BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN IV... · lab fisika, biologi, kimia, bahasa dan lab TIK, perpustakaan,

download BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN IV... · lab fisika, biologi, kimia, bahasa dan lab TIK, perpustakaan,

If you can't read please download the document

  • date post

    17-Mar-2019
  • Category

    Documents

  • view

    215
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN IV... · lab fisika, biologi, kimia, bahasa dan lab TIK, perpustakaan,

29

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN

Pada bagian ini didiskripsikan temuan (hasil penelitian) dan

dilakukan pembahasan sesuai teori dan juga penelitian yang

relevan.

4.1 Hasil Penelitian

Bagian ini dideskripsikan profil SMA Negeri 1 Boja,

manajemen sarana dan prasarana sekolah meliputi perencanaan,

pengadaan, pengawaan dan pemeliharaan yang dilakukan di SMA

Negeri 1 Boja.

4.1.1 Profil SMA Negeri 1 Boja

SMA Negeri 1 Boja Kabupaten Kendal merupakan salah satu

lembaga pendidikan menengah umum di Kecamatan Boja. Sekolah

ini berdiri pada tahun 1985 melalui SK Menteri Pendidikan dan

Kebudayaan Republik Indonesia No. 0601/0/1985 dengan nomor

statistik 304032407015 menempati lahan seluas 2,8 ha yang

berlokasi di Jalan Raya Bebengan 203 D Kecamatan Boja

Kabupaten Kendal.

SMA Negeri 1 Boja memiliki visi terwujudnya SMA yang

religius, berdaya saing global, berwawasan lingkungan dan berakar

pada budaya bangsa. Adapun misinya adalah:Meningkatkan

ketersediaan layanan pendidikan di SMA Negeri 1 Boja berupa

sarana prasarana dan infrastruktur pendidikan (sekolah) dan

penunjang lainnya. Meningkatkan mutu dan relevansi layanan

pendidikan, sebagai upaya mencapai kualitas pendidikan dalam

rangka meningkatkan mutu dan daya saing di era global dengan

mewujudkan kesetaraan dalam memperoleh layanan pendidikan,

tanpa membedakan layanan pendidikan antar wilayah, suku,

agama, status sosial serta gender.Menjamin kepastian memperoleh

layanan pendidikan.Adanya jaminan bagi lulusan sekolah untuk

41

39

30

melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya atau mendapatkan

lapangan kerja sesuai kompetensi.

Dari periode 1985 sampai sekarang telah terjadi beberapa

pergantian kepala sekolah, berikut adalah nama-nama kepala

sekolah yang pernah dan sedang menjabat di SMA Negeri 1 Boja.

Kepala sekolah pertama kali Drs. Mintono, H.S, disusul Muchtomi,

B.A, Rusmoyo, B.A, Mahjudi, B.A, Drs. Muryono, S.H, Drs Wagiyo,

M.Pd, Dra. Anni Prabandari, Drs. Sutopo, M.Pd, Sunarto, S.Pd,

M.Pd dan Asari, S.Pd.

SMA Negeri 1 Boja telah menerapkan standar mutu ISO

9001: 2008 dan mendapatkan sertifikat ISO dari PT. Global Tahun

2011. Karena prestasinya, SMA Negeri 1 Boja menjadi Sekolah

Rintisan Berstandar Internasional (RSBI) pada tahun 2009 dengan

dasar Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Atas, Dirjen

Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah dengan Nomor:

1823/C.C4/LL/2009 tanggal 24 Juni 2009. SMA Negeri 1 Boja

sampai tahun pelajaran 2014/2015 memiliki peserta didik

sejumlah 823 yang terdiri dari 275 laki-laki dan 548 perempuan,

dengan tenaga pendidik sebanyak 56 guru dan 19 orang tenaga

kependidikan.

SMA Negeri 1 Boja menempati pada lahan seluas 2,8 Ha,

dengan rombongan belajar sebanyak 27 kelas. Rasio antara luas

lahan dengan jumlah peserta didik adalah 34 m2/ peserta didik.

Sesuai dengan standar minimal untuk rombongan belajar antara

25-27 kelas yaitu 12,8 m2/ peserta didik, menunjukkan bahwa

SMA N 1 Boja sudah sangat memenuhi standar minimal yang

ditetapkan. Total bangunan gedung yang ada SMA N 1Boja adalah

4.680m2 sehingga rasio luas bangunan dengan jumlah peserta

didik mencapai 5,7 m2/ peserta didik. Jika dibandingkan batas

minimal untuk rombongan belajar 25-27 kelas yaitu 3,9,

menunjukkan sudah memenuhi standar minimal.

Sekolah ini dilengkapi dengan sarana prasarana tergolong

lengkap untuk mendukung pelaksanaan proses pembelajaran.

31

Fasilitas tersebut meliputi: 27 ruang kelas, 5 laboratorium yaitu

lab fisika, biologi, kimia, bahasa dan lab TIK, perpustakaan, UKS,

ruang OSIS, ruang gudang, ruang guru, ruang TU, ruang kepala

sekolah, ruang media, gedung serba guna dan sarana olahraga

(lapangan sepak bola, lapangan basket, lapangan voli, lapangan

bulutangkis dan perlengkapan tenis meja), kantin, mushola, toilet

guru dan peserta didik, tempat parkir serta pos satpam.

4.1.2 Manajemen Sarana dan Prasarana SMA Negeri 1 Boja

Manajemen sarana dan prasarana sekolah di SMA Negeri 1

Boja dapat dilihat dari perencanaan, pengadaan, pengawasan dan

pemeliharaan.

