BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Setting dan Karakteristik .Guru menjelaskan cara menggunanakan...

download BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Setting dan Karakteristik .Guru menjelaskan cara menggunanakan manik-manik

of 29

  • date post

    09-Mar-2019
  • Category

    Documents

  • view

    213
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Setting dan Karakteristik .Guru menjelaskan cara menggunanakan...

23

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1. Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian

Penelitian akan dilaksanakan di SD Negeri Kutowinangun 01 Kecamatan

Tingkir Kota Salatiga. Subjek dari penelitian tindakan kelas adalah siswa kelas 4

SD Negeri Kutowinangun 01 Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga Semester I

Tahun Pelajaran 2016/2017. Siswa kelas 4 berjumlah 38 orang, terdiri dari 21

siswa perempuan dan 17 siswa laki-laki. Karakteristik siswa kelas 5 ini adalah

berumur antara 9 tahun sampai 11 tahun yang merupakan tahap berpikir konkret,

siswa lebih menikmati pembelajaran yang menggunakan media konkret, dan alat

bantu lainnya. Alasan dilakukannya penelitian di SD Negeri Kutowinangun 01

Salatiga dilator belakangi oleh masalah yang dihadapi guru dalam melakukan

pembelajaran Matematika yang menyangkut materi Operasi Hitung Bilangan

Bulat.

Siswa kelas 4 memiliki hasil belajar yang secara rata-rata klasikal belum

memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (65) atau masih di bawah standar

ketuntasan minimal, siswa kelas 4 Sekolah Dasar Negeri Kutowinangun 01 yang

berjumlah 38 orang mengalami kesulitan dalam mempelajari materi matematika

pada pokok bahasan Operasi Hitung Bilangan. Hasil dan evaluasi harian juga

banyak yang masih berada di bawah standar. Dari catatan guru hanya 12 orang

siswa (31,6%) yang tuntas, namun sebagian besar siswa kelas 4 SD Negeri

Kutowinangun 01 yakni 26 orang siswa (68,4%) tidak tuntas.

Kurangnya pemahaman siswa terhadap materi operasi hitung bilangan

bulat dimungkinkah oleh beberapa faktor yang mempengaruhinya dalam

kegiatan belajar. Salah satunya adalah kebiasaan guru dalam menjelaskan

konsep operasi hitung bilangan tidak menggunakan pengalaman siswa sehari-hari

bahkan tidak menggunakan alat peraga, padahal kita tahu bahwa Matematika

24

adalah konsep abstrak yang tak mungkin bisa dimengerti dengan mudah oleh

anak usia SD. Untuk itu alat peraga diharapkan mampu menarik minat belajar

siswa, sehingga akan ada peningkatan hasil belajar matematika siswa kelas 4 SD

Negeri Kutowinangun 01 Salatiga.

3.2. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

(Aqib, dkk, 2010: 2) menyatakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan

suatu penelitian yang mengangkat masalah-masalah aktual yang dihadapi oleh

guru dilapangan. Senada dengan Aqib, dkk peneliti juga berpendapat bahwa

penelitian tindakan kelas dilakukan karena efektif dalam penggunaan waktu, baik

bagi guru, peneliti dan siswa kelas 4 SD Negeri Kutowinangun, di samping itu

penelitian tindakan kelas juga dapat langsung memberikan dampak atau efek atas

hasil penelitian tindakan kelas yang dilakukan sehingga dapat langsung ditelaah

oleh peneliti.

Penelitian tindakan kelas yang dilakukan secara individual ,mengharuskan

penulis berperan sebagai dua (2) figur, sebagai peneliti sekaligus sebagai praktisi.

Sebagai peneliti, penulis harus mampu bekerja pada jalur penelitiannya, yakni

jalur menuju perbaikan dengan langkah-langkah yang dapat dipertanggung

jawabkan dalam arti peneliti harus menjamin kesahihan sehingga mendukung

objektivitas penelitian yang dilakukan.

3.3. Waktu Penelitian

Penelitian akan dilaksanakan pada bulan Juni tahun 2016 sampai September

2016 yang dilakukan secara bertahap. Tahapan ditempuh mulai dari tahap

perencanaan, tahap pelaksanaan dan tahap penyusunan.

25

1. Tahap Persiapan

Tahap persiapan meliputi tahap pembuatan judul, pembuatan proposal,

pembuatan instrument, permohonan izin dari sekolah serta survey disekolah yang

dijadikan target penelitian. Tahap ini dilakukan mulai 7 Juni hingga 2 Juli 2016

2. Tahap Pelaksanaan

Tahap ini mencakup kegiatan-kegiatan yang dilakukan di sekolah, meliputi uji

coba instrument, pengumpulan data dan pengambilan data. Tahap ini

dilaksanakan mulai dari 7 Juli hingga 4 Agustus

3. Tahap Penyusunan

Pada tahap penyusunan, yang dilakukan yaitu pengolahan data dan konsultasi

yang diikuti dengan penyusunan laporan serta persiapan ujian. Tahap ini

dilaksanakan mulai dari 8 Agustus 5 September.

Tabel 3.1.

