Bab1 Pengantar Psikologi Faal

download
  • date post

    14-Jul-2015
  • Category

    Documents
  • view

    543
  • download

    0

Embed Size (px)

transcript

<p>BabPengantar sikologi P Faal</p> <p>A. Pengertian B. Pendekatan Biopsikologi C. Perilaku Biologis 1. Apakah Perilaku Disebabkan oleh Faktor Psikologis atau Faktor Fisiologis 2. Apakah Perilaku Merupakan Hasil Keturunan (Genetik/Nature) atau Hasil Belajar (Nurture) 3. Masalah-masalah yang Muncul dari Cara Berpikir Dikotomi D. Perkembangan Perilaku (lnteraksi antara Faktor Genetik dan Pengalaman) 1. Seleksi Perkembangbiakan Tikus "Pintar" dan Tikus "Bodoh" 2. Phenylketonuria: Penyimpangan Metabolisme Gen Tunggal</p> <p>Psikologi Faal sebagai cabang Psikologi mengalami perkembangan yang sangat pesat, baik dalam pengembangan teoritisnya maupun dalam penerapannya. Pada dekade terakhir, Psikologi Faal dikembangkan oleh dunia barat sebagai cabang ilmu yang disebut BIOPSIKOLOGI. Tujuan dari Psikologi Faal atau Biopsikologi adalah memahami perilaku berdasarkan aspek biologisnya. Dalam bab ini akan dibahas lebih lanjut mengenai pengertian dan kegunaan Psikologi Faa!.</p> <p>A. PENGERTIAN</p> <p>PSIKOLOGI FAAL, berasal dari Psikologi dan Ilmu Faal. PSIKOLOGI adalah Ilmu yang mempelajari perilaku manusia (Bigot, dkk, 1950),sedangkan ILMU FAAL adalah Ilmu yang mempelajari tentang fungsi dan kerja alat-alat dalam tubuh.]adi Psikologi Faal adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam kaitannya dengan fungsi dan kerja alat-alat dalam tuhuh. Dalam mempelajari perilaku manusia kita mengenal adanya 3 fungsi utama yang mempengaruhi perilaku individu, yaitufungsi kognisi (pikiran),jungsi afeksi (emosi), dan fungsi konasi (kemauanlkehendak). Dalam Psikologi Faal, titik berat perhatian kita adalah meninjau kondisi faali atau kondisi biologis yang mempengaruhi fungsi-fungsi perilaku tersebut. Sebelum kita dapat memahami fungsi dan kerja alat-alat tubuh yang mempengaruhi perilaku seseorang, lebih dahulu kita perlu mengenal anatomi alat-alat tubuh. ANATOMI adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari susunan atau struktur alat-alat tubuh. Oleh karena itu dalam Psikologi Faal, selain kita belajar fungsi dan kerja alat-alat tubuh yang mempengaruhi perilaku, kitajuga akan mengenal anatomi dari alat-alat tubuh. Jadi dalam Psikologi Faal akan dipelajari: 1. Alat-alat yang bekerja pada waktu fungsi kognitif, afektif, dan konasi berlangsung 2. Proses-proses yang berlangsung pada alat-alat tubuh tersebut Menurut fungsinya, alat-alat tubuh dibagi dalam empat kelompok, yaitu: 1. Alat-alat untuk Pertukaran Zat 2. Alat-alat untuk Reproduksi 3. Alat-alat untuk Gerak 4. Alat-alat untuk Koordinasi Meskipun dibagi atas kelompok-kelompok seperti tersebut diatas, namun fungsi dari kelompok-kelompok tersebut berkaitan dengan erat. Contoh konkritnyadapat kita simak dari uraian berikut ini; Organisme perlu menyesuaikan diri dengan lingkungan atau bereaksi terhadapperubahan di dalamlingkunganuntuk mempertahankanhidup (antara laindigunakan alat-alat untuk reproduksi dan alat-alat gerak). Untuk melakukan kegiatan-kegiatan dalam mempertahankan hidup ia memerlukan alat-alat koordinasi, tanpa alat-alat koordinasi tidak dapat terjadi koordinasi antara alat-alat tubuh dan tidak dapat terjadi penyesuaian dengan lingkungan atau reaksi terhadapperubahan dalam lingkungan,sedangkanalat-alat koordinasi memerlukan alat-alat pertukaran zat agar dapat berfungsi. Yang termasuk dalam alat-alat koordinasi adalah: 1. Alat-alat Indera 2. Susunan Saraf Pusat 3. Susunan Saraf Perifer 4. Alat-alat Endokrin</p> <p>2</p> <p>Alat-alat tersebut bekerja pada saat dilakukan fungsi kognitif, afektif, maupun konasi. Oleh karena itu dalamPsikologi Faal ini titik beratkita pada alat-alatkoordinasi, karena tanpa alat-alat koordinasi tidak