Bab 4 turunan senyawa alkana

of 45 /45
BAB 4 SENYAWA TURUNAN ALKANA 4.1 Gugus Fungsi 4.2 Tata Nama Senyawa Turunan Alkana 4.3 Keisomeran 4.4 Reaksi-reaksi Senyawa Karbon 4.5 Kegunaan dan Dampak Beberapa Senyawa Turunan Alkana

Transcript of Bab 4 turunan senyawa alkana

Page 1: Bab 4 turunan senyawa alkana

BAB 4

SENYAWA

TURUNAN ALKANA

4.1 Gugus Fungsi

4.2 Tata Nama Senyawa

Turunan Alkana

4.3 Keisomeran

4.4 Reaksi-reaksi Senyawa

Karbon

4.5 Kegunaan dan Dampak

Beberapa Senyawa Turunan

Alkana

Page 2: Bab 4 turunan senyawa alkana
Page 3: Bab 4 turunan senyawa alkana

Senyawa Turunan AlkanaSenyawa turunan alkana adalah senyawa yang dapat dianggap berasal dari alkana dengan satu atau lebih atom H diganti oleh gugus fungsi tertentu.

Page 4: Bab 4 turunan senyawa alkana

1. Mengidentifikasi gugus fungsi.2. Memilih rantai induk, yaitu rantai terpanjang yang

mengandung gugus fungsi.3. Menuliskan nomor, dimulai dari salah satu ujung

sedemikian sehingga posisi gugus fungsi mendapat nomorterkecil.

4. Menuliskan nama, dimulai dengan nama cabang (cabang-cabang), kemudian nama rantai induk. Cabang-cabangsejenis digabung dan dinyatakan dengan awalan di, tri, tetra, dan seterusnya. Penulisan cabang yang berbedadiurutkan sesuai dengan urutan abjad.

Tata Nama Senyawa Turunan Alkana

Page 5: Bab 4 turunan senyawa alkana

Tata Nama Alkanol (Alkohol)

a. Nama IUPAC

Nama alkanol diturunkan dari nama alkana yang sesuaidengan mengganti akhiran a menjadi ol.

Contoh:

Alkana AlkanolCH4 : metana CH3OH : metanolC2H6 : etana C2H5OH : etanol

Posisi gugus fungsi ditunjukkan bila ada kemungkinan isomer.

Page 6: Bab 4 turunan senyawa alkana

Nama Lazim

Selain nama IUPAC, alkohol sederhana jugamempunyai nama lazim, yaitu alkil alkohol.

Page 7: Bab 4 turunan senyawa alkana

Tata Nama Alkoksialkana (Eter)

Nama IUPACNama turunan alkana eter adalah alkoksialkana. Eter dianggap sebagaiturunan alkana dengan satu atom H alkana itu diganti oleh gugus alkoksi (—OR).

a. Jika gugus alkilnya berbeda, maka alkil yang terkecil dianggap sebagaigugus alkoksi, sedangkan gugus alkil lainnya dianggap sebagai alkana(sebagai induk).

b. Penomoran dimulai dari salah satu ujung rantai induk sedemikiansehingga letak gugus alkoksi mendapat nomor terkecil.

Page 8: Bab 4 turunan senyawa alkana

Nama LazimEter sederhana biasanya dinamai sebagaialkil alkil eter, yaitu nama kedua gugus alkildiikuti kata eter.

Contoh:

Page 9: Bab 4 turunan senyawa alkana

Tata Nama AlkanalNama IUPACNama alkanal diturunkan dari nama alkana yang sesuai dengan menggantiakhiran a menjadi al.

Tata nama alkanal bercabang sama seperti tata nama alkanol, tetapi posisigugus fungsi (—CHO) tidak perlu dinyatakan karena selalu menjadi atom karbon nomor satu.

Contoh:

Page 10: Bab 4 turunan senyawa alkana

Nama LazimNama lazim aldehida diturunkan dari namalazim asam karboksilat yang sesuai denganmengganti akhiran at menjadi aldehida danmembuang kata asam.