4.1.2.1 Perencanaan Sarana dan Prasarana SMA Negeri 1 Boja

Sarana dan prasarana sebelum diadakan perlu

direncanakan terlebih dahulu. Perencanaan merupakan bagian

penting dari manajemen sarana dan prasarana. Perencanaan

sarana dan prasarana sekolah merupakan keseluruhan proses

perkiraan secara matang rancangan pembelian, pengadaan,

rehabilitasi, distribusi atau pembuatan peralatan dan perlengkapan

sesuai kebutuhan sekolah. SMA Negeri 1 Boja selalu membuat

perencanaan sebelum melakukan pembelian atau pengadaan

sarana dan prasarana sekolah. Alasan yang mendasar yang

disampaikan kepala sekolah mengapa perlu dibuat perencanaan

terlebih dahulu sebelum mengadakan pembelian atau pengadaan

sarana dan prasarana adalah untuk menghindari terjadinya

kesalahan dan kegagalan yang tidak diinginkan karena kepala

sekolah yang bertanggung jawab dalam pengadaan sarana dan

prasarana. Ketika terjadi penyelewengan dan kesalahan dalam

pengadaan barang, maka yang pertama kali disalahkan adalah

kepala sekolah, seperti tercantum dari hasil wawancara dengan

kepala sekolah sebagai berikut :

32

Ya, harus dilakukan perencanaan dulu. Saya tidak mau menanggung resiko akibat dari kesalahan dalam proses pembelian dan pengadaan sarpras sekolah. Apalagi dalam situasi yang harus serba transparan ini, kita harus dapat mempertanggungjawabkan apa yang kita laksanakan, apa dasarnya kita melakukan pembelian atau pengadaan sarpras

(Sumber: wawancara kepala sekolah, 28 Januari 2015)

Perencanaan sarpras yang baik pada prinsipnya untuk

menghindari terjadinya kesalahan dan kegagalan yang tidak

diinginkan. Di samping itu untuk meningkatkan efektivitas dan

efisiensi dalam pelaksanaannya. Biasanya terjadi kekeliruan

perencanaan karena kurang memandang kebutuhan ke depan dan

kurang cermat dalam menganalisis kebutuhan sesuai dengan dana

yang tersedia dan tingkat kepentingan, seperti tercantum pada

petikan wawancara dengan kepala sekolah berikut ini.

Saya bersama jajaran wakil kepala sekolah maupun komite harus secara cermat dalam menentukan kebutuhan jangan sampai terjadi kesalahan. Kami harus melihat ke depan, apakah pengadaan sarpras tersebut benar-benar dibutuhkan. Dan yang paling penting harus cermat dalam menganalisis kebutuhan apakah sesuai dengan dana yang tersedia dan tingkat kepentingan sekolah.

(Sumber: wawancara kepala sekolah, 28 Januari 2015)

Melalui perencanaan yang dilakukan terlebih dahulu, pihak

sekolah dapat menentukan tujuan dilakukan pengadaan barang,

meletakkan dasar-dasar dan menentukan langkan yang akan

dilakukan, menghilangkan ketidakpastian karena sudah ada

dasarnya, dan menjadi pedoman atau dasar untuk pengawasan,

pengendalian bahkan penilaian agar nantinya kegiatan pengadaan

sarpras dapat berjalan efektif dan efisien. Hal ini sesuai dengan

pendapat kepala sekolah sebagai berikut.

Yang jelas dari perencanaan tersebut dapat membantu kami menentukan tujuan pengadaan sarpras, sebagai pedoman dalam mengambil langkah-langkah apa yang akan dilakukan. Selanjutnya melalui perencanaan itu kami melakukan pengadaan sarpras lebih mantap dan pasti dan yang terpenting adalah sebagai pedoman untuk melakukan

33

pengawasan, pengendalian bahkan apabila dilakukan penilaian atau monitoring dari pihak lain.

(Sumber: wawancara kepala sekolah, 28 Januari 2015)

Agar tujuan pemenuhan tuntutan sarana dan prasarana

pendidikan di sekolah sesuai dengan kebutuhan maka pihak

manajemen SMA N 1 Boja dalam melakukan perencanaan

melibatkan berbagai unsur yang ada di sekolah yaitu kepala

sekolah, wakil kepala sekolah, guru, kepala TU, bendahara dan

komite. Tujuannya agar unsur-unsur yang dilibatkan tersebut

memberikan masukan sesuai dengan bidang keahliannya, seperti

tercantum pada hasil wawancara dengan kepala sekolah.

Kami melibatkan wakil-wakil saya, perwakilan guru, kepala TU, bendahara serta komite sekolah. Dengan keterlibatan mereka saya harap memberikan masukan sesuai dengan bidang keahliannya.

(Sumber: wawancara kepala sekolah, 28 Januari 2015)

Perencanaan sarana dan prasarana sekolah yang dilakukan

oleh jajaran manajemen SMA N 1 Boja memperhatikan tujuan dan

kebermanfaatannya yang mengarah pada peningkatan kualitas

proses belajar mengajar sesuai dengan misinya yaitu meningkatkan

ketersediaan layanan pendidikan berupa sarana prasarana dan

infrastruktur penunjang lainnya.

Tujuan atau target yang akan dicapai digunakan sebagai

acuan dalam membuat perencanaan sarana dan prasarana

sehingga dapat dilakukan perkiraan biaya/harga yang diperlukan.

Perencanaan yang dilakukan dalam pengadaan sarana dan

prasarana oleh pihak manajemen juga memperhatikan sumber

daya manusia (SDM) pelaksana. Tidak semua guru mampu

melaksanakan tugas pengadaan sarpras di SMA Negeri 1 Boj