Jadwal Penelitian

Tahap persiapan Tahap pelaksanaan Tahap penyusunan

1. Pembuatan judul

(1 Februari 4 Maret 2016)

Uji coba instrumen

(7 Agustus 2016)

Pengolahan data

(9 Agustus 2016)

2. Pembuatan proposal Pengumpulan data

(8 Agustus 2016)

Konsultasi (10 Agustus-15

Agustus 2016)

3. Pembuatan instrumen Pengambilan data

(9 Agustus 2016)

Penyusunan laporan (8-15

Agustus 2016)

4. Permohonan ijin Persiapan Ujian (17 Agustus

-23 Agustus 2016)

Dari Tabel 3.1, dapat diamati bahwa ada 3 tahap dalam melakukan

penelitian, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap penyusunan hasil

penelitian

3.4. Variabel yang Diteliti

Variabel adalah sesuatu yang menjadi pusat perhatian pada suatu

penelitian, karena variabel adalah hal yang mempengaruhi nilai sehingga nilai

dapat berubah. Dari definisi variabel sendiri, dapat disimpulkan bahwa variabel

yang akan diteliti adalah objek yang menjadi penelitian, yang nantinya akan

26

menjadi hasil dari penelitian tersebut. Macam-macam variabel dalam penelitian

dapat dibedakan menjadi 2 yaitu:

1. Variabel Independen ( Variabel Bebas )

Variabel Independen (Independent Variable) Variabel independen

adalah variabel yang menjelaskan atau mempengaruhi variabel yang lain.

Variabel independen juga sebagai variabel yang mendahului (antecedent

variable). Variable bebas pada penelitian tindakan kelas yang dilakukan di

kelas 4 SD Negeri Kutowinangun 01 adalah alat peraga manipulatif (X). Alat

peraga manipulatif adalah alat peraga yang terbuat dari garis bilangan dan

manik-manik untuk menjelaskandan menanamkan konsep operasi hitung

bilangan bulat. Terlaksananya pembelajaran menggunakan alat peraga garis

bilangan dan manik-manik dapat ditinjau dari lembar observasi kegiatan guru.

2. Variabel Dependen ( Variabel Terikat )

Variabel Dependen (Dependent Variable) Variabel dependen adalah

variabel yang dijelaskan atau dipengaruhi oleh variabel independen. Variabel

dependen disebut juga variabel yang diduga sebagai akibat (presumed effect

variable). Variabel dependen juga dapat disebut sebagai variabel konsekuensi

(consequent variable).

Pada penelitian tindakan kelas yang dilakukan di SD Negeri

Kutowinangun 01 Salatiga, variabel terikatnya adalah hasil belajar, karena

hasil belajar siswa bergantung pada variabel bebas. Hasil belajar matematika

yang dimaksud dalam penelitian ini adalah pencapaian akademik siswa kelas

4 SD Negeri Kutowinangun 01 Salatiga pada mata pelajaran matematika

khususnya pada materi operasi bilangan bulat. Hasil belajar matematika dapat

diukur melalui lembar soal pilihan ganda yang dikerjakan siswa kelas 4 SD

Negeri Kutowinangun 01 Salatiga di setiap akhir siklus.

27

3.5. Rencana Tindakan

Penelitian tindakan kelas akan dilaksanakan sebanyak dua siklus, yang

tiap siklusnya terbagi menjadi empat tahap: diantaranya: tahap perencanaan,

tahap pelaksanaan, tahap pengamatan dan tahap refleksi. Jenis penelitian yang

digunakan oleh peneliti adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Dalam

penelitian ini digunakan model Kemmis dan Mc. Taggart yaitu menggunakan

spiral refleksi diri.

Gambar 3.1

Alur pelaksanaan tindakan model Kemmis dan Mc.Taggart

28

3.6. Pelaksanaan Tindakan

Penelitian ini dilakukan menggunakan penelitian tindakan kelas dengan

menerapkan pembelajaran menggunakan alat peraga garis bilangan dan manik-

manik. Kegiatan penelitian dilakukan dalam dua siklus yang deskripsinya tiap

siklusnya sebagai berikut:

3.6.1. Siklus I

1. Tahap Perencanaan (7 Juni 2016)

a. Meminta izin pada jam pelajaran matematika dengan materi operasi

hitung bilangan bulat.

b. Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran.

c. Menyiapkan soal-soal evaluasi.

2. Tahap Pelakasanaan dan Observasi (7 Agustus 2016)

Pelaksanaan tindakan merupakan implementasi kegiatan

pembelajaran sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran.

Pelaksanaan tindakan dilaksanakan sesuai dengan rencana pembelajaran

yang telah dipersiapkan meliputi:

1. Pertemuan Pertama

a) Pra Pembelajaran

Pertama-tama, guru mengucapkan salam, menanyakan kabar siswa

dan tidak lupa memperkenalkan diri, memeriksa kehadiran siswa serta

memeriksa kesiapan belajar siswa.

b) Kegiatan Awal

Ketika hendak membuka pembelajaran guru menyampaikan

apersepsi; 2 buah mangga tambah 3 buah mangga berapa anak-anak?

Setelah dijawab anak-anak secara kompak, uru menyampaikan tujuan

mempelajari penjumlahan dan pengurangan serta hubungannya dengan

aktivitas manusia sehari-hari.

29

c) Kegiatan Inti

Pada kegiatan inti, guru memberikan gambaran umum mengenai

operasi hitung bilangan bulat. Seperti jika ayah Toni me