BAB III PEMBAHASAN...manajer (manajer pemasaran, manajer keuangan, dan akunting, manajer produksi)...

of 19/19
22 BAB III PEMBAHASAN 3.1. Tinjauan Umum PT. Interindo Dutatekno 1.1.1. Sejarah dan Perkembangan PT. Interindo Dutatekno PT. Interindo Dutatekno (Interindo) didirikan pada tahun 1990, untuk penyelenggara suatu bentuk usaha pabrikasi produk armature lampu dan rack kabel, dengan merk dagang Interlite (untuk armature lampu) dan Interack (untuk rack kabel). Produk kami telah digunakan diberbagai mall-mall, gedung perkantoran, rumah sakit, sekolah dan gedung-gedung bertingkat lainnya. Selama bertahun-tahun menjalankan usaha di bidang pembuatan rumah lampu (armature lamp dan cable rack). PT. Interindo Dutatekno telah mengalami perkembangan yang begitu pesat, dimana perusahaan sekarang ini telah menjadi salah satu perusahaan yang terdepan dalam bidangnya. Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat dan didorong untuk memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan, PT. Interindo Dutatekno menjalani kerja sama dengan May And Christele Ltd, yaitu suatu perusahaan yang berkedudukan di jerman untuk mensupply Ballast dengan merek May and christe. A. Visi dan Misi Perusahaan Adapun Visi dan Misi perusahaan PT. Interindo Dutatekno sebagai berikut: 1. Visi Perusahaan Visi yang dituju oleh PT. Interindo Dutatekno adalah menjadi yang terbaik dan terdepan dalam bidang pembuatan armature lamp dan cable rack.
  • date post

    27-Nov-2020
  • Category

    Documents

  • view

    10
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of BAB III PEMBAHASAN...manajer (manajer pemasaran, manajer keuangan, dan akunting, manajer produksi)...

  • 22

    BAB III

    PEMBAHASAN

    3.1. Tinjauan Umum PT. Interindo Dutatekno

    1.1.1. Sejarah dan Perkembangan PT. Interindo Dutatekno

    PT. Interindo Dutatekno (Interindo) didirikan pada tahun 1990, untuk

    penyelenggara suatu bentuk usaha pabrikasi produk armature lampu dan rack kabel,

    dengan merk dagang Interlite (untuk armature lampu) dan Interack (untuk rack

    kabel). Produk kami telah digunakan diberbagai mall-mall, gedung perkantoran,

    rumah sakit, sekolah dan gedung-gedung bertingkat lainnya. Selama bertahun-tahun

    menjalankan usaha di bidang pembuatan rumah lampu (armature lamp dan cable

    rack). PT. Interindo Dutatekno telah mengalami perkembangan yang begitu pesat,

    dimana perusahaan sekarang ini telah menjadi salah satu perusahaan yang terdepan

    dalam bidangnya.

    Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat dan didorong untuk

    memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan, PT. Interindo Dutatekno menjalani

    kerja sama dengan May And Christele Ltd, yaitu suatu perusahaan yang

    berkedudukan di jerman untuk mensupply Ballast dengan merek May and christe.

    A. Visi dan Misi Perusahaan

    Adapun Visi dan Misi perusahaan PT. Interindo Dutatekno sebagai berikut:

    1. Visi Perusahaan

    Visi yang dituju oleh PT. Interindo Dutatekno adalah menjadi yang

    terbaik dan terdepan dalam bidang pembuatan armature lamp dan cable

    rack.

  • 23

    2. Misi Perusahaan

    a. Menempatkan kepuasan pelanggan sebagai komitmen dan prioritas

    utama.

    b. Memiliki sumber daya manusia yang profesional, berintegritas tinggi

    serta berorientasi kepada peningkatan berkelanjutan.

    c. Melakukan inovasi produk dan layanan dalam memberikan solusi

    terbaik bagi pelanggan.

    d. Memposisikan mitra kerja sebagai satu kesatuan dalam tim.

