BAB V - sertifikasi.fkip.uns.ac.idsertifikasi.fkip.uns.ac.id/file_public/2017/MODUL...

10
SUMBER BELAJAR PENUNJAN PLP 2 MATA PELAJARAN PAKET KEAHLIAN KESEHATAN HEWAN BAB V KEKEBALAN DAN VAKSIN PADA HEWAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL URU DAN TENA A KEPENDIDIKAN 2

Transcript of BAB V - sertifikasi.fkip.uns.ac.idsertifikasi.fkip.uns.ac.id/file_public/2017/MODUL...

SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2017

MATA PELAJARAN/PAKET KEAHLIAN

KESEHATAN HEWAN

BAB V

KEKEBALAN DAN VAKSIN PADA HEWAN

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

DIREKTORAT JENDERAL GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN

2017

1

BAB V

KEKEBALAN DAN VAKSIN PADA HEWAN

5.1 Pendahuluan

Manajemen pemeliharaan yang baik, khususnya program kesehatan ternak menjadi

hal yang paling mendasar untuk meningkatkan produksi. Pemeriksaan kesehatan ternak itu

sendiri meliputi pemeriksaan fisik dan pemeriksaan sistema. Kesehatan hewan adalah suatu

status kondisi tubuh hewan dengan seluruh sel yang menyusun dan cairan tubuh yang

kandungannya secara fisiologis fungsi normal. Kerusakan sel mungkin terjadi secara normal

sebagai akibat proses pertumbuhan yang dinamis demi kelangsungan hidup, sehingga terjadi

pergantian sel tubuh yang rusak atau mati bagi hewan yang sehat. Kerusakan mungkin saja

tidak mengalami pergantian bagi hewan yang mengalami gangguan karena serangan penyakit

atau gangguan lain yang rusak fungsi sel dan jaringan.

Pencegahan penyakit adalah suatu tindakan untuk melindungi individu terhadap

serangan penyakit atau menurunkan keganasannya. Vaksin merupakan salah satu diantara

berbagai cara yang efektif untuk melindungi individu terhadap serangan macam berbagai

jenis penyakit tertentu. Tindakan vaksinasi adalah salah satu usaha agar hewan yang

divaksinasi memiliki daya kebal sehingga terlindung dari serangan penyakit. Protozoa

merupakan anggota dari hewan yang sederhana. Tubuh nya walaupun komplek, tersusun dari

sel tunggal dan hampir semuanya mempunyai ukuran mikroskopis. Protozoa tersusun dari

organela-organela tetapi bukan organ, karena mereka merupakan diferensiasi dari satu sel.

Biosekuriti, merupakan langkah awal pencegahan agar ayam tidak mudah terjangkiti

penyakit salah satunya adalah dengan pengadaan vaksinasi. Vaksinasi harus dilakukan tepat

waktu. Vaksinasi dapat meningkatkan kekebalan tubuh ayam. Tubuh akan membentuk

Kompetensi Utama : Profesional

Kompetensi Inti Guru : Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang

mendukung mata pelajaran kesehatan hewan

Kompetensi Dasar : Kekebalan dan Vaksinasi pada Hewan

2

antigen terhadap jenis bakteri atau virus yang dimasukkan ke dalam tubuhnya. Ternak

tersebut akan menjadi kebal pada virus dan bakteri yang sama.

Vaksinasi sangat penting dalam dunia peternakan khususnya ayam, hal ini dilakukan

agar penularan dan penyebaran penyakit dapat ditanggulangi sehingga tidak banyak ayam

yang mati. Hewan besar seperti sapi, kambing, dan domba diberikan injeksi intramuscular

multivitamin B-complex dan antiparasit. Metode injeksi tersebut pada daerah subcutan atau

intramuscular. Fungsi dari B-complex adalah untuk metabolisme karbohidrat, asam lemak

dan protein, imunitas, menambah nafsu makan, dan membantu tumbuh kembang. Dosis yang

diberikan sekitar 3 ml per ekor. Biosolamin juga dilakukan dengan cara injeksi. Fungsi dari

pemberian biosalamin sebagai penguat otot, biasanya ini diberikan pada sapi yang pincang

dan habis melahirkan.

