BAB I. PENDAHULUAN - .penguatan kelembagaan masyarakat kelautan dan perikanan. ... petani ikan dan

download BAB I. PENDAHULUAN - .penguatan kelembagaan masyarakat kelautan dan perikanan. ... petani ikan dan

of 43

  • date post

    07-Mar-2019
  • Category

    Documents

  • view

    214
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of BAB I. PENDAHULUAN - .penguatan kelembagaan masyarakat kelautan dan perikanan. ... petani ikan dan

BAB I. PENDAHULUAN

Bab ini memberikan gambaran umum mengenai keberadaan

Renstra Dinas Kelautan dan Perikanan baik dari sisi pengertian, dasar

hukum yang menjadi landasan penyusunannya, hubungan dengan

dokumen perencanaan lainnya baik yang berskala nasional maupun

daerah, sistematika penyusunannya serta maksud dan tujuan

disusunnya dokumen ini. Secara lebih jelas disampaikan dalam sub bab

berikut.

1.1. Latar Belakang

Renstra SKPD merupakan pengejawantahan lebih detil dari RPJMD

(Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) yang telah ditetapkan

oleh Pimpinan Daerah Terpilih dalam kurun waktu 5 (lima) tahun ke

depan, dalam hal ini adalah dokumen RPJMD Pemerintah Provinsi

Kepulauan Bangka Belitung 2012-2017. Dalam RPJMD 2012-2017 telah

ditetapkan visi dan beberapa misi utama dari Pimpinan Daerah terpilih,

seperti pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas hidup masyarakat

dan industrialisasi sektoral. Secara umum langkah-langkah pencapaian

yang harus ditempuh untuk mencapai visi dan misi yang telah ditetapkan

tersebut sudah tergambarkan di dalam RPJMD. Namun, langkah-langkah

dimaksud perlu mendapat petunjuk-petunjuk lebih teknis yang secara

lebih detil disusun dalam bentuk Renstra SKPD.

Secara garis besar dapat digambarkan bahwa Renstra SKPD

merupakan `Benang Merah` derap langkah pembangunan yang akan

dilaksanakan secara bertahap 5 (lima) tahun ke depan baik dari sisi

pembangunan Fisik Sarana Prasarana, pembangunan Sumber Daya

Manusia, pembangunan Kapasitas Kelembagaan, pengelolaan Lingkungan

Hidup lengkap dengan masing-masing Indikator Pembangunannya serta

metode Monitoring Evaluasinya.

Renstra SKPD disusun berdasarkan tugas pokok dan fungsi

sektoral yang diembannya. Dalam hal ini, penyusunan Renstra SKPD

Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

tahun 2012-2017 ke depan diarahkan kepada pembangunan sektor

kelautan dan perikanan dengan konstituen ataupun objek

pembangunannya adalah masyarakat kelautan dan perikanan di wilayah

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Masyarakat Kelautan dan

Perikanan tersebut antara lain adalah nelayan, pembudidaya, pengolah,

pemasar, masyarakat pengawas dan masyarakat pesisir.

Renstra Dinas Kelautan dan Perikanan disusun melalui proses

`kristalisasi` program dan kegiatan yang berasal dari masing-masing

bidang dan UPTD (Unit Pelaksana Teknis Daerah) pada Dinas Kelautan

dan Perikanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, program dan

kegiatan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten/Kota serta

masukan dan saran dari UPT Pusat yang ada di lingkungan Pemerintah

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan supervisi dari Pemerintah Pusat

(Kementerian Kelautan dan Perikanan RI). Proses ini diperlukan demi

sinkronisasi program dan kegiatan baik dengan Pemerintah Pusat dan

Pemerintah Kabupaten/Kota. Dalam hal ini, Pemerintah Provinsi

merupakan fasilitator yang menjembatani kebutuhan daerah dan arah

kebijakan pembangunan umum dari pemerintah pusat. Pemerintah

Provinsi mengambil dua peranan di dalam sistem pembangunan nasional,

yaitu sebagai Pembina pembanguan di daerah (fungsi Desentralisasi)

serta pelaksana pembangunan program pusat di daerah (fungsi

Dekonsentrasi).

1.2. Dasar Hukum Penyusunan

Renstra Dinas Kelautan dan Perikanan disusun berdasarkan

kebutuhan pembangunan sektor kelautan da perikanan 5 (lima) tahun ke

depan dengan berpedoman pada dokumen-dokumen perencanaan di

atasnya seperti :

a) RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional), sesuai

dengan PERPRES No. 05 tahun 2010, tanggal 20 Januari 2010.

b) RENSTRA KKP RI (Rencana Strategis Kementerian Kelautan dan

Perikanan), sesuai dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan

Nomor PER.06/MEN/2010 tanggal 18 Februari 2010.

c) RPJPD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 2005-2025, sesuai dengan

Perda Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung No. 13 tahun

2007

d) RPJMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 2012-2017, sesuai

dengan Perda Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung No. 6

Tanggal 26 November tahun 2012, Lampiran Lembaran Daerah No. 2

Seri E.

