Bab IX Kepesertaan Final

download Bab IX Kepesertaan Final

of 34

  • date post

    07-Dec-2014
  • Category

    Documents

  • view

    111
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Bab IX Kepesertaan Final

Lampiran SE No. 12/1/DASP tanggal 21 Januari 2010

IX.1

BAB IX KEPESERTAAN Kriteria dan syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi Peserta serta kewajiban pihakpihak yang telah menjadi Peserta diatur sebagai berikut: A. Kriteria Peserta 1. Pihak yang dapat mengajukan permohonan menjadi Peserta adalah pihak yang memiliki Rekening Giro di Bank Indonesia sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia yang mengatur mengenai Hubungan Rekening Giro antara Bank Indonesia dengan Pihak Ekstern. 2. Peserta dibedakan menjadi Peserta Langsung dan Peserta Tidak Langsung. a. Peserta Langsung adalah Peserta yang dapat melakukan transaksi Sistem BIRTGS secara langsung dengan menggunakan RTGS Terminal (RT) milik Peserta yang bersangkutan. b. Peserta Tidak Langsung adalah Peserta yang melakukan transaksi Sistem BI-RTGS melalui RT milik Peserta Langsung berdasarkan perjanjian. 3. Pada saat yang bersamaan, Peserta Tidak Langsung hanya dapat menggunakan RT milik satu Peserta Langsung dan didasarkan pada perjanjian sebagaimana dimaksud pada butir 2.b. 4. Calon Peserta dapat memilih untuk menjadi Peserta Langsung atau Peserta Tidak Langsung. Peserta Tidak Langsung dapat mengajukan permohonan untuk berubah menjadi Peserta Langsung dan sebaliknya. B. Persyaratan menjadi Peserta 1. Peserta Langsung Calon Peserta Langsung harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: a. Memiliki Rekening Giro di Bank Indonesia. b. Menyediakan perangkat Sistem BI-RTGS, yang meliputi: 1) 1 (satu) buah RT Server Utama; 2) minimal 1 (satu) buah RT Server Back-up; 3) minimal 2 (dua) buah RT Workstation; 4) minimal 1 (satu) buah printer;

Lampiran SE No. 12/1/DASP tanggal 21 Januari 2010

IX.2

2.

Systems Network Architecture (SNA) card untuk saluran komunikasi leased line dan SNA Server Software; 6) modem untuk saluran komunikasi dial up; 7) 2 (dua) nomor telepon untuk keperluan komunikasi Data Over Voice (DOV) dan dial up; dan 8) software sistem operasi untuk RT Server Utama, RT Server Back-up dan RT Workstation, sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan oleh Penyelenggara. c. Khusus bagi calon Peserta yang merupakan Pihak Selain Bank, selain harus memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud pada butir 1.a dan butir 1.b, keikutsertaannya sebagai Peserta juga didasarkan atas keikutsertaannya hasil kajian Bank Indonesia yang menyatakan bahwa keikutsertaan Pihak Selain Bank tersebut dalam Sistem BI-RTGS dapat memperlancar sistem pembayaran nasional. d. Menandatangani perjanjian penggunaan Sistem BI-RTGS antara Penyelenggara dengan Peserta Langsung dengan format sebagaimana dimaksud pada Lampiran 9.1 atau Lampiran 9.2. Peserta Tidak Langsung Calon Peserta Tidak Langsung harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: a. Memiliki Rekening Giro di Bank Indonesia. b. Menandatangani perjanjian penggunaan Sistem BI-RTGS antara Penyelenggara dengan Peserta Tidak Langsung dengan format sebagaimana dimaksud pada Lampiran 9.3 atau Lampiran 9.4. c. Melakukan perjanjian bilateral dengan Peserta Langsung yang memiliki RT yang akan digunakan oleh Peserta Tidak Langsung, yang sekurangkurangnya memuat klausula sebagai berikut: 1) Pengaturan hak dan kewajiban Peserta Langsung dan Peserta Tidak Langsung; 2) Tanggung jawab atas kerahasiaan dan/atau penyalahgunaan data dan informasi; 3) Mekanisme pelaksanaan transaksi baik dalam keadaan normal maupun pada saat terjadi kondisi gangguan atau Keadaan Darurat di Peserta Langsung; 4) Mekanisme penyelesaian perselisihan antara Peserta Langsung dan Peserta Tidak Langsung serta antara Peserta Tidak Langsung dengan Peserta Langsung/Peserta Tidak Langsung lawan transaksi; dan 5) Besarnya biaya penggunaan RT Peserta Langsung oleh Peserta Tidak Langsung; 6) Pernyataan bahwa perjanjian tersebut tidak bertentangan dengan ketentuan Bank Indonesia dan perjanjian sebagaimana dimaksud pada huruf b.

