Bab X Perdagangan dan Ekonomi I 9... · London, dan Paris sebagai perabotan rumah yang mewah, ban...

download Bab X Perdagangan dan Ekonomi I 9... · London, dan Paris sebagai perabotan rumah yang mewah, ban mobil

of 16

  • date post

    06-Mar-2019
  • Category

    Documents

  • view

    213
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Bab X Perdagangan dan Ekonomi I 9... · London, dan Paris sebagai perabotan rumah yang mewah, ban...

Modul 19 Ekonomi dan Perdagangan Internasional

Ace Partadiredja Halaman 19-1

EKONOMI DAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL

TIK: Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa memahami keunggulan komparatif dalam perdagangan internasional, neraca pembayara, neraca perdagangan, kurs valuta asing dan kajian terhadap lembaga internasional. TIU: Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu menganalisis aliran transaksi ekonomi luar negeri dan dampaknya terhadap neraca pembayaran Indonesia. Sub Pembahasan: Teori Keunggulan Komparatif Neraca Pembayaran Kurs Valuta Asing Lembaga-Lembaga Internasional

Salah satu komponen yang menentukan tinggi rendahnya

Pendapatan Nasional yang masih belum dibicarakan adalah ekspor dan impor. Pada bab ini akan dikemukakan ekspor dan impor dan segala sesuatu yang ada hubungannya dengan itu. Pada tingkat lanjut ilmu ini akan berkembang ke arah ilmu ekonomi internasional sebagai cabang ilmu ekonomi yang merupakan spesialisasi tersendiri.

Pada zaman sekarang ini hampir tidak ada negara di dunia ini yang tidak mempunyai hubungan ekonomi luar negeri. Buat Indonesia dan negara-negara Asean umumnya hubungan ekonomi luar negeri ini merupakan kegiatan dan bagian yang amat penting dalam kehidupan ekonomi negara. Barang-barang impor seperti sepeda motor dan kendaraan roda 4 sudah menyebar ke pelosok-pelosok desa dan ke pulau-pulau yang dulunya terpencil. Demikian pula barang-barang ekspor yang mungkin berasal dari hutan rimba belantara, seperti kayu, karet dan hasil hutan lainnya terdapat di kota-kota metropolitan New York, Tokyo, London, dan Paris sebagai perabotan rumah yang mewah, ban mobil atau kosmetika. Tidak hanya barang-barang saja yang berseliweran lewat batas negara itu, tapi juga jasa-jasa, modal, orang-orang, dan uang. Kapal terbang dari berbagai perusahaan penerbangan luar negeri berdatangan ke

Modul 19 Ekonomi dan Perdagangan Internasional

Ace Partadiredja Halaman 19-2

bandar-bandar udara Halim, Ngurah Rai, Polonia, dan lain-lain dan pesawat-pesawat Garuda mendarat di Amsterdam, Hongkong, dan Sydney mengangkut orang-orang dan barang-barang dengan menerima pembayaran rupiah atau uang asing sebagai balas jasa. Modal perusahaan-perusahaan raksasa multi nasional dari Eropa Barat, Jepang, Australia, Amerika Serikat, dan lain-lain mengalir ke Indonesia, langsung ditanamkan dalam bentuk perusahaan-perusahaan atau tidak langsung sebagai pinjaman dengan balas jasanya berbentuk keuntungan dan bunga yang mengalir kembali ke negara asalnya atau negara lain sebagai investasi baru. Wisatawan asing macam-macam berbondong-bondong datang ke Bali, Yogyakarta dan lain-lain tempat pariwisata, dan sebaliknya pula pedagang, pegawai dan mahasiswa berseliweran pergi ke luar negeri untuk tugas dinas atau hanya sekedar belanja atau berwisata.

Apakah sebabnya negara-negara mempunyai hubungan ekonomi luar negeri? Apa sebabnya negara-negara mengekspor dan mengimpor barang-barang dan jasa-jasa?

