BAB III ANIMASI DENGAN 3DS-MAX 9 MACROMEDIA FLASH 8 · PDF fileANIMASI DENGAN 3DS-MAX 9...

download BAB III ANIMASI DENGAN 3DS-MAX 9 MACROMEDIA FLASH 8 · PDF fileANIMASI DENGAN 3DS-MAX 9 MACROMEDIA FLASH 8 Dalam pembelajaran Fisika di ... Macromedia Flash 8 ... 8 Pada animasi ini,

If you can't read please download the document

  • date post

    06-Feb-2018
  • Category

    Documents

  • view

    240
  • download

    9

Embed Size (px)

Transcript of BAB III ANIMASI DENGAN 3DS-MAX 9 MACROMEDIA FLASH 8 · PDF fileANIMASI DENGAN 3DS-MAX 9...

  • BAB III

    ANIMASI DENGAN 3DS-MAX 9 MACROMEDIA FLASH 8

    Dalam pembelajaran Fisika di SMU, Fisika Modern merupakan salah satu

    bab yang sangat jarang bahkan bisa dikatakan hampir tidak pernah dilakukan

    percobaan. Salah satu penyebabnya adalah keterbatasan alat yang dimiliki. Harga

    yang cukup mahal dan fasilitas sekolah yang kurang memadai menjadi salah satu

    alasan tidak tersedianya alat percobaan bab Fisika Modern.

    Alat yang dibuat ini cukup sederhana dan murah, untuk membuatnya

    diperlukan dana tidak lebih dari 1 juta rupiah (harga pada Februari 2009). Kendala

    lain dalam pelaksanaan pembelajaran fisika modern ini adalah visualisasi yang

    belum tentu selalu dapat ditampilkan dalam suatu perobaan. Contohnya ketika

    melakukan percobaan efek fotolistrik, kita ini memperlihatkan bagaimana sebuah

    elektron menyerap energi dari partikel cahaya dan kemudian dengan energi

    barunya itu elektron dapat melepaskan diri dari atom. Dalam praktikum tentunya

    hal ini sangat sulit untuk divisualisasikan karena kenyataannya dalam percobaaan

    kita hanya mengukur besar arus yang muncul dari katoda tabung vakum setelah

    diberi cahaya.

    Untuk memberikan kesan yang lebih visual, maka alat percobaan efek

    fotolistrik yang dibuat ini akan disertai sebuah CD yang berisi animasi sederhana

    dari kejadian efek fotolistrik. Animasi yang dibuat menggunakan program 3D

    Studio Max 9 yang kemudia diramu menggunakan Macromedia Flash 8 sehingga

    menjadi suatu kesatuan yang utuh.

    Tidak hanya animasi yang akan disertakan dalam CD ini, tetapi juga

    Teori-teori dasar serta simulasi pengolahan data praktikum sampai cara

    mengambil kesimpulan dalam praktikum yang akan dilakukan. Berikut ini adalah

    beberapa display yang muncul dalam CD tersebut.

  • 1. Halaman Depan

    HALAMAN DEPAN

    Gambar III.1 Halaman Depan Pada layar pertama ini ditampilkan

    hal yang besangkutan dengan

    identitas pembuatan CD

    pembelajaran Efek Fotolistrik

    diantaranya Judul, Nama Mahasiswa,

    Institusi dan tahun pembuatan.

    2. Layar Menu Utama

    Gambar III.2

    Menu Utama

    Menu utama merupakan daftar materi yang

    disajikan dalam CD pembelajaran ini. Layar ini

    akan ditampilkan pada setiap halaman untuk

    mempermudah pamakai dalam mencari materi

    yang mereka butuhkan. Selain itu, dengan

    ditampilkannya menu utama pada setiap halaman,

    maka pembaca akan lebih mudah memahami

    sistematika isi dari CD pembelajaran ini.

