BAB 2 DATA DAN ANALISA 2.1 Data &...

of 15 /15
BAB 2 DATA DAN ANALISA 2.1 Data & Literatur Data dan informasi mengenai flu burung berikut ini diperoleh dari : o Buku o Surat kabar o Majalah o Website 2.2 Hasil Survey Bila dilihat sejarahnya, flu burung sudah terjadi sejak 1960-an. Berikut kilasannya: (Patu, I., 2006, Flu Burung di Indonesia, www.infeksi.com) o 1968: Penularan virus influenza asal unggas ke manusia sudah dilaporkan sejak 1968. o 1997: Flu burung pertama kali melewati "halangan spesies” dari unggas ke manusia. Sebelumnya, flu ini hanya menyerang burung, bukan manusia. Pertama kali muncul di Hongkong dengan 18 orang dirawat di rumah sakit dan enam orang diantaranya meninggal dunia, kemudian menyebar ke Vietnam dan Korea. Jenis yang diketahui menjangkiti manusia adalah influenza A sub jenis H5N1. 6

Transcript of BAB 2 DATA DAN ANALISA 2.1 Data &...

Page 1: BAB 2 DATA DAN ANALISA 2.1 Data & Literaturlibrary.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2/2007-3-00051-DS-Bab 2_.pdf · o Surat kabar o Majalah o ... dan Thailand dengan satu identifikasi

BAB 2

DATA DAN ANALISA

2.1 Data & Literatur

Data dan informasi mengenai flu burung berikut ini diperoleh dari :

o Buku

o Surat kabar

o Majalah

o Website

2.2 Hasil Survey

Bila dilihat sejarahnya, flu burung sudah terjadi sejak 1960-an. Berikut kilasannya:

(Patu, I., 2006, Flu Burung di Indonesia, www.infeksi.com)

o 1968: Penularan virus influenza asal unggas ke manusia sudah dilaporkan sejak

1968.

o 1997: Flu burung pertama kali melewati "halangan spesies” dari unggas ke manusia.

Sebelumnya, flu ini hanya menyerang burung, bukan manusia. Pertama kali muncul

di Hongkong dengan 18 orang dirawat di rumah sakit dan enam orang diantaranya

meninggal dunia, kemudian menyebar ke Vietnam dan Korea. Jenis yang diketahui

menjangkiti manusia adalah influenza A sub jenis H5N1.

6

Page 2: BAB 2 DATA DAN ANALISA 2.1 Data & Literaturlibrary.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2/2007-3-00051-DS-Bab 2_.pdf · o Surat kabar o Majalah o ... dan Thailand dengan satu identifikasi

o 1999: Satu varian dari H5N1 yang disebut H9N2, kembali mengguncang Hongkong

dengan menginfeksi dua orang.

o 20 Mei 2001: Untuk mencegah penyebaran flu burung, 40 ribu ekor ayam

dimusnahkan di Hongkong dengan menggunakan karbondioksida.

o 7 Februari 2002: Ratusan ribu ekor ayam dan itik dimusnahkan di Hongkong.

Pemerintah setempat meminta penjualan dan impor ayam dihentikan, menyusul

merebaknya wabah flu burung. Sejak saat itu pula, H5N1 mulai menyebar di luar

teritorialnya.

o April 2003: Penyakit flu burung mewabah di Belanda.

o 15 April 2003: Kantor Kesehatan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, akan memeriksa

secara ketat semua jenis unggas dan bahan makanan hasil olahan dari unggas yang

berasal dari Belanda. Peraturan itu diberlakukan hingga negeri kincir angin itu bebas

dari penyakit flu burung. Instruksi itu sendiri dikeluarkan oleh Dirjen

Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Depkes.

o Nopember 2003: Tujuh juta ekor ayam dimusnahkan di Thailand. Sekitar 4,7 juta

ayam di Indonesia mati, 40 persen diantaranya terkena virus flu burung dan virus

New Castle.

o Desember 2003: Virus ini kembali menunjukkan aksinya di Hongkong dan

memakan satu korban.

