BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. V-LAMPIRAN.pdfآ  pemilihan obatsesuai dengan standar JNC VII, JNC...

download BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. V-LAMPIRAN.pdfآ  pemilihan obatsesuai dengan standar JNC VII, JNC VIII,

of 21

  • date post

    05-Nov-2020
  • Category

    Documents

  • view

    0
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. V-LAMPIRAN.pdfآ  pemilihan obatsesuai dengan standar JNC VII, JNC...

  • 45

    BAB V

    KESIMPULAN DAN SARAN

    A. Kesimpulan

    Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan sebagai

    berikut :

    1. Penggunaan obat antihipertensi pada pasien gagal ginjal kronik di RSUD

    Pandan Arang Boyolali periode tahun 2018 yang memenuhi ketepatan

    pemilihan obatsesuai dengan standar JNC VII, JNC VIII, dan Drug Dosing

    Renal Failure 2000 adalah27 pasien (84,38%) dan tidak tepat obat adalah 5

    pasien (15,62%)

    2. Penggunaan obat antihipertensi pada pasien gagal ginjal kronik di RSUD

    Pandan Arang Boyolali periode tahun 2018 sesuai dengan standar JNC VII,

    JNC VIII, Drug Dosing Renal Failure2000 adalah sebanyak 22 pasien

    (68,75%). Ketidaktepatan dosis adalah kasus dosis terlalu tinggi yaitu sebanyak

    9 pasien (28,12%) dan kasus dosis terlalu rendah 1 pasien (3,13%)

    B. Saran

    Berdasarkan dari penelitian yang telah dilakukan dapat disampaikan

    saran sebagai berikut :

    1. Perlu dilakukan evaluasi terkait pemberian dosis obat pada pasien hipertensi

    dengan gagal ginjal kronik secara berkala untuk mencegah resiko terjadinya

    pemberian dosis yang tidak tepat

    2. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut pada pasien hipertensi dengan gagal

    ginjal kronik terkait dengan efek samping penggunaan obat antihipertensi

    dalam jangka waktu panjang.

    3. Perlunya penambahan dalam pencatatan data rekam medis terkait waktu

    pemberian obat, sesudah atau sebelum makan secara menyeluruh

    4. Perlunya penambahan data berat badan dalam pencatatan rekam medis terkait

    dengan perhitungan Clcr setiap pasien

  • 46

    C. Keterbatasan Penelitian

    Penelitian ini dilakukan dengan beberapa keterbatasan dalam penelitian

    yang mempengaruhi hasil penelitian. Keterbatasan tersebut dalam penelitian

    seperti:

    1. Penjelasan perihal administrasi rumah sakit kurang jelas

    2. Beberapa data rekam medis tidak lengkap sehingga menyulitkan dalam

    pengambilan data.

    3. Penulisan rekam medis yang kurang jelas sehingga membuat peneliti susah

    dalam menafsirkan dikhawatirkan akan terjadi salah pembacaan.

  • 47

    DAFTAR PUSTAKA

    Alamsyah D. 2011. Manajemen Pelayanan Kesehatan. Yogyakarta: Nuha

    Medika.

    Anonim, 2009, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor: 44 tahun 2009

    Tentang Rumah Sakit, Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

    Arora, 2009, Cronic renal failure, Diakses 12 november 2015,

    (http://www.emedicinehealth.com)

    Ashley, C., dan Currie, A. (2009). The Renal Drug Handbook. Edisi ketiga. New

    York: Radcliffe Publishing. Halaman: 44, 94, 116, 338, 633, 683, 762.

    Brunner dan Suddarth, 2001, Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah, Ed 8.

    Jakarta: EGC

    Brunner & Suddarth, 2002. Buku Ajar : Keperawatan Medical Bedah Vol 2.

    Jakarta, EGC.

