BAB IV GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN 4.1 Gambaran 3) Melayani proses pembukaan, dan penutupan...

download BAB IV GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN 4.1 Gambaran 3) Melayani proses pembukaan, dan penutupan rekening

of 40

  • date post

    31-Oct-2019
  • Category

    Documents

  • view

    14
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of BAB IV GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN 4.1 Gambaran 3) Melayani proses pembukaan, dan penutupan...

  • 26

    BAB IV

    GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN

    4.1 Gambaran Umum PT Pos Indonesia (Persero)

    PT Pos Indonesia (Persero) merupakan salah satu Badan Usaha Milik

    Negara (BUMN) yang ada di Indonesia. Seiring dengan perkembangan

    informasi, komunikasi dan teknologi, jejaring Pos Indonesia sudah memiliki

    3.700 Kantorpos online, serta dilengkapi elektronic mobile pos di beberapa

    kota besar. Semua titik merupakan rantai yang terhubung satu sama lain secara

    solid & terintegrasi.

    4.1.1 Sejarah Kantor Pos

    Kantorpos pertama didirikan di Batavia (sekarang Jakarta) oleh

    Gubernur Jendral G.W Baron van Imhoff pada tanggal 26 Agustus 1746

    dengan tujuan untuk lebih menjamin keamanan surat-surat penduduk,

    terutama bagi mereka yang berdagang dari kantor-kantor di luar Jawa

    dan bagi mereka yang datang dari dan pergi ke Negeri Belanda. Sejak

    itulah pelayanan pos telah lahir mengemban peran dan fungsi pelayanan

    kepada publik.

    Setelah Kantorpos Batavia didirikan, maka empat tahun kemudian

    didirikan Kantorpos Semarang untuk mengadakan perhubungan pos yang

    teratur antara kedua tempat itu dan untuk mempercepat pengirimannya.

    Rute perjalanan pos kala itu ialah melalui Karawang, Cirebon dan

    Pekalongan.

  • 27

    4.1.2 Perubahan Status PT Pos Indonesia (Persero)

    Pos Indonesia telah beberapa kali mengalami perubahan status mulai

    dari Jawatan PTT (Post, Telegraph dan Telephone). Badan usaha yang

    dipimpin oleh seorang Kepala Jawatan ini operasinya tidak bersifat

    komersial dan fungsinya lebih diarahkan untuk mengadakan pelayanan

    publik. Perkembangan terus terjadi hingga statusnya menjadi Perusahaan

    Negara Pos dan Telekomunikasi (PN Postel). Mengamati perkembangan

    zaman dimana sektor pos dan telekomunikasi berkembang sangat pesat,

    maka pada tahun 1965 berganti menjadi Perusahaan Negara Pos dan Giro

    (PN Pos dan Giro), dan pada tahun 1978 berubah menjadi Perum Pos dan

    Giro yang sejak ini ditegaskan sebagai badan usaha tunggal dalam

    menyelenggarakan dinas pos dan giropos baik untuk hubungan dalam

    maupun luar negeri. Selama 17 tahun berstatus Perum, maka pada Juni

    1995 berubah menjadi Perseroan Terbatas dengan nama PT Pos

    Indonesia (Persero).

    Dengan berjalannya waktu, Pos Indonesia kini telah mampu

    menunjukkan kreatifitasnya dalam pengembangan bidang perposan

    Indonesia dengan memanfaatkan insfrastruktur jejaring yang dimilikinya

    yang mencapai sekitar 24 ribu titik layanan yang menjangkau 100 persen

    kota/kabupaten, hampir 100 persen kecamatan dan 42 persen

    kelurahan/desa, dan 940 lokasi transmigrasi terpencil di Indonesia.

    Seiring dengan perkembangan informasi, komunikasi dan teknologi,

    jejaring Pos Indonesia sudah memiliki 3.700 Kantorpos online, serta

    dilengkapi elektronic mobile pos di beberapa kota besar. Semua titik

  • 28

    merupakan rantai yang terhubung satu sama lain secara solid &

    terintegrasi. Sistem Kode Pos diciptakan untuk mempermudah

    processing kiriman pos dimana tiap jengkal daerah di Indonesia mampu

    diidentifikasi dengan akurat.

    4.1.3 Produk PT Pos Indonesia (Persero)

    4.1.3.1 SURAT DAN PAKET

    1. POSEXPRESS

    2. SURATPOS BIASA (STANDAR)

    3. PAKETPOS

    4. POSKILAT KHUSUS

    5. EXPRESS MAIL SERVICE (EMS)

    6. ADMAILPOS

    7. FILATELI

    4.1.3.2 JASA KEUANGAN

    1. POSPAY

    2. WESELPOS / REMITTANCE SERVICES

    3. GIROPOS

    4. FUND DISTRIBUTION

    5. BANK CHANELLING

    4.1.3.3 LOGISTIK

  • 29

    4.2 Visi Dan Misi PT Pos Indonesia (Persero)

    4.2.1 Visi PT Pos Indonesia (Persero)

    Menjadi raksasa logistik pos dari Timur

    4.2.2 Misi PT Pos Indonesia (Persero)

    - Menjadi aset yang berguna bagi bangsa dan negara

    - Menjadi tempat berkarya yang menyenangkan.

    - Menjadi pilihan terbaik bagi para pelanggan.

    - Senantiasa berjuang untuk memberi yang lebih baik bagi

    bangsa, negara, pelanggan, karyawan, masyarakat serta

    pemegang saham.