    1.1.2. Struktur dan Tata Kerja PT. Interindo Dutatekno

    A. Struktur Organisasi PT. Interindo Dutatekno

    Struktur organisasi merupakan salah satu perangkat yang diperlukan dalam

    upaya pelaksanaan secara efektif dan efisien. Pembagian kerja yang efektif dan

    penentuan tanggung jawab baik secara individual maupun kelompok merupakan

    penjabaran dari struktur organisasi. Sebuah perusahaan yang baik pada umumnya

    mempunyai struktur organisasi yang baik pula, dimana kegiatan organisasi itu akan

    membantu perusahaan untuk mencapai tujuan dan mendapatkan hasil yang

    diharapkan.

    Dengan diterapkan suatu sistem organisasi dalam perusahaan, maka akan

    menciptakan adanya saling penyatuan dan kerja sama diantara para manajemen

    puncak, manajemen tengah dan manajemen tingkatan. Apabila individual maupun

    kelompok bekerja sama dengan baik dan sesuai dengan tugas masing-masing maka

    diharapkan menjadi salah satu faktor yang mendukung perusahaan dalam mencapai

    tujuan.

    Pada umumnya struktur organisasi yang ditetapkan didalam suatu perusahaan

    dikenal ada empat macam bentuk yaitu:

  • 24

    1. Bentuk organisasi garis

    2. Bentuk organisasi fungsional

    3. Bentuk organisasi garis dan staff

    4. Bentuk organisasi fungsional dan staff

    Apabila kita lihat bagan struktur organisasi maka tampak bahwa bentuk

    struktur organisasi dari PT. Interindo Dutatekno adalah bentuk organisasi garis,

    dimana wewenang dan tanggung jawab didalam organisasi tersebut berjalan menurut

    garis vertikal. Seperti pada gambar berikut, dimana setiap bagian dibawahi oleh

    seorang manajer kemudian manajer berhubungan langsung dengan direktur.

    Adapun struktur organisasi pada PT. Interindo Dutatekno dapat dilihat pada

    halaman berikut ini:

  • 25

    Sumber: PT. Interindo Dutatekno

    Gambar III.1

    Struktur Organisasi PT. Interindo Dutatekno

    B. Tata Kerja Organisasi PT. Interindo Dutatekno

    Adapun tata kerja organisasi dari PT. Interindo Dutatekno sebagai berikut:

    1. Dewan Komisaris

    Dewan Komisaris merupakan wakil pemegang saham yang mengawasi

    manajemen dalam perusahaan. Dewan ini terdiri dari 3 orang yang diketuai oleh

    seorang ketua komisaris. Masing-masing anggota ini akan bertanggung jawab

    kepada ketuanya. Setiap anggota dewan ini bertugas mengawasi setiap

  • 26

    kebijaksanaan manajemen yang dilakukan oleh perusahaan dan kemudian

    melaporkannya kepada ketua komisaris, yang pada gilirannya akan melaporkan

    Rapat Umum Pemegang Saham.

    2. Direktur

    Merupakan Pimpinan tertinggi dalam perusahaan yang membawahi langsung tiga

    manajer (manajer pemasaran, manajer keuangan, dan akunting, manajer produksi)

    yang mempunyai tugas sebagai berikut:

    a. Mengangkat dan menghentikan para manajer.

    b. Mengadakan penilaian atas kebijaksanaan yang telah dijalankan oleh para

    manajer.

    c. Mengkoordinir tugas-tugas para manajer agar tujuan perusahaan dapat

    tercapai.

    d. Meneruskan dan menentukan perincian pelaksanaan kebijaksanaan umum

    yang telah digariskan oleh para pemegang saham.

    e. Membuat perjanjian kerjasama dengan pihak lain.

    f. Menerima laporan dari masing-masing manajer.

    g. Bertanggung jawab terhadap seluruh kegiatan operasional.

    h. Merumuskan, menyusun dan menetapkan rencana strategik dan jangka

    panjang mengenai aktivitas perusahaan.

    i. Peninjauan secara langsung dan tidak langsung kegiatan operasional.

    3. Bagian Keuangan dan Akunting

    Bagian keuangan dan akunting merupakan bagian yang dikepalai oleh seorang

    manajer dan bertanggung jawab langsung kepada dewan direksi. Tugas dan

    tanggung jawab yang ada pada bagian ini adalah sebagai berikut:

    a. Mengadakan perencanaan keuangan perusahaan.

  • 27

    b. Bertanggung jawab atas penyelenggara pembukaan yang sistematis, teratur,

    cermat dan benar.

    c. Mengkoordinir dan mengatur kegiatan pembukaan dan administrasi keuangan

    perusahaan.

    d. Mengawasi pelaksanaan fungsi keuangan dan administrasi ini agar berjalan

    sebagaimana mestinya.