    Chobanian, A.V., Bakris, G.L., Black H.R., Cushman W.C., Green L.A., Izzo

    J.L., Jr., et al, 2003. The seventh report of the Joint National Committee

    on Prevention, Detection, Evaluation, and Treatment of High Blood

    Pressure: The JNC 7 Report. Diakses pada tanggal 12 Mei 2016 pukul

    20.15 WIB.

    Cipolle, R. J, Strand, L. M. & Morley, P. C., 1998, Pharmaceutical Care Pratice,

    hal ; 75, 8283, 96-101, 116, Mc Graw Hill Company, New York.

    Corwin, A. 2005. Buku Saku Patofisiologi. Jakarta: EGC

    DeBellis, R.J., Brian S. Smith.,Pauline A. Cawley.,Gail M. Burniske, 2000. Drug

    dosing in critically ill patients with renal failure: A pharmacokinetic

    approach. Journal of Intensive Care Medicine, 15(6), pp.273–313.

    Departemen Kesehatan R.I. 2006. Pharmaceutical Care Untuk Penyakit

    Hipertensi, Jakarta : Departemen Kesehatan Republik Indonesia

    DiPiro, J.T. dkk. 2008. Pharmacotherapy Patophysiologic Approach

    (Seventh Edition), United State : McGraw – Hill Companies, Inc

    Doengoes,, Marilyn E, (1999), Rencana Asuhan Keperawatan: Pedoman Untuk

    Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien. Edisi 3, Jakarta:

    EGC.

    Dussol, B. MD, PhD., Frances, J.M. MD., Morange, S. MD., Delpero, C. S. MD,

    PhD., Mundler, O. MD., & Berland, Y. MD ., 2012, A Pilot Study

    Comparing Furosemide and Hydrochlorothiazide in Patients With

    Hypertension and Stage 4 or 5 Chronic Kidney Disease, The Journal of

    http://www.emedicinehealth.com/

  • 48

    Clinical Hypertension Vol 14 | No 1 | January 2012. The American

    Society of Hypertension, INC.

    Gormer, B. 2014. Farmakologi Antihipertensi. Terjemah oleh D. Lyrawati.

    Jakarta: EGC

    Gumi, V, C., et al. 2013. Identifikasi Drug Related Problems pada penanganan

    pasien Hipertensi di UPT Puskesmas Jembrana. Skripsi Univertitas

    Udayana Denpasar. Diakses tanggal 15 mei 2016 dari

    http://download.portalgaruda.org?article.php?article=127261&val=961

    Gunawan, Sulistia, Gan, Setiabudy, Nafrialdi. 2005. Farmakologi dan Terapi

    Edisi 5. Jakarta : Universitas Indonesia

    Guyton, A.C. 2006. Fisiologi Manusia dan Mekanisme Penyakit (Edisi

    ketiga), Jakarta : EGC

    Guyton AC, Hall JE. 2008. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Edisi 11. Jakarta:

    EGC.

    Horl, M.T., Horl,W.H. 2002, Hemodialysis-Associated Hypertension:

    Pathophysiology and Therapy, Am J Kidney Dis,2002; 39(2):227-44.

    Hsu, C., Culloch, C.E., Darbinian, J., Go, A.S., Tribarren, C., 2005, Elevated

    blood pressure and risk of end stage renal disease in subjects wwithout

    baseline kidney disease, Arch Interrn Med, volume 165, hlm. 923-928

    JNC 7, 2003, The Seventh report of the Joint National Committee on Prevention

    Detection Evaluation and Treatment of High Blood Pressure. JAMA

    289:2560-2571.

    Joint National Committee, 2014. Evidence Based Guideline for The Management

    of High Blood Pressure in Adult: Report From The Panel Member

    Appointed to The Eight Joint National Committee (JNC 8) JAMA.

    Kaplan. 2006. Kaplan’s Clinical Hypertension, Ninth Edition, Lippincott williams

    Wilkins. Diakses pada 12 Mei 2016 pukul 18.00 WIB.

    Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Nomor 5. 2014. Panduan Praktik

    Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer. Jakarta.

    Kementerian

    Kusmana, D. 2009. Hipertensi : Definisi, Prevalensi, Farmakoterapi dan

    Latihan Fisik. Cermin Dunia Kedokteran, 36, 3, 161-167

    Lacy, C., Lora, L., Morton, P., & Leonard, 2008. Drug Information Handbook

    17th Edition, 17th ed., Lexi Comp, Ohio.

    Lucida, dkk. 2011. Analisi Aspek Farmakokinetika Klinik Pasien Gagal Ginjal

    Pada Irna Penyakit Dalam RSUP DR. M. Djamil. Fakultas Farmasi

    http://download.portalgaruda.org/?article.php?article=127261&val=961

  • 49

    Universitas Andalas Padang. Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi, Vol.

    16, No.2, 2011, halaman 144-155.

    Muhadi. 2016. JNC 8: Evidence-based Guideline Penanganan pasien hipertensi

    dewasa. Devisi kardiologi Indonesia, 56

    Muninjaya AA. 2004. Manajemen Kesehatan. Jakarta: EGC.

    Muttaqin,. A, Sari,. K. 2011, Asuhan Keperawatan Gangguan Sistem

    Perkemihan, Banjarmasin : Salemba Medika

    National Kidney Foundation., 2009. About Kidney Disease.

    http://www.kidney.org/kidneydisease/aboutckd.cfm. [Diakses tanggal 9

    September2013].

    Nitta, K., 2011. Review Article: Possible Link Between Metabolic Syndrome and

    Chronic Kidney Disease in the Development of Cardiovaskular Disease.

    Cardiol Res pr. 10. 1-7

    O’ Callaghan, Chris. (2009). At A Glance Sistem Ginjal Edisi Kedua. Jakarta:

    Penerbit Erlangga

    Price dan Wilson, 2006, Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit,

    Jakarta: EGC

    Priyadi., A. Mandalas., E. Juriah., 2016. Evaluasi Penggunaan Obat Anti

    hipertensi Pada PasienGagal Ginjal KronikDi Salah Satu Rumah Sakit

    Swasta Di Kota Bandung. Bandung

    Rosei, E.A. & Salvetti, M., 2007. European Society of Hypertension Scientific

    Newsletter : Update on Hypertension Management. Treatment Of Hypertensive

    Urgencies AndEmergencies Enrico, (3), pp.16–17.

    Saad Etab, 2014, High Blood Preasure/Kidney Disease, Medical College of

    Wisconsin, diakses tanggal 20 Januari 2016,

    (http://www.mcv.edu/Nephrologi/Clinicalservices/highbloodpreassure.ht

    m)

    Schrier, R. W. (2000). Manual of Nephrology (5 ed.). USA: Lippincott Williams

    & Wilkins. Diakses pada 15 Mei 2016 pukul 17.00 WIB

    Skolnik, N. S,M.D., Beck, J.D, M.D., & Clark, M. M.D.,2000. Combination

    Antihypertensive Drugs: Recommendations for Use, Am Fam

    Physician. 2000 May 15;61(10):3049-3056. Abington Memorial

    Hospital, Jenkintown, Pennsylvania

    Smeltzer SC and Bare BG. 2002. Brunner and Suddarth’s Textbook of Medical

    Surgical Nursing (terjemahan), vol 2 , edisi ke-8, Jakarta : EGC

    http://www.mcv.edu/Nephrologi/Clinicalservices/highbloodpreassure.htm http://www.mcv.edu/Nephrologi/Clinicalservices/highbloodpreassure.htm

  • 50

    Suhardjono, dkk., 2001. Gagal Ginjal Kronik. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam.

    Jilid II. Edisi Ketiga. FK UI, Jakarta.

    Sukandar, E., 2006, Neurologi Klinik Edisi ketiga, Bandung: Pusat Informas