BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakangsakip.pertanian.go.id/admin/jasa/Pemantauan dan Evaluasi...

of 36/36
PEMANTAUAN DAN EVALUASI CAPAIAN INDIKATOR KINERJA SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN PERTANIAN Tahun 2015 1 | Page BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah fundamental yang dihadapi Pembangunan Pertanian saat ini antara lain: (1) Laju konversi lahan yang tidak terkendali; (2) Infrastruktur pertanian yang tidak memadai; (3) sistem pengadaan benih yang tidak sesuai dengan musim tanam; (4) Perubahan iklim yang tidak menentu; (5) kurangnya kemampuan petani, peternak dan pekebun dalam memanfaatkan teknologi maju; (6) Keterbatasan permodalan petani; dan (7) Kendala transportasi akibat cuaca buruk dan kerusakan jalan. Untuk mengatasi permasalahan fundamental tersebut, perlu koordinasi baik di lingkup Kementerian Pertanian maupun antar sektor serta antara pusat dan daerah. Sekretariat Jenderal merupakan satu dari 12 Eselon I yang terdapat di Kementerian Pertanian. Berdasarkan Peraturan Presiden RI Nomor: 24 Tahun 2010 Pasal 274, Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Kementerian Pertanian agar pembangunan pertanian dapat berjalan dengan baik. Sekretariat Jenderal dalam menjalankan tugas fungsinya sebagai fungsi koordinasi, pembina dan pemberi dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Kementerian Pertanian menetapkan visi 2015-2019 yaitu menjadi lembaga manajemen dan pelayanan teknis pembangunan pertanian yang terkemuka. Untuk mewujudkan visi tersebut, misi yang harus diemban oleh Sekretariat Jenderal, Kementerian Pertanian 2015-2019 adalah: 1. Mewujudkan sistem manajemen pembangunan pertanian yang efektif, efisien dan akuntabel 2. Memberikan pelayanan administrasi dan teknis PVT pembangunan pertanian yang cepat, tepat, mudah dan sederhana 3. Menerapkan prinsip good governance dan clean governance Visi dan Misi Sekretariat Jenderal tersebut tertuang di dalam Perjanjian Kinerja (PK) baik di tingkat Eselon I maupun Eselon II. Agar pelaksanaan kegiatan di lingkup Sekretariat Jenderal memenuhi target yang telah ditetapkan di dalam PK maka dilakukan pemantauan dan evaluasi terhadap PK Sekjen tersebut secara triwulanan.
  • date post

    01-Mar-2018
  • Category

    Documents

  • view

    216
  • download

    3

Embed Size (px)

Transcript of BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakangsakip.pertanian.go.id/admin/jasa/Pemantauan dan Evaluasi...

  • PEMANTAUAN DAN EVALUASI CAPAIAN INDIKATOR KINERJA SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN PERTANIAN Tahun 2015

    1 | P a g e

    BAB I PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang

    Masalah fundamental yang dihadapi Pembangunan Pertanian saat ini antara lain: (1) Laju

    konversi lahan yang tidak terkendali; (2) Infrastruktur pertanian yang tidak memadai; (3)

    sistem pengadaan benih yang tidak sesuai dengan musim tanam; (4) Perubahan iklim yang

    tidak menentu; (5) kurangnya kemampuan petani, peternak dan pekebun dalam

    memanfaatkan teknologi maju; (6) Keterbatasan permodalan petani; dan (7) Kendala

    transportasi akibat cuaca buruk dan kerusakan jalan. Untuk mengatasi permasalahan

    fundamental tersebut, perlu koordinasi baik di lingkup Kementerian Pertanian maupun antar

    sektor serta antara pusat dan daerah. Sekretariat Jenderal merupakan satu dari 12 Eselon I

    yang terdapat di Kementerian Pertanian. Berdasarkan Peraturan Presiden RI Nomor: 24

    Tahun 2010 Pasal 274, Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi

    pelaksanaan tugas, pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit

    organisasi di lingkungan Kementerian Pertanian agar pembangunan pertanian dapat

    berjalan dengan baik.

    Sekretariat Jenderal dalam menjalankan tugas fungsinya sebagai fungsi koordinasi,

    pembina dan pemberi dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan

    Kementerian Pertanian menetapkan visi 2015-2019 yaitu menjadi lembaga manajemen dan

    pelayanan teknis pembangunan pertanian yang terkemuka. Untuk mewujudkan visi tersebut,

    misi yang harus diemban oleh Sekretariat Jenderal, Kementerian Pertanian 2015-2019

    adalah:

    1. Mewujudkan sistem manajemen pembangunan pertanian yang efektif, efisien dan

    akuntabel

    2. Memberikan pelayanan administrasi dan teknis PVT pembangunan pertanian yang

    cepat, tepat, mudah dan sederhana

    3. Menerapkan prinsip good governance dan clean governance

    Visi dan Misi Sekretariat Jenderal tersebut tertuang di dalam Perjanjian Kinerja (PK) baik di

    tingkat Eselon I maupun Eselon II. Agar pelaksanaan kegiatan di lingkup Sekretariat

    Jenderal memenuhi target yang telah ditetapkan di dalam PK maka dilakukan pemantauan

    dan evaluasi terhadap PK Sekjen tersebut secara triwulanan.

  • PEMANTAUAN DAN EVALUASI CAPAIAN INDIKATOR KINERJA SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN PERTANIAN Tahun 2015

    2 | P a g e

    Laporan Pemantauan dan Evaluasi Capaian Indikator Kinerja Sekretariat Jenderal

    Kementerian Pertanian ini berisi gambaran pelaksanaan Indikator Kinerja yang ada di dalam

    PK lingkup Sekretariat Jenderal yang meliputi capaian atau progress Indikator Kinerja

    Eselon I lingkup Setjen, permasalahan yang dihadapi dan tindak lanjut atau pemecahan

    masalah tersebut.

    B. Maksud dan Tujuan

    Proses pemantauan dan evaluasi capaian indikator kinerja Sekretariat Jenderal

    Kementerian Pertanian merupakan kegiatan pengumpulan data dan pengukuran capaian

    ataupun progress atas Indikator Kinerja Perjanjian Kinerja Lingkup Sekretariat Jenderal

    Kementerian Pertanian. Proses pemantauan dan evaluasi capaian indikator kinerja dari

    setiap unit baik Eselon I maupun II di lingkungan Sekretariat Jenderal bertujuan untuk

    memberikan gambaran pelaksanaan program dan kegiatan di lingkup Sekretariat Jenderal.

    Gambaran tersebut untuk memastikan dan mengendalikan keserasian pelaksanaan

    program dan kegiatan sesuai target Indikator Kinerja pada PK yang telah ditetapkan

    sebelumnya. Pemantauan dan evaluasi atas kinerja dilaksanakan secara berkelanjutan dan

    berkala secara triwulanan. Dengan demikian, proses pelaksanaan program dan kegiatan

    tetap dapat berjalan baik sesuai rencana ataupun dapat diambil suatu tindakan perbaikan

    untuk mengatasi adanya penyimpangan yang terjadi terhadap capaian kinerja.

  • PEMANTAUAN DAN EVALUASI CAPAIAN INDIKATOR KINERJA SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN PERTANIAN Tahun 2015

    3 | P a g e

    BAB II VISI, MISI DAN PERJANJIAN KINERJA SEKRETARIAT JENDERAL

    A. VISI

    Menjadi lembaga manajemen dan pelayanan teknis pembangunan pertanian yang

    terkemuka.

    B. MISI

    Untuk mewujudkan Visi tersebut di atas, Misi yang harus dilaksanakan oleh Sekretariat

    Jenderal, Kementerian Pertanian 2015-2019 adalah :

    1. Mewujudkan sistem manajemen pembangunan pertanian yang efektif, efisien dan

    akuntabel

    2. Memberikan pelayanan administrasi dan teknis PVT pembangunan pertanian yang

    cepat, tepat, mudah dan sederhana

    3. Menerapkan prinsip good governance dan clean governance

    C. PERJANJIAN KINERJA

    Perjanjian kinerja adalah lembar/dokumen yang berisikan penugasan dari pimpinan instansi

    yang lebih tinggi kepada pimpinan instansi yang lebih rendah untuk melaksanakan

    program/kegiatan yang disertai dengan indikator kinerja. Melalui perjanjian kinerja,

    terwujudlah komitmen penerima amanah dan kesepakatan antara penerima dan pemberi

    amanah atas kinerja terukur tertentu berdasarkan tugas, fungsi dan wewenang serta sumber

    daya yang tersedia. Kinerja yang disepakati tidak dibatasi pada kinerja yang dihasilkan atas

    kegiatan tahun bersangkutan, tetapi termasuk kinerja (outcome) yang seharusnya terwujud

    akibat kegiatan tahun-tahun sebelumnya. Dengan demikian target kinerja yang diperjanjikan

    juga mencakup outcome yang dihasilkan dari kegiatan tahun-tahun sebelumnya, sehingga

    terwujud kesinambungan kinerja setiap tahunnya. Tujuan penyusunan perjanjian kinerja

    adalah:

    1. Sebagai wujud nyata komitmen antara penerima dan pemberi amanah untuk

    meningkatkan integritas, akuntabilitas, transparansi, dan kinerja Aparatur;

    2. Menciptakan tolok ukur kinerja sebagai dasar evaluasi kinerja aparatur;

    3. Sebagai dasar penilaian keberhasilan/kegagalan pencapaian tujuan dan sasaran

    organisasi sebagai dasar pemberian penghargaan dan sanksi;

    4. Sebagai dasar bagi pemberi amanah untuk melakukan monitoring, evaluasi dan

    supervisi atas perkembangan/ kemajuan kinerja penerima amanah;

    5. Sebagai dasar dalam penetapan sasaran kinerja pegawai.

  • PEMANTAUAN DAN EVALUASI CAPAIAN INDIKATOR KINERJA SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN PERTANIAN Tahun 2015

    4 | P a g e

    D. PENYUSUNAN KINERJA PERJANJIAN KINERJA

    Pihak yang menyusun Perjanjian kinerja lingkup Sekretariat Jenderal adalah:

    1. Pimpinan unit kerja (eselon I)

    Sekretariat Jenderal menyusun Perjanjian Kinerja di tingkat unit kerja (Eselon I)

    Sekretariat Jenderal dan ditandatangani oleh pejabat yang bersangkutan dalam hal ini

    Sekretaris Jenderal dan disetujui oleh Menteri Pertanian. PK Sekretariat Jenderal

    Kementerian Pertanian ditandatangani pada bulan Maret 2015.

    2. Pimpinan Satuan Kerja

    Biro/Pusat menyusun Perjanjian kinerja di tingkat satuan kerja dan ditandatangani oleh

    pimpinan Biro/Pusat. PK Biro/Pusat Sekretariat Jenderal disusun dan ditandatangani

    bulan Januari dan Maret 2015.

    E. PENGGUNAAN SASARAN DAN INDIKATOR

    Perjanjian Kinerja menyajikan Indikator Kinerja Utama yang menggambarkan hasil-hasil

    yang utama dan kondisi yang seharusnya, tanpa mengesampingkan indikator lain yang

    relevan.

    1. Untuk tingkat Eselon I sasaran yang digunakan menggambarkan dampak pada

    bidangnya dan outcome yang dihasilkan serta menggunakan Indikator Kinerja Utama

    Eselon I dan indikator kinerja lain yang relevan.

    2. Untuk tingkat Eselon II sasaran yang digunakan menggambarkan outcome dan output

    pada bidangnya serta menggunakan Indikator Kinerja Utama Eselon II dan indikator

    kinerja lain yang relevan.