    4. Bagian Umum

    Bagian umum dikepalai oleh seorang kepala bagian dan bertanggung jawab

    langsung kepada manajer keuangan dan akunting. Tugas dan tanggung jawab

    yang ada pada bagian ini :

    a. Mengkoordinir pelaksanaan tugas administrasi kepegawaian dan masalah

    hukum.

    b. Mengurus personalia karyawan serta mengusulkan pengangkatan atau

    penurunan jabatan, pemindahan, dan pemberhentian karyawan perusahaan.

    c. Menyeleksi dan mengusulkan penerimaan karyawan kepada maanajer

    keuangan dan administrasi.

    d. Mengkoordinir pelaksanaan tugas umum dan keamanan perusahaan.

    5. Bagian Produksi

    Bagian produksi ini dipimpin oleh seorang manajer produksi yang bertanggung

    jawab langung kepada direksi. Manajer produksi ini membawahi seorang

    koordinator produksi yang bertanggung jawab atas kegiatan operasional produksi.

    Tugas dan tanggung jawab yang ada pada bagian ini adalah sebagai berikut:

    a. Merencanakan kegiatan produksi secara keseluruhan. Perencanaan ini

    dikoordinasikan dengan bagian pemasaran, pembelian, dan keuangan.

  • 28

    b. Mengorganisir kegiatan produksi agar dapat berjalan dengan efektif dan

    efisien

    c. Mengawasi kegiatan pelaksanaan produksi.

    Koordinator produksi pabrik membawahi bidang-bidang :

    a. Quality Control

    Melakukan pengawasan mutu atau kualitas dari produk-produk yag

    dihasilkan sebelum dipasarkan.

    b. Produksi

    Bagian ini bertanggung jawab atas jalannya produksi dan juga administrasi

    produksi.

    c. Gudang

    Bagian ini mengelola gudang barang jadi, bahan baku dan penolong, dan

    persediaan alat-alat produksi. Kesemuanya disimpan dengan cara yang dapat

    dipertanggung jawabkan dan di administrasikan secara baik. Fungsi bagian

    ini ialah penyimpanan dan melaksanakan keluar masuknya barang atas dasar

    permintaan dari mereka yang berwenang dan sesuai prosedur yang

    digariskan.

    6. Bagian Pemasaran

    Bagian pemasaran dipimpin oleh seorang manajer yang bertanggung jawab

    langsung kepada direksi. Tugas dan tanggung jawab yang ada pada bagian ini

    adalah sebagai berikut :

    a. Membuat perencanaan pemasaran hasil-hasil produksi perusahaan.Dalam

    pembuatan perencanaan ini, bagian ini harus bekerja sama dengan bagian

    produksi.

    b. Menetapkan harga jual (Selling Price) atas produk yang akan dipasarkan.

  • 29

    c. Mengatur kegiatan pemasaran produksi.

    d. Mengatur dan mengkoordinir pelaksanaan kegiatan penjualan.

    e. Mengadakan administrasi penjualan dengan sistematis dan rapi.

    7. Bagian Pembelian

    Bagian pembelian dipimpin oleh seorang kepala pembelian yang mempunyai

    tugas dari tanggung jawab sebagai berikut :

    a. Membuat perencanaan pembelian atas bahan-bahan baku, bahan penolong,

    suku cadang, dan material lainnya yang dibutuhkan untuk produksi.

    b. Mengkoordinir kegiatan pembelian barang-barang yang dibutuhkan untuk

    menunjang kegiatan produksi dengan memperhatikan pula kualitas dan harga

    barang.

    c. Mengawasi kegiatan pembelian bahan-bahan yang dibutuhkan.

    1.1.3. Kegiatan Usaha

    PT. Interindo Dutatekno merupakan perusahaan yang bergerak dibidang

    konstruksi yang menyediakan barang berupa kabel, alat listrik dan perlengkapan

    lampu yang penjualannya dilakukan secara tunai maupun kredit, namun aktivitas

    penjualannya didominasi oleh penjualan kredit. Perusahaan melakukan kegiatan

    penjualan berdasarkan kebijakan yang telah ditetapkan oleh perusahaan yakni

    kebijakan kredit.