Sebab utama terletak pada perbedaan kekayaan sumber alam berbentuk mineral, iklim, kesuburan tanah, kekayaan laut, dan tenaga. Perbedaan iklim dan kesuburan tanah membuat hasil bumi daerah tropis dan sub-tropis berbeda-beda. Daerah tropis dapat menghasilkan pisang, nanas, kelapa, karet, kopi dan lain-lain yang juga disenangi oleh penduduk daerah sub-tropis. Sedang daerah sub-tropis menghasilkan gandum, pear, anggur, peach dan lain-lain yang juga digemari penduduk daerah tropis. Dalam kekayaan mineral juga tidak semua negara menghasilkan besi, batu bara, atau emas, padahal diperebutkan oleh semua negara di dunia. Karena perbedaan kekayaan sumber alam ini berbeda-beda pula corak perekonomian negara-negara di dunia. Dan karena masing-masing negara saling membutuhkan hasil produksi negara-negara lainnya timbullah perdagangan internasional. Dalam hal ini yang menjadi sebab timbulnya perdagangan internasional adalah keuntungan masing-masing negara dibandingkan dengan negara lain. Keuntungan semacam ini dinamai keun-tungan absolut/mutlak sesuatu negara atas negara lain. Negara-negara tropis mempunyai 'keuntungan mutlak atas negara-negara sub tropis dalam produksi karet, kopi, kelapa, mangga, atau pisang. Negara-negara sub-stropis mempunyai keuntungan mutlak atas negara-negara tropis dalam produksi gandum, pear, peach dan lain-lain. Perdagangan internasional akan saling menguntungkan. Tetapi dalam prakteknya tidak semua negara mempunyai keuntungan mutlak dalam produksi sesuatu barang. Ada negara-negara yang mampu menghasilkan berbagai macam barang dengan biaya yang lebih murah daripada negara lain, dan ada pula negara-negara yang biaya produksi berbagai barang itu lebih mahal daripada negara lain, atau dengan perkataan lain apa-apa serba mahal. Nampaknya untuk negara-negara yang serba mahal ini tidak mungkin berdagang karena tidak akan mampu bersaing. Tapi ternyata bahwa untuk negara-negara semacam inipun masih menguntungkan juga untuk berdagang. Mereka masih mempunyai keuntungan komparatif, atau biaya komparatif (comparative

Modul 19 Ekonomi dan Perdagangan Internasional

Ace Partadiredja Halaman 19-3

advantage atau comparative cost). TEORI KEUNGGULAN KOMPARATIF

Untuk memahami hukum keuntungan komparatif ini kita

umpamakan dua negara: Jepang dan Indonesia yang dua-duanya mampu menghasilkan barang-barang industri dan hasil pertanian, tapi dengan biaya yang berbeda. Umpamakan Jepang mampu menghasilkan barang-barang industri dan pertanian dengan biaya yang lebih murah daripada Indonesia, atau biaya produksi kedua jenis barang itu di Indonesia lebih mahal daripada di Jepang. Nampaknya dengan kondisi seperti itu tidak perlu ada perdagangan antara Indonesia dengan Jepang, sudah saja semua barang industri dan pertanian dihasilkan di Jepang, dan Jepang swasembada dalam kedua barang itu. Tetapi Indonesia akan memperoleh keun-tungan komparatif apabila mengkhususkan diri dalam produksi salah satu barang, dan Jepang pun demikian juga. Keuntungan komparatif ini dapat dijelaskan dengan tabel berikut:

Jepang Indonesia Barang industri : 1 jam kerja 3 jam kerja Hasil pertanian : 2 jam kerja 4 jam kerja Diumpamakan bahwa Jepang dapat memproduksi barang industri

dan pertanian dengan biaya yang lebih. murah daripada Indonesia. Katakan yang jadi satuan biaya adalah banyaknya tenaga kerja yang dicurahkan untuk membuat barang itu. Di Jepang untuk memproduksi barang industri diperlukan 1 jam kerja, dan hasil pertanian 2 jam kerja. Sedang di Indonesia untuk kedua jenis barang itu masing-masing 3 dan 4 jam kerja. Tapi akhirnya akan lebih menguntungkan apabila Jepang mengkhususkan diri dalam produksi barang industri, di mana Jepang mempunyai keuntungan komparatif tertinggi, Indonesia 1 mengkhususkan diri dalam hasil pertanian, dan kedua negara itu berdagang dalam kedua barang itu. Kuncinya terletak dalam perbandingan nilai barang industri dan hasil pertanian di negara masing-masing. Di Jepang hasil pertanian adalah 2 kali lebih mahal daripada barang industri; atau pengorbanan 1 unit barang industri hanya dapat ditukar dengan 1/2 unit hasil pertanian. Sedang di Indonesia hasil pertanian hanya 1 1/3 kali lebih mahal daripada barang industri, atau pengorbanan 1 unit barang industri dapat ditukar dengan 3/4 hasil pertanian. Dengan perdagangan bebas akan menguntungkanlah kiranya kalau barang-barang industri di Jepang di kirimkan ke Indonesia untuk memperoleh hasil pertanian Indonesia yang lebih banyak, sebab kalau ditukar di Jepang hanya 1/2 unit hasil pertanian, sedang kalau ditukar di Indonesia akan didapat 3/4 unit hasil pertanian. Sebaliknya buat Indonesia akan lebih menguntungkan untuk mengkhususkan diri dalam hasil pertanian, sebab 1 unit hasil pertanian dapat ditukar dengan 4/3 unit barang industri, sedang kalau ditukar di

Modul 19 Ekonomi dan Perdagangan Internasional

Ace Partadiredja Halaman 19-4

Jepang dapat diperoleh 2 unit barang industri. Teori keunggulan komparatif ini berlaku baik untuk hanya 2 barang

saja maupun banyak, baik untuk 2 negara saja ataupun beberapa negara; tapi, perhitungannya lebih ruwet. Kenyataannya hubungan antar negara yang didasarkan pada teori keunggulan komparatif murni tidak ada, yang ada hanyalah yang mendekati itu, karena teori ini memerlukan syarat-syarat tertentu. Pertama, ekspor-impor dijalankan dengan barter yaitu pertukaran barang dengan barang, sekarang sudah hampir tidak ada lagi. Kedua, tenaga kerja manusia itu dianggap seragam produktivitasnya, kenyataannya tidak demikian. Ketiga, nilai barang langsung diukur dengan jumlah tenaga kerja. Kenyataannya dihitung dengan uang, karena biaya produksi itu tidak hanya terdiri dari upah saja, tapi juga bunga modal, sewa tanah, biaya bahan mentah, dan bahkan keuntungan pengusaha juga dimasukkan. Keempat, biaya angkutan tidak ada. Kenyataannya biaya angkutan barang antar negara ini besar. Kelima, biaya produksi perusahaan-perusahaan pembuat barang diketahui oleh siapapun, sehingga dapat diperbandingkan. Sekarang biaya produksi ini dirahasiakan, yang diketahui hanyalah harga yang ditawarkan yang belum tentu mencerminkan biaya. Karena berbagai persyaratan seperti itu tidak begitu mudah lagi untuk menentukan dalam bidang apa sajakah sesuatu negara itu harus mengkhususkan diri. Faktor-faktor politik dan perta-hanan juga amat menentukan barang apa yang akan dihasilkan suatu negara. Meskipun suatu barang dapat dihasilkan di luar negeri dengan murah dan kita dapat membelinya dengan menguntungkan, tapi kalau dari segi pertahanan akan membahayakan maka barang itu akan dihasilkan di dalam negeri juga. Dengan demikian peredaran barang dan jasa antar negara tidak selalu ditentukan oleh keuntungan komparatif, melainkan ditentukan oleh faktor-faktor lain juga. Ini semua dialami oleh Indonesia dan negara-negara tetangganya. Memang dalam membahas kebijaksanaan