara untuk menghemat energi.d. Paus

Paus bukanlah ikan, melainkan hewan menyusui yang hidup di air. Paus bernafas dengan paru-paru sehingga paus harus menyembul ke permukaan air untuk bernafas. Pada saat muncul ke permukaan air, paus mengeluarkan sisa pernafasan dan menghirup udara untuk disimpan di paru-paru saat menyelam ke dalam air.

Paus

e. Hibernasi

Pada musim dingin banyak hewan berdarah panas membutuhkan energi t