  • PEMANTAUAN DAN EVALUASI CAPAIAN INDIKATOR KINERJA SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN PERTANIAN Tahun 2015

    5 | P a g e

    BAB III PEMBAHASAN

    A. Capaian Kinerja Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian

    Capaian kinerja Sekretariat Jenderal diukur dengan membandingkan antara target yang

    telah ditetapkan dengan realisasi tiap triwulanan. Kinerja Sekretariat Jenderal dapat terlihat

    dari realisasi capaian indikator kinerjanya. Indikator kinerja Sekretariat Jenderal meliputi:

    Nilai AKIP Kementerian Pertanian, Opini Laporan Keuangan Kementerian Pertanian, Nilai

    Kualitas Pelayanan Publik (IKM), Nilai Reformasi Birokrasi Kementerian Pertanian dan

    Persentase Kerjasama Luar Negeri yang Ditindaklanjuti. Pada triwulan III ini terdapat

    perubahan pada Perjanjian Kinerja Seketariat Jenderal. Perubahan pada anggaran yang

    dialokasikan untuk Sekretariat Jenderal dari semula Rp. 1.314.272.088.000,00 menjadi

    Rp.1.306.272.088.000,00. Capaian Kinerja Sekretariat Jenderal triwulan III adalah sebagai

    berikut:

    1. Nilai AKIP Kementerian Pertanian

    AKIP sebagai suatu sistem mencakup komponen perencanaan kinerja, pengukuran dan

    pemantauan capaian kinerja, pelaporan, dan evaluasi kinerja. Sakip merupakan instrumen

    yang digunakan instansi pemerintah dalam memenuhi kewajiban untuk

    mempertanggungjawabkan keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan misi organisasi.

    Dokumen SAKIP mempunyai keterkaitan yang sangat erat antara Rencana Strategis,

    rencana kinerja tahunan dan penetapan kinerja. Rencana Strategis memberikan arah

    pembangunan organisasi jangka menengah, sedangkan RKT dan PK merupakan target dan

    komitmen kinerja yang akan diwujudkan pada suatu tahun tertentu.

    Tabel 1 Capaian Kinerja Nilai AKIP Kementerian Pertanian Triwulan III

    Indikator Kinerja Target Realisasi Triwulan III Kemajuan Pelaksanaan (%)

    Nilai AKIP Kementerian Pertanian 75 - 80%

    Hingga triwulan III kemajuan pelaksanaan kegiatan mencapai 80%. Pada triwulan III ini

    dilakukan advokasi sakip ke Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Kementerian Pertanian.

    2. Opini Laporan Keuangan Kementerian Pertanian

    Berdasarkan dengan Undang-Undang (UU) Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan

    Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara, menyatakan bahwa BPK-RI harus

    melakukan pemeriksaan atas Laporan Keuangan Kementerian Pertanian.

  • PEMANTAUAN DAN EVALUASI CAPAIAN INDIKATOR KINERJA SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN PERTANIAN Tahun 2015

    6 | P a g e

    Pada triwulan III ini tidak ada pemeriksaan BPK sehingga opini tidak dikeluarkan pada

    periode ini. Walaupun begitu dalam rangka mensukseskan penerapan akuntansi berbasis

    akrual yang mulai diterapkan pada tahun 2015, telah dilakukan beberapa kegiatan

    pendukung sebagai berikut:

    a. Pelatihan Implementasi SAIBA bagi Operator hal Penyusunan Laporan Keuangan

    b. Sosialisasi terhadap Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) yang berbasis akrual

    c. Pelatihan verifikasi bagi Verifikator hal Penyusunan Laporan Keuangan

    d. Pembuatan Petunjuk Teknis Penyusunan Laporan Keuangan Berbasis Akrual

    e. Pembuatan Aplikasi Catatan atas Laporan Keuangan Berbasis Akrual

    f. Proses pembuatan Petunjuk Teknis Penyelesaian Likuidasi Satker

    3. Nilai Kualitas Pelayanan Publik (IKM)

    Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) adalah data dan informasi tentang tingkat kepuasan

    masyarakat yang diperoleh dari hasil pengukuran secara kuantitatif dan kualitatif atas

    pendapat masyarakat dalam memperoleh pelayanan dari aparatur penyelenggara

    pelayanan publik dengan membandingkan antara harapan dan kebutuhannya. Pengukuran

    IKM di lingkungan Kementerian Pertanian digunakan untuk mengetahui mutu kinerja

    pelayanan unit kerja pelayanan publik secara berkala sebagai bahan untuk menetapkan

    kebijakan dalam rangka peningkatan mutu pelayanan publik. Peningkatan dan pembinaan

    diprioritaskan pada unsur pelayanan yang paling rendah atau berada di bawah rata-rata.

    Selanjutnya perlu ditindaklanjuti dengan program perbaikan, sedangkan yang mempunyai

    nilai mutu pelayanan publik cukup tinggi atau di atas rata-rata agar tetap dipertahankan.

    Pengukuran IKM dilakukan terhadap 9 Unit Kerja Pelayanan Publik (UKPP) dan 160 Unit

    Pelaksana Teknis (UPT) lingkup Kementerian Pertanian. Pada Tahun 2014, nilai IKM

    Kementerian Pertanian 3,21, nilai konversi IKM 80,24 dengan mutu pelayanan B (baik) dan

    kinerja baik. Unsur pelayan tahun 2014 yang perlu diperbaiki adalah prosedur, persyaratan,

    kecepatan dan kepastian jadwal pelayanan.

    Tabel 2 Capaian Kinerja Nilai Kualitas Pelayanan Publik (IKM) Triwulan III

    Indikator Kinerja Target Realisasi Triwulan III Kemajuan Pelaksanaan (%)

    Nilai Kualitas Pelayanan Publik (IKM) 80 - 75%

    Pada tahun 2015, pengukuran IKM juga dilakukan dengan melibatkan 9 UKPP dan 160 UPT

    yang ada di Lingkungan Kementerian Pertanian. Ekspose pengukuran IKM Kementan akan

  • PEMANTAUAN DAN EVALUASI CAPAIAN INDIKATOR KINERJA SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN PERTANIAN Tahun 2015

    7 | P a g e

    dilakukan pada bulan Desember 2015. Sampai dengan triwulan III progress pelaksanaan

    kegiatan sebesar 75%.

    4. Nilai Reformasi Birokrasi Kementerian Pertanian

    Nilai Reformasi Birokrasi Kementerian Pertanian merupakan nilai hasil evaluasi dari Menteri

    Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia. Evaluasi

    tersebut bertujuan untuk menilai kemajuan dan memberi saran perbaikan pelaksanaan

    program reformasi birokrasi dalam rangka meningkatkan kapasitas dan akuntabilitas kinerja,

    mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bebas KKN dan meningkatkan kualitas

    pelayanan publik di lingkungan Kementerian Pertanian.

    Tabel 3 Capaian Kinerja Nilai Reformasi Birokrasi Kementerian Pertanian Triwulan III

    Indikator Kinerja Target Realisasi Triwulan III Kemajuan Pelaksanaan (%)

    Nilai Reformasi Birokrasi Kementan 72 71,88

    Hasil penilaian terhadap reformasi birokrasi Kementerian Pertanian disampaikan melalui

    Surat Menteri PAN dan RB Nomor B.13194.1/ M.PANRB/ 09/ 2015 tertanggal 30 September

    2015. Indeks reformasi birokrasi Kementerian Pertanian adalah 71,88 dengan kategori BB,

    meningkat dari 65,02 (B) pada tahun lalu.

    Tabel 4 Hasil Evaluasi Pelaksanaan Reformasi Birokrasi

    No. Komponen Penilaian Nilai Maksimal Nilai Capaian % Capaian

    A. Pengungkit

    1. Manajemen Perubahan 5,00 3,24 64,85%

    2. Penataan Peraturan Perundang-undangan 5,00 4,38 87,50%

    3. Penataan dan Penguatan Organisasi 6,00 4,51 75,17%

    4. Penataan Tata Laksana 5,00 3,47 69,35%

    5. Penataan Sistem Manajemen SDM 15,00 11,06 73,74%

    6. Penguatan Akuntabilitas 6,00 2,72 45,40%

    7. Penguatan Pengawasan 12,00 8,43 70,24%

    8. Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik 6,00 4,50 74,92%

    Sub Total Komponen Pengungkit 60,00 42,30 70,51%

    B. Hasil

    1. Kapasitas dan Akuntabilitas Kinerja Organisasi 20,00 13,83 69,13%

    2. Pemerintah yang bersih dan bebas KKN 10,00 7,74 77,43%

    3. Kualitas Pelayanan Publik 10,00 8,01 80,00%

    Sub Total Komponen Hasil 40,00 29,58 73,95%

    Indeks Reformasi Birokrasi 100,00 71,88 71,88%

  • PEMANTAUAN DAN EVALUASI CAPAIAN INDIKATOR KINERJA SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN PERTANIAN Tahun 2015

    8 | P a g e

    Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mencapai sasaran reformasi birokrasi adalah

    sebagai berikut:

    a. Peningkatan kapasitas dan akuntabilitas kinerja organisasi

    Hal penting yang perlu dilakukan dalam rangka meningkatkan kapasitas dan

    akuntabilitas kinerja organisasi (area for improvement) Kementerian Pertanian adalah:

    1. Melibatkan peran pimpinan tertinggi secara aktif dan berkelanjutan dalam

    pelaksanaan reformasi birokrasi.

    2. Menyediakan media komunikasi yang reguler untuk mensosialisasikan

    program/kegiatan reformasi birokrasi yang sedang dan akan dilakukan.

    3. Melakukan evaluasi peta proses bisnis dan prosedur operasional dan disesuaikan

    dengan perkembangan tuntutan efisiensi dan efektivitas birokrasi.

    4. Mengumumkan tahapan administrasi dan hasil seleksi kompetensi promosi terbuka

    melalui media IT dapat melalui website panitia seleksi dan website institusi yang

    dapat diakses secara mudah.

    5. Memperhatikan penilaian kinerja individu yang terkait dengan kinerja organisasi

    6. Melakukan monitoring dan evaluasi atas pencapaian kinerja individu dan

    menjadikannya dasar untuk pemberian tunjangan kinerja serta dasar

    pengembangan karier.

    7. Melakukan monitoring dan evaluasi atas pelaksanaan aturan/disiplin/kode etik/kode

    perilaku instansi secara berkala.

    8. Membangun sistem pemberian sanksi dan imbalan kepada seluruh unit organisasi

    di lingkungan Kementerian Pertanian

    9. Meningkatkan peranan pimpinan secara langsung pada saat penyusunan renstra,

    PK dan dokumen-dokumen perencanaan lainnya serta peranan pimpinan dalam

    memantau pencapaian kinerja secara berkala.