dapat terjadikoordinasi antara, .lat-alattubuh dan tidak dapat terjadi penyesuaian dengan lingkungan atau reaksi terhadap perubahan dalam lingkungan. B. PENDEKATANBIOPSIKOLOGI BIOPSIKOLOGI adalah cabang dari Ilmu Saraf yang berkaitan dengan segi biologis dari perilaku. Beberapa ahli menyebutnya dengan "psikobiologi" atau "perilaku biologis" atau "BehavioralNeuroscience"karenamenitikberatkanpadapendekatanbiologidalammemahami psikologi. Jadi Psikologi Faal dalam perkembangan baru juga disebut dengan BIOPSIKOLOGI. SejakPsikologi lahir,pendekatan secarabiopsikologi secaraimplisit sudah diungkapkan, namun secara eksplisit baru muncul pada karya D.O Hebb (1949), "Organization of Behavior". Dalam karyanya tersebut, Hebb mengemukakanteori yang komprehensif tentang fenomena psikologi yang berkaitan dengan persepsi, emosi, pikiran dan memori yang mungkin dikontrol melalui aktivitas otak. Teori tersebut merupakan salah satu dasar yang penting dalam menguraikan dan mengkonkritkan pembahasan tentang perilaku manusia yang kompleks dan kasat mata. Meskipun BIOPSIKOLOGI tergolong ilmu yang masih muda, namun ia memiliki perkembangan yang cepat dan memiliki kaitan yang erat dengan disiplin ilmu yang lain, diantaranya: a. Biological Psychiatry, membahas tentangbiologi y:mgberkaitan dengan penyimpangan psikiatris dan perlakuan (treatment)terhadappenyimpangantersebut melalui manipulasi otak b. Developmental Neurobiology, membahastentangperubahan sistem saraf sejalan dengan kemasakan dan usia; neurobiology biasa juga disebut dengan neuroscience c. Neuroanatomy, mempelajari tentang struktur atau anatomi sistem saraf d. Neurochemistry, mempelajari proses-proses kimiawi yang muncul akibat aktivitas saraf, terutama proses yang mendasari transmisi sinyal melalui sel-sel saraf e. Neuroendocrinology, mempelajariinteraksiantara sistemsaraf dengankelenjar-kelenjar endokrin dan hormon-hormon yang diproduksinya f. Neuroethology, mempelajari kaitan antara sistem saraf dan perilaku yang muncul dalam lingkungan alami hewan dan dalam lingkungan laboratorium yang dikontrol ketat g. Neuropathology, mempelajari penyimpangan sistem saraf h. Neuropharmacology, mempelajari efek obat-obatan pada sistem saraf, terutama yang mempengaruhi transmisi sel saraf i. Neurophysiology, mempelajari respon sistem saraf, terutama yang terlibat dalam transmisi sinyal elektronik melalui sel-sel saraf dan antara sel-sel saraf</p> <p>3</p> <p>Biopsikologi sebagai cabang ilmu dari Psikologi dibagi dalam 5 bagian utama, yaitu: a. Physiological Psychology, fokusnya pada manipulasi sistem saraf melalui operasi, terapi elektrik, dan terapi kimiawi dalam kondisi eksperimen yang dikontrol dengan ketat. Jadi dalam eksperimennya biasa digunakan hewan sebagai subjek penelitian. b. Psychopharmacology, bergerak dalam bidang yang sarna seperti Physiological Psychology, namun fokusnya lebih kepada obat-obatan (zat kimia) yang mempengaruhi sistem saraf dan selanjutnya berpengaruh pada perilaku. Pengaruh zat kimia terhadap otak ini tidak semata-mata berkonotasi buruk (misalnya pengaruh zat depresif (melemahkan) terhadap aktivitas otak), tetapijuga berusaha menemukan zat-zat kimia yang berguna dalam penyembuhan kerusakan otak dan zat-zat yang dapat mengurangi kecanduan obat. c. Neuropsychology, mempelajari kemunduran perilaku akibat kerusakan otak. Pengembangan ilmu dalam neuropsychology umumnya tidak dapat dilakukan melalui eksperimen tetapi berdasarkan kasus yang ada atau melalui penelitian quasieksperimen terhadap pasien-pasien yang menderita kerusakan otak yang disebabkan oleh penyakit, kecelakaan, atau operasi (karena kita tidak dapat merusak otak dengan segaja untuk melakukan penelitian). Disiplin ilmu ini memfokuskan pada bagian otak yang disebut dengan neokorteks, yaitu bagian luar dari cerebral hemispheres yang paling