o 22 Desember 2003: Virus flu burung menyerang unggas di Korea Selatan. Kasus flu

burung yang pertama di Korsel, ini ditemukan di peternakan itik dekat Kota

Eumseong. Korea Selatan yang sedang berusaha mengatasi penyakit flu burung (bird

flu) yang tingkat penyebarannya tinggi, menyetujui langkah-langkah untuk menahan

perkembangan penyakit tersebut dan membatasi dampaknya pada industri

7

Page 3: BAB 2 DATA DAN ANALISA 2.1 Data & Literaturlibrary.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2/2007-3-00051-DS-Bab 2_.pdf · o Surat kabar o Majalah o ... dan Thailand dengan satu identifikasi

peternakan. Virus itu, yang dapat mematikan manusia, muncul di antara ayam-ayam

di kandang peternakan sekitar 80 km (50 mil) tenggara ibukota Seoul.

o 24 Desember 2003: Pemerintah Korea Selatan memusnahkan sekitar 600 ribu ekor

ayam dan itik akibat menyebarnya virus H5N1, penyebab flu burung.

o Sepanjang 2003: Ditemukan tiga kasus flu burung pada manusia di Vietnam dan

ketiganya meninggal dunia. Dua kasus di Hongkong dengan satu diantaranya

meninggal. Kedua kasus itu mempunyai riwayat perjalanan dari Cina. Virus yang

ditemukan adalah Avian Influenza A (H5N1). Ditemukan 83 kasus pada pekerja

peternakan di Netherland, termasuk keluarganya dengan satu diantaranya meninggal.

Virus yang ditemukan adalah Avian Influenza A (H7N7). Ditemukan seorang anak

tanpa kematian di Hongkong terserang virus Avian Influenza A (H9N2).

o Januari 2004: Penyakit flu burung menyebar sampai Jepang, Korea Selatan, Vietnam

dan Thailand dengan satu identifikasi mereka menyebar dari Kamboja, Hongkong

dan Taiwan.

o 13 Januari 2004: Flu burung menewaskan jutaan ayam di Korea Selatan, Vietnam

dan Jepang.

o 24 Januari 2004, PBB memperingatkan, flu burung lebih berbahaya dari SARS,

karena kemampuan virus ini yang mampu membangkitkan hampir keseluruhan

respon bunuh diri dalam sistem imunitas tubuh manusia.

o 25 Januari 2004, Departemen Pertanian membenarkan adanya flu burung yang

masuk ke Indonesia.

o 26 Januari 2005, Wabah penyakit flu burung yang sesungguhnya telah menyerang

perunggasan nasional sejak Agustus 2003 lalu kini resmi diakui oleh pemerintah.

8

Page 4: BAB 2 DATA DAN ANALISA 2.1 Data & Literaturlibrary.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2/2007-3-00051-DS-Bab 2_.pdf · o Surat kabar o Majalah o ... dan Thailand dengan satu identifikasi

Penyebab wabah penyakit tersebut adalah virus Avian Influenza (AI) tipe A dan

dinyatakan pula telah membunuh 4,7 juta ayam di Indonesia

o 29 Januari 2004, Pemerintah menetapkan flu burung sebagai bencana darurat

nasional dan meminta persetujuan DPR untuk pengucuran dana sebesar Rp. 212

milyar untuk penanggulangannya. Pemerintah juga akan memusnahkan hewan dan

unggas lain yang positif terkena virus Avian Influensa.

2.3 Pengetahuan Dasar Flu Burung

Penyakit flu burung atau flu unggas adalah (Bird Flu, Avian Influenza) adalah suatu

penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza tipe A dan ditularkan oleh

unggas. Penyakit flu burung yang disebabkan oleh virus Avian Influenza jenis H5N1

pada unggas dikonfirmasikan telah terjadi di Republik Korea, Vietnam, Jepang,

Thailand, Kamboja, Taiwan, Laos, China, Indonesia dan Pakistan. Sumber virus diduga

berasal dari migrasi burung dan transportasi unggas yang terinfeksi.