    10. Membangun sistem pengukuran kinerja yang dapat diakses oleh seluruh unit

    organisasi

    11. Melakukan pemutakhiran data secara berkala

    12. Menyusun dokumen secara tertib sebagai evidence dalam pelaksanaan program

    dan kegiatan.

    b. Pemerintah yang bersih dan bebas KKN

    Hal penting yang perlu dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik

    (area for improvement) Kementerian Pertanian adalah:

    1. Melakukan public campaign tentang gratifikasi secara berkala

    2. Melakukan penilaian resiko pada seluruh unit organisasi

    3. Menindaklanjuti hasil evaluasi atas whistle blowing system

  • PEMANTAUAN DAN EVALUASI CAPAIAN INDIKATOR KINERJA SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN PERTANIAN Tahun 2015

    9 | P a g e

    4. Melakukan monitoring dan evaluasi atas penanganan benturan kepentingan secara

    berkala dan menindaklanjuti hasil evaluasi tersebut

    5. Memfokuskan fungsi pengawasan internal pada lient dan audit berbasis resiko

    c. Peningkatan kualitas pelayanan publik

    Hal yang perlu dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik (area

    for improvement) Kementerian Pertanian adalah:

    1. Meningkatkan kegiatan sosialisasi/pelatihan dalam upaya penerapan budaya

    pelayanan prima

    2. Menerapkan sistem sanksi/reward bagi pelaksana layanan serta pemberian

    kompensasi kepada penerima layanan bila layanan tidak sesuai standar dalam

    meningkatkan budaya pelayanan prima

    3. Menyusun SOP pengaduan pelayanan secara komprehensif sebagi bentuk

    perbaikan kualitas pelayanan

    4. Melakukan evaluasi atas penanganan keluhan/masukan secara berkala

    5. Meningkatkan penggunaan teknologi informasi dalam memberikan pelayanan

    5. Persentase Kerjasama Luar Negeri yang Ditindaklanjuti

    Pembinaan kerjasama luar negeri merupakan fungsi yang strategis dalam rangka

    meningkatkan dan membangun kerjasama di bidang pertanian dalam kerangka bilateral,

    regional, dan multilateral yang tidak terpisahkan dari kebijakan politik luar negeri yang bebas

    aktif. Bidang Kerjasama Luar Negeri pada tahun 2015 telah melaksanakan berbagai

    kegiatan strategis untuk menunjang program pembangunan pertanian dengan keberhasilan

    terjalinnya kerjasama luar negeri saling menguntungkan dan berkelanjutan dalam bidang

    teknis dan ekonomi pertanian.

    Pada akhir triwulan III, kegiatan kerjasama telah terlaksana sebanyak 85 kegiatan.

    Beberapa permasalahan yang dihadapi adalah terdapat beberapa kegiatan yang direvisi

    dan terdapat sidang bilateral yang dijadwal ulang. Solusinya adalah perlu koordinasi lebih

    intensif. Tindak lanjut kerjasama luar negeri dapat berupa: surat penyampaian kesepakatan

    sidang untuk ditindaklanjuti oleh unit Eselon I terkait, rapat koordinasi untuk membahas

    tindak lanjut hasil sidang, fasilitasi kunjungan Tim Misi dari Lembaga Internasional atau

    Negara Mitra, atau bentuk kegiatan lain yang bertujuan mendiseminasikan informasi hasil

    kesepakatan sidang, beserta langkah tindaklanjutnya.

  • PEMANTAUAN DAN EVALUASI CAPAIAN INDIKATOR KINERJA SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN PERTANIAN Tahun 2015

    10 | P a g e

    Tabel 5 Capaian Kinerja Persentase Kerjasama Luar Negeri yang Ditindaklanjuti Triwulan III

    Indikator Kinerja Target Realisasi Triwulan III Kemajuan Pelaksanaan (%)

    Persentase Kerjasama Luar Negeri

    yang Ditindaklanjuti

    80% 37 kegiatan 60%

    (kumulatif 85 kegiatan)

    B. Capaian Kinerja Masing-Masing Biro/Pusat lingkup Sekretariat Jenderal

    Adapun capaian kinerja triwulan III masing-masing Biro/Pusat lingkup Sekretariat Jenderal

    adalah sebagai berikut:

    1. Biro Perencanaan

    Biro Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan koordinasi dan penyusunan

    rencana dan program Kementerian Pertanian. Dalam menyelenggarakan tugas

    sebagaimana dimaksud, Biro Perencanaan menyelenggarakan fungsi :

    a. Koordinasi dan penyiapan penyusunan kebijakan, rencana dan program

    pembangunan pertanian;

    b. Koordinasi dan penyusunan anggaran pembangunan pertanian;

    c. Pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program pembangunan pertanian;

    d. Koordinasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pembangunan

    pertanian; dan

    e. Pelaksanaan urusan tata usaha Biro Perencanaan.

    Sasaran Kegiatan Biro Perencanaan adalah perencanaan kebijakan, anggaran,

    pemantauan dan evaluasi, serta pelaporan Kementerian Pertanian yang berkualitas

    baik.

    Biro Perencanaan menyusun Perjanjian Kinerja yang ditandatangani oleh Sekretaris

    Jenderal dan Kepala Biro Perencanaan. Terdapat 3 Indikator Kinerja pada Perjanjian

    Kinerja Biro Perencanaan. Indikator tersebut adalah: Nilai AKIP Sekretariat Jenderal,

    Jumlah Revisi Anggaran yang Dilakukan dan Jumlah Rekomendasi Hasil Evaluasi yang

    Ditindaklanjuti. Pada triwulan III ini terdapat perubahan pada Perjanjian Kinerja Biro

    Perencanaan. Perubahan pada anggaran yang dialokasikan untuk Biro Perencanaan

    dari semula Rp. 71.587.600.000,00 menjadi Rp.63.587.600.000,00. Capaian dari

    Perjanjian Kinerja Biro Perencanaan adalah sebagai berikut:

  • PEMANTAUAN DAN EVALUASI CAPAIAN INDIKATOR KINERJA SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN PERTANIAN Tahun 2015

    11 | P a g e

    a. Nilai AKIP Sekretariat Jenderal

    Biro Perencanaan bertugas mengawal agar nilai AKIP Sekretariat Jenderal yang

    diperoleh sesuai dengan target yaitu sebesar 82. Pada triwulan III ini Itjen

    melakukan penilaian terhadap pelaksanaan AKIP Seketariat Jenderal dan

    menyiapkan dokumen hasil evaluasi AKIP Sekretariat Jenderal. Hingga akhir

    triwulan III, Biro Perencanaan telah melakukan 80% persiapan pengawalan nilai

    AKIP Sekretariat Jenderal.

    Tabel 6 Capaian Kinerja nilai AKIP Sekretariat Jenderal Triwulan III

    INDIKATOR KINERJA

    TARGET

    REALISASI

    TRW III

    KEMAJUAN PELAKSANAAN

    (%)

    nilai AKIP Sekretariat Jenderal 82 60,00

    b. Jumlah Revisi Anggaran yang Dilakukan

    Salah satu indikator ketepatan perencanaan anggaran adalah berapa banyak revisi

    yang dilakukan. Semakin sedikit revisi anggaran semakin tepat perencanaan

    anggarannya. Hingga akhir triwulan III telah dilakukan revisi anggaran sebanyak 2

    kali. Jumlah revisi tersebut merupakan akumulasi dari revisi triwulan I dan II

    sebelumnya. Revisi anggaran tersebut terkait Kebijakan Menteri Pertanian dalam

    rangka realokasi anggaran yang difokuskan untuk mendukung UPSUS dan adanya

    Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBN-P). Revisi anggaran

    yang dimaksud adalah revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2015.

    Tabel 7 Capaian Kinerja Jumlah Revisi Anggaran yang Dilakukan Triwulan III

    INDIKATOR KINERJA

    TARGET

    REALISASI

    TRW III

    KEMAJUAN PELAKSANAAN

    (%)

    Jumlah Revisi Anggaran 5 kali 2 kali

    c. Jumlah Rekomendasi Hasil Evaluasi yang Ditindaklanjuti

    Salah satu fungsi Biro Perencanaan adalah melakukan Pemantauan dan evaluasi

    pelaksanaan program pembangunan pertanian. Hasil evaluasi diharapkan dapat

    ditindaklanjuti sebagai feedback bagi perencanaan ke depan maupun yang sedang

    berjalan. Rekomendasi hasil evaluasi tahun 2014 ditindaklanjuti tahun 2015. Salah

    satu evaluasi yang dilakukan oleh Biro Perencanaan pada tahun 2014 adalah

    monev terpadu. Evaluasi tersebut tidak hanya dilakukan oleh Biro Perencanaan

  • PEMANTAUAN DAN EVALUASI CAPAIAN INDIKATOR KINERJA SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN PERTANIAN Tahun 2015

    12 | P a g e

    tetapi melibatkan pula Eselon I terkait. Hasil evaluasi, terdapat 4 rekomendasi hasil

    evaluasi yang ditindaklanjuti yaitu: (1.) diperlukan alat/mesin penebang tebu agar

    panen tebu tidak terlambat; (2.) Program SL-PTT agar diakhiri dan diganti dengan

    GP-PTT; (3.) perlunya peningkatan Inseminasi Buatan (IB) dalam rangka

    peningkatan produksi dan distribusi semen beku, IB (termasuk peningkatan

    produksi dan distribusi semen beku) merupakan kegiatan prioritas pada tahun

    2015; dan (4.) hasil evaluasi yang diinformasikan dan kemudian ditindaklanjuti oleh

    Ditjen PKH berupa instruksi kepada Balai Veteriner Denpasar untuk membantu

    Dinas Peternakan Provinsi NTT dan Dinas Peternakan Kab. TTS dalam penyidikan,

    pengujian dan pengobatan/ pemberantasan penyakit pada kelompok peternak

    terkait dengan kasus kematian sapi bantuan pada 8 kelompok di Kabupaten Timor

    Tengah Selatan (TTS).

    Tabel 8 Capaian Kinerja Rekomendasi Hasil Evaluasi yang Ditindaklanjuti Triwulan III

    INDIKATOR KINERJA

    TARGET

    REALISASI

    TRW IV

    KEMAJUAN PELAKSANAAN

    (%)

    Jumlah Rekomendasi Hasil Evaluasi yang Ditindaklanjuti

    6 4

    Progress kegiatan evaluasi Tahun 2015 adalah sebagai berikut: sebagian besar

    kegiatan evaluasi telah dilakukan. Evaluasi yang dilaksanakan secara triwulanan,

    yaitu untuk mengukur kegiatan triwulan sebelumnya seperti Pemantauan dan

    Evaluasi Capaian Indikator Kinerja Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian dan

    Pemantauan dan Evaluasi Capaian Indikator Kinerja Kementerian Pertanian.

    Kegiatan evaluasi lain antara lain evaluasi komoditas strategis padi, jagung,

    kedelai, sapi, tebu dan bawang merah, cabai); Swakelola Pemantauan dan

    Evaluasi Pembangunan Pertanian 2016; pemantauan evaluasi subsidi pupuk dan

    benih, kredit program dan asuransi pertanian 2014/2015; pemantauan DAK Bidang

    pertanian 2015/telaah anggaran pertanian di daerah

    2. Biro Organisasi dan Kepegawaian

    Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 61/Permentan/OT.140/10/2010

    tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pertanian, fungsi pengorganisasian,

    ketatalaksanaan dan pengelolaan kepegawaian secara operasional merupakan

    tanggung jawab Biro Organisasi dan Kepegawaian. Biro Organisasi dan Kepegawaian

    mempunyai tugas melaksanakan koordinasi dan penyelenggaraan organisasi dan tata

  • PEMANTAUAN DAN EVALUASI CAPAIAN INDIKATOR KINERJA SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN PERTANIAN Tahun 2015

    13 | P a g e

    laksana, serta pengelolaan kepegawaian. Dalam menyelenggarakan tugas

    sebagaimana dimaksud, Biro Organisasi dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi:

    a. Koordinasi dan penyempurnaan organisasi, dan pengembangan jabatan fungsional

    serta pengembangan budaya kerja;

    b. Koordinasi dan penyempurnaan tata laksana dan fasilitasi reformasi birokrasi;

    c. Pelaksanaan perencanaan dan pengembangan pegawai;

    d. Pelaksanaan mutasi pegawai Kementerian Pertanian; dan

    e. Pelaksanaan urusan tata usaha Biro Organisasi dan Kepegawaian.