Page 11: Bab 4 turunan senyawa alkana

Tata Nama Alkanon (Keton)

Nama IUPACNama alkanon diturunkan dari nama alkana yang sesuai dengan menggantiakhiran a menjadi on.

Nama LazimNama lazim keton adalah alkil alkil keton. Kedua gugus alkil disebutsecara terpisah kemudian diakhiri dengan kata keton.

Contoh:

Contoh:

Page 12: Bab 4 turunan senyawa alkana

Tata Nama Asam (Asam Karbonat)

Nama IUPACNama asam alkanoat diturunkan dari nama alkana yang sesuai denganmengganti akhiran a menjadi oat dan memberi awalan asam.

Tata nama asam alkanoat bercabang pada dasarnya sama seperti tata namaaldehida, yakni posisi gugus fungsi tidak perlu dinyatakan

Contoh:

Alkana Asam alkanoatMetana Asam metanoatEtana Asam etanoat

Page 13: Bab 4 turunan senyawa alkana

Nama lazim asam karboksilat didasarkanpada sumber alami asam yang bersangkutan.

Misalnya, asam metanoat disebut asamformiat (asam format) atau asam semutkarena ditemukan pada semut formica rufa;

Nama Lazim

Page 14: Bab 4 turunan senyawa alkana

Tata Nama Alkil Alkanoat (Ester)

Ester turunan alkana diberi nama alkil alkanoat.

Yang disebut alkil pada nama itu adalah gugus karbon yang terikat pada atom O (gugus R), sedangkan alkanoat adalah gugus R—COO—.

Page 15: Bab 4 turunan senyawa alkana

Haloalkana adalah senyawa turunan alkanadimana satu atau lebih atom H digantikan olehatom halogen.

Nama halogen ditulis sebagai awalan dengansebutan bromo, kloro, fluoro, dan iodo.

Tata Nama Haloalkana

Page 16: Bab 4 turunan senyawa alkana

Aturan Penamaan Haloalkana

a. Jika terdapat lebih dari sejenis halogen, maka prioritaspenomoran didasarkan pada kereaktifan halogen, yaitu dalam urutan F—Cl—Br—I. Akan tetapi, penulisan namatetap berdasarkan abjad. Jadi, urutan penulisan halogen adalah bromo, kloro (chloro), fluoro, dan iodo.

b. Jika terdapat rantai samping (cabang alkil), maka halogen didahulukan.

Contoh:

Page 17: Bab 4 turunan senyawa alkana

Keisomeran

Page 18: Bab 4 turunan senyawa alkana

Keisomeran Struktur

a. Keisomeran Kerangka

Senyawa-senyawa yang merupakan isomer kerangkamempunyai rumus molekul dan gugus fungsi yang sama, tetapi berbeda rantai induknya.

Page 19: Bab 4 turunan senyawa alkana

b. Keisomeran PosisiSenyawa-senyawa yang merupakan isomer posisimempunyai rumus molekul dan gugus fungsi sertakerangka yang sama, tetapi berbeda letak (posisi) gugus fungsinya.

Page 20: Bab 4 turunan senyawa alkana

c. Keisomeran Gugus FungsiKeisomeran gugus fungsi terjadi antarsenyawa dengan rumus molekul sama, tetapi berbeda gugus fungsinya.

Terdapat 3 pasangan homolog yang mempunyai rumus umum yang sama, yaitu:

• Alkanol dengan alkoksialkana, keduanya mempunyai rumus umumCnH2n+2O.

• Alkanal dengan alkanon, keduanya mempunyai rumus umum CnH2nO2.

• Asam alkanoat dengan alkil alkanoat, keduanya mempunyai rumus umumCnH2nO2.

Page 21: Bab 4 turunan senyawa alkana

Keisomeran Ruanga. Keisomeran Geometri

Keisomeran geometris terdapat dalam senyawa yang molekulnyamempunyai bagian yang kaku, seperti ikatan rangkap.