Salah satu faktor penghambat yang sering dihadapi dalam pemeliharaan ternak,

adalah penyakit. Bahkan tidak jarang peternak mengalami kerugian dan tidak lagi berternak

akibat adanya kematian pada ternaknya. Upaya pengendalian penyakit pada hakekatnya

bertujuan untuk meningkatkan pendapatan melalui cara pemeliharaan yang baik sehingga

peternak memperoleh pendapatan secara maksimal. Upaya pengendalian penyakit dapat

dilakukan melalui usaha pencegahan penyakit atau pengobatan pada ternak yang sakit. Usaha

pencegahan dinilai lebih penting dibandingkan pengobatanya ( Jahja dan Retno, 2010 ).

Vaksinasi adalah suatu tindakan dimana hewan dengan sengaja dimasuki agen

penyakit (disebut antigen) yang telah dilemahkan dengan tujuan untuk merangsang

pembentukan daya tahan atau daya kebal tubuh terhadap suatu penyakit tertentu dan aman

untuk tidak menimbulkan penyakit. Agen tersebut biasanya substansi biologis yang terdiri

dari sejumlah jasad renik dari jenis penyakit yang diupayakan untuk dicegah agar tidak

menyerang. Apabila kegagalan vaksinasi terjadi, paramedis harus segera menghubungi dokter

hewan untuk melakukan analisis kegagalan vaksinasi. Dokter hewan akan menentukan

apakah vaksinasi ulang perlu dilakukan. Vaksin adalah suatu produk biologi yang berisi

sejumlah besar jasad renik yang diketahui sebagai penyebab penyakit. Daya kerja vaksin

adalah spesifik, oleh karena itu setiap macam penyakit harus dipergunakan vaksin yang

berbeda. Vaksin aktif (virus hidup) berarti virus dalam vaksin tersebut dalam keadaan hidup

tetapi telah dikendalikan, yang akan tumbuh dan berkembang biak di tubuh induk semang.

Vaksin inaktif (virus mati) adalah agen penyakit yang dikandung oleh vaksin dalam keadaan

mati biasannya di dalamnya dicampurkan oil adjuvant (Akoso, 1993).

3

Vaksin yang digunakan adalah vaksin inaktif dengan subtipe yang sama kepada unggas

sehat. Ayam broiler diberikan vaksin pada umur 4 hari dengan suntikan subkutan (Irawan,

1996). Cara pemberian vaksin dapat dilakukan dengan melalui tetes mata, tetes hidung,

injeksi/suntikan, atau dengan metode spray (penyemprotan halus). Cara tetes mata dan

hidung merupakan metode yang mudah dilakukan, demikian pula terhadap vaksin Gumboro

(Cahyono, 1995). Kusumaningsih et al. (2001) melaporkan terdapat delapan jenis vaksin yang

sering digunakan pada ayam petelur selama masa produksinya, yaitu vaksin newcastle disease

(ND), infectious bronchitis (IB), infectious bursal disease (IBD), snot (coryza), pox, infectious

laryngotracheitis (ILT), egg drop syndrome (EDS), dan swallon head syndrome (SHS). Menurut

Akoso (2000) vaksin ternak nonunggas meliputi vaksin ternak besar (sapi potong, sapi perah

kerbau, domba, kambing, dan babi) dan vaksin untuk hewan kecil atau hewan kesayangan

(anjing dan kucing). Kebutuhan terhadap vaksin untuk ternak besar diprioritaskan untuk

pengendalian penyakit strategis seperti SE (septicaemia epizootica), antraks, brucellosis, dan

hog cholera.

C. Pengambilan Sampel Darah

Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup (kecuali tumbuhan)

tingkat tinggi yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan

tubuh, mengangkut bahan-bahan kimia hasil metabolisme, juga sebagai pertahanan tubuh

terhadap virus atau bakteri. Darah merupakan cairan tubuh yang terdapat dalam jantung dan

pembuluh darah. Darah terdiri dari unsur plasma, seperti air 91-92%, protein, glukosa, enzim,

hormon, dan unsur seluler, seperti eritrosit, leukosit, dan trombosit.