    Biro Organisasi dan Kepegawaian menyusun Perjanjian Kinerja yang ditandatangani

    oleh Sekretaris Jenderal dan Kepala Biro Organisasi dan Kepegawaian. Pada triwulan

    III ini terdapat perubahan Indikator Kinerja pada Perjanjian Kinerja Biro Organisasi dan

    Kepegawaian, yang semula 8 indikator menjadi 9 indikator. Indikator tersebut adalah:

    (1) Dokumen Penataan Kelembagaan, (2) Laporan Pembinaan Jabatan Fungsional,

    Pelayanan Publik, dan Budaya Kerja; (3) Laporan Ketatalaksanaan; (4) Laporan

    Reformasi Birokrasi; (5) Laporan Perencanaan, Pengembangan dan Kesejahteraan

    Pegawai; (6) Dokumen Peningkatan Pelayanan Mutasi, Pensiun, dan Pemberhentian

    Pegawai; (7) Laporan Pembinaan SDM Aparatur Pertanian melalui Organisasi

    Kedinasan; (8) Laporan Perencanaan dan pengelolaan anggaran; (9) Laporan

    ketatausahaan dan kerumahtanggaan Biro. Capaian dari Perjanjian Kinerja Biro

    Organisasi dan Kepegawaian adalah sebagai berikut:

    Dokumen Penataan Kelembagaan

    Penataan Kelembagaan merupakan salah satu wujud pelaksanaan agenda

    Reformasi Birokrasi di Kementerian Pertanian. Hingga akhir triwulan III kemajuan

    pelaksanaan kegiatan penataan kelembagaan sebesar 80%. Progress yang telah

    dilaksanakan adalah telah terbit Perpres Nomor 45 Tahun 2015 Tentang Organisasi

    Tata Kerja Kementerian Pertanian, Permentan No 43 Tahun 2015 dan Penyusunan

    Permentan Rincian Tugas Pokok Eselon IV Kementan sedang dalam proses saat

    ini.

    Tabel 9 Capaian Kinerja Dokumen Penataan Kelembagaan Triwulan III

    INDIKATOR KINERJA

    TARGET

    REALISASI TRW III

    KEMAJUAN

    PELAKSANAAN (%)

    Dokumen Penataan Kelembagaan 4 2 80,00

  • PEMANTAUAN DAN EVALUASI CAPAIAN INDIKATOR KINERJA SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN PERTANIAN Tahun 2015

    14 | P a g e

    Laporan Pembinaan Jabatan Fungsional, Pelayanan Publik, dan Budaya Kerja

    Target kinerja kegiatan Pembinaan Jabatan Fungsional, Pelayanan Publik, dan

    Budaya Kerja Tahun 2015 sebanyak 6 laporan. Hingga akhir triwulan III, dari target

    kinerja yang ditetapkan telah terealisasi 5 laporan (akumulasi dari triwulan I, II dan

    III) atau sebesar 75%. 5 laporan tersebut adalah Peraturan Menteri Pertanian

    (Permentan) Nomor 5 Tahun 2015, Permentan Nomor 13 Tahun 2015, Permentan

    Nomor 28 Tahun 2015, Permentan Nomor 29 Tahun 2015 dan Permentan No 49

    Tahun 2015.

    Tabel 10 Capaian Kinerja Pembinaan Jabatan Fungsional, Pelayanan Publik dan Budaya

    Kerja Triwulan III

    INDIKATOR KINERJA

    TARGET

    REALISASI TRW III

    KEMAJUAN PELAKSANAAN

    (%)

    Laporan Pembinaan Jabatan Fungsional, Pelayanan Publik, dan Budaya Kerja

    6 5 75

    Laporan Ketatalaksanaan

    Indikator Kinerja ini merupakan pelaksanaan kegiatan di bidang fasilitasi, koordinasi

    dan evaluasi di bidang Ketatalaksanaan di lingkungan Kementerian Pertanian. Dari

    4 target yang ditetapkan, hingga akhir triwulan III telah terealisasi 3 laporan yaitu

    Penyempurnaan Peta Proses Bisnis Kementan dan Unit Kerja Eselon I Periode

    2010 2014, Permentan No 31 Thn 2015 dan Penyusunan/ Penyempurnaan SOP

    Pelayanan Teknis Pertanian.

    Tabel 11 Capaian Kinerja Ketatalaksanaan Triwulan III

    INDIKATOR KINERJA

    TARGET

    REALISASI TRW III

    KEMAJUAN PELAKSANAAN

    (%)

    Laporan Ketatalaksanaan 4 3 75

    Laporan Reformasi Birokrasi

    Indikator Kinerja ini merupakan pelaksanaan kegiatan di bidang fasilitasi, koordinasi

    dan evaluasi di bidang Reformasi Birokrasi di lingkungan Kementerian Pertanian.

    Hingga akhir triwulan III kemajuan pelaksanaan kegiatan sebesar 75%. Dari target

    sebanyak 4 laporan reformasi birokrasi telah terealisasi 3 laporan reformasi

  • PEMANTAUAN DAN EVALUASI CAPAIAN INDIKATOR KINERJA SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN PERTANIAN Tahun 2015

    15 | P a g e

    birokrasi yaitu Laporan Pelaksanaan RB Kementan Tahun 2010 2014, Laporan

    Pelaksanaan Entry Meeting Evaluasi RB Kementan 2015 dan Terbitnya Perpres No

    134 Tahun 2015.

    Tabel 12 Capaian Kinerja Reformasi Birokrasi Triwulan III

    INDIKATOR KINERJA

    TARGET

    REALISASI TRW III

    KEMAJUAN PELAKSANAAN

    (%)

    Laporan Reformasi Birokrasi 4 3 75

    Laporan Perencanaan, Pengembangan dan Kesejahteraan Pegawai

    Perencanaan, pengembangan, dan kesejahteraan pegawai merupakan output

    kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka koordinasi di bidang formasi

    kepegawaian, peningkatan kualitas kompetensi pegawai dan memberikan jaminan

    terhadap kesejahteraan pegawai dalam bentuk pelayanan kesehatan pada Klinik

    Pratama Kementerian Pertanian. Hingga akhir triwulan III, dari 19 target laporan

    perencanaan, pengembangan dan kesejahteraan pegawai telah terealisasi

    sebanyak 12 laporan yaitu: (1.) Permentan No.10 Tahun 2015; (2.) Laporan

    Validasi Data SIMPEG Trw II 2015; (3.) Laporan Pelaksanaan Lelang Terbuka JPT

    Madya dan Pertama di Lingkungan Kementan; (4.) Laporan Pelaksanaan Ujian

    Dinas dan Ujian Penyesuaian Ijazah; (5.) Laporan Pelaksanaan Sidang Etika Trw II

    2015; (6.) Laporan Pelaksanaan MCU Pejabat Struktural; (7.) Laporan Pelaksanaan

    Pembinaan K3; (8.) Laporan pelaksanaan pengembangan pegawai (Diklat

    Prajabatan); (9.) Laporan Penyerahan Penghargaan Satya Lencana Karyasatya X,

    XX, dan XXX; Laporan Fasilitasi Pelaksanaan Rekam Kartu Pegawai; (10.)

    Laporan Pelaksanaan Baperjakat Lingkup Setjen Kementan, (11.) Laporan

    Invetarisasi SKP Lingkup Kementan 2014 dan (12.) Laporan Penyusunan SKP

    Kementan 2015.

    Tabel 13 Capaian Kinerja Perencanaan, Pengembangan dan Kesejahteraan Pegawai

    Triwulan III

    INDIKATOR KINERJA

    TARGET

    REALISASI TRW III

    KEMAJUAN

    PELAKSANAAN (%)

    Laporan Perencanaan, Pengembangan dan Kesejahteraan Pegawai

    19 12 75

  • PEMANTAUAN DAN EVALUASI CAPAIAN INDIKATOR KINERJA SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN PERTANIAN Tahun 2015

    16 | P a g e

    Dokumen Peningkatan Pelayanan Mutasi, Pensiun, dan Pemberhentian Pegawai

    Dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor: 61/Permentan/OT.140/10/2010 salah

    satunya mengatur mengenai tugas dan fungsi Bagian Mutasi. Adapun tugas Bagian

    mutasi adalah melaksanakan penyiapan mutasi pegawai Kementerian Pertanian

    dan melaksanakan fungsi dalam penyelenggaraan administrasi kepegawaian

    meliputi :

    a. Penyiapan pengadaan, pengangkatan, kepangkatan dan mutasi pegawai

    lainnya serta pemberhentian pegawai lingkup Kementerian Pertanian;

    b. Pelaksanaan pengumpulan data pegawai, monitoring pegawai pusat dan

    daerah serta sosialisasi peraturan perundang-undangan kepegawaian;

    c. Pengembangan karier Pegawai Negeri Sipil melalui bimbingan teknis jabatan

    fungsional serta diklat analis kepegawaian.

    Hingga triwulan III akhir telah terealisasi 7 laporan dari 9 target. 7 laporan tersebut

    adalah Laporan Pengadaan CPNS, Laporan Pengelolaan Adm Pegawai Baru,

    Laporan Pengelolaan Adm Pegawai Satu Atap Kenaikan Pangkat, Persiapan

    Pelaksanaan Pendataan Ulang PNS secara elektronik, Laporan Pengelolaan Adm

    Kepegawaian Jabatan Fungsional, Laporan Pengelolaan Adm Kepegawaian

    Pensiun dan Penyusunan Sistem Pelayanan Adm Kepegawaian

    Tabel 14 Capaian Kinerja Peningkatan Pelayanan Mutasi, Pensiun dan

    Pemberhentian Pegawai Triwulan III

    INDIKATOR KINERJA

    TARGET

    REALISASI

    TRW III

    KEMAJUAN

    PELAKSANAAN (%)

    Laporan Peningkatan Pelayanan Mutasi, Pensiun dan Pemberhentian Pegawai

    9 7 75

    Laporan Pembinaan SDM Aparatur Pertanian melalui Organisasi Kedinasan

    Hingga akhir triwulan III, pelaksanaan kegiatan pembinaan SDM Aparatur Pertanian

    melalui Organisasi Kedinasan adalah Pelaksanaan Pembinaan SDM Melalui

    Organisasi Kedinasan Semester I 2015.

  • PEMANTAUAN DAN EVALUASI CAPAIAN INDIKATOR KINERJA SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN PERTANIAN Tahun 2015

    17 | P a g e

    Tabel 15 Capaian Kinerja Pembinaan SDM Aparatur Pertanian melalui Organisasi

    Kedinasan Triwulan III

    INDIKATOR KINERJA

    TARGET

    REALISASI

    TRW III

    KEMAJUAN

    PELAKSANAAN (%)

    Laporan Pembinaan SDM Aparatur Pertanian melalui Organisasi Kedinasan

    2 1 75

    Laporan Fasilitasi Urusan Perencanaan Ketatausahaan, dan Kerumahtanggaan

    Hingga akhir triwulan III telah terlaksana 5 laporan dari target sebanyak 7 laporan

    atau kemajuan pelaksanaan kegiatan sebesar 80%. Ke 5 laporan tersebut adalah

    Laporan Kinerja Biro OK 2014, Laporan Tahunan Biro OK 2014, Petunjuk

    Operasional Anggaran Biro OK 2015, Rencana Operasional Penggunaan Anggaran

    Kegiatan (ROPAK) Biro OK 2015, dan Kerangka Acuan Kerja Kegiatan Biro OK

    2015.

    Tabel 16 Capaian Kinerja Fasilitasi Urusan Perencanaan Ketatausahaan dan

    Kerumahtanggaan Triwulan III

    INDIKATOR KINERJA

    TARGET

    REALISASI

    TRW III

    KEMAJUAN

    PELAKSANAAN (%)

    Laporan Fasilitasi Urusan Perencanaan Ketatausahaan dan Kerumahtanggaan

    7 5 70

    3. Biro Hukum dan Informasi Publik

    Biro Hukum dan Informasi Publik mempunyai tugas: melaksanakan koordinasi dan

    penyusunan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum, serta pengelolaan

    informasi publik bidang pertanian.

    Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud, Biro Hukum dan Informasi

    Publik menyelenggarakan fungsi :

    a. Koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang pertanian;

    b. Pengembangan sistem jaringan dan pengelolaan dokumentasi dan informasi

    hukum pertanian;

    c. Penyusunan naskah perjanjian, pemberian pertimbangan dan bantuan hukum;

    d. Penyimpanan, pendokumentasian, penyediaan dan/atau pelayanan informasi publik

    bidang pertanian; dan

    e. Pelaksanaan urusan tata usaha Biro Hukum dan Informasi Publik.

  • PEMANTAUAN DAN EVALUASI CAPAIAN INDIKATOR KINERJA SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN PERTANIAN Tahun 2015

    18 | P a g e

    Peran Biro Hukum dan Informasi Publik menjadi lebih penting sejalan dengan

    diberlakukannya Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi

    publik.

    Indikator kinerja Biro Hukum dan Informasi Publik dilihat dari 4 indikator utama yaitu:

    (1.) Prosentase Perundang-undangan yang diterbitkan berdasarkan Program Legislasi

    Nasional (prolegnas) dan prolegtan; (2.) Prosentase layanan bantuan hukum lingkup

    Kementan yang terselesaikan; (3.) Prosentase naskah perjanjian yang dihasilkan dan

    (4.) Indeks kepuasan Pemohon Layanan Informasi Publik Bidang Pertanian (IKM).

    a. Prosentase Perundang-undangan yang diterbitkan berdasarkan prolegnas dan

    prolegtan

    Hingga akhir triwulan III, telah terealisasi sebanyak 7 perundang-undangan yang

    diterbitkan berdasarkan prolegnas dan prolegtan. Program legislasi pertanian tahun

    2015 yang sudah terbit antara lain: (1.) Peraturan Menteri Pertanian (Permentan)

    Nomor 37/Permentan/KB.120/6/2015 tentang Pedoman Cara Produksi Kopi Luwak

    Dengan Sistem Pengandangan Yang Memenuhi Kaidah Kesejahteraan Hewan

    (Animal Welfare); (2.) Permentan Nomor 22/Permentan/OT.140/4/2015 tentang

    Perubahan atas Permentan No 44/Permentan/OT.140/10/2009 tentang Pedoman

    Penanganan Pasca Panen Hasil Pertanian Asal Tanaman Yang Baik (Good

    handling practices); (3.) Permentan Nomor 23/Permentan/PK.320/4/ 2015 tentang

    Persyaratan dan Tatacara Pemasukan dan Pengeluaran Bahan Pakan Asal Hewan;

    (4.) Permentan Nomor 35/Permentan/KP.590/6/2015 tentang Pedoman Umum

    Pemberian Penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara Tahun Anggaran 2015; (5.)

    Permentan Nomor 16/Permentan/HK.140/4/2015 tentang Pedoman Penguatan

    Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (LDPM) Tahun 2015; (6.) Permentan Nomor

    17/Permentan/HK.140/4/2015 tentang Pedoman Pengembangan Lumbung Pangan

    Masyarakat Tahun 2015; (7.) Permentan Nomor 18/Permentan/HK.140/4/2015

    tentang Pedoman Gerakan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan

    Tahun 2015; (8.) Kepmentan Nomor 356/2015 dan (9.) Permentan Nomor 50 Tahun

    2015. Dalam menyusun peraturan perundang-undangan adakalanya terjadi

    penggabungan tentang peraturan menteri karena dalam pembulatan materi perlu

    digabung.

    Permasalahan yang dihadapi dalam kegiatan ini adalah: 1.) Penyusunan peraturan

    perundang-undangan memerlukan proses atau waktu yang panjang dikarenakan

    perlu harmonisasi antar instansi terkait dalam rangka pembulatan materi dan

    pemahaman; 2.) Pemrakarsa dalam penyusunan peraturan perundang-undangan

  • PEMANTAUAN DAN EVALUASI CAPAIAN INDIKATOR KINERJA SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN PERTANIAN Tahun 2015

    19 | P a g e

    belum memprioritaskan apa yang sudah disepakati dan dituangkan dalam Program

    Legislasi Pertanian (Prolegtan). Tindak lanjut yang dilakukan adalah Evaluasi

    Prolegtan.

    Tabel 17 Capaian Kinerja Prosentase Perundang-undangan yang diterbitkan berdasarkan

    prolegnas dan prolegtan Triwulan III

    INDIKATOR KINERJA

    TARGET

    REALISASI

    TRW III

    KEMAJUAN PELAKSANAAN

    (%)

    Prosentase perundang-undangan yang diterbitkan berdasarkan prolegnas dan prolegtan

    70 % 9 16

    b. Prosentase layanan bantuan hukum lingkup Kementan yang terselesaikan

    Hingga akhir triwulan III, telah dilakukan 14 layanan bantuan hukum lingkup

    Kementan yang terselesaikan atau 33% dari target.

    Tabel 18 Capaian Kinerja Prosentase layanan bantuan hukum lingkup Kementan yang

    terselesaikan Triwulan III

    INDIKATOR KINERJA

    TARGET

    REALISASI

    TRW III

    KEMAJUAN PELAKSANAAN

    (%)

    Prosentase layanan bantuan hukum lingkup Kementan yang terselesaikan

    71% 9 16

    c. Prosentase Naskah Perjanjian yang Dihasilkan

    Pada triwulan III, perjanjian yang dihasilkan sebanyak 11 naskah. Jika

    diakumulasikan dengan triwulan I, naskah perjanjian yang dihasilkan sebanyak 35

    buah.

    Tabel 19 Capaian Kinerja Prosentase layanan bantuan hukum lingkup Kementan yang

    terselesaikan Triwulan III

    INDIKATOR KINERJA

    TARGET

    REALISASI

    TRW III

    KEMAJUAN PELAKSANAAN

    (%)

    Prosentase naskah perjanjian yang dihasilkan

    80 persen 11 87,5

    d. Indeks kepuasan Pemohon Layanan Informasi Publik Bidang Pertanian (IKM)

    Hingga triwulan III akhir nilai IKM belum diterbitkan.

  • PEMANTAUAN DAN EVALUASI CAPAIAN INDIKATOR KINERJA SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN PERTANIAN Tahun 2015

    20 | P a g e

    4. Biro Keuangan dan Perlengkapan

    Biro Keuangan dan Perlengkapan mempunyai tugas: melaksanakan pengelolaan

    urusan keuangan dan barang milik/kekayaan negara, serta arsip dan dokumentasi

    Kementerian Pertanian. Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud, Biro

    Keuangan dan Perlengkapan menyelenggarakan fungsi:

    1. Pelaksanaan urusan perbendaharaan dan penerimaan negara bukan pajak

    (PNBP);

    2. Pelaksanaan akuntasi dan verifikasi anggaran Kementerian Pertanian;

    3. Pengelolaan barang milik negara yang menjadi tanggung jawab Kementerian

    Pertanian;

    4. Pengelolaan arsip dan dokumentasi Kementerian Pertanian dan pelaksanaan

    administrasi keuangan Sekretariat Jenderal; dan

    5. Pelaksanaan urusan tata usaha Biro Keuangan dan Perlengkapan.

    Biro Keuangan dan Perlengkapan menyusun Perjanjian Kinerja yang ditandatangani

    oleh Sekretaris Jenderal dan Kepala Biro Keuangan dan Perlengkapan. Indikator

    Kinerja yang terdapt pada Perjanjian Kinerja Biro Keuangan dan Perlengkapan adalah

    sebagai berikut: (1) Peningkatan Sumber-sumber potensi PNBP, (2) Ketepatan

    Pengelolaan Belanja Pegawai; (3) Laporan Keuangan lingkup Kementan berbasis

    Akrual; (4) Peningkatan kapasitas SDM Penyusun Laporan Keuangan; (5) Penyelesaian

    Penetapan kepemilikan BMN Kementerian Pertanian; (6) Pembukuan Nilai BMN atas

    Realisasi Anggaran Tahun Berjalan; (7) Ketersediaan Arsip Dinamis Unit Kearsipan I

    Kementerian Pertanian dan (8) Kecepatan Layanan Kearsipan. Capaian dari Perjanjian

    Kinerja Biro Keuangan dan Perlengkapan adalah sebagai berikut:

    a. Peningkatan Sumber-sumber potensi PNBP

    Hingga triwulan III akhir peningkatan sumber-sumber potensi PNBP mengalami

    kemajuan 715% dari target sebanyak 50%. Hingga akhir tahun 2015, diharapkan

    peningkatan sumber-sumber potensi PNBP sebesar 20 Satker.

    Tabel 20 Capaian Kinerja Sumber-Sumber Potensi PNBP Triwulan III

    INDIKATOR KINERJA

    TARGET TRW III

    REALISASI

    TRW III

    KEMAJUAN PELAKSANAAN

    (%)

    Peningkatan Sumber-sumber potensi PNBP

    50 % 715

  • PEMANTAUAN DAN EVALUASI CAPAIAN INDIKATOR KINERJA SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN PERTANIAN Tahun 2015

    21 | P a g e

    b. Ketepatan Pengelolaan Belanja Pegawai

    Hingga triwulan III akhir ketepatan pengelolaan belanja pegawai mengalami

    kemajuan sebesar 65% dari target triwulan III sebanyak 69%. Hingga akhir tahun

    2015, diharapkan Ketepatan pengelolaan Belanja pegawai sebesar 90%.

    Tabel 21 Capaian Kinerja Ketepatan Pengelolaan Belanja Pegawai Triwulan III

    INDIKATOR KINERJA

    TARGET TRW III

    REALISASI

    TRW III

    KEMAJUAN PELAKSANAAN

    (%)

    Ketepatan pengelolaan Belanja pegawai

    69% 65

    c. Laporan Keuangan lingkup Kementan berbasis Akrual

    Hingga triwulan III akhir Laporan Keuangan lingkup Kementan berbasis Akrual

    mengalami kemajuan sebesar 75% dari target triwulan III sebanyak 80%. Hingga

    akhir tahun 2015, diharapkan Laporan Keuangan lingkup Kementan berbasis

    Akrual telah terlaksana sebesar 100%.

    Tabel 22 Capaian Kinerja Laporan Keuangan lingkup Kementan berbasis Akrual Triwulan III

    INDIKATOR KINERJA

    TARGET TRW III

    REALISASI

    TRW III

    KEMAJUAN PELAKSANAAN

    (%)

    Laporan Keuangan lingkup Kementan berbasis Akrual

    80% 75

    d. Peningkatan kapasitas SDM Penyusun Laporan Keuangan

    Hingga triwulan III akhir Peningkatan kapasitas SDM Penyusun Laporan Keuangan

    mengalami kemajuan sebesar 0% dari target triwulan III sebanyak 75%. Hingga

    akhir tahun 2015, diharapkan Peningkatan kapasitas SDM Penyusun Laporan

    Keuangan sebanyak 60 orang.

    Tabel 23 Capaian Kinerja Peningkatan kapasitas SDM Penyusun Laporan Keuangan

    Triwulan III

    INDIKATOR KINERJA

    TARGET TRW III

    REALISASI

    TRW III

    KEMAJUAN PELAKSANAAN

    (%)

    Peningkatan kapasitas SDM Penyusun Laporan Keuangan

    75% 0

  • PEMANTAUAN DAN EVALUASI CAPAIAN INDIKATOR KINERJA SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN PERTANIAN Tahun 2015

    22 | P a g e

    e. Penyelesaian Penetapan kepemilikan BMN Kementerian Pertanian

    Hingga triwulan III akhir Penyelesaian Penetapan kepemilikan BMN Kementerian

    Pertanian mengalami kemajuan sebesar 84,6% dari target triwulan III sebanyak

    58%. Hingga akhir tahun 2015, diharapkan Penyelesaian Penetapan kepemilikan

    BMN Kementerian Pertanian sebesar Rp. 1,3 Trilyun.