    Menu yang ditampilkan dihalaman depan

  • 3. Sejarah Efek Fotolistrik

    Materi 1Sejarah Efek Fotolistrik

    Gambar III.3 Halaman Sejarah Efek Fotolistrik

    Materi mengenai sejarah efek fotolistrik ini merupakan materi pertama dari CD

    pembelajaran Efek Fotolistrik. Pada bagian ini selain mengenai tokoh-tokoh yang

    berperan dalam teori Efek Fotolistrik, diuraikan juga secara singkat mengenai

    proses penemuan gejala sifat partikel pada cahaya dan fenomena-fenomena alam

    yang muncul yang tidak dapat dijelaskan dengan teori fisika yang berkembang

    pada zaman tersebut. Yang dikenal sekarang dengan Fisika Klasik. Dengan

    adanya uraian ini, diharapkan pembaca dapat terstimulus untuk memahami bahwa

    gelombang elektromagnetik, dari sudut pandang Fisika Modern dapat dipandang

    sebagai paket energi yang kita kenal sebagai foton.

  • 4. Peristiwa Efek Fotolistrik

    Penjelasan mengenai proses terjadinya efek fotolistrik

    Gambar III.4 Peristiwa Efek Fotolistrik

    Halaman ini menjelaskan secara rinci peristiwa terjadinya efek fotolistrik

    baik secara uraian, animasi, penurunan rumus matematis grafik dan lain-lain.

    Bagian ini akan memberikan gambaran yang sedikit bersifat abstrak bagi siswa

    SMA karena apa yang diuraikan tidak terlalu banyak berupa visualisasi. Tetapi

    dengan begitu, hal ini diharapkan dapat memunculkan keingintahuan siswa dalam

    memahami fenomena alam yang indah ini.

  • 5.Animasi Efek Fotolistrik dalam sebuah atom

    Proses Efek Fotolistrik pada sebuah atom

    Gambar III.5 Efek Fotolistrik pada Sebuah Atom

    Animasi pertama ini menjelaskan secara visual, bagaimana proses suatu

    gelombang elektromagetik berinteraksi dengan partikel elektron. Proses

    penyerapan energi foton ditampilkan dengan perubahan warna pada elektron yang

    lebih terlihat bercahaya ketika mendapat energi tambahan dari foton. Tetapi kita

    tahu bahwa visualisasi ini hanyalah sebuah animasi yang bertujuan untuk

    mempermudah siswa dalam memahami proses interaksi cahaya sebagai foton

    dengan partikel elektron.

    6. Efek Fotolistrik untuk beberapa nilai panjang gelombang pada permukaan

    logam

    Keceparan elektron untuk lamda yang berbeda

    Gambar III.6 Perbandingan Kecepatan Elektron untuk Panjang Gelombang Cahaya yang Berbeda-beda

  • Untuk perbedaan panjang gelombang cahaya yang menumbuk sebuah elektron,

    maka akan menghasilkan energi kinetik elektron yang berbeda pula. Semakin

    pendek panjang gelombang maka energi foton yang diserap elektron akan

    semakin besar, sehingga elektron akan mendapat energi kinetik yang lebih besar

    pula. Dalam animasi ini, hal tersebut ditunjukan oleh perbandingan lintasan

    elektron yang berbeda untuk jangka waktu yang sama. Urutan elektron yang

    ditumbuk oleh cahaya merah, kuning, hijau dan biru, merupakan urutan gerak

    elektron dari yang paling lambat sampai pada yang paling cepat.

    7. Animasi percobaan efek fotolistrik untuk beberapa warna

    Pada bagian ini ditampilkan animasi percobaan efek fotolistrik

    menggunakan rancangan alat praktikum yang dibuat dalam Tugas Akhir ini.

    Animasi menceritakan proses ketika berkas cahaya dari LED mengenai sebuah

    logam emiter (katoda) hingga elektron lepas dari permukaannya. Kemudian

    elektron tersebut ditangkap oleh sebuah logam lain berbentuk batang yang kita

    sebut dengan logam anoda. Hal ini mengakibatkan adanya arus elektron yang

    kemudian kita ukur dengan sebuah amperemeter analog.