Hemoglobin mempunyai derivat yang terdiri dari oksihemoglobin yang merupakan

penggabungan antara hemoglobin dengan oksigen, hemoglobin tereduksi disebut juga

ferohemoglobin merupakan molekul yang telah melepaskan oksigen, methemoglobin disebut

juga dengan ferihemoglobin, molekul ini didapat dari oksidasi oksihemoglobin atau

hemoglobin tereduksi, karboksihemoglobin terjadi apabila darah dicampur dengan gas CO

sehingga Hb akan mengikat CO menjadi HbCO, sianmethemoglobin, dapat terbentuk apabila

Cn dicampur dengan methemoglobin dan sulfhemoglobin terbentuk apabila ferohemoglobin

dicampur dengan H2S (Walungi, 1990).

Apabila pembuluh darah seekor hewan terpotong atau rusak, pertama-tama akan

terjadi penyempitan bagian yang terluka itu. Hal ini terjadi karena : ( 1 ) Kontraksi miogenik

4

dari otot polos, sebagai suatu spasme lokal dan ( 2 ) Reflek saraf simpatik yang merangsang

serabut-serabut andregenik yang menginervasi otot polos dari dinding pembuluh lokal.

Kontraksi ini menyempitkan bukaan pembuluh guna mengurangi arus darah yang akan keluar

(Frandson, 1992).

Pembuluh nadi letaknya agak lebih dalam dari permukaan tubuh. Pembuluh nadi yang

luka, darahnya akan memamcar keluar, jika luka ini tidak segera ditolong dapat menyebabkan

kekurangan darah. Pembuluh nadi ialah pembuluh yang mengalirkan darah keluar jantung.

Pembuluh balik ialah pembuluh darah yang mengalirkan darah masuk kedalam jantung.

Pembuluh nadi dan pembuluh balik ujungnya bercabang-cabang menjadi pembuluh-

pembuluh yang kecil yang disebut pembuluh kapiler.

Pengambilan darah (venesectio) merupakan salah satu hal yang terpenting dari

kegiatan peternakan. Tujuan pengambilan darah ternak yaitu untuk mengetahui tingkat kadar

suatu zat yang terkandung dalam darah ternak tersebut. Pengambilan sampel darah pada

ayam di lakukan pada vena pectoralis. Pembuluh darah ini terletak pada bagian bawah sayap

ayam. Cairan darah atau sering disebut darah pada avertebrata mengandung sedikit dalam

plasma darahnya. Unsur seluler darah terdiri dari sel darah merah, sel darah putih, trombosit

(platelets) dan zat-zat terlarut lainnya, misal protein plasma (albumin, fibrinogen, dan globin)

).

Penyakit ini berasal dari virus yang mudah sekali menular, dan sangat ganas.

Sampai saat ini belum ditemukan obat yang efektif untuk menyembuhkan ini. Penyakit

menular yang disebabkan oleh virus merupakan jenis penyakit yang paling ditakuti. Morfologi

virus lebih kecil dari bakteri, karena jasad renik ini bisa tembus dari saringan bakteri dan tida

bisa dilihat dengan mikroskop biasa tetapi harus menggunanakan mikroskop elektron.

Penyakit oleh virus memerlukan obat yang efektif untuk menyembuhkan penyakit

yang disebabkan virus sampai saat ini belum ada dengn pengobatan dengan antibiotika atau

kombinasi dengan obat-obatan lain tetap diperlukan untuk mencegah terjadinya komplikasi

dengan penyakit yang lain. Dan karena tak adanya obat yang mampu menyembuhkan

penyakit virus, alangkah bijaksananya sebelum penyakit berbahaya ini terjadi, peternak

melakukan tindak pencegahan. Caranya antara lain adalah melakukan tata laksana

pemeliharaan yang baik, melaksanakan vaksinasi pada saat yang tepat, dan hindarkan

terjadinya stress pada ternak.