    3.2. Data Penelitian

    3.2.1 Data Perputaran Piutang (Receivable Turn Over)

    Data yang penulis gunakan diambil dari laporan keuangan PT. Interindo

    Dutatekno pada tahun 2014-2017 untuk menghitung Perputaran Piutang (Receivable

    Turn Over). Perputaran piutang dapat dihitung dengan membagi antara penjualan

  • 30

    kredit bersih dengan piutangnya maka nilai Perputaran Piutang dapat diketahui

    sebagai berikut:

    Tabel III.1

    Data Perputaran Piutang PT. Interindo Dutatekno Tahun 2014-2017

    (Dalam Jutaan Rupiah)

    Tahun Penjualan Piutang Perputaran Piutang

    2014 Rp 80.075.753.909 Rp 37.853.009.877 2,12 kali

    2015 Rp 60.589.670.956 Rp 31.013.883.983 1,95 kali

    2016 Rp 18.899.870.269 Rp 20.527.615.903 0,92 kali

    2017 Rp 24.149.748.182 Rp 18.473.940.377 1,31 kali

    Sumber : Data diolah penulis

    Dari tabel III.1 dapat dilihat pada tahun 2014 besarnya Perputaran Piutang

    (Receivable Turn Over) PT. Interindo Dutatekno yaitu 2,2 kali yang artinya

    perputaran piutang yang berhasil tertagih sebesar 2,12 kali, tahun 2015 besarnya

    Perputaran Piutang (Receivable Turn Over) PT. Interindo Dutatekno yaitu 1,95 kali

    yang artinya perputaran piutang yang berhasil tertagih sebesar 1,95 kali, tahun 2016

    besarnya Perputaran Piutang (Receivable Turn Over) PT. Interindo Dutatekno yaitu

    1,95 kali yang artinya perputaran piutang yang berhasil tertagih sebesar 0,92 kali,

    tahun 2017 besarnya Perputaran Piutang (Receivable Turn Over) PT. Interindo

    Dutatekno yaitu 1,95 kali yang artiya perputaran piutang yang berhasil tertagih

    sebesar 1,31 kali. Dari hasil Perputaran Piutang di atas dapat disimpulkan bahwa

    Perputaran Piutang setiap tahunnya selalu mengalami penurunan.

    1.2.2. Data Return On Asset (ROA)

    Data yang penulis gunakan diambil dari laporan keuangan PT. Interindo

    Dutatekno pada tahun 2014-2017 untuk menghitung Return On Asset (ROA) dengan

    rumus Return On Asset (ROA) yaitu laba bersih setelah pajak dibagi dengan total

    aset yang dimiliki dikali 100%, maka nilai Return On Asset (ROA) dapat diketahui

    sebagai berikut.

  • 31

    Tabel III.2

    Data Return On Asset (ROA) PT. Interindo Dutatekno Tahun 2014-2017

    (Dalam Jutaan Rupiah)

    Tahun EAT Total Aktiva ROA

    2014 Rp 10.182.542.480 Rp 63.034.201.418 16%

    2015 Rp 5.454.814.573 Rp 67.092.849.386 8%

    2016 Rp (19.628.262.097) Rp 54.086.878.878 -8%

    2017 Rp (4.177.920.370) Rp 54.908.120.932 -36%

    Sumber : Data diolah penulis

    Dari tabel III.2 dapat dilihat besarnya nilai Return On Asset (ROA) PT.

    Interindo Dutatekno pada tahun 2014 menunjukkan bahwa tingkat pengembalian aset

    yang diperoleh sebesar 16%, lalu pada tahun 2015 menunjukkan bahwa tingkat

    pengembalian aset yang diperoleh sebesar 8%, tahun 2016 menunjukkan bahwa

    tingkat pengembalian aset yang diperoleh sebesar -8%, dan pada tahun 2017

    menunjukkan bahwa tingkat pengembalian aset yang diperoleh sebesar -36%.

    Berdasarkan tabel III.2 dapat disimpulkan bahwa jika rata-rata industri atau

    standar kesehatan untuk Return On Asset (ROA) adalah 0,5% - 1,25%, maka laba

    perusahaan pada tahun 2014 dan 2015 bisa dikatakan baik karena di atas rata-rata

    industri sebesar 16% dan 8%, sedangkan pada tahun 2016 dan 2017 perusahaan

    mengalami kerugian sebesar -8% dan -36% dan bisa dikatakan tidak baik karena

    dibawah rata-rata industri.