mudah rusak oleh operasi maupun kecelakaan. Neuropsychology paling banyak diterapkan dalam cabang-cabang ilmu biopsikologi karena alat-alat tes yang digunakan dalam asesmen neuropsikologi sangat membantu dalam menentukan diagnosa dan memberikan terapi yang tepat, selain bermanfaat pula untuk perawatan lanjut dan konseling bagi penderita kerusakan otak. Contohnya dapat kita lihat pada kasus di bawah ini: R, seorang laki-laki kidal berusia 21 tahun, pernah mengalami benturan kepala di dashboard mobil pada kecelakaan lalu lintas 2 tahun yang lalu. Setelah kecelakaan ia pingsan beberapa saat dan mengalami amnesia dalam jangka waktu yang sangat pendek. Selain itu tak tampak luka lain selain jahi an di pelipis. Sebelum kecelakaan itu terjadi, R adalah seorang mahasiswa fakultas hukum yang berprestasi (meskipun ia berasal dari jurusan IPA semasa SMA tetapi ia sangat tertarik pada bidang hukum). Tetapi satu tahun setelah kecelakaan ia mengalami beberapa masalah dalam belajar, ia selalu kesulitan dalam membuat paper dan mencapai nilai tinggi dalam pelajaran-pelajaran yang memerlukan daya ingat, bahkan sering tidak lulus meskipun ia merasa sudah belajar jauh lebih keras daripada sebelwnnya. Dari neurolo g didapatkan hasil EEG dan CT-scan yang normal, artinya tidak dideteksi adanya abnormalitas dalam otak R. Akhirnya R melakukan serangkaian asesmen neuropsikologi yang menghasilkan beberapafakta yang menarik. Pertaina, R, adalah salah satu dari 1/3 populasi orang kidal yang pusat bahasanya terletak di bagian kanan hemisphere dan bukan di bagian kiri hemisphere seperti orang kidal pada umumnya. Fakta ini tidak hanya cocok untuk mengintepretasi kesulitan 4</p> <p>belajar yang dialami R (karena hasil tes IQ-nya superior tetapi kemampuan ingatan verbal dan kemampuan membacanya sangat rendah), tetapijuga membuktikan bahwa R memerlukan penanganan medis (operasi otak) karena kemungkinan bagian kanan lobus temporalnya (temporal lobe) mengalami sedikit kerusakan saat terjadi kecelakaan sehingga menimbulkan masalah dalam kemampuan bahasanya. Kedua, berdasarkan hasi/ asesmen dan diagnosa secara nerupsikologis di atas, kita dapat memberikan saran bahwa sebaiknya R tidak terjun dalam lapangan pekerjaan atau studi yang banyak membutuhkan kemampuan bahasa dan ingatan. Akhirnya R memutuskan untuk menekuni bidang arsitektur. (Pinel, 1993).</p> <p>d.</p> <p>Psychophisiology, fokusnya mempelajari kaitan antara fisiologi dan perilaku dengan cara mencatat respon-respon fisiologis manusia yang disebabkan oleh reaksi-reaksi psikologisnya (seperti atensi, emosi, proses penerimaan informasi). Prosedur penelitiannya dilakukan secara non-invasive, yaitu pencatatan reaksi yang diambil dari permukaan tubuh (tidak mengoperasi bagian dalamnya). Umumnya yang digunakan untuk mengukur aktivitas otak adalah electroencephalogram (EEG) yang ditempelkan di kulit kepala. Selain aktivitas otak, reaksi fisiologis lain yang umumnya dicatat dalam psikofisiologi adalah ketegangan otot, gerakan mata, sistem saraf otonom (yang menimbulkan refleks, seperti detak jantung, tekanan darah, dilatasi pupil mata dan getaran elektrik di kulit).</p> <p>c</p> <p>Gambar 1.1. Penyusuranjejak pendulum secara visual dari C (subjek normal yang digunakan sebagai kelompok kontrol) dan 5 orang skizofren (S1, S2, S3, S4, S5) (Pinel, 1993)</p> <p>5</p> <p>Penelitianterakhirdalam bidangpsikofisiologiinijuga menarikuntuk disimak.Contohnya hasil penelitian Iacono &amp; Koening (1983) yang menunjukkan bahwa individu-individu yang mengalami skizofren serta keluarganya (Holzman, Solomon, Levin &amp; Waternaux, 1984; dalam Pinel, 1993) mengalami kesulitan dalam mengikuti benda-benda yang bergerak, seperti pendulum. Lihat gambar 1.1. e. Comparative Psychology, bagiandaribiopsikologiyanglebihmenekankanpadaperilaku biologis daripada perilaku yang disebabkan oleh mekanisme sistem saraf. Comparative psychology mempelajariperbandinganperilaku spesiesyang berbeda-beda dan fokusnya pada genetik, evolusi, dan perilaku adaptasi dari berbagai spesies. Berbeda dengan ahliahli ethology yang melakukan penelitian quasi-eksperimen pada spesies di lingkungan asalnya, maka comparative psychology cenderung menciptakan lingkungan yang semi terkontrol dalam laboratorium untuk melihat reaksi perilaku spesies. PERILAKU BIOLOGIS</p> <p>c.