5)

Lampiran SE No. 12/1/DASP tanggal 21 Januari 2010

IX.3

C.

Khusus untuk calon Peserta Tidak Langsung yang merupakan Unit Usaha Syariah (UUS), dalam hal UUS tersebut bermaksud untuk menggunakan RT Peserta Langsung Bank konvensionalnya maka klausula sebagaimana dimaksud pada butir c.1) sampai dengan butir c.6) dapat dituangkan dalam bentuk kesepakatan atau dokumen internal Bank. Tata Cara menjadi Peserta 1. Tata cara menjadi Peserta Langsung adalah sebagai berikut: a. Permohonan diajukan kepada: Direktorat Akunting dan Sistem Pembayaran c.q. Bagian Penyelenggaraan Setelmen Bank Indonesia, Gedung D Lantai 3 Jalan MH. Thamrin No. 2, Jakarta 10350. b. Khusus bagi calon Peserta Langsung yang berkantor pusat di luar wilayah b. Khusus kerja Kantor Pusat Bank Indonesia (KPBI), permohonan tersebut diajukan melalui Kantor Bank Indonesia (KBI) yang mewilayahi kantor pusat calon Peserta. c. Permohonan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b harus dilengkapi dengan: 1) Informasi mengenai kesiapan persyaratan sebagaimana dimaksud pada butir B.1. 2) Fotokopi surat keputusan mengenai pemberian izin usaha. Contoh surat permohonan sebagaimana dimaksud pada Lampiran 9.5. d. Apabila calon Peserta Langsung telah memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud pada huruf a atau huruf b, dan huruf c, persetujuan menjadi Peserta Langsung akan disampaikan melalui surat yang memuat antara lain hal-hal sebagai berikut: 1) persetujuan menjadi Peserta Langsung; 2) nama dan nomor Rekening Giro serta member code; 3) permintaan pembuatan AT 1, AT 2 dan AT 3 dari RT Peserta untuk dipertukarkan dengan AT 4 dan AT 5 dari Penyelenggara; 4) permintaan kelengkapan administrasi berupa: a) Data kepesertaan sebagaimana dimaksud pada Lampiran 9.6. b) Surat kuasa khusus, dengan ketentuan sebagai berikut: (1) Surat kuasa khusus dibuat dengan 1 (satu) kali hak substitusi dari Direksi kepada pejabat atau petugas di kantor pusat dan/atau kantor cabang Peserta, yang berlaku untuk 1 (satu) kantor wilayah kerja Bank Indonesia, untuk melakukan: (a) penandatanganan Cek BI dan BGBI;

d.

Lampiran SE No. 12/1/DASP tanggal 21 Januari 2010

IX.4

(b)

(2)