5

yang sering merugikan peternakan ayam antara lain adalah tetelo alias NCD (New Cattle

Desease), cacar unggas alias Fowl Pox, leukosis, lumpuh marek alias marek’s disease, gum

boro alias infectious bursal disease, salesma ayam alias infectious laryngotracheitis, dan kini

flu burung. Penyakit ini merupakan penyakit yang mudah sekali menular. Penularannya

dapat terjadi melalui kontak langsung maupun lewat perantara benda-benda lain sperti

udara, air minum, makanan, dan lan-lain. Di bawah iniakan dijelaskan beberapa penyakit yang

diakibatkan oleh virus.

1. Tetelo adalah penyakit ini disebabkan virus Totor furens. Virulensinya / keganasannya

tergantung dari strain atau tipenya yang menyerang alat pernafasan, susunan dan jaringan

syaraf, serta alat-alat reproduksi telur dan menimbulkan kematian secara mendadak.

2. Cacar unggas adalah penyakit bercak-bercak kulit yang disebabkan virus Borreliota avium.

Menyerang rongga mulut, hulu tenggorokan, daerah sekitar mata, jengger dan pial. penyakit

juga meluas lewat perantaraan nyamuk dan lalat.

3. Leukosis adalah penyakit tumor menular yang bersifat menahun disebabkan oleh virus

leukosis yang dimulai dengan timbulnya pertumbuhan abnormal pada sel-sel darah putih.

Tumor yang menyerang jaringan syaraf akan menimbulkan kelumpuhan pada leher, sayap

dan kaki. Tumor menyerang mata akan membuat bentuk mata tidak normal, rabun atau buta

sama sekali. Yang menyerang organ bagian dalam (hati, ginjal, limpa dan ovarium) akan

membuat ayam berjalan tegak seperti itik, dan penyakitnya disebut big liver disease.

Akibatnya hati akan membengkak 3 sampai 4 kali normal, kotorannya encer, tubuh kurus,

jengger dan pial pucat berkerut.

4. Lumpuh marek adalah penyakit lumpuh yang disebabkan virus herpes. Virus menyerang

anak ayam berumur 1-5 bulan yang ditandai kejang lumpuh dengan kaki satu ke depan dan

kaki lainnya kebelakang. Selain itu juga menimbulkan pembesaran yang mencolok pada syaraf

dan timbulnya tumor pada organ dalam, kulit dan otot.

5. Gumboro adalah penyakit yang menyerang bursa fabricii (kelenjar bulat terletak di atas

kloaka). Pada anak ayam umur 1-12 hari yang terkena penyakit ini tidak begitu nampak tanda-

tandanya. Tapi pada anak ayam umur 3-6 minggu akan menunjukkan gejala yang khas. Anak

ayam tampak lesu, mengantuk, bulu mengkerut, bulu sekitar dubur kotor, mencret keputih-

putihan, dan duduk dengan sikap membungkuk. Suka mematuki duburnya sendiri, sehingga

menimbulkan luka dan pendarahan. Ayam yang mati bangkainya cepat sekali membusuk.

6

6. Salesma ayam merupakan penyakit yang disebabkan virus avium. Menyerang saluran

pernafasan. Gejalanya sesat nafas, batuk-batuk, mata dan hidung meradang berair, dan sulit

bernafas karena adanya lendir berdarah dalam rongga mulut. Bila benafas kepala ditegakkan,

dan waktu mengeluarkan nafas kepala ditundukkan dengan mata terpejam. Penyakit ini

bersifat akut.

Vaksinasi merupakan program hal yang sangat penting dan harus diperhatikan di

kalangan peternak ayam petelur karena mempunyai jangka waktu hidup yang lebih lama

dibandingkan dengan ayam pedaging yang notabene hanya 2-3 bulan dan langsung dipanen.