  • 32

    1.2.3. Tabel Penolong

    Tabel III.3

    Tabel Penolong

    N X Y 𝑿𝟐 𝒀𝟐 XY

    1 2,12 16 4,4944 256 33,92

    2 1,95 8 3,8025 64 15,6

    3 0,92 -8 0,8464 64 -7,36

    4 1,31 -36 1,7161 1296 -47,16

    ∑ 6,3 -20 10,8594 1680 -5

    Sumber : Data diolah penulis

    Keterangan :

    X : Perputaran Piutang (Receivable Turn Over)

    Y : Return On Asset (ROA)

    Berdasarkan tabel penolong tabel III.3 maka dapat dibuat beberapa

    persamaan untuk mempermudah perhitungan secara matematis uji koefisien korelasi,

    uji koefisien determinasi, dan persamaan regresi yang terbentuk antara Perputaran

    Piutang (Receivable Turn Over) terhadap Return On Asset (ROA) pada PT. Interindo

    Dutatekno. Persamaan yang terbentuk yaitu:

    1. Uji Koefisien Korelasi

    Diketahui:

    n = 4

    ∑XY = -5

    ∑X = 6,3

    ∑Y = -20

    ∑𝑋2 = 10,8594

    ∑𝑌2 = 1680

  • 33

    Maka:

    𝑟 =n(∑ 𝑥𝑦) − (∑ 𝑥. ∑ 𝑦)

    √[𝑛 ∑ 𝑥2 − (∑ 𝑥)2 ][𝑛 ∑ 𝑦2 − (∑ 𝑦)2]

    𝑟 =4 x (−5) − 6,3 x (−20)

    √[4 𝑥10,8594 − (6,3)2][4 𝑥1680 − (−20)2]

    𝑟 =−20 − (−126)

    √[43,4376 − 39,69][6720 − (−400)]

    𝑟 =106

    √[3,7476][6320]

    𝑟 =106

    √23.684,832

    𝑟 =106

    153,90

    r = 0,689

    Dari pehitungan diatas dapat diketahui koefisien korelasi antara Perputaran

    Piutang terhadap ROA sebesar 0,689.Yang berarti korelasinya bernilai positif

    artinya dengan begitu terjadi hubungan searah variabel X dan variabel Y, bila

    variabel X naik maka variabel Y naik dan kekuatan hubungannya kuat.

    2. Uji Koefisien Determinasi

    Diketahui:

    n = 4

    ∑XY = -5

    ∑X = 6,3

    ∑Y = -20

    ∑𝑋2 = 10,8594

    ∑𝑌2 = 1680

    Maka:

  • 34

    𝑟2 =[n(∑ 𝑥𝑦) − (∑ 𝑥. ∑ 𝑦)]2

    [𝑛 ∑ 𝑥2 − (∑ 𝑥)2 ][𝑛 ∑ 𝑦2 − (∑ 𝑦)2]

    𝑟2 =[4 x (−5) – (6,3 x (−20))]2

    [4 𝑥10,8594 − (6,3)2][4 𝑥1680 − (−20)2]

    𝑟2 =[(−20) − (−126)]2

    [[43,4376 − 39,69][6720 − 400]]

    𝑟2 =[106]2

    [3,7476][6320]

    𝑟2 =11.236

    23.684,832

    𝑟2 = 0,474

    Jadi:

    KD = (𝑟)2 x 100%

    KD = 0,474 x 100%

    KD = 47,4%

    Dapat diketahui nilai koefisien determinasi sebesar 47,4%. Sementara sisanya

    52,6% dipengaruhi oleh faktor lain, kontribusi dari faktor lainnya selain dari

    faktor variabel bebas (Perputaran Piutang).