penandatanganan surat menyurat dan/atau dokumen yang terkait dengan hubungan Rekening Giro Peserta dengan Bank Indonesia serta terkait dengan kepesertaan dan operasional dalam Sistem BIRTGS; (c) hal-hal antara lain sebagai berikut: i. pengambilan fisik uang yang terlebih dahulu telah dilakukan pendebetan Rekening Giro Peserta melalui Sistem BI-RTGS dan menandatangani surat menyurat dan/atau dokumen yang berkaitan dengan hal tersebut; ii. pengambilan laporan dan/atau advis-advis yang terkait dengan Rekening Giro Peserta serta terkait dengan kepesertaan dan operasional dalam Sistem BI-RTGS; iii. pengambilan buku Cek BI dan BGBI; penyerahan iv. penyerahan dan pengambilan iv. AT; dan v. penyerahan dan pengambilan surat dan berbagai dokumen, baik berupa dokumen tertulis maupun dokumen elektronik, yang terkait dengan Rekening Giro Peserta serta terkait dengan kepesertaan dan operasional dalam Sistem BI-RTGS. Jumlah pejabat atau petugas yang diberi kuasa ditetapkan maksimum sebagai berikut: (a) Jumlah pejabat penerima kuasa dan/atau kuasa substitusi dari Direksi untuk melakukan kegiatan sebagaimana dimaksud pada butir (1)(a) sampai dengan butir (1)(c) dalam surat kuasa di atas: i. di KPBI: 10 (sepuluh) orang; dan ii. di masing-masing KBI: 5 (lima) orang. (b) Petugas penerima kuasa dari pejabat sebagaimana dimaksud pada angka (1) atau Direksi untuk melakukan pengambilan fisik uang: i. di KPBI: sesuai ketentuan mengenai sistem antrian penarikan uang tunai (Queue Management System) di Direktorat Pengedaran Uang; dan ii. di masing-masing KBI: 10 (sepuluh) orang. Jumlah petugas pengambilan fisik uang termasuk petugas pihak ketiga yang ditunjuk untuk melakukan pengambilan fisik uang.

Lampiran SE No. 12/1/DASP tanggal 21 Januari 2010

IX.5

e.

Petugas penerima kuasa dari pejabat sebagaimana dimaksud pada angka (1) atau Direksi untuk melakukan kegiatan sebagaimana dimaksud pada butir (1)(c)(i) sampai dengan butir (1)(c)(v) dalam surat kuasa di atas disesuaikan dengan keperluan Peserta. (3) Dalam hal terjadi perubahan penetapan jumlah maksimum pejabat atau petugas penerima kuasa, akan diinformasikan kepada calon Peserta melalui surat. (4) Hal-hal yang dikuasakan dalam surat kuasa sebagaimana dimaksud pada butir (1) dapat dituangkan dalam satu atau lebih surat kuasa sesuai dengan kebutuhan Peserta. Contoh surat kuasa sebagaimana tercantum dalam Lampiran 9.7 sampai dengan Lampiran 9.10. c) Surat pemberitahuan wewenang Direksi dan apabila diperlukan menyertakan surat pemberitahuan perubahan Direksi dengan contoh sebagaimana tercantum dalam Lampiran 9.11. d) Surat permohonan dari Direksi atau kuasanya untuk membuat d) Surat spesimen tanda tangan bagi: (1) pejabat atau petugas yang diberi kuasa untuk melakukan kegiatan sebagaimana dimaksud pada butir b)(1)(a), butir b)(1)(b) dan butir b)(1)(c); dan (2) petugas yang diberi kuasa untuk melakukan pengambilan fisik uang, khusus bagi calon Peserta yang berada di wilayah kerja KBI. Contoh surat permohonan sebagaimana dimaksud pada Lampiran 9.12 dan Lampiran 9.13. e) Surat pemberitahuan mengenai nama dan jabatan Direksi atau pejabat yang akan melakukan penandatanganan perjanjian penggunaan Sistem BI-RTGS. Contoh surat pemberitahuan sebagaimana dimaksud pada Lampiran 9.16. Dalam hal penandatanganan perjanjian akan dilakukan oleh pejabat selain Direksi maka diperlukan surat kuasa dari Direksi dengan format sebagaimana dimaksud pada Lampiran 9.17. f) Surat pemberitahuan persetujuan menjadi Peserta disampaikan paling lambat 1 (satu) bulan sejak permohonan dan dokumen pendukung secara lengkap diterima oleh Penyelenggara. Dalam hal permohonan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b tidak disetujui, penolakan keikutsertaan dalam Sistem BI-RTGS akan disampaikan melalui surat kepada calon Peserta dengan menyebutkan alasan penolakan paling lambat 1 (satu) bulan sejak permohonan da