Berbeda dengan ayam ras petelur termasuk ayam kampung petelur yang akan diafkir setelah

2 tahun. Oleh karenanya kita sebagai peternak wajib melakukan vaksinasi untuk menjaga

kesehatan ayam sehingga kita dapatkan ayam layer yang sehat, mampu bertelur dalam

rentang waktu sekitar 11/2 tahun dan menghasilkan telur yang berkualitas selama ayam

dalam masa produktif.

Kalangan peternak banyak yang yang berpikir bahwa vaksin merupakan biaya yang

cukup mahal, sehingga sering seadanya atau bahkan ditiadakan sama sekali. Padahal jika

vaksinasi dilakukan secara benar maka akan diperoleh hasil yang lebih baik dan tidak

sebanding dengan biaya yang kita keluarkan karena program vaksinasi yang dilakukan secara

benar akan menjaga kondisi kesehatan ayam dengan cara pembentukan antibodi.

Vaksinasi mempunyai beberapa point penting yang harus diperhatikan yaitu:

– Vaksin

– Metode vaksinasi

– Dosis vaksin

– Jadwal vaksinasi

– Waktu pemberian vaksinasi

– Cara penyimpanan vaksin

Macam-macam jenid vaksin antara lain :

Vaksin IB. Vaksin IB digunakan untuk menimbulkan kekebalan ayam terhadap Infectious

Bronchitis. Pemberian vaksin ini sangat mudah yaitu dengan mencampurkannya dalam air

minum.

Vaksin ND. Pemberian vaksin ini bertujuan mencegah timbulnya penyakit Newcastle Disease

pada unggas. Vaksin ini juga dilakukan dengan 3 cara yaitu dengan pemberian tetes mata,

metode injeksi subcutan dan injeksi intramuskuler pada dada.

7

Vaksin Marek. Vaksin ini digunakan untuk mencegah penyakit Marek dan diberikan secara

subcutan atau intramuskular pada DOC. Biasanya vaksin ini sudah dilakukan oleh breeder.

Menurut literature vaksinasi dilakukan dengan injeksi subcutan di bawah leher.

Vaksin ND + IB. Vaksin ini digunakan untuk mencegah penyakit Newcastle Disease dan

Infectious Bronchitis. Cara pemberian vaksin ini ada 2 cara yaitu dengan tetes mata dan suntik

injeksi intramuskular pada bagian dada. Perbedaan metode vaksin ini dikarenakan perbedaan

umur ayam yang akan divaksin.

Vaksin Cocci. Vaksin Cocci ini sangat mahal harganya, sehingga kadangkala banyak peternak

yang melewati vaksin ini karena dalam beberapa pakan ayam jadipun sudah mengandung

koksidiostat. Cara pemberian vaksin ini terdapat 2 kategori ada yang menggunakannya

melalui air minum dan ada juga yang menyemprotkannya ke pakan.

Vaksin Gumoro. Vaksin gumoro juga diberikan pada air minum.

Vaksin Coryza. Vaksin coryza ini digunakan untuk mencegah timbulnya wabah Snot atau

Coryza. Cara pemberian vaksin ini dilakukan dengan injeksi intramuskuler pada dada atau

paha.

Menurut SHS, aturan pemakaian vaksin ini adalah sbb:

Double injeksi 0,5-1 ml pada ayam umur 10 minggu

Initial dose 0,5-1 ml pada ayam umur 4-6 minggu

Booster 0,5-1 ml pada ayam umur 14-16 minggu

Injeksi dilakukan pada otot paha untuk mendapatkan kekebalan

Vaksin Fowl Pox/Cacar . Vaksinasi cacar ini sangat berbeda dengan vaksin-vaksin lainnya.

Pemberian vaksin ini dilakukan dengan metode tusuk sayap. Vaksin ini dikemas dalam satu

vial berbentuk cairan emulsi.