    Tabel 24 Capaian Kinerja Penyelesaian Penetapan kepemilikan BMN Kementerian

    Pertanian Triwulan III

    INDIKATOR KINERJA

    TARGET TRW III

    REALISASI

    TRW III

    KEMAJUAN

    PELAKSANAAN (%)

    Penyelesaian Penetapan kepemilikan BMN Kementerian Pertanian

    58% 84,6

    f. Pembukuan Nilai BMN atas Realisasi Anggaran Tahun Berjalan

    Hingga triwulan III akhir Pembukuan Nilai BMN atas Realisasi Anggaran Tahun

    Berjalan mengalami kemajuan sebesar 63% dari target triwulan III sebanyak 65%.

    Hingga akhir tahun 2015, diharapkan Pembukuan Nilai BMN atas Realisasi

    Anggaran Tahun Berjalan telah terlaksana sebesar 100%.

    Tabel 25 Capaian Kinerja Pembukuan Nilai BMN atas Realisasi Anggaran Tahun Berjalan

    Triwulan III

    INDIKATOR KINERJA

    TARGET TRW III

    REALISASI

    TRW III

    KEMAJUAN

    PELAKSANAAN (%)

    Pembukuan Nilai BMN atas Realisasi Anggaran Tahun Berjalan

    65% 63

    g. Ketersediaan Arsip Dinamis Unit Kearsipan I Kementerian Pertanian

    Hingga triwulan III akhir Ketersediaan Arsip Dinamis Unit Kearsipan I Kementerian

    Pertanian mengalami kemajuan sebesar 75% dari target triwulan III sebanyak 80%.

    Hingga akhir tahun 2015, diharapkan Ketersediaan Arsip Dinamis Unit Kearsipan I

    Kementerian Pertanian Tahun Berjalan telah terlaksana sebesar 70%.

  • PEMANTAUAN DAN EVALUASI CAPAIAN INDIKATOR KINERJA SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN PERTANIAN Tahun 2015

    23 | P a g e

    Tabel 26 Capaian Kinerja Ketersediaan Arsip Dinamis Unit Kearsipan II Kementerian

    Pertanian Triwulan III

    INDIKATOR KINERJA

    TARGET TRW III

    REALISASI

    TRW III

    KEMAJUAN

    PELAKSANAAN (%)

    Ketersediaan Arsip Dinamis Unit Kearsipan I Kementerian Pertanian

    80% 75

    h. Kecepatan Layanan Kearsipan

    Hingga triwulan III akhir Kecepatan Layanan Kearsipan mengalami kemajuan

    sebesar 60% dari target triwulan III sebanyak 60%. Hingga akhir tahun 2015,

    diharapkan Kecepatan Layanan Kearsipan sebanyak 30 menit.

    Tabel 27 Capaian Kinerja Kecepatan Layanan Kearsipan Triwulan III

    INDIKATOR KINERJA

    TARGET TRW III

    REALISASI

    TRW III

    KEMAJUAN

    PELAKSANAAN (%)

    Kecepatan Layanan Kearsipan 60% 60

    5. Biro Umum dan Hubungan Masyarakat

    Biro Umum dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas: melaksanakan koordinasi

    dan penyelenggaraan ketatausahaan, kerumahtanggaan dan pelaksanaan hubungan

    masyarakat. Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud, Biro Umum dan

    Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi:

    1. Pelaksanaan urusan ketatausahaan

    2. Pelaksanaan urusan kerumahtanggaan

    3. Pelaksanaan hubungan antar lembaga dan protokol

    4. Pelaksanaan hubungan masyarakat, dan

    5. Pelaksanaan urusan tata usaha Biro Umum dan Hubungan Masyarakat

    Biro Umum dan Hubungan Masyarakat menyusun Perjanjian Kinerja yang

    ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal dan Kepala Biro Umum dan Hubungan

    Masyarakat. Indikator Kinerja yang terdapat pada Perjanjian Kinerja Biro Umum dan

    Hubungan Masyarakat sebagai berikut: (1) Jumlah Laporan Ketatausahaan

    Kementerian Pertanian, (2) Tingkat Kepuasan Pengguna Sarana dan Prasarana Kantor

    Pusat Lingkup Sekretariat Jenderal; (3) Jumlah Laporan Kerjasama dengan Lembaga

    Tinggi Negara, Pemerintahan, Organisasi Profesi dan Asosiasi; (4) Jumlah Laporan

    Keprotokolan dan Pelayanan Pimpinan serta Pelaksanaan Ketatausahaan Menteri; (5)

  • PEMANTAUAN DAN EVALUASI CAPAIAN INDIKATOR KINERJA SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN PERTANIAN Tahun 2015

    24 | P a g e

    Meningkatnya Program Pembangunan Pertanian. Capaian dari Perjanjian Kinerja Biro

    Umum dan Hubungan Masyarakat sebagai berikut:

    a. Laporan Ketatausahaan Kementerian Pertanian (Laporan)

    Hingga triwulan III akhir kegiatan penyusunan Laporan Ketatausahaan Kementerian

    Pertanian baru sebesar 0% dari target sebanyak 10 laporan.

    Tabel 28 Capaian Kinerja Kecepatan Laporan Ketatausahaan Kementerian Pertanian Triwulan III

    INDIKATOR KINERJA

    TARGET

    REALISASI TRW III

    KEMAJUAN

    PELAKSANAAN (%)

    Laporan Ketatausahaan Kementerian Pertanian

    10 laporan 0

    b. Tingkat Kepuasan Pengguna Sarana dan Prasarana Kantor Pusat Lingkup

    Sekretariat Jenderal (Persen)

    Hingga triwulan III akhir, kemajuan pelaksanan kegiatan untuk meningkatkan

    kepuasan pengguna sarana dan prasarana Kantor Pusat Lingkup Sekretariat

    Jenderal sebesar 25%. Kegiatan yang telah terlaksana adalah terpenuhinya Sarana

    dan Prasarana dengan standar minimum. Kegiatan peningkatan kepuasan penguna

    terkendala oleh SDM dan Anggaran yang masih dalam proses pencairan.

    Tindaklanjut dari permasalahan tersebut yaitu diadakannya Pelatihan SDM dan

    Mempercepat proses pencairan anggaran.

    Tabel 29 Capaian Kinerja Tingkat Kepuasan Pengguna Sarana dan Prasarana Kantor Pusat Lingkup Sekretariat Jenderal Triwulan III

    INDIKATOR KINERJA

    TARGET

    REALISASI

    TRW III

    KEMAJUAN

    PELAKSANAAN (%)

    Tingkat Kepuasan Pengguna Sarana dan Prasarana Kantor Pusat Lingkup Sekretariat Jenderal

    65 15

    c. Meningkatnya Pemberitaan Positif Program Pembangunan Pertanian (Persen)

    Hingga triwulan III akhir, kemajuan pelaksanan kegiatan untuk meningkatkan

    Pemberitaan Positif Program Pembangunan Pertanian sebesar 3%. Pemberitaan

    Positif pada Triwulan III cukup banyak, isu negatif sedikit dan sudah di respon

    dengan berbagai berita yang menciptakan citra postif di masyarakat. Isu Negatif yang

    beredar adalah dampak kemarau panjang yang mengakibatkan produksi pangan

    menurun dan gagal panen. Respon isu, advertorial di media cetak, press release dan

  • PEMANTAUAN DAN EVALUASI CAPAIAN INDIKATOR KINERJA SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN PERTANIAN Tahun 2015

    25 | P a g e

    press conference, sosialisasi serta bantuan-bantuan yang mengarah kepada

    swasembada pangan dan stop impor.

    Tabel 30 Capaian Kinerja Peningkatan Pemberitaan Positif Program Pembangunan

    Pertanian Triwulan III

    INDIKATOR KINERJA

    TARGET

    REALISASI TRW III

    KEMAJUAN

    PELAKSANAAN (%)

    Meningkatnya Pemberitaan Positif Program Pembangunan Pertanian (Persen)

    7 3

    Berdasarkan hasil monitoring media cetak selama triwulan III tahun 2015 (Januari

    hingga September 2015), jumlah pemberitaan di media cetak sebanyak 6.818 berita

    dengan tendensi pemberitaan berikut: 3.481 berita (51%) bertendensi positif, 632

    berita (9%) bertendensi negatif, serta 2.705 berita (40%) bertendensi netral.

    Tabel 31 Tone Pemberitaan di Media Cetak Tahun 2015 (Hingga September 2015)

    Tone Berita

    Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Total

    Positif 381 371 410 424 372 445 204 474 400 3.481

    Negatif 88 51 101 60 63 64 34 109 62 632

    Netral 243 295 353 269 366 319 144 413 303 2.705

    Jumlah 712 717 864 753 801 828 382 996 765 6.818

    Gambar 1 Tone pemberitaan di media cetak tahun 2015 (Januari hingga September 2015)

    51%

    9%

    40% PositifNegatif

    Netral

  • PEMANTAUAN DAN EVALUASI CAPAIAN INDIKATOR KINERJA SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN PERTANIAN Tahun 2015

    26 | P a g e

    Berdasarkan hasil monitoring media online selama triwulan III tahun 2015 (Januari

    hingga September 2015), jumlah pemberitaan di media online sebanyak 1.010 berita

    dengan tendensi pemberitaan berikut: 410 berita (41%) bertendensi positif, 84

    berita (8%) bertendensi negatif, serta 516 berita (51%) bertendensi netral.

    Tabel 32 Tone Pemberitaan di Media Online Tahun 2015 (Hingga September 2015)

    Tone Berita

    Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September TOTAL

    Positif 35 28 30 18 13 9 58 125 94 410

    Negatif 16 1 9 1 0 2 5 33 17 84

    Netral 91 125 59 49 16 9 34 49 84 516

    Jumlah 142 154 98 68 29 20 97 207 195 1.010

    Gambar 2 Tone Pemberitaan di Media Online Tahun 2015 (Januari hingga September 2015)

    d. Laporan Kerjasama dengan Lembaga Tinggi Negara, Organisasi Profesi dan

    Asosiasi (Laporan)

    Hingga triwulan III akhir, kemajuan pelaksanaan penyusunan laporan Kerjasama

    dengan Lembaga Tinggi Negara, Organisasi Profesi, dan Asosiasi sebesar 0%.

    41%

    8%

    51%

    Positif

    Negatif

    Netral

  • PEMANTAUAN DAN EVALUASI CAPAIAN INDIKATOR KINERJA SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN PERTANIAN Tahun 2015

    27 | P a g e

    Tabel 33 Capaian Kinerja Penyusunan Laporan Kerjasama dengan Lembaga Tinggi Negara, Organisasi Profesi, dan Asosiasi Triwulan III

    INDIKATOR KINERJA

    TARGET

    REALISASI

    TRW III

    KEMAJUAN

    PELAKSANAAN (%)

    Laporan Kerjasama dengan Lembaga Tinggi Negara, Organisasi Profesi, dan Asosiasi (Laporan)

    2 0

    e. Laporan Keprotokolan dan Pelayanan Pimpinan (Laporan)

    Hingga triwulan III akhir, kemajuan pelaksanaan penyusunan laporan Keprotokolan

    dan Pelayanan Pimpinan sebesar 0%.