    4.3 Struktur Organisasi Kantor Pos Sukoharjo 57500

    Kepala Kantor

    Manajer

    Pelayanan 1

    (Jaskug)

    Manajer

    Pelayanan 2

    (Ratket) /

    Penjualan

    Manajer Proses

    Transportasi dan

    Antaran

    Manajer

    Pengawasan Unit

    Pelayanan Luar

    Manajer SDM

    Teknologi dan

    Sarana

    Manajer Akuntansi

    Manajer

    Keuangan dan

    BPM

    Kepala Kantor Pos

    Cabang

    Gambar 4.1 Struktur Organisasi

    Penjelasan :

    1. Kepala Kantor Pos

    a. Secara keseluruhan Kantorpos dipimpin oleh Kepala Kantorpos yang

    bertanggung jawab kepada Kepala Regional.

    b. Kepala Kantorpos mempunyai fungsi mencapai target pendapatan dan

  • 30

    laba yang ditetapkan serta mengendalikan biaya sesuai besaran alokasi

    yang diterima, mengendalikan jumlah pelanggan korporat, mitra, dan

    outlet kemitraan, mutu layanan dan operasi, dan billing & collections

    Kantorpos melalui kegiatan pemasaran, penjualan, penagihan, dan

    pelayanan pelanggan, pemanfaatan sumber daya pada Kantorpos, dan

    pengendalian kinerja seluruh Kantorpos Cabang yang berada dalam

    lingkup Kantorpos yang menjadi tanggung jawabnya.

    c. Kepala Kantorpos mempunyai tugas dan tanggung jawab:

    1) Merumuskan dan mengkoordinir penyusunan RKA Kantorpos dan

    sasaran mutu operasi untuk diusulkan kepada Regional;

    2) Menetapkan target pendapatan dan laba serta alokasi anggaran biaya

    dan mengevaluasi pelaksanaannya serta mengevaluasi pencapaian

    target pendapatan, laba Kantorpos dan Kantorpos Cabang;

    3) Mengorganisasikan dan mengendalikan pelaksanaan kegiatan

    pemasaran, penjualan, operasi, penagihan, pelayanan pelanggan,

    keuangan dan akuntansi, sumber daya manusia dan sarana, aplikasi

    teknologi, dan kegiatan administrative serta mengendalikan dan

    menjamin pelunasan piutang pelanggan korporat, meraih dan

    memelihara pelanggan korporat untuk mendukung kinerja UPT sesuai

    dengan ketentuan Perusahaan;

    4) Mengajukan usulan pengembangan kapasitas Outlet yang berada

    dalam lingkup tanggung jawabnya untuk disampaikan kepada

    Regional;

    5) Memastikan pelaksanaan seluruh ketentuan atau peraturan yang telah

  • 31

    ditetapkan Kantor Pusat dan Regional berjalan sebagaimana mestinya

    sesuai dengan yang ditetapkan.

    2. Manajer Pelayanan (Manajer Pelayanan Jaskug dan Manajer Pelayanan

    Ratket)

    a. Manajer Pelayanan bertanggungjawab kepada Kepala Kantorpos.

    b. Tugas pokok Manajer Pelayanan adalah melaksanakan dan

    mengendalikan pengelolaan layanan loket surat dan paket, jasa keuangan

    (pospay, wesel pos dan jasa keuangan lainnya), postmartdan e’commerce

    serta penjualan prangko, benda pos, filateli dan meterai serta benda pihak

    ketiga lainnya, pengelolaan operasional dan layanan giro, dan penyaluran

    dana untuk mencapai sasaran pendapatan, likuiditas Perusahaan dan mutu

    serta kepuasan pelanggan, dan melaksanakan serta mengendalikan

    pelaksanaan pekerjaan pelayanan pelanggan yang meliputi: penanganan

    keluhan pelanggan, informasi pelanggan, dan solusi pelanggan sesuai

    dengan ketentuan yang ditetapkan Perusahaan serta mengelola dan

    mengendalikan pelaksanaan kegiatan penjualan surat, paket dan jasa

    keuangan dan mengelola, melaksanakan serta mengendalikan administrasi

    penjualan, pengelolaan piutang pendapatan di Kantorpos dan account

    executive.

    c. Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut, Manajer Pelayanan melakukan

    aktivitas utama:

    1) Membuat uraian tugas (job description) di bagiannya sesuai dengan

    ketentuan yang berlaku sebagai pedoman kerja;

    2) Mematikan bahwa pelaksanaan pekerjaan layanan di loket sesuai

  • 32

    dengan SOP yang telah ditetapkan untuk menjamin kelancaran

    operasional dan pelayanan di loket sehingga tercipta pelayanan yang

    memuaskan bagi pelanggan untuk mencapai sasaran Perusahaan;

    3) Melayani proses pembukaan, dan penutupan rekening giro pos dengan

    aplikasi giro pos on line, proses penarikan kembali rekening giro pos,

    dan pembayaran cek pos serta melakukan proses pemindahbukuan

    dengan buku rekening giro pos, dan bilyet giro pos sesuai dengan SOP

    yang ditetapkan Perusahaan;

    4) Mengorganisasikan dan mengendalikan pelaksanaan pekerjaan terkait

    dengan pengelolaan postmart serta e’commerce dan mengatur

    penjualan benda postmart di Kantorpos;

    5) Mengusulkan rencana pengelolaan pelayanan yang meliputi; rencana

    ruang pelayanan, jumlah loket, jenis loket, waktu pelayanan, system

    antrian dan lain-lain yang terkait dengan pengelolaan layanan di

    Kantorpos;

    6) Melakukan verifikasi data transaksi keuangan dan produksi harian

    loket terhadap penerimaan layanan loket surat dan paket, jasa

    keuangan di loket, penjualan prangko, benda pos, filateli dan meterai,

    benda pihak ketiga lainnya, proses penyaluran dana, pertanggungan

    keuangannya, pe