    Pada saat arus sudah stabil pada nilai maksimum, lalu kita berikan

    tegangan positif pada katoda dari sebuah power supply eksternal. Pada animasi ini

    akan diperlihatkan bagaimana gerak elektron akan semakin melambat ketika

    tegangan katoda semakin besar. Hal ini disebabkan karena energi gerak elektron,

    ditahan oleh energi listrik yang muncul karena adanya potensial katoda tadi.

    Tegangan katoda diberikan sampai nilai tertentu hingga elektron kehabisan energi

    kinetiknya. Dalam animasi ini diperlihatkan dengan terhentinya gerak elektron

    pada nilai tegangan tertentu. Tegangan tertentu inilah yang kita sebut dengan

    stopping potensial, besarnya akan diukur dengan menggunakan voltmeter analog.

    Animasi ini dibuat untuk empat buah cahaya tampak yang berbeda-beda.

  • Animasi percobaan efek fotolistrik untuk cahaya tampak warna biru

    Ganbar III.7a Proses Pengukuran Stopping Potensial untuk Warna Biru

    Animasi percobaan efek fotolistrik untuk cahaya tampak warna hijau

    Ganbar III.7b Proses Pengukuran Stopping Potensial untuk Warna Hijau

    Animasi percobaan efek fotolistrik untuk cahaya tampak warna kuning

    Ganbar III.7c Proses Pengukuran Stopping Potensial untuk Warna Kuninng

    Animasi percobaan efek fotolistrik untuk cahaya tampak warna merah

    Ganbar III.7d Proses Pengukuran Stopping Potensial untuk Warna Merah

  • 8. Perbedaan nilai stopping potensial untuk masing-masing warna

    Animasi percobaan efek fotolistrik untuk semua warna dalam satu layar, untuk membandingkan stopping potensial

    Gambar III.8

    Pada animasi ini, proses terjadinya efek fotolistrik oleh masing-masing warna

    akan ditampilkan dalam satu layar yang sama. Hal ini dilakukan bertujuan agar

    siswa dapat membandingkan gejala-gejala yang berbeda untuk warna yang

    berbeda. Hal ini dapat diperhatikan dari besar nilai stopping potensial dan

    kecepatan gerak elektron.

  • 9. Pengaruh Intensitas Cahaya terhadap keluaran arus rangkaian dan stopping

    potensial

    Animasi perubahan arus elektron terhadap intensitas cahaya

    Gambar III.9

    Animasi ini menjelaskan bahwa perubahan intensitas cahaya hanya

    berpengaruh terhadap besar arus yang terukur dan tidak berpengaruh pada

    tegangan stopping. Proses yang diperlihatkan adalah dengan menaikan intensitas

    hingga arus muncul dan kemudian diberi tegangan stopping hingga arus menjadi

    nol. Masih dalam keadaan stopping potensial terpasang, intensitas ditambah, dan

    dalam keadaan ini ternyata penambahan intensitas tidak mengakibatkan

    munculnya arus elektron pada anoda. Hal ini disebabkan karena walaupun terjadi

    efek fotolistrik, elektron tidak dapat mencapai anoda karena tegangan stopping

    tetap dipasang, tetapi saat tegangan stopping dibuat nol, maka arus akan tiba-tiba

    muncul kembali.

  • 10. Alat praktikum efek fotolistrik

    SKEMA RANGKAIAN

    FILTER

    MONOKROMATOR

    LEDs

    PHOTOTUBE

    KOTAK GELAP

    VOLTMETER

    Gambar III.10

    Bagian ini terdiri dari beberapa halaman yang menjelaskan fungsi dari

    masing-masing komponen perangkat percobaan efek fotolistrik.

    a. Skema rangkaian alat percobaan

    b. Sumber cahaya monokromator yang dapat digunakan

    c. Phototube yang terdiri dari tabung vakum, logam emiter (katoda) dan

    anoda.

    d. Rangkaian penguat sinyal output