    Tabel 34 Capaian Kinerja Penyusunan Keprotokolan dan Pelayanan Pimpinan Triwulan III

    INDIKATOR KINERJA

    TARGET

    REALISASI TRW III

    KEMAJUAN

    PELAKSANAAN (%)

    Laporan Keprotokolan dan Pelayanan Pimpinan (Laporan)

    2 0

    6. Pusat Kerjasama Luar Negeri

    Pusat Kerjasama Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan

    kerjasama luar negeri di bidang pertanian.

    Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksu, Pusat Kerjasama Luar Negeri

    menyelenggarakan fungsi:

    1. Penelaahan, penyusunan program dan penyiapan pelaksanaan kerjasama bilateral

    di bidang pertanian

    2. Penelaahan, penyusunan program dan penyiapan pelaksanaan kerjasama regional

    di bidang pertanian

    3. Penelaahan, penyusunan program dan penyiapan pelaksanaan kerjasama

    multilateral di bidang pertanian

    4. Pelaksanaan urusan atase pertanian

    5. Pelaksanaan urusan tata usaha Pusat Kerjasama Luar Negeri

    Pusat Kerjasama Luar Negeri menyusun Perjanjian Kinerja yang ditandatangani oleh

    Sekretaris Jenderal dan Kepala Pusat Kerjasama Luar Negeri. Indikator Kinerja yang

    terdapat pada Perjanjian Kinerja Pusat Kerjasama Luar Negeri sebagai berikut: (1)

    Jumlah Nota Kesepakatan Bidang Pertanian dalam Kerangka Bilateral, Regional dan

    Multilateral, (2) Jumlah Dokumen Kesepakatan yang Ditindaklanjuti; (3) Dokumen

    Perencanaan dan Pengelolaan Anggaran; (4) Jumlah Laporan Kegiatan dan

    Pembinaan; (5) Jumlah Dokumen Pembinaan/Penyelenggaraan Kerja Sama di Atase

  • PEMANTAUAN DAN EVALUASI CAPAIAN INDIKATOR KINERJA SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN PERTANIAN Tahun 2015

    28 | P a g e

    Pertanian Tokyo, Washington, Brussel dan Roma dan (6) Dukungan Kegiatan

    Kerjasama Internasional dan Layanan Perkantoran. Capaian dari Perjanjian Kinerja

    Pusat Kerjasama Luar Negeri sebagai berikut:

    1.) Jumlah Nota Kesepakatan Bidang Pertanian dalam Kerangka Bilateral, Regional

    dan Multilateral

    Hingga akhir triwulan III kemajuan pelaksanaan untuk tersusunnya Nota

    Kesepakatan Bidang Pertanian dalam Kerangka Bilateral, Regional dan Multilateral

    sebesar 65%.

    Tabel 35 Capaian Kinerja Jumlah Nota Kesepakatan Bidang Pertanian dalam Kerangka

    Bilateral, Regional dan Multilateral Triwulan III

    INDIKATOR KINERJA

    TARGET

    REALISASI TRW III

    KEMAJUAN

    PELAKSANAAN (%)

    Jumlah Nota Kesepakatan Bidang Pertanian dalam Kerangka Bilateral, Regional dan Multilateral

    10 Dokumen 65

    2.) Jumlah Dokumen Kesepakatan yang Ditindaklanjuti

    Pada akhir triwulan I, kegiatan kerjasama telah terlaksana sebanyak 30 kegiatan.

    Tindak lanjut kerjasama luar negeri dapat berupa: surat penyampaian kesepakatan

    sidang untuk ditindaklanjuti oleh unit Eselon I terkait, rapat koordinasi untuk

    membahas tindak lanjut hasil sidang, fasilitasi kunjungan Tim Misi dari Lembaga

    Internasional atau Negara Mitra, atau bentuk kegiatan lain yang bertujuan

    mendiseminasikan informasi hasil kesepakatan sidang, beserta langkah

    tindaklanjutnya.

    Tabel 36 Capaian Kinerja Jumlah Dokumen Kesepakatan yang Ditindaklanjuti Triwulan III

    Indikator Kinerja Target Realisasi

    Triwulan III

    Kemajuan Pelaksanaan (%)

    Jumlah Dokumen Kesepakatan

    yang Ditindaklanjuti

    80% 30 kegiatan 82%

    (kumulatif 115 kegiatan)

    3.) Dokumen Perencanaan dan Pengelolaan Anggaran

    Hingga akhir triwulan III kemajuan pelaksanaan penyusunan dokumen perencanaan

    dan pengelolaan anggaran sebesar 5%.

  • PEMANTAUAN DAN EVALUASI CAPAIAN INDIKATOR KINERJA SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN PERTANIAN Tahun 2015

    29 | P a g e

    Tabel 37 Capaian Kinerja Dokumen Perencanaan dan Pengelolaan Anggaran Triwulan II

    Indikator Kinerja Target Realisasi

    Triwulan II

    Kemajuan Pelaksanaan

    (%)

    Dokumen Perencanaan dan

    Pengelolaan Anggaran

    1 Dokumen 5

    4.) Jumlah Laporan Kegiatan dan Pembinaan

    Hingga akhir triwulan III, kemajuan pelaksanaan kegiatan penyusunan Laporan

    Kegiatan dan Pembinaan sebesar 30,50%.

    Tabel 38 Capaian Kinerja Jumlah Laporan Kegiatan dan Pembinaan Triwulan III

    Indikator Kinerja Target Realisasi

    Triwulan III

    Kemajuan Pelaksanaan

    (%)

    Jumlah Laporan Kegiatan dan Pembinaan 2 Laporan 30,50

    5.) Jumlah Dokumen Pembinaan/Penyelenggaraan Kerja Sama di Atase Pertanian

    Tokyo, Washington, Brussel dan Roma

    Hingga Akhir triwulan III, kemajuan penyusunan Dokumen Pembinaan/

    Penyelenggaraan Kerja Sama di Atase Pertanian Tokyo, Washington, Brussel dan

    Roma sebesar 45%.

    Tabel 39 Capaian Kinerja Jumlah Dokumen Pembinaan/Penyelenggaraan Kerja Sama di Atase Pertanian Tokyo, Washington, Brussel dan Roma

    Triwulan III

    INDIKATOR KINERJA

    TARGET

    REALISASI TRW III

    KEMAJUAN

    PELAKSANAAN (%)

    Jumlah Dokumen Pembinaan/ Penyelenggaraan Kerja Sama di Atase Pertanian Tokyo, Washington, Brussel dan Roma

    4 Dokumen

    45

    6.) Dukungan Kegiatan Kerjasama Internasional dan Layanan Perkantoran

    Hingga akhir triwulan III kemajuan pelaksanaan dukungan kegiatan kerjasama

    internasional dan layanan perkantoran sebesar 65%.

  • PEMANTAUAN DAN EVALUASI CAPAIAN INDIKATOR KINERJA SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN PERTANIAN Tahun 2015

    30 | P a g e

    Tabel 40 Capaian Kinerja Dukungan Kegiatan Kerjasama Internasional dan Layanan Perkantoran Triwulan III

    INDIKATOR KINERJA

    TARGET

    REALISASI TRW III

    KEMAJUAN

    PELAKSANAAN (%)

    Dukungan Kegiatan Kerjasama Internasional dan Layanan Perkantoran

    12 Bulanan 65

    7. Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

    Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian mempunyai tugas melaksanakan

    pembinaan, pengembangan sistem informasi pertanian dan pelayanan data dan

    informasi pertanian. Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud, Pusat

    Data dan Sistem Informasi Pertanian menyelenggarakan fungsi:

    1. Penyusunan rencana, program dan anggaran;

    2. Penyediaan dan pelayanan data dan informasi komoditas pertanian;

    3. Penyediaan dan pelayanan data dan inromasi non komoditas pertanian

    4. Pengelolaan dan pelaksanaan pengembangan sistem informasi Kementerian

    Pertanian

    5. Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat Data dan Sistem Informasi

    Pertanian

    Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian menyusun Perjanjian Kinerja yang

    ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal dan Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi

    Pertanian. Terdapat perubahan pada dua indikator awal menjadi sebagai berikut: (1)

    Data Statistik Pertanian, (2) Analisis Data Statistik Pertanian; (3) Pengembangan dan

    Pengelolaan Layanan Sistem Informasi Pertanian; (4) Jumlah Petugas Pengelola dan

    Pengumpul Data Pertanian yang Dilatih; (5) Dukungan Kegiatan Pengembangan

    Perstatistikan dan Sistem Informasi Pertanian. Capaian dari Perjanjian Kinerja Pusat

    Data dan Sistem Informasi Pertanian sebagai berikut:

    1. Data Statistik Pertanian (Buku)

    Hingga triwulan III akhir kemajuan pelaksanaan kegiatan penyusunan Data Statistik

    Pertanian baru sebesar 80% dari target sebanyak 10 laporan.

    Tabel 41 Capaian Kinerja Kecepatan Laporan Ketatausahaan Kementerian Pertanian Triwulan III

    INDIKATOR KINERJA

    TARGET

    REALISASI TRW III

    KEMAJUAN

    PELAKSANAAN (%)

    Laporan Data Pertanian 10 laporan 80

  • PEMANTAUAN DAN EVALUASI CAPAIAN INDIKATOR KINERJA SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN PERTANIAN Tahun 2015

    31 | P a g e

    2. Analisis Data Statistik Pertanian (Buku)

    Hingga triwulan III akhir kemajuan pelaksanaan kegiatan penyusunan Analisis Data

    Statistik Pertanian baru sebesar 75% dari target sebanyak 10 laporan.

    Tabel 42 Capaian Kinerja Kecepatan Laporan Analisis Data Pertanian Triwulan III

    INDIKATOR KINERJA

    TARGET

    REALISASI TRW II

    KEMAJUAN

    PELAKSANAAN (%)

    Laporan Analisis Data Pertanian 10 laporan 75

    3. Pengembangan dan Pengelolaan Layanan Sistem Informasi Pertanian (Sistem)

    Hingga triwulan III akhir kemajuan pelaksanaan kegiatan Pengembangan dan

    Pengelolaan Layanan Sistem Informasi Pertanian sebesar 75% dari target

    sebanyak 7 sistem.

    Tabel 43 Capaian Kinerja Pengembangan dan Pengelolaan Layanan Sistem Informasi Pertanian Triwulan II

    INDIKATOR KINERJA

    TARGET

    REALISASI TRW III

    KEMAJUAN

    PELAKSANAAN (%)

    Pengembangan dan Pengelolaan Layanan Sistem Informasi Pertanian

    7 Sistem 75

    4. Jumlah Petugas Pengelola dan Pengumpul Data Pertanian yang Dilatih (Orang)

    Hingga triwulan III akhir kemajuan pelaksanaan kegiatan Pelatihan Petugas

    Pengelola dan Pengumpul Data Pertanian yang Dilatih sebesar 72%.

    Tabel 44 Capaian Kinerja Jumlah Petugas Pengelola dan Pengumpul Data Pertanian yang Dilatih Triwulan III

    INDIKATOR KINERJA

    TARGET

    REALISASI TRW III

    KEMAJUAN

    PELAKSANAAN (%)

    Jumlah Petugas Pengelola dan Pengumpul Data Pertanian yang Dilatih

    527 Orang 72

    5. Dukungan Kegiatan Pengembangan Perstatistikan dan Sistem Informasi Pertanian

    (Bulan)

    Hingga triwulan III akhir kemajuan pelaksanaan kegiatan Dukungan Kegiatan

    Pengembangan Perstatistikan dan Sistem Informasi Pertanian sebesar 75% dari

    target 12 bulan.