Petunjuk pemakaian dan dosisnya menurut Vaksindo adalah sebagai berikut:

1. Kocok vaksin sampai emulsinya menjadi rata (homogen) sebelum dipakai.

2. Bentangkan sayap ayam sedemikian rupa sehingga “wingweb”nya terlihat jelas.

3. Celupkan jarum yang tersedia ke dalam vaksin

4. Tusuk wingweb dengan jarum tersebut hingga tembus.

5. Satu dosis vaksin setara dengan 0,01 ml

8

6. Vaksinasi dilakukan pada ayam umur 4-7 minggu dan dapat diulang pada umur 8-12

minggu.

7. Lima sampai tujuh hari setelah vakinasi akan terjadi kekebalan ditandai dengan

terbentuknya sarang pox. Sarang pox akan mengecil dan menghilang setelah 21 hari.

Vaksin AI. Vaksinasi ini mulai merebak setahun belakangan ini akibat adanya kasus flu burung

yang melanda Thailand, China dan Malaysia. Di beberapa wilayah Indonesia juga terjangkit

wabah flu burung. Penyakit ini juga membuat kerugian yang sangat luar biasa karena seluruh

ayam yang terkena harus dimusnahkan. Namun, flu burung ini dapat ditanggulangi dengan

melakukan vaksinasi sejak dini yaitu melakukan vaksinasi pada anak-anak ayam atau pada

ayam dewasa agar terbentuk kekebalan tubuh terhadap serangan flu burung yang dicurigai

disebarkan melalui burung-burung liar yang melakukan migrasi. Vaksin ini dilakukan dengan

dua cara yaitu dengan injeksi subcutan dan injeksi intramuskuler pada otot dada. Perbedaan

ini didasari oleh umur ayam yang akan dilakukan vaksinasi.

Menurut Vaksindo sebagai produsen, spesifikasi dan petunjuk pemakaian vaksin ini

adalah sbb:

VAKSIFLU AI adalah vaksin inaktif yang dibuat dari virus Avian Influenza (AI) isolat

lapangan (autovaksin) subtipe H5N1.

Kegunaan

Vaksin ini digunakan untuk menimbulkan kekebalan terhadap virus AI subtipe H5N1 pada

ayam atau unggas lainnya.

Cara pemakaian dan dosis

Sebelum dipakai, kocok botol vakisn sampai homogen.Suntik vaksin di bawah kulit pada

pangkal leher atau dlam urat daging dada ayam atau unggas lainnya dengan menggunakan

alat suntik steril.

Dosis: Ayam umur 4-21 hari 0,2 ml

Ayam umur di atas 21 hari 0,5 ml

9

Vaksin ILT. Vaksinasi ILT bertujuan untuk membentuk kekebalan tubuh ayam terhadap

terjadinya infeksi pada saluran laringotracheal. Cara pemberian vaksin ini adalah tetes mata,

tetes hidung dan pemberian pada air minum.

Vaksin EDS. Vaksin ini selain merupakan booster untuk ND dan IB, vaksin ini juga digunakan

untuk mencegah terjadinya Egg Drop Syndrom pada ayam layer. Vaksinasi ini dilakukan

dengan melakukan injeksi intramuskuler pada dada.

5.3 Program Vaksinasi

Seperti pada , hewan yang dalam hal ini ayam kampung yang dipelihara secara intensif

memerlukan vaksinasi.Vaksinasi lebih dimaksudkan untuk memberikan kekebalan buatan

pada ayam kampung (buras) terhadap penyakit-penyakit ganas yang biasa menyerang ternak

ayam. Vaksinasi menjadi sangat penting sebagai antisipasi atau asuransi terhadap investasi

kita dalam berternak ayam.

Ayam pedaging (broiler)

Umur Ayam Jenis Vaksin Cara Vaksinasi

4-7 hari Vaksiflu AI Di bawah kulit pada pangkal leher 0,2 ml

Ayam Petelur (layer) atau Breeder

Umur Ayam Jenis Vaksin Cara Vaksinasi

4-7 hari Vaksiflu AI Di bawah kulit pada pangkal leher 0,2 ml

3-4 minggu Vaksiflu AI Di bawah kulit pada pangkal leher 0,5 ml

Setiap 3-4 bulan Vaksiflu AI Suntik otot di dada 0,5 ml