Di Indonesia pada bulan Januari 2004 dilaporkan adanya kasus kematian ayam

ternak yang luar biasa (terutama di Bali, Botabek, Jawa Timur, Jawa Tengah,

Kalimantan Barat dan Jawa Barat). Awalnya kematian tersebut disebabkan oleh karena

virus new castle, namun konfirmasi oleh Departemen Pertanian disebabkan oleh virus

flu burung (Avian Influenza (AI)). Jumlah unggas yang mati akibat wabah penyakit flu

burung di 10 propinsi di Indonesia sangat besar, yaitu 3.842.275 ekor dan yang paling

tinggi jumlah kematiannya adalah propinsi Jawa Barat (1.451.247 ekor). Pada bulan Juli

2005, penyakit flu burung telah merenggut 3 nyawa warga Tangerang Banten. Hal ini

9

Page 5: BAB 2 DATA DAN ANALISA 2.1 Data & Literaturlibrary.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2/2007-3-00051-DS-Bab 2_.pdf · o Surat kabar o Majalah o ... dan Thailand dengan satu identifikasi

didasarkan pada hasil pemeriksaan laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan

Depkes Jakarta dan laboratorium rujukan WHO di Hongkong.

1. Penyebab

Penyebab flu burung adalah virus influenza tipe A. Virus influenza termasuk famili

Orthomyxoviridae. Virus influenza tipe A dapat berubah-ubah bentuk (Drift, Shift) dan

dapat menyebabkan epidemi dan pandemi. Virus influenza tipe A terdiri dari

Hemaglutinin (H) dan Neuramidase (N), kedua huruf ini digunakan sebagai identfikasi

kode subtype flu burung yang banyak jenisnya. Pada manusia hanya terdapat jenis

H1N1, H2N2, H3N3, H5N1, H9N2, H1N2, H7N7. Sedangkan pada binatang H1-H5 dan

N1-N9.

Strain yang sangat virulen/ganas dan menyebabkan penyakit flu burung adalah dari

tipe subtype A H5N1. Virus tersebut dapat bertahan hidup di air sampai 4 hari pada suhu

22 ° C dan lebih dari 30 hari pada 0° C. Virus akan mati pada pemanasan 60° C selama

30 menit atau 56° C selama 3 jam dan dengan detergent, disinfektan, misalnya formalin,

serta cairan yang mengandung iodine.

2. Gejala

Gejala flu burung dapat dibedakan pada unggas dan manusia.

a. Gejala pada unggas

o Jengger berwarna biru

o Borok di kaki

o Kematian mendadak

b. Gejala pada manusia

10

Page 6: BAB 2 DATA DAN ANALISA 2.1 Data & Literaturlibrary.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2/2007-3-00051-DS-Bab 2_.pdf · o Surat kabar o Majalah o ... dan Thailand dengan satu identifikasi

o Demam (suhu badan di atas 38° C)

o Batuk dan nyeri tenggorokan

o Radang saluran pernapasan atas

o Pneumonia

o Infeksi mata

o Nyeri otot

3. Masa Inkubasi

o Pada unggas : 1 minggu

o Pada manusia : 1-3 hari, masa infeksi 1 hari sebelum sampai 3-5 hari sudah

timbul gejala. Pada anak sampai 21 hari.

4. Penularan

Flu burung menular dari unggas ke unggas, dari unggas ke manusia. Penyakit ini

dapat menular melalui udara yang tercemar virus H5N1 yang berasal dari kotoran atau

sekreta burung atau unggas yang menderita flu burung. Penularan dari unggas ke

manusia juga dapat terjadi jika manusia telah menghirup udara yang mengandung virus

flu burung atau kontak langsung dengan unggas yang terinfeksi flu burung.