1.3. Hubungan Antar Dokumen

Berdasarkan RPJMN, Renstra Dinas Kelautan dan Perikanan ini

dititikberatkan pada beberapa prioritas pembangunan nasional yang

berkaitan dengan sektor kelautan dan perikanan seperti Reformasi

Birokrasi, Penanggulangan Kemiskinan, Ketahanan Pangan, Lingkungan

Hidup dan Pengelolaan Bencana serta Daerah Tertinggal, Terdepan,

Terluar dan Pasca Konflik. Sedangkan berdasarkan RENSTRA KKP RI,

maka secara lebih spesifik Renstra Dinas Kelautan dan Perikanan

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini akan diarahkan kepada

pembangunan bidang kelautan dan perikanan melalui program

pengembangan minapolitan, pengembangan kewirausahaan dan

peningkatan skala usaha perikanan, pengembangan jaringan kerja dan

informasi, pengembangan teknologi tepat guna serta pemberdayaan dan

penguatan kelembagaan masyarakat kelautan dan perikanan.

Jika dihubungkan keterkaitan antara RPJPD dengan Renstra Dinas

Kelautan dan Perikanan ini akan bersinergi pada beberapa program

kegiatan penting, yaitu pengembangan ekonomi lokal, peningkatan

kualitas SDM, reformasi birokrasi, pengelolaan lingkungan hidup dan

pemerataan pembangunan. Khusus pengembangan ekonomi lokal,

Pemerintah Provinsi melalui RPJPD telah menetapkan 16 (enam belas)

arah pembangunan dimana ada dua arah pembangunan yang sangat

bersentuhan langsung dengan pembangunan sektor kelautan dan

perikanan, yaitu arah pembangunan nomor 8 (delapan) dan nomor 10

(sepuluh), yaitu:

(Arah pembangunan ekonomi lokal RPJPD Pemerintah Provinsi Kep.

Bangka Belitung 2005-2025 nomor 8): Pembangunan perikanan

terutama perikanan laut diarahkan untuk mengoptimalkan

keunggulan komparatif Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang

wilayahnya dibatasi oleh laut. Di samping akan meningkatkan

pendapatan, kesejahteraan, taraf hidup, kemampuan, dan kapasitas

petani ikan dan nelayan serta memenuhi kebutuhan mutu dan gizi

pangan masyarakat maka pembangunan perikanan ditujukan untuk

meningkatkan produksi sehingga mampu untuk diekspor dan

meningkatkan penerimaan daerah. Pembangunan sektor perikanan ini

melalui peningkatan dan perluasan produksi, pengembangan dan

penerapan teknologi budidaya ikan di daerah pantai, tambak, dan air

tawar (jika memungkinkan di lahan-lahan bekas pertambangan), serta

usaha penangkapan ikan di daerah lepas pantai. Kegiatan

penangkapan dan budidaya ikan di zona ekonomi eksklusif terus

diintensifkan untuk menjamin pendapatan optimal petani ikan dan

nelayan serta meningkatkan pendapatan.

(Arah pembangunan ekonomi lokal RPJPD Pemerintah Provinsi Kep.

Bangak Belitung 2005-2025 nomor 10): Pembangunan industri

diarahkan pada pengembangan industri pengolahan hasil-hasil

pertanian dan perikanan dengan terlebih dahulu membangun fondasi

kegiatannya yaitu dengan menciptakan lingkungan usaha mikro (lokal)

yang dapat merangsang tumbuhnya rumpun industri yang sehat dan

kuat. Fondasi tersebut dibangun dengan 3 (tiga) prinsip dasar: (1)

Pengembangan rantai pertambahan nilai melalui diversifikasi produk

(pengembangan ke hilir), pendalaman struktur ke hulunya, atau

pengembangan secara menyeluruh (hulu-hilir); (2) Penguatan

hubungan antarindustri yang terkait secara horizontal termasuk

industri pendukung dan industri komplemennya, serta penguatan

hubungan dengan kegiatan sektor primer dan jasa yang

mendukungnya; dan (3) Penyediaan berbagai infrastruktur bagi

peningkatan kapasitas kolektif yang antara lain meliputi sarana dan

prasarana fisik (transportasi, komunikasi, energi, serta sarana dan

prasarana teknologi; prasarana pengukuran, standardisasi, pengujian,

dan pengendalian kualitas (Metrology, Standardization, Testing, and

Quality/MSTQ); serta sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan

tenaga kerja industri.

Selain itu, Renstra Dinas Kelautan dan Perikanan ini harus

menyesuaikan dengan tata letak dan tata spasial yang telah ditetapkan

oleh Pemerintah Provinsi dalam kerangka pembangunan sektor kelautan

dan perikanan ke depan yang telah tergambarkan di dalam dokumen tata

ruang RTRW Provinsi. Konsep dasar pengelolaan wilayah pesisir dan laut

untuk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung diarahkan kepada

pengelolaan wilayah pesisir dan laut yang terpadu dan berkelanjutan

(integrated coastal zone management and planning), hal ini dilakukan

untuk mewujudkan keserasian, kolaborasi harmonis, dan sinergis, antara

kepentingan ekonomi (economic sight), pemberdayaan masyarakat

(community empowerment), serta pemeliharaan lingkungan hidup

(environmental conservation) dalam suatu kelembagaan yang terpadu

(institution integrated).

Berkaca pada dokumen-dokumen perencanaan di atas, maka

secara umum dapat dinyatakan bahwa renstra Dinas Kelautan dan

Perikanan ini