Keisomeran geometri mempunyai dua bentuk yang ditandai dengancis dan trans.1. Cis : Gugus sejenis terletak pada sisi yang sama2. Trans : Gugus sejenis terletak berseberangan

Page 22: Bab 4 turunan senyawa alkana

Berbagai Jenis Reaksi Senyawa Karbon

a. SubstitusiPada reaksi substitusi, atom atau gugus atom yang terdapat dalam suatu molekul digantikan olehatom atau gugus atom lain.

Page 23: Bab 4 turunan senyawa alkana

Pada reaksi adisi, molekul senyawa yang mempunyai ikatan rangkap menyerap atom atau gugus atom sehingga ikatan rangkap

berubah menjadi ikatan tunggal.

Adisi

Page 24: Bab 4 turunan senyawa alkana

Pada reaksi eliminasi, molekul senyawaberikatan tunggal berubah menjadisenyawa berikatan rangkap dengan

melepas molekul kecil.

Eliminasi

Page 25: Bab 4 turunan senyawa alkana

Reaksi-reaksi Alkohol

a. Reaksi dengan Logam AktifAtom H dari gugus —OH dapat disubstitusi oleh logam aktif seperti natrium dan kalium, membentuk alkoksida dan gas hidrogen.

b. Substitusi Gugus —OH oleh HalogenGugus OH alkohol dapat disubtitusi oleh atom halogen bila direaksikandengan HX pekat, PX3 atau PX5 (X = halogen).

c. Oksidasi AlkoholAlkohol sederhana mudah terbakar membentuk gas karbon dioksida danuap air.

d. Pembentukan Ester (Esterifikasi)Alkohol bereaksi dengan asam karboksilat membentuk ester dan air.

e. Dehidrasi AlkoholJika alkohol dipanaskan bersama asam sulfat pekat akan mengalamidehidrasi (melepas molekul air) membentuk eter atau alkena.

Page 26: Bab 4 turunan senyawa alkana

Reaksi-reaksi Eter

a. PembakaranEter mudah terbakar membentuk gas karbon dioksida danuap air.

b. Reaksi dengan Logam AktifBerbeda dengan alkohol, eter tidak bereaksi dengan logamnatrium (logam aktif).

c. Reaksi dengan PCl5

Eter bereaksi dengan PCl5, tetapi tidak membebaskan HCl.

d. Reaksi dengan Hidrogen Halida (HX)Eter terurai oleh asam halida, terutama oleh HI.

Page 27: Bab 4 turunan senyawa alkana

Membedakan Alkohol dengan Eter

Alkohol dan eter dapat dibedakan berdasarkan reaksinyadengan logam natrium dan fosforus pentaklorida.

a. Alkohol bereaksi dengan logam natriummembebaskan hidrogen, sedangkan eter tidakbereaksi.

b. Alkohol bereaksi dengan PCl5 menghasilkan gas HCl, sedangkan eter bereaksi tetapi tidak menghasilkanHCl.

R–O–H + PCl5 → R–Cl + H–Cl + POCl3

R–O–R` + PCl5 → R–Cl + R`–Cl + POCl3

Page 28: Bab 4 turunan senyawa alkana

Reaksi-reaksi Aldehida

a. Oksidasi

1. Aldehida adalah reduktor kuat sehingga dapat mereduksi

oksidator-oksidator lemah. 2. Pereaksi Tollens dan pereaksi Fehling adalah dua contoh

oksidator lemah yang merupakan pereaksi khusus untukmengenali aldehida.

3. Oksidasi aldehida menghasilkan asam karboksilat.

Page 29: Bab 4 turunan senyawa alkana

b. Adisi Hidrogen (Reduksi)

Ikatan rangkap —C==O dari gugus fungsialdehida dapat diadisi gas hidrogenmembentuk suatu alkohol primer.