Sampai saat ini tidak ada bukti yang menyatakan bahwa virus flu burung dapat

menular dari manusia ke manusia dan menular melalui makanan. (Badan Penelitian dan

Pengembangan Kesehatan, Depkes RI, 2005, Flu Burung, www.litbang.depkes.go.id)

11

Page 7: BAB 2 DATA DAN ANALISA 2.1 Data & Literaturlibrary.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2/2007-3-00051-DS-Bab 2_.pdf · o Surat kabar o Majalah o ... dan Thailand dengan satu identifikasi

2.4 Flu Burung di Indonesia

Ada dugaan kuat perjalanan unggas yang terinfeksi flu burung melalui Jalur

Pantura-Indonesia, khususnya Kabupaten Indramayu yang menjadi daerah yang rawan

terhadap berjangkitnya virus penyebab penyakit berbahaya flu burung. Hal itu

disebabkan wilayah udaranya selama ini menjadi jalur lalu lintas migrasi jutaan burung

setiap pergantian musim. Burung dari Australia atau Eropa, dalam perjalanan migrasinya

yang menempuh ribuan kilometer, mengambil Kepulauan Rakit sebagai tempat

peristirahatan atau transit. Pulau Rakit Utara, Gosong dan Rakit Selatan atau Pulau

Biawak menjadi tempat persinggahan burung-burung itu. Di pulau-pulau itu, jutaan ekor

burung tinggal cukup lama, 2-2,5 bulan. Di tempat peristirahatan itu, burung - burung

bereproduksi, kawin dan banyak juga yang sampai menetaskan telurnya. (Patu, I., 2006,

Flu Burung di Indonesia, www.infeksi.com)

Indonesia merupakan negara paling parah terserang penyakit mematikan yang

disebabkan oleh virus H5N1. Sejak kasus flu burung pertama ditemukan pertengahan

2005 lalu di Indonesia, telah 84 orang terjangkit, 64 diantaranya meninggal. Jumlah

korban meninggal di Indonesia ini merupakan yang tertinggi di dunia. (widhoroso,

Minggu, 11 Februari 2007, Korban Meninggal akibat Flu Burung Bertambah,

www.media-indonesia.com). Sembilan provinsi yang beresiko tinggi menjadi daerah

jangkitan flu burung yakni DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Lampung,

Sumatera Barat, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan dan Jawa Timur (www.pdpersi.co.id).

12

Page 8: BAB 2 DATA DAN ANALISA 2.1 Data & Literaturlibrary.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2/2007-3-00051-DS-Bab 2_.pdf · o Surat kabar o Majalah o ... dan Thailand dengan satu identifikasi

2.5 Dampak Flu Burung

Wabah flu burung (avian influenza) melanda berbagai negara di dunia. Hal ini

membuat negara-negara di dunia sibuk melakukan berbagai langkah antisipasi dan

pengobatan. Jumlah korban akibat penyakit ini pun terus berjatuhan.

Kondisi serupa juga terjadi di Indonesia. Jumlah pasien suspect flu burung semakin

banyak yang dirawat di RS Penyakit Infeksi Sulianto Saroso, Jakarta. Beberapa di antara

mereka berhasil disembuhkan. Namun banyak pula yang jiwanya tak tertolong.

Dampak ekonomi flu burung sekarang mulai dikhawatirkan oleh puluhan peternak

unggas, terutama ayam, di Indonesia. Mereka mengalami kerugian puluhan juta rupiah

akibat penularan virus tersebut. Sebagian besar peternak yang mengalami kerugian

adalah peternak kecil, sehingga mereka tidak mampu melakukan penanggulangan secara

benar. Para peternak kecil itu hanya mampu melakukan pemusnahan massal, karena

tidak mampu membeli vaksin impor yang bisa menetralisir virus flu burung. Selain itu,

Pemerintah harus melakukan tindakan pencegahan agar virus tidak menular kepada

manusia. Apabila hal itu terjadi, maka negara ini akan mengalami masalah lebih serius.