    3. Uji Persamaan Regresi

    Diketahui:

    n = 4

    ∑XY = -5

    ∑X = 6,3

    ∑Y = -20

    ∑𝑋2 = 10,8594

    ∑𝑌2 = 1680

    Persamaan regresi untuk dua variabel adalah:

    �̂� = a + bX

  • 35

    Rumus untuk mencari nilai b:

    𝑏 =n. ∑ 𝑋𝑌 − ∑ 𝑋. ∑ 𝑌

    n. ∑ 𝑋2 − (∑ 𝑋)2

    𝑏 =4. (−5) − 6,3. (−20)

    4. 10,8594 − (6,3)2

    𝑏 =−20 − (−126)

    43,4376 − 39,69

    𝑏 =106

    3,7476

    𝑏 = 28,285

    Rumus untuk mencari nilai a:

    𝑎 = ∑ 𝑌

    𝑛− 𝑏 [

    ∑ 𝑋

    𝑛]

    𝑎 = −20

    4− 28,285 [

    6,3

    4]

    𝑎 = (−5) − 28,285 [1,575]

    𝑎 = (−5) − 44,549

    𝑎 = −49,549

    Dari perhitungan di atas dapat diketahui nilai dari b sebesar 28,285 dan nilai a

    sebesar -49,549. Maka didapatkan persamaan regresi sebagai berikut:

    �̂� = -49,549+ 28,285X

    3.3 Pengaruh Perputaran Piutang Terhadap Return On Asset (ROA)

    3.3.1 Uji Koefisien Korelasi

    Berdasarkan tabel III.I dan III.2 yang menjelaskan tentang perhitungan dari

    perputaran piutang (Receivabel Turn Over) dan Return On Asset (ROA) dari tahun

    2014-2017 PT. Interindo Dutatekno dapat diketahui pengujian metode koefisien

    korelasi antara Perputaran Piutang (Receivable Turn Over) terhadap Return On Asset

  • 36

    (ROA) yang bertujuan untuk mengetahui seberapa kuat hubungan antara Perputaran

    Piutang (independen) dan Return On Asset (dependen). Hasil uji koefisien korelasi

    (r) Perputaran Piutang (Receivable Turn Over) terhadap Return On Asset (ROA)

    dapat dilihat melalui output SPSS versi 21 dibawah ini:

    1. Hipotesis yang terbentuk sebagai berikut:

    a. Ho = Tidak ada hubungan yang signifikan antara Perputaran Piutang

    (Receivable Turn Over) terhadap Return On Asset (ROA) PT. Interindo

    Dutatekno.

    b. Ha = Ada hubungan yang signifikan antara Perputaran Piutang (Receivable

    Turn Over) terhadap Return On Asset (ROA) PT. Interindo Dutatekno.

    2. Dasar Pengambilan Keputusan

    Jika sig > 0,05 maka Ho diterima Ha ditolak

    Jika sig < 0,05 maka Ho ditolak Ha diterima

    Berikut ini adalah tabel korelasi hasil perhitungan menggunakan SPSS versi 21.

    Tabel III.4

    Tabel Correlations

    Sumber: Data diolah menggunakan IBM SPSS Statistics 21

    Berdasarkan tabel Correlations di atas dapat diketahui bahwa nilai signifikan

    0,311 > 0,05, maka keputusannya Ho diterima Ha ditolak. Dapat disimpulkan bahwa

  • 37

    tidak terdapat hubungan yang signifikan antara Perputaran Piutang (Receivable Turn

    Over) terhadap Return On Asset (ROA). Hubungan dapat dilihat dari Pearson

    Correlation ssebesar 0,689 yang artinya bahwa Perputaran Piutang (Receivable Turn

    Over) terhadap Return On Asset (ROA) memiliki hubungan yang kuat dan searah

    dengan Return On Asset (ROA).

    Dari hasil pengujian tersebut dapat dikatakan bahwa besarnya nilai

    Perputaran Piutang belum tentu memiliki hubungan yang signifikan terhadap Return

    On Asset (ROA). Maka perputaran piutang tersebut tidak memiliki hubungan yang

    signifikan terhadap Return On Asset (ROA) yang dihasilkan perusahaan.

    3.3.2 Uji Koefisien Determinasi

    Koefisien Determinasi (𝑟2) untuk variabel bebas Perputaran Piutang (X)

    terhadap Return On Asset (Y). Perhitungan bertujuan untuk mengetahui kekuatan

    pengaruh variabel bebas dan variabel terikat yang diketahui dari besarnya nilai

    koefisien determinasi atau koefisien korelasi yang dikuadratkan (𝑟2) yang nilainya

    berada diantara 0 dan 1.