Page 30: Bab 4 turunan senyawa alkana

Reaksi-reaksi Ketona. Oksidasi

1. Keton merupakan reduktor yang lebih lemahdaripada aldehida.

2. Zat-zat pengoksidasi lemah seperti pereaksi Tollensdan pereaksi Fehling tidak dapat mengoksidasiketon.

3. Oleh karena itu, aldehida dan keton dapat dibedakan dengan menggunakan pereaksi-pereaksi tersebut.

Page 31: Bab 4 turunan senyawa alkana

Aldehida + pereaksi Tollens → cermin perakKeton + pereaksi Tollens → tidak ada reaksiAldehida + pereaksi Fehling → endapan merah bataKeton + pereaksi Fehling → tidak ada reaksi

Reduksi keton menghasilkan alkohol sekunder.

Page 32: Bab 4 turunan senyawa alkana

Reaksi-reaksi Asam Karboksilat

a. Reaksi Penetralan

Contoh:Asam karboksilat bereaksi dengan basa membentuk garamdan air.

CH3COOH + NaOH → NaCH3COO + H2O

b. Reaksi Pengesteran

Asam karboksilat bereaksi dengan alkohol membentuk ester. Reaksi ini disebut esterifikasi (pengesteran).

Page 33: Bab 4 turunan senyawa alkana

Reaksi-reaksi Ester

a. Ester dapat terhidrolisis dengan pengaruh asammembentuk alkohol dan asam karboksilat.

b. Reaksi hidrolisis merupakan kebalikan daripengesteran.

Contoh:Hidrolisis etil asetat menghasilkan etil alkohol dan asam asetat.

Page 34: Bab 4 turunan senyawa alkana

Reaksi-reaksi Holoalkana

a. Substitusi Atom Halogen dengan Gugus —OHAtom halogen dari haloalkana dapat diganti oleh gugus —OH jika haloalkana direaksika dengan suatu larutan basa kuat, misalnya dengan NaOH.

CH3—CH2—Cl + NaOH CH3—CH2—OH + NaCl

b. Eliminasi HXHaloalkana dapat mengalami eliminasi HX jika dipanaskan bersama suatu alkoksida.

Page 35: Bab 4 turunan senyawa alkana

Kegunaan Holoalkana

a. Haloalkana Sebagai Zat AnestesiKloroform (CHCl3) pernah digunakan secara luas sebagai zat anestesi(pembius), tetapi kini sudah ditinggalkan Kloroetana (C2H5Cl) digunakansebagai bahan anestesi lokal.

b. Haloalkana sebagai AntiseptikIodoform (CHI3) adalah suatu zat berwarna kuning, berbau khas, dan

digunakan sebagai antiseptik.

c. Haloalkana sebagai PelarutTetraklorometana (CCl4) digunakan sebagai pelarut untuk oli dan lemak

dan dalam pencucian kering (dry cleaning).

Page 36: Bab 4 turunan senyawa alkana

d. Haloalkana sebagai Bahan Pemadam ApiAlkana terhalogenasi sempurna, seperti karbon tetraklorida, CCl4, dan bromoklorodifluorometana (dikenal dengan namaBCF) dapat memadamkan api.

e. Senyawa Klorofluorokarbon (CFC) dan Freon Freon merupakan nama dagang bagi suatu golongan senyawa

klorofluorokarbon (CFC) yang digunakan sebagai cairan pendingin(refrigerant) atau sebagai propelan aerosol.

f. Berbagai Jenis Senyawa HaloalkenaVinilklorida dan kloroprena merupakan bahan dasar padaindustri plastik dan karet sintetis.

Page 37: Bab 4 turunan senyawa alkana

e. Senyawa Klorofluorokarbon (CFC) dan Freon

Freon merupakan nama dagang bagi suatu golongan senyawa klorofluorokarbon (CFC) yang digunakan sebagai cairan pendingin (refrigerant) atau sebagaipropelan aerosol.

f. Berbagai Jenis Senyawa Haloalkena

Vinilklorida dan kloroprena merupakan bahan dasarpada industri plastik dan karet sintetis.