Saat ini dampak ekonomi penyebaran flu burung secara nasional memang belum

terasa secara langsung. Namun masalah ini berkembang lebih serius, ketika banyak

peternak unggas yang mempertanyakan nasib mereka pasca pemusnahan ternak, lantaran

kerugian yang dialaminya tidak sedikit. (Anton A. Setyawan, 2005, Dampak Ekonomi

Flu Burung, www.suaramerdeka.com)

13

Page 9: BAB 2 DATA DAN ANALISA 2.1 Data & Literaturlibrary.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2/2007-3-00051-DS-Bab 2_.pdf · o Surat kabar o Majalah o ... dan Thailand dengan satu identifikasi

2.6 Upaya Pencegahan

Upaya pencegahan pada unggas : pemusnahan unggas/burung yang terinfeksi flu

burung, vaksinasi pada unggas yang sehat.

Upaya pencegahan pada manusia kelompok berisiko tinggi (pekerja peternakan dan

pedagang): mencuci tangan dengan desinfektan dan mandi sehabis bekerja, hindari

kontak langsung dengan ayam atau unggas yang terinfeksi flu burung, menggunakan alat

pelindung diri. (contoh : masker dan pakaian kerja), meninggalkan pakaian kerja

ditempat kerja, membersihkan kotoran unggas setiap hari, imunisasi.

Upaya pencegahan pada masyarakat umum: menjaga daya tahan tubuh dengan

memakan makanan bergizi & istirahat cukup, mengolah unggas dengan cara yang benar,

yaitu : pilih unggas yang sehat (tidak terdapat gejala-gejala penyakit pada tubuhnya),

memasak daging ayam sampai dengan suhu ± 800 °C selama 1 menit dan pada telur

sampai dengan suhu ± 640 °C selama 4,5 menit. Basuh tangan sesering mungkin,

penjamah sebaiknya juga melakukan disinfeksi tangan (dapat dengan alcohol 70%, atau

larutan pemutih/khlorin 0,5%untuk alat2/instrumen). Lakukan pengamatan pasif

terhadap kesehatan mereka yang terpajan dan keluarganya. Perhatikan keluhan-keluhan

seperti Flu, radang mata, keluhan pernafasan.

Petunjuk bagi penduduk yang tinggal di daerah yang tertular flu burung

1. Sebaiknya menghindari kontak dengan ayam, bebek dan unggas lainnya kecuali

sangat perlu. Ini adalah cara terbaik untuk mencegah infeksi oleh flu burung.

2. Anak anak memiliki resiko yang lebih tinggi karena mungkin mereka bermain di

tempat di mana unggas berada.

14

Page 10: BAB 2 DATA DAN ANALISA 2.1 Data & Literaturlibrary.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2/2007-3-00051-DS-Bab 2_.pdf · o Surat kabar o Majalah o ... dan Thailand dengan satu identifikasi

3. Hindari kontak dengan unggas jenis apapun, dengan bulu bulunya, kotoran maupun

limbahnya.

4. Jangan memelihara unggas sebagai hewan kesayangan.

5. Cucilah tangan dengan air dan sabun setiap sesudah bersentuhan dengan unggas.

6. Jangan tidur di dekat tempat pemeliharaan unggas.

7. Jangan memindahkan unggas baik yang hidup maupun yang mati dari satu tempat ke

tempat lain, bahkan sekalipun anda kira unggas tersebut sehat.

8. Menangani unggas di daerah tertular harus dilakukan ditempat, tanpa

memindahkannya ke luar dari area tersebut.

9. Jangan memasak unggas berasal dari daerah tertular untuk makanan keluarga

maupun hewan peliharaan anda.

10. Apabila anda secara tidak sengaja kontak dengan unggas di daerah tertular, seperti

misalnya menyentuh badan unggas, feses atau kotoran unggas yang lain, atau

berjalan di atas tanah di mana ada kotoran unggasnya, cucilah tangan sampai bersih

memakai air dan sabun sesudah setiap kontak. Lepaskan sepatu di luar rumah dan

dibersihkan. Periksa suhu tubuh anda sekali setiap hari selama 7 hari. Apabila anda

demam ( di atas 37.5 oC), periksakan diri anda ke dokter atau ke rumah sakit

terdekat dengan segera.