    1. Hipotesis yang terbentuk sebagai berikut:

    a. Ho= Tidak ada pengaruh yang signifikan antara Perputaran Piutang

    (Receivable Turn Over) terhadap Return On Asset (ROA) PT. Interindo

    Dutatekno.

    b. Ha= Ada pengaruh yang signifikan antara Perputaran Piutang (Receivable

    Turn Over) terhadap Return On Asset (ROA) PT. Interindo Dutatekno.

    2. Dasar Pengambilan Keputusan

    Jika sig > 0,05 maka Ho diterima Ha ditolak

    Jika sig < 0,05 maka Ho ditolak Ha diterima

  • 38

    Tabel III.5

    Tabel Model Summary

    Sumber: Data diolah menggunakan IBM SPSS Statistics 21

    Berdasarkan tabel Model Summary III.5 diatas dapat diketahui bahwa nilai

    signifikan sebesar 0,311 > 0,05 maka Ho diterima Ha ditolak. Dapat disimpulkan

    bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara Perputaran Piutang

    (Receivable Turn Over) terhadap Return On Asset (ROA). Hubungan dapat dilihat

    dari R Square sebesar 0,474 yang artinya bahwa nilai persentase Perputaran Piutang

    (Receivable Turn Over) mempengaruhi Return On Asset (ROA) sebesar 47,4%.

    Sementara sisanya 52,6% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diikut sertakan

    dalam penelitian.

    3.3.3 Uji Persamaan Regresi Linear Sederhana

    Pada analisis ini akan dijelaskan hasil persamaan regresi linear sederhana

    untuk mengetahui nilai konstan dan uji hipotesis. Koefisen persamaan regresi linear

    sederhana untuk sampel adalah �̂� = a + bX. Model regresi hubungan antara

    Perputaran Piutang (Receivable Turn Over) terhadap Return On Asset (ROA) dapat

    dilihat dari hasil output SPSS versi 21 dibawah ini:

  • 39

    1. Hipotesis yang terbentuk sebagai berikut:

    a. Ho = Persamaan regresi yang terbentuk antara Perputaran Piutang

    (Receivable Turn Over) terhadap Return On Asset (ROA) PT. Interindo

    Dutatekno tidak signifikan.

    b. Ha = Persamaan regresi yang terbentuk antara Perputaran Piutang

    (Receivable Turn Over) terhadap Return On Asset (ROA) PT. Interindo

    Dutatekno signifikan.

    2. Dasar Pengambilan Keputusan

    Jika sig > 0,05 maka Ho diterima Ha ditolak

    Jika sig < 0,05 maka Ho ditolak Ha diterima

    Tabel III.6

    Tabel Anova

    Sumber: Data diolah menggunakan IBM SPSS Statistics 21

    Berdasarkan dari tabel Anova III.6 diatas, diperoleh tabel signifikan sebesar

    0,311 > 0,05, maka Ho diterima Ha ditolak. Sehingga dapat dikatakan antara

    Perputaran Piutang (Receivable Turn Over) terhadap Return On Asset (ROA) tidak

    signifikan. Dan untuk mengetahui angka konstanta dan persamaan regresi yang

    terbentuk dapat dilihat dari tabel Coefficients.

  • 40

    Tabel III.7

    Tabel Coefficients

    Sumber: Data diolah menggunakan IBM SPSS Statistics 21

    Berdasarkan tabel III.7 diatas bahwa nilai signifikan sebesar 0,311 > 0,05,

    maka Ho diterima Ha ditolak. Persamaan regresi yang terbentuk �̂�= -49,549 +

    28,285X. Dimana Y adalah Return On Asset (ROA) dan X Perputaran Piutang

    (Receivable Turn Over).

    Berdasarkan persamaan regresi �̂�= -49,549 + 28,285X yang terbentuk dapat

    dianalisis sebagai berikut:

    1. Konstanta sebesar -49,549 menyatakan bahwa jika tidak ada Perputaran Piutang

    (Receivable Turn Over) maka nilai Return On Asset (ROA) adalah -49,549 %.

    2. Koefisien regresi X sebesar 28,285 menyatakan bahwa jika Perputaran Piutang

    (Receivable Turn Over) bertambah satu satuan 1% akan mengakibatkan

    pertambahan Return On Asset (ROA) sebesar 28,285%.