  • PEMANTAUAN DAN EVALUASI CAPAIAN INDIKATOR KINERJA SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN PERTANIAN Tahun 2015

    32 | P a g e

    Tabel 45 Capaian Kinerja Dukungan Kegiatan Pengembangan Perstatistikan dan Sistem Informasi Pertanian Triwulan III

    INDIKATOR KINERJA

    TARGET

    REALISASI TRW III

    KEMAJUAN

    PELAKSANAAN (%)

    Dukungan Kegiatan Pengembangan Perstatistikan dan Sistem Informasi Pertanian

    12 Bulan 75

    8. Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian

    Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian mempunyai tugas

    melaksanakan pengelolaan perlindungan varietas tanaman serta pelayanan perizinan

    dan rekomendasi teknis pertanian.

    Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud, Pusat Perlindungan Varietas

    Tanaman dan Perizinan Pertanian menyelenggarakan fungsi:

    1. Perumusan rencana, program dan anggaran serta kerjasama

    2. Pemberian layanan permohonan hak dan pengujian perlindungan varietas tanaman,

    serta pendaftaran varietas dan sumber daya genetik tanaman

    3. Penerimaan, analisis, fasilitasi proses teknis penolakan atau pemberian izin,

    rekomendasi teknis dan pendaftaran di bidang pertanian

    4. Pelayanan penamaan, pemberian, penolakan, permohonan, pembatalan hak, serta

    pelayanan permohonan banding, konsultasi, pertimbangan dan perlindungan hukum

    perlindungan varietas tanaman dan Perizinan Pertanian

    5. Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat Perlindungan Varietas

    Tanaman dan Perizinan Pertanian

    Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian menyusun Perjanjian

    Kinerja yang ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal dan Kepala Pusat Perlindungan

    Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian. Indikator Kinerja yang terdapat pada

    Perjanjian Kinerja Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian

    sebagai berikut: (1) Laporan Data Pertanian, (2) Laporan Analisis Data Pertanian; (3)

    Pengembangan dan Pengelolaan Layanan Sistem Informasi Pertanian; (4) Jumlah

    Petugas Pengelola dan Pengumpul Data Pertanian yang Dilatih; (5) Dukungan Kegiatan

    Pengembangan Perstatistikan dan Sistem Informasi Pertanian. Capaian dari Perjanjian

    Kinerja Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian sebagai berikut:

  • PEMANTAUAN DAN EVALUASI CAPAIAN INDIKATOR KINERJA SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN PERTANIAN Tahun 2015

    33 | P a g e

    1. Jumlah Pelayanan Proses Permohonan Hak PVT

    Hingga triwulan III akhir, telah dilakukan pelayanan proses permohonan hak PVT

    sebanyak 27 varietas atau sebesar 49% dari target sebanyak 55 varietas.

    Tabel 46 Capaian Kinerja Pelayanan Proses Permohonan Hak PVT Triwulan III

    INDIKATOR KINERJA

    TARGET

    REALISASI TRW III

    KEMAJUAN

    PELAKSANAAN (%)

    Pelayanan Proses Permohonan Hak PVT (varietas)

    55 27 49

    2. Jumlah Penerbitan Sertifikat Hak PVT

    Pada triwulan III telah diterbitkan sertifikat Hak PVT sebanyak 22 sertifikat atau 49%

    dari target yang direncanakan.

    Tabel 47 Capaian Kinerja Penerbitan Sertifikat Hak PVT Triwulan III

    INDIKATOR KINERJA

    TARGET

    REALISASI

    TRW III

    KEMAJUAN

    PELAKSANAAN (%)

    Jumlah Penerbitan Sertifikat Hak PVT (sertifikat)

    45 22 49

    3. Jumlah Pelayanan Proses Penerbitan Tanda Daftar Varietas dan SDG Tanaman

    Hingga triwulan III akhir, telah diterbitkan 84 tanda daftar. Kemajuan pelaksanaan

    kegiatan sebesar 48%.

    Tabel 48 Capaian Kinerja Pelayanan Proses Penerbitan Tanda Daftar Varietas dan SDG

    Tanaman Triwulan III

    INDIKATOR KINERJA

    TARGET

    REALISASI TRW III

    KEMAJUAN

    PELAKSANAAN (%)

    Jumlah Pelayanan Proses Penerbitan Tanda Daftar Varietas dan SDG Tanaman (tanda daftar)

    175 84 48

    4. Jumlah Pemeriksaan Uji BUSS

    Hingga triwulan III akhir, belum ada pemeriksanaan Uji BUSS, dari target sebanyak

    50 varietas yang dilakukan pemeriksaan terhadap Uji BUSS.

    Tabel 49 Capaian Kinerja pemeriksanaan Uji BUSS Tanaman Triwulan III

    INDIKATOR KINERJA

    TARGET

    REALISASI TRW III

    KEMAJUAN

    PELAKSANAAN (%)

    Jumlah Pemeriksaan Uji BUSS (varietas)

    50 0 0

  • PEMANTAUAN DAN EVALUASI CAPAIAN INDIKATOR KINERJA SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN PERTANIAN Tahun 2015

    34 | P a g e

    5. Jumlah Proses Pelayanan Pendaftaran Varietas Hortikultura Dalam Rangka

    Peredaran

    Hingga triwulan III akhir, telah dilakukan 143 tanda daftar varietas hortikultura dalam

    rangka peredaran atau 72% dari target sebesar 200 tanda daftar.

    Tabel 50 Capaian Kinerja Proses Pelayanan Pendaftaran Varietas Hortikultura Dalam

    Rangka Peredaran Triwulan III

    INDIKATOR KINERJA

    TARGET

    REALISASI TRW III

    KEMAJUAN PELAKSANAAN

    (%)

    Jumlah proses pelayanan pendaftaran varietas hortikultura dalam rangka peredaran (tanda daftar)

    200 143 72

    6. Jumlah Pelayanan Proses Penerbitan Surat Izin Pupuk dan Pestisida

    Hingga triwulan III akhir, telah dilakukan penerbitan 3.686 surat izin pupuk dan

    pestisida atau 176% dari target sebesar 2.100 surat izin.

    Tabel 51 Capaian Kinerja Proses Pelayanan Penerbitan Surat Izin Pupuk dan Pestisida

    Triwulan III

    INDIKATOR KINERJA

    TARGET

    REALISASI TRW III

    KEMAJUAN

    PELAKSANAAN (%)

    Jumlah pelayanan proses penerbitan surat izin pupuk dan pestisida (surat izin)

    2.100 3.686 176

    7. Jumlah Pelayanan Proses Rekomendasi Teknis Bidang Peternakan

    Hingga triwulan III akhir, telah dikeluarkan 629 rekomendasi teknis bidang

    peternakan atau 572% dari target sebesar 110 rekomendasi.

    Tabel 52 Capaian Kinerja Proses Rekomendasi Teknis Bidang Peternakan Triwulan III

    INDIKATOR KINERJA

    TARGET

    REALISASI TRW III

    KEMAJUAN

    PELAKSANAAN (%)

    Jumlah pelayanan proses rekomendasi teknis bidang peternakan (rekomendasi)

    110 629 572

    8. Jumlah Pelayanan Proses Perizinan Pemasukan/Pengeluaran Benih Tanaman,

    SDG Tanaman, Obat Hewan dan Pakan Ternak

    Hingga triwulan III akhir, telah dikeluarkan 820 surat izin Pemasukan/Pengeluaran

    Benih Tanaman, SDG Tanaman, Obat Hewan dan Pakan Ternak atau 81% dari

    target sebesar 1.010 surat izin.

  • PEMANTAUAN DAN EVALUASI CAPAIAN INDIKATOR KINERJA SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN PERTANIAN Tahun 2015

    35 | P a g e

    Tabel 53 Capaian Kinerja Pelayanan Proses Perizinan Pemasukan/Pengeluaran Benih Tanaman, SDG Tanaman, Obat Hewan dan Pakan Ternak Triwulan III

    INDIKATOR KINERJA

    TARGET

    REALISASI TRW III

    KEMAJUAN

    PELAKSANAAN (%)

    Jumlah Pelayanan Proses Perizinan Pemasukan/Pengeluaran Benih Tanaman, SDG Tanaman, Obat Hewan dan Pakan Ternak (surat izin)

    1.010 820 81

    9. Jumlah Terbitnya Surat Izin Bidang Peternakan

    Hingga triwulan III akhir, telah dikeluarkan 339 surat izin Bidang Peternakan atau

    117% dari target sebesar 290 surat izin.

    Tabel 54 Capaian Kinerja Penerbitan Surat Izin Bidang Peternakan Triwulan III

    INDIKATOR KINERJA

    TARGET

    REALISASI TRW III

    KEMAJUAN

    PELAKSANAAN (%)

    Terbitnya surat izin bidang peternakan (surat izin)

    290 339 117

    10. Jumlah Laporan Administrasi dan Manajemen

    Laporan Administrasi dan Manajemen disusun pada akhir tahun 2015.

    Tabel 55 Capaian Kinerja Laporan Administrasi dan Manajemen Triwulan III

    INDIKATOR KINERJA

    TARGET

    REALISASI TRW III

    KEMAJUAN PELAKSANAAN

    (%)

    Administrasi dan Manajemen (laporan) 4 0 0,00

  • PEMANTAUAN DAN EVALUASI CAPAIAN INDIKATOR KINERJA SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN PERTANIAN Tahun 2015

    36 | P a g e

    BAB IV KESIMPULAN

    Secara umum pelaksanaan kegiatan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian pada

    triwulan III Tahun 2015, kemajuan pelaksanaan kegiatan sebagian besar berkisar antara 60-

    75%. Indikator Kinerja Sekjen yang sudah dinilai Laporan Keuangan Kementan dan

    Reformasi Birokrasi. Opini yang diperoleh Kementerian Pertanian atas Laporan Keuangan

    Kementan Tahun 2014 sudah dinilai yaitu Wajar Tanpa Pengecualian Dengan Paragraf

    Penjelasan (WTP-DPP), sedangkan nilai Reformasi Birokrasi Kementerian Pertanian

    sebesar 71,88.

    Secara umum pelaksanaan kegiatan pada Biro maupun Pusat di Sekretariat Jenderal

    mengalami kemajuan pelaksanaan kegiatan sebagian besar berkisar antara 0-572%.

    Progress pelaksanaan kegiatan sebesar 0% salah satunya disebabkan karena kegiatan

    tersebut berupa laporan tahunan yang baru dapat terealisasi setelah akhir tahun. Kegiatan

    yang mengalami kemajuan melebihi 100% adalah pelayanan proses penerbitan surat izin

    pupuk dan pestisida sebesar 176% dan pelayanan proses rekomendasi teknis bidang

    peternakan (rekomendasi) sebesar 572%.

    Beberapa Permasalahan dan tindaklanjutnya antara lain sebagai berikut:

    1. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mencapai sasaran reformasi birokrasi

    adalah sebagai berikut:

    a. Peningkatan kapasitas dan akuntabilitas kinerja organisasi

    b. Pemerintah yang bersih dan bebas KKN

    c. Peningkatan kualitas pelayanan publik

    2. Permasalahan yang dihadapi dalam kegiatan ini adalah: 1.) Penyusunan peraturan

    perundang-undangan memerlukan proses atau waktu yang panjang dikarenakan perlu

    harmonisasi antar instansi terkait dalam rangka pembulatan materi dan pemahaman;

    2.) Pemrakarsa dalam penyusunan peraturan perundang-undangan belum

    memprioritaskan apa yang sudah disepakati dan dituangkan dalam Program Legislasi

    Pertanian (Prolegtan). Tindak lanjut yang dilakukan adalah Evaluasi Prolegtan.

    3. Beberapa permasalahan yang dihadapi adalah terdapat beberapa kegiatan yang direvisi

    dan terdapat sidang bilateral yang dijadwal ulang. Solusinya adalah perlu koordinasi

    lebih intensif.