BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan 6 BAB III.pdf¢  Asahimas Flat Glass 5...

download BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan 6 BAB III.pdf¢  Asahimas Flat Glass 5 PT. Arwana Citra

of 10

  • date post

    26-Oct-2020
  • Category

    Documents

  • view

    3
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan 6 BAB III.pdf¢  Asahimas Flat Glass 5...

  • 25

    BAB III

    METODE PENELITIAN

    A. Jenis dan Pendekatan Penelitian

    Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan

    data dokumentasi yang berada di Indonesian Capital Market Directory

    (ICMD) tahun 2014-2015. Serta data tentang informasi laporan keuangan

    perusahaan manufaktur yang terdaftar di Indeks Saham Syariah Indonesia dari

    situs www.idx.co.id.

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemegang saham

    institusi, komisaris independen dan komite audit terhadap return saham

    perusahaan (studi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bei periode

    2014-2015).

    Penelitian ini menekankan pada pengujian teori-teori melalui

    pengukuran variabel-variabel penelitian dengan angka dan melakukan analisis

    data dengan prosedur statistik. Penelitian-penelitian dengan pendekatan

    deduktif yang bertujuan untuk menguji hipotesis merupakan contoh tipe

    penelitian yang menggunakan paradigma kunatitatif atau penelitian kuantitatif.

    Penentuan rancangan suatu penelitian memiliki dua tujuan. Pertama

    penetapan rancangan penelitian dapat membatasi studi, memperjelas alur

    penelitian jadi dalam hal ini rancangan akan membatasi bidang penelitian.

    Kedua penetapan rancangan itu berfungsi untuk memenuhi kriteria inklusi-

    eksklusi atau memasukan mengeluarkan suatu informasi yang baru diperoleh

    di lapangan.

    B. Populasi dan Sampel

    1. Populasi

    Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek atau

    subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan

  • 26

    oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan. 1 Penelitian

    jenis populasi ini didasarkan alasan bahwa yang akan diuji pengaruh

    pemegang saham institusi, komisaris independen dan komite audit terhadap

    return saham perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bei periode 2014-

    2015. Adapun populasi penelitian ini adalah seluruh laporan keuangan

    tahunan perusahaan manufaktur yang terdaftar di Indeks Saham Syariah

    Indonesia Periode Tahun 2014-2015 yang berjumlah 230 perusahaan.

    2. Sampel

    Sampel adalah bagian dari populasi yang dijadikan subyek

    penelitian sebagai “wakil” dari para anggota populasi. Sampel yaitu bagian

    dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. 2 Adapun

    kriteria dalam pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah:

    Tabel 3.1

    Penentuan Populasi dan Sampel Penelitian

    No Kriteria Jumlah

    1. Perusahaan yang terdaftar pada Indeks Saham Syariah

    Indonesia Periode Tahun 2014-2015

    230

    2. Perusahaan yang tidak secara berturut -turut terdaftar pada

    Indeks Saham Syariah Indonesia Periode Tahun 2014-2015

    (94)

    3. Perusahaan yang tidak tepat waktu dalam mempublikasikan

    laporan keuangan

    (41)

    4. Perusahaan yang tidak memiliki kelengkapan variabel

    penelitian

    (60)

    5. Populasi penelitian 35

    Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 35 perusahaan. Adapun

    nama-nama perusahaan tersebut adalah sebagai berikut:

    1 Suharsimi Arikunto, prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Rineka Cipta,

    Jakarta, 1993, hlm. 102. 2 Saifuddin Azwar, Op.Cit., hal. 117.

  • 27

    Tabel 3.2

    Sampel Penelitian

    No. Nama Emiten

    1 PT. Indocement Tunggal Prakasa

    2 PT. Holcim Indonesia

    3 PT. Semen Gresik

    4 PT. Asahimas Flat Glass

    5 PT. Arwana Citra Mulia

    6 PT. Inti Keramik Alam Asri Industri

    7 PT. Keramika Indonesia Assosiasi

    8 PT. Mulia Industrindo

    9 PT. Surya Toto Indonesia

    10 PT. Alaska Industriondo

    11 PT. Alumindo Light Metal Industry

    12 PT. Beton Jaya Manunggal

    13 PT. Citra Turbindo

    14 PT. Gunawan Dianjaya Steel

    15 PT. Indal Aluminium Industry

    16 PT. Jakarta Kyoei Steel Work LTD

    17 PT. Jaya Pari Steel

    18 PT. Krakatau Steel

    19 PT. Lion Metal Works

    20 PT. Lionmesh Prima

    21 PT. Pelat Timah Nusantara

    22 PT. Pelangi Indah Canindo

    23 PT. Tembaga Mulia Semanan

    24 PT. Barito Pasific

    25 PT. Budi Acid Jaya

    26 PT. Duta Pertiwi Nusantara

    27 PT. Ekadharma International

    28 PT. Indo Acitama

    29 PT. Chandra Asri Petrochemical

    30 PT. Unggul Indah Cahaya

    31 PT. Argha Karya Prima Industry

    32 PT. Asiaplast Industries

    33 PT. Berlina

    34 PT. Champion Pasific Indonesia

    35 PT. Indopoly Swakarsa Industry

    Sumber : Data Indeks Saham Syariah Indonesia Tahun 2015

  • 28

    C. Tata Variabel Penelitian

    Mengingat begitu luasnya permasalahan yang berkaitan dengan faktor

    yang mempengaruhi nilai pasar perusahaan, agar permasalahan yang diteliti

    lebih terfokus maka dalam penelitian ini peneliti membatasi permasalahan.

    Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel independen dan variabel

    dependen sebagai berikut :

    1. Variabel independen : pemegang saham institusi, komisaris independen

    dan komite audit.

    2. Variabel dependen : return saham.

    D. Definisi Operasional

    Tabel 3.3

    Definisi Operasional

    Variabel Definisi Indikator Skala

    Pemegang

    Saham

    Institusi

    (X1)

    Pemegang saham institusi

    adalah seseorang atau badan

    hukum yang secara sah

    memiliki satu atau lebih saham

    pada perusahaan.

    Jumlah Saham Institusi

    Jumlah Saham

    Keseluruhan

    rasio

    Komisaris

    Independen

    (X2)

    Komisaris independen adalah

    anggota dewan komisaris yang

    tidak terafiliasi oleh pihak

    manajemen, anggota dewan

    komisaris lainnya, pemegang

    saham pengendali, serta bebas

    dari hubungan bisnis atau

    hubungan lainnya yang dapat

    mempengaruhi kemampuan

    untuk bertindak independen

    demi kepentingan perusahaan

    Jumlah komisaris

    independen

    rasio

  • 29

    Komite

    Audit (X3)

    Komite audit adalah

    sekelompok orang yang dipilih

    oleh kelompok yang lebih

    besar, untuk mengerjakan

    pekerjaan tertentu untuk

    melakukan tugas-tugas khusus.

    Jumlah Komite Audit

    rasio

    Return

    Saham (Y)

    Return merupakan keuntungan

    yang dinikmati investor atas

    investasi saham yang

    dilakukannya.

    Rit =

    rasio

    E. Teknik Pengumpulan Data

    Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder.

    Data sekunder merupakan data yang diperoleh peneliti secara tidak langsung

    melalui media perantara. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data

    kuantitatif, yaitu data yang diukur dalam skala numerik (angka).

    Sumber data penelitian ini menggunakan data yang telah dikumpulkan

    oleh lembaga pengumpul data (BEI) dan dipublikasikan kepada masyarakat

    penggguna data. Data rasio keuangan yang diperoleh dari data laporan

    keuangan tahunan perusahaan tahun 2014-2015 yang terdiri dari pemegang

    saham institusi, komisaris independen dan komite audit terhadap return saham

    perusahaan, yang berhubungan dengan penelitian.

    Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah

    metode dokumentasi. Yaitu menggunakan data dokumentasi yang berada di

    Indonesian Capital Market Directory (ICMD) tahun 2014-2015. Serta data

    tentang informasi laporan keuangan perusahaan manufaktur yang terdaftar di

    Indeks Saham Syariah Indonesia dari situs www.idx.co.id.

    Pt – Pt-1

    Pt-1

  • 30

    F. Uji Asumsi Klasik

    1. Uji Multikolinieritas

    Uji Multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah dalam suatu

    model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen. Model

    regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel

    independen. 3 Multikolinieritas dapat juga dilihat dari nilai tolerance dan

    variance inflation factor (VIF). Kedua ukuran ini menunjukkan setiap

    variabel bebas manakah yang dijelaskan oleh variabel bebas lainnya. Nilai

    Cuttof yang umum dipakai adalah nilai tolerance 0,10 atau sama dengan

    nilai VIF diatas 10. Sehingga sebuah penelitian yang baik dan dikatakan

    lulus uji multikolinieritas, jika hasil output SPSS pada kolom tolerance

    menunjukkan nilai lebih dari 0,10 dan atau nilai variance inflation factor

    (VIF) dibawah angka 10.

    2. Uji Autokorelasi

    Pengujian ini digunakan untuk menguji suatu model apakah variabel

    pengganggu masing-masing variabel bebas saling mempengaruhi, untuk

    mengetahui apakah model regresi mengandung autokorelasi dapat

    digunakan pendekatan Durbin Watson. Untuk kaidah pengambilan

    keputusan uji korelasi terangkum dalam tabel sebagai berikut : 4

    Tabel 3.4

    Kaidah Pengambilan Keputusan Uji Autokorelasi

    Hipotesis Nol Keputusan Syarat

    Tidak ada autorekolasi positif

    Tidak ada autorekolasi positi

    Tidak ada autorekolasi negatif

    Tidak