11. Anak anak di jaga agar tidak mendekati unggas yang sakit atau mati.

12. Apabila anda harus menangani unggas yang mati atau sakit, pakailah alat pelindung,

seperti masker, goggle (pelindung mata), sepatu boot, sarung tangan

13. Apabila anda baru pertama kali mendapati unggas yang sakit atau mati dan tidak

yakin situasinya, segera beritahu petugas yang berwenang dan serahkan penangan

unggas tersebut kepada ahlinya.

15

Page 11: BAB 2 DATA DAN ANALISA 2.1 Data & Literaturlibrary.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2/2007-3-00051-DS-Bab 2_.pdf · o Surat kabar o Majalah o ... dan Thailand dengan satu identifikasi

14. Apabila mungkin, mintalah jasa petugas yang ahli untuk membantu dekontaminasi

kebun atau kandang ayam.

15. Unggas yang mati harus dikubur dengan aman

16. Pembersihan yang efektif akan menghilangkan bulu bulu atau feses yang tertinggal

di kandang.

17. Lakukan semua tindakan pencegahan untuk memastikan bahwa unggas atau produk

asal unggas diproses dengan benar dan aman untuk di konsumsi. Ayam diproses

secara higienis dan di masak sampai matang, contohnya: sudah tidak ada lagi cairan

berwarna kemerahan, ayam dianggap aman untuk di makan. Telur juga bisa

membawa bibit penyakit, seperti misalnya virus flu burung di bagian dalam telur

maupun di kulit luarnya. Telur mentah dan kulit telur harus ditangani dengan hati

hati. Cucilah kulit telur dengan air sabun dan cucilah tangan setelahnya. Telur yang

dimasak sampai matang (direbus selama 5 menit pada temperature 70oC) tidak akan

menularkan virus flu burung apabila dimakan.

Pengobatan bagi penderita flu burung adalah: oksigenasi bila terdapat sesak napas,

hidrasi dengan pemberian cairan parenteral (infus), pemberian obat anti virus oseltamivir

75 mg dosis tunggal selama 7 hari, Amantadin diberikan pada awal infeksi, sedapat

mungkin dalam waktu 48 jam pertama selama 3-5 hari dengan dosis 5 mg/kg BB perhari

dibagi dalam 2 dosis. Bila berat badan lebih dari 45 kg diberikan 100 mg 2 kali sehari

(www.iwandarmansjah.web.id).

16

Page 12: BAB 2 DATA DAN ANALISA 2.1 Data & Literaturlibrary.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2/2007-3-00051-DS-Bab 2_.pdf · o Surat kabar o Majalah o ... dan Thailand dengan satu identifikasi

2.7 Profil Penyelenggara

Departemen Kesehatan merupakan unsur pelaksana Pemerintah di bidang kesehatan,

dipimpin oleh Menteri Kesehatan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada

Presiden. Departemen Kesehatan mempunyai tugas membantu Presiden dalam

menyelenggarakan sebagian tugas pemerintahan di bidang kesehatan.

Dalam melaksanakan tugasnya, Departemen Kesehatan menyelenggarakan fungsi :

1. pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang kesehatan

2. pembinaan dan koordinasi pelaksanaan tugas serta pelayanan administrasi

Departemen

3. pelaksanaan penelitian dan pengembangan terapan serta pendidikan dan pelatihan

tertentu dalam rangka mendukung kebijaksanaan di bidang kesehatan

4. pelaksanaan pengawasan fungsional

17

Page 13: BAB 2 DATA DAN ANALISA 2.1 Data & Literaturlibrary.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2/2007-3-00051-DS-Bab 2_.pdf · o Surat kabar o Majalah o ... dan Thailand dengan satu identifikasi

2.8 Data-data Penelitian dari organisasi yang menangani virus flu burung di

Indonesia

Data dari Koalisi untuk Indonesia Sehat

Korban meninggal akibat flu burung di Indonesia bertambah lagi. Sampai dengan 26

Januari 2007, di Indonesia tercatat jumlah 81 kasus flu Burung, dan 63 diantaranya

meninggal dunia (www.depkes.go.id). Data WHO hingga 4 November 2006

menunjukan telah terjadi 256 kasus flu burung dan 151 di antaranya meninggal dunia.