Page 38: Bab 4 turunan senyawa alkana

Kegunaan Alkohol

a. Metanol1. Sebagian besar produksi metanol diubah menjadi metanal

(formaldehida) yang digunakan untuk membuat polimer (plastik).2. Metanol juga digunakan sebagai pelarut dan untuk membuat

senyawa organik lain, seperti ester. 3. Metanol dapat dicampurkan dengan bahan bakar bensin sampai

kadar 15% tanpa mengubah konstruksi mesin kendaraan.

b. EtanolDalam kehidupan sehari-hari, etanol dapat kita temukan dalam spiritus,

dalam alkohol rumah tangga (alkohol 70% yang digunakan sebagaipembersih luka), dalam minuman beralkohol (bir, anggur, dan wiski) atau dalam air tape.

Page 39: Bab 4 turunan senyawa alkana

Kegunaan Eter

Eter yang terpenting adalah dietil eter yang dalam kehidupansehari-hari maupun dalam perdagangan disebut eter.

c. Metil ters-butil eter (MTBE) digunakan sebagai aditifbensin, yaitu untukmenaikkan nilai oktan.

Kegunaan utama eter:a. sebagai pelarutb. obat bius (anestesi) pada operasi

dietil eter adalah obat bius yang diberikan melaluipernapasan, seperti halnya kloroform atau siklopropana.

Page 40: Bab 4 turunan senyawa alkana

Kegunaan Aldehida

Formaldehida merupakan aldehida yang paling banyakdiproduksi dan mempunyai banyak kegunaan antara lain:

2. Untuk membuat berbagai jenis plastik termoset (plastikyang tidak meleleh pada pemanasan).

1. Untuk membuat formalinFormalin yaitu larutan 40% formaldehida dalam air. Formalin digunakan untuk mengawetkan contoh biologidan juga mengawetkan mayat, tetapi tidak bolehdigunakan untuk mengawetkan makanan.

Page 41: Bab 4 turunan senyawa alkana

Kegunaan Keton

Keton yang paling banyak penggunaannya adalahpropanon, yang dalam dunia perdagangan dankehidupan sehari-hari disebut aseton.

Kegunaan utama aseton antara lain:

a. sebagai pelarut, khususnya untuk zat-zat yang kurang polar dan nonpolar.

b. sebagai pembersih pewarna kuku (kutek)

c. bahan untuk membuat parfum karena berbauharum.

Page 42: Bab 4 turunan senyawa alkana

Beberapa Asam Karboksilat dalamKehidupan Sehari-hari

a. Asam Format (Asam Semut)1. Asam format adalah cairan tak berwarna,

berbau tajam, mudah larut dalam air, alkohol, dan eter.

2. Dalam jumlah kecil juga terdapat dalamkeringat.

3. Asam format tergolong asam lemah, tetapimerupakan yang terkuat di antara asamalkanoat.

Page 43: Bab 4 turunan senyawa alkana

Asam asetat adalah asam yang terdapat dalam cuka makan.

Kadar asam asetat yang terdapatdalam cuka makan sekitar 20–25%.

b. Asam Asetat (Asam Cuka)

Page 44: Bab 4 turunan senyawa alkana

Ester

Berdasarkan jenis asam dan alkohol penyusunnya, ester lazim dikelompokkan ke dalam tiga golonganberikut.

a. Ester Buah-buahanEster yang memiliki sepuluh atom karbon atau kurang pada suhu kamar berupa zat cair yang mudah menguap dan mempunyai aroma yang sedap.

Page 45: Bab 4 turunan senyawa alkana

b. LilinLilin (wax) adalah ester dari asam karboksilatberantai panjang dengan alkohol berantaipanjang.

c. Lemak dan MinyakLemak adalah ester dari gliserol dengan asam-asam karboksilat suku tinggi. Kegunaan utamalemak adalah sebagai bahan makanan (minyakgoreng dan margarin) dan untuk membuat sabun.