BAB III HASIL 3.1 Pengembangan Website dalam Penyelenggaraan E-Government di Kota Yogyakarta...

download BAB III HASIL 3.1 Pengembangan Website dalam Penyelenggaraan E-Government di Kota Yogyakarta E-Government

If you can't read please download the document

  • date post

    29-Oct-2019
  • Category

    Documents

  • view

    0
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of BAB III HASIL 3.1 Pengembangan Website dalam Penyelenggaraan E-Government di Kota Yogyakarta...

  • 64

    BAB III

    HASIL PENELITIAN

    Penulis melakukan penelitian mengenai Pengembangan Website dalam

    Penyelenggaraan E-Government Kota Yogyakarta di Dinas Komunikasi Informasi

    dan Persandian Kota Yogyakarta. Penulis memaparkan hasil penelitian secara

    kualitatif berdasarkan kajian pustaka, observasi, dan wawancara yang telah dilakukan

    kepada beberapa narasumber. Penelitian ini dilakukan atas dasar tujuan dari

    penelitian yaitu untuk mengetahui pengembangan website Kota Yogyakarta serta

    faktor-faktor apa saja yang mendorong dan menghambat pengembangan website

    dalam penyelenggaraan e-government di Kota Yogyakarta.

    Hasil penelitian tersebut diuraikan dalam bentuk jawaban yang merupakan

    hasil dari wawancara dengan beberapa informan. Informan yang diwawancarai dalam

    penelitian merupakan narasumber yang dinilai kompeten dalam memberikan

    informasi yang dibutuhkan. Informasi yang disajikan berupa data primer yang

    kemudian disajikan dalam bentuk uraian dan penjelasan, hasil penelitian tersebut

    disajikan pada bagian di bawah ini:

  • 65

    3.1 Pengembangan Website dalam Penyelenggaraan E-Government di Kota

    Yogyakarta

    E-Government pada dasarnya merupakan langkah pemerintah untuk membuat

    pelayanan publik kepada masyarakat, pihak swasta, maupun pemerintah lain agar

    menjadi lebih efektif, efisien dan ekonomis. Salah satu penyelenggaraan e-

    government yaitu dengan dikembangkannya website pemerintah. Pengembangan

    website pemerintah khususnya di Kota Yogyakarta ini memiliki beberapa tahapan

    agar menjadi website pemerintah yang ideal. Berikut adalah pemaparan hasil

    penelitian penulis terkait tahap pengembangan website Kota Yogyakarta.

    1.1.1 Tingkat Persiapan

    Tahap persiapan melihat beberapa faktor seperti pembuatan situs informasi di

    setiap SKPD di Kota Yogyakarta, sosialisasi situs informasi untuk pegawai internal

    Pemerintah Kota Yogyakarta maupun masyarakat Kota Yogyakarta, serta pelayanan

    yang diatur dengan baik di dalam website Kota Yogyakarta. Penulis telah

    memberikan pertanyaan terkait faktor-faktor tersebut kepada narasumber.

    3.1.1.1 Kesiapan Situs Informasi

    Hal ini disampaikan dalam wawancara dengan Kepala Bagian Teknologi dan

    Informatika Diskominfo Kota Yogyakarta, tanggal 1 Maret 2018. Berikut pernyataan

    yang disampaikan terkait situs informasi di setiap SKPD oleh Kepala Bagian TI:

    “Kalau untuk situs informasi belum seluruhnya. Yang sudah tersedia situs

    informasinya untuk OPD baru Dinas Kesehatan, Dinas Perizinan, Dinas

  • 66

    Kebersihan, Dinas Pendidikan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Dinas

    Pariwisata, Bagian Hukum, Bagian Kerjasama, dan Inspektorat.”

    Situs informasi belum seluruhnya dimiliki oleh OPD-OPD yang ada di

    Pemerintah Kota Yogyakarta. Hanya beberapa OPD seperti Dinas Kesehatan, Dinas

    Perizinan, Dinas Kebersihan, Dinas Pendidikan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan,

    Dinas Pariwisata, Bagian Hukum, Bagian Kerjasama, dan Inspektorat.

    Menurut Kepala Seksi Perangkat Lunak, memberikan pernyataan sebagai

    berikut:

    “Kalau sub-domain, kita membuat website www.jogjakota.go.id ini

    kemudian sub-domain namun memang belum semua instansi, hanya

    beberapa yang aktif seperti pendidikan, perizinan, dan lainnya. Kalau

    website pembuatannya tidak begitu susah, yang susah adalah

    pemeliharaannya. Kita sudah banyak membuat website untuk instansi lain

    namun karena tidak dikelola sehingga kita tutup lagi. Permasalahannya itu

    ada di updating. Misalnya ada instansi, mereka ingin dibuatkan sub-

    domain dan akhirnya kita buatkan, mereka semangat pada awalnya,

    kemudian mereka aktif update, namun kemudian agak lama mereka

    bermasalah. Masalahnya adalah malas untuk update, atau orang yang

    biasa update dipindah ke instansi lain, biasanya kalau dipindah dia tidak

    meninggalkan ilmunya. Yang terlihat sekali di website itu adalah berita,

    tidak semua orang bisa membuat berita. Ya jadi seperti itu, tidak semua

    instansi memang memiliki sub-domain, yang punya ya aktif untuk

    updating. Jadi, sekarang jika ada instansi yang minta dibuatkan sub-

    domain, kita pasti tanyakan siap tidak untuk updating data, ya kalau siap

    ya kami buatkan.”(wawancara tanggal 1 Februari 2018)