</p> <p>Tendensi manusia adalah untuk berpikir secara dikotomi, baik-buruk, benar-salah, menariktidak menarik, dan sebagainya. Ini adalahdri berpikiryang sederhana. Demikianjugahalnya bilakita dihadapkan pada masalah perilaku,pertanyaan yang biasa muncul adalah (1) Apakah perilaku itu bersifat psikologis atau fisiologis? (2) Apakah perilaku itu hasil keturunan atau hasil belajar? 1. Apakah Perilaku Disebabkan oleh Faktor Psikologis atau Faktor Fisiologis? Pendapat ini muncul sejak zaman Renaissance dimana ilmu-ilmu yang ada berkembang berdasarkan pemikiran dan dogma-dogma yang belum dibuktikan lewat kenyataan. Menurut dogma-dogma yang berlaku saat itu,perilakumanusia semata-mata disebabkan oleh hukum alam (faktor fisiologis). Beberapa ahli ilmupengetahuan ingin membuktikanfenoma perilaku melalui kenyataan dan bukan melalui dogma dan pemikiran filsafati. Pada zaman renaissance tersebut sering terjadi. bentrokan pendapat antara ahli yang berpikiran modem dan berpikiran dogmatis. Sampai muncul Rene Descartes (dibaca: Day Cart) yang menjembatani kedua perbedaan tersebut dengan menyatakan bahwa dunia ini terdiri dari dua elemen utama, yaitu (I) Bendabenda Fisik, atau benda-benda yang perilakunya disesuaikan dengan hukum alam dan dapat dijadikan objek penelitian ilmiah, (2) Pikiran Manusia (iiwa atau spirit) yang tidak berkaitan dengan benda fisik tetapi mengkontrol perilaku manusia. Menurut Descartes, bagian tubuh manusia, termasuk didalamnya adalah otak, adalah bagian tubuh yang sifatnya sangat fisikoOleh karena itu adalah perbedaan antara otak dan pikiran manusia. Otak bersifat sangat fisik, sedangkan pikiran manusia yang mengontrol perilaku bersifat psikologis. Apakah Perilaku Merupakan Hasil Keturunan (Genetik/Nature) atau Hasil Belajar (Nurture)? Perdebatan mengenai perilaku itu hasil keturunan atau hasil belajar sudah banyak dikenal melalui konsep nature (alami/keturunan) vs. nurture (hasil pengaruh lingkungan/belajar).6</p> <p>2.</p> <p>Kebanyakan ahli dari Amerika, khususnya Amerika Utara adalah penganut behaviorism yang menyatakan bahwa perilaku adalah sepenuhnya hasil dari pengaruh lingkungan (misalnya melalui proses belajar). PenelitianJohn B.Watson (bapakbehaviorism)menunjukkanbahwabayi-bayiketurunan penipu, perampok, pembunuh, dan pelacur dapat tumbuh tanpa sarna sekali menunjukkan perilaku yang mirip dengan orangtuanya apabila diasuh dalam lingkungan yang sarna sekali berbeda dengan lingkungan orangtuanya. Sebaliknya, anak seorang pengusaha yang pintar dan sukses dapat menjadi sangat bodoh dan tumbuh menjadi perampok apabila dibesarkan dalam lingkungan yang buruk. Berlawanan dengan pendapat di atas, para ahli Eropa yang menganut paham ethology menyatakan bahwa perilaku didasarkan pada instinctive behavior, yaitu perilaku yang umumnya muncul pada spesiesyang sarnameskipuntidakadakesempatan untuk mempelajari perilaku itu terlebih dahulu. Contohnya perilaku menghisap pada bayi. Meskipun pada perkembangannya perilaku instinktif ini kurang banyak dianut orang, tetapi kondisi inilah yang menandai perkembangan awal psikologi. 3. a. Masalah-masalah yang Muneul dari Cara Berpikir Dikotomi Berpikir dikotomi mengenai perilaku yang disebabkan oleh faktor psikologis atau fisiologis Cara berpikirdikotomimengenaiperilakuyang semata-matadisebabkanoleh faktorpsikologis dapat...</p>