    Sub-domain sudah ada bagi beberapa OPD di Kota Yogyakarta tetapi hanya

    beberapa OPD saja yang aktif melakukan updating karena tidak semua pegawai

    mampu membuat berita.

    http://www.jogjakota.go.id/

  • 67

    Lain halnya dengan pendapat Kepala Seksi Pengembangan Smart City, yang

    berpendapat sebagai berikut:

    “Setau saya, sudah semua. Semua sudah ada di sub-domain website

    www.jogjakota.go.id” (wawancara tanggal 15 Maret 2018)

    Menurut Kasi Pengembangan Smart City, sudah semua OPD memiliki sub-

    domain di dalam www.jogjakota.go.id

    Menurut hasil wawancara dan pengamatan peneliti, setiap SKPD memang

    sudah dibuatkan situs informasi, hanya saja beberapa SKPD saja yang aktif dalam

    mengelola situs informasi seperti Dinas Perizinan, Dinas Pendidikan, Dinas

    Kesehatan, Dinas Kebersihan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Dinas Pariwisata,

    Bagian Hukum, Bagian Kerjasama, dan Inspektorat. Beberapa OPD yang tidak

    memiliki sub-domain tidak mempunyai kesiapan dalam mengelola situs informasi

    karena dalam situs informasi harus dilakukan updating secara berkala.

    3.1.1.2 Kesiapan Sumber Daya Manusia

    Terkait penyediaan sumber daya manusia, Kepala Bagian TI, memberikan

    pernyataan sebagai berikut:

    “SDM kami dilihat dari SDM yang profesional di bidang perangkat lunak,

    perangkat keras, jaringan, penyedia konten, pengembangan teknologi.

    Semua juga sudah ada diklatnya, mbak.” (wawancara tanggal 1 Maret

    2018)

    SDM pengelola website www.jogjakota.go.id sudah diberikan pendidikan dan

    pelatihan sesuai bidangnya masing-masing.

    http://www.jogjakota.go.id/ http://www.jogjakota.go.id/ http://www.jogjakota.go.id/

  • 68

    Pendapat lainnya yang disampaikan Kepala Seksi Perangkat Lunak, sebagai

    berikut:

    “Jadi e-government kalau dilihat dari perkembangannya, ada beberapa

    faktor yang berpengaruh itu ada sumber daya manusia, software,

    hardware, dan jaringan, kalau hardware memang gampang mencarinya.

    Dari sisi tenaga, jumlahnya kita memang masih kurang banyak. Dilihat

    dari analis jabatannya, seharusnya bidang TI ini membutuhkan sekitar 40

    orang, sekarang belum ada 50% dari sisi pembuatan software-nya di SDM

    yang ada di kita. Ada masalah lagi di SDM dari instansi pengelola, siap

    tidak mereka, kesiapan mereka kurang terutama untuk orang-orang yang

    sudah tua sudah malas untuk belajar komputer. Mereka sudah nyaman

    dengan pola pelayanan yang biasa, padahal dengan aplikasi lebih mudah

    jika sudah terbiasa. Intinya ada di kemauan mereka untuk belajar.”

    (wawancara tanggal 1 Februari 2018)

    Sumber daya manusia pengelola e-government faktor yang mempengaruhinya

    yaitu software, hardware, dan jaringan. Dimana jumlah SDM masih jadi

    permasalahan. Malasnya pegawai untuk melakukan perubahan dengan komputerisasi

    juga menjadi masalah bagi pengembangan website resmi Kota Yogyakarta yang

    beralamatkan www.jogjakota.go.id.

    Kepala Seksi Pengembangan Smart City, berpendapat sebagai berikut:

    “SDM itu minimal ada 2, SDM terkait pemeliharaan sistemnya, ini ada

    analis, programmer, dan sebagainya. Kita sudah ada diklat, untuk

    tambahan pengelola juga sudah ada. Yang kedua ada pengelola

    penyediaan konten. Ini ada pelatihan jurnalistik, bagaimana memenuhi

    kebutuhan masyarakat sebagai sumber informasi.” (wawancara tanggal 15

    Maret 2018)

    http://www.jogjakota.go.id/

  • 69

    SDM pengelola website sudah diberi pelatihan dan pendidikan, baik untuk

    pengelola konten maupun pengelola sistem. Bagi pengelola konten berita, sudah

    diberikan pelatihan jurnalistik.

    Menurut hasil wawancara yang peneliti lakukan, persiapan sumber daya

    manusia dalam mengelola e-government di Kota Yogyakarta sudah dipersiapkan

    dengan matang. Sumber daya manusia yang dibutuhkan untuk mengelola e-

    government adalah sumber daya manusia yang professional di bidang perangkat

    lunak, perangkat keras, jaringan, penyedia konten, pengembangan teknologi. Sumber

    daya manusia sebagai pengelola e-government sudah melakukan diklat sesuai

    bidangnya masing-masing.

    3.1.1.3 Kesiapan Sarana Akses

    Sarana akses yang terlihat di Diskominfo memang terlihat sudah tercukupi. Di

    setiap meja pegawai sudah ada komputer atau laptop. Pernyataan ini ditunjang oleh

    Kepala Bagian TI, terkait penyediaan sarana akses disampaikan sebagai berikut:

    “Sarana kalau saat ini sudah lengkap ya mulai dari komputer hingga

    internet. Memang awalnya kami menyewa, tapi kalau saat ini sudah milik

    sendiri, baik dari Diskominfo sendiri atau OPD lain. Internet juga sudah

    mencangkup seluruh wilayah Kota Yogyakarta.” (wawancara tanggal 1

    Maret 2018)

    Sarana yang digunakan untuk mengembangkan website www.jogja