Indonesia adalah negara dengan angka kematian tertinggi akibat flu burung, 55 kematian

dari 72 pasien. Sebagai perbandingan, di Vietnam dari 93 penderita yang terinfeksi,

hanya 42 orang yang meninggal (Kompas, 12/6).

Beberapa negara yang juga terjangkit flu burung adalah Vietnam, Thailand, China, Turki

dan Kamboja (Kompas, 4/10). Tanggal 21 Januari 2007, tercatat korban positif flu

burung di Indonesia menjadi 80 orang. Pada hari yang sama, salah seorang orang pasien

berinisial O meninggal di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso(Suara

Pembaruan, 21/1).

Menteri Kesehatan Mengungkapkan Angka kematian (CFR) di Indonesia mencapai

75 persen. Dari semua provinsi yang ada, 27 Provinsi dinyatakan sebagai daerah Endemi

Flu Burung sedangkan delapan provinsi lainnya ditetapkan sebagai wilayah terinfeksi flu

burung (Kompas, 20/6). Secara keseluruhan, tercatat 178 daerah Kabupaten/Kota telah

tertular. Dari semua daerah ini, terdapat sembilan daerah yang menjadi perhatian khusus

penanganan pemerintah yakni Jambi, Lampung, Banten, Jabar, DKI Jakarta, Jateng,

Jatim, Yogyakarta, dan Sulsel (Kompas, 14/6). Sementara itu, Menteri Pertanian Anton

Apriyantono mengungkapkan, wilayah yang tertular virus flu burung, sejak Agustus

18

Page 14: BAB 2 DATA DAN ANALISA 2.1 Data & Literaturlibrary.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2/2007-3-00051-DS-Bab 2_.pdf · o Surat kabar o Majalah o ... dan Thailand dengan satu identifikasi

2003 hingga Januari 2007, mencapai 30 provinsi, yang mencakup 223 kabupaten/kota

(Suara Pembaruan, 31/1)

Data dari Departemen Kesehatan RI

Sampai dengan 7 Februari, berdasarkan hasil pemeriksaan Laboratorium Badan

Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Depkes dan NAMRU-2, jumlah

kasus flu burung positif bertambah 2 kasus yakni dari Jakarta Pusat dan Bantargebang

Kab. Bandung, Jabar. Dengan demikian sampai 7 Februari 2007, total jumlah kasus

positif Flu Burung di Indonesia mencapai 83 kasus, 63 diantaranya meninggal dunia.

Demikian laporan perkembangan Flu Burung di Indonesia yang diterima Pusat

Komunikasi Publik dari Posko Flu Burung Ditjen PP dan PL Departemen Kesehatan,

Rabu, 7 Februari 2007.

Tambahan 2 kasus positif adalah Ds (L, 30 th), alamat Bantar Gebang Kab. Bandung,

mulai sakit 28 Januari 2007 dengan gejala panas, batuk, sesak napas dan ada riwayat

kontak dengan unggas. Masuk Rumah sakit HS Bandung 31 Januari 2007, saat ini yang

bersangkutan masih dirawat di RS tersebut.

I (P, 15 th) alamat Jl. Bandung 10 Menteng Jakarta, mulai sakit 31 Januari 2007 dengan

gejala panas, batuk, sakit tenggorokan dan batuk serta ada riwayat kontak dengan

unggas yang mati. Masuk rumah sakit P Jakarta tanggal 5 Februari 2007, saat ini yang

bersangkutan masih dirawat di RS tersebut.

Total penyebaran kasus positif terjangkit H5N1 pada manusia adalah : DKI Jakarta

dengan 21 kasus, 18 meninggal, Banten dengan 12 kasus, 10 meninggal, Jawa Barat

dengan 27 kasus, 21 meninggal, Jawa Tengah dengan 5 kasus, 4 meninggal, Jawa Timur

dengan 5 kasus, 3 meninggal, Sumatera Utara dengan 7 kasus, 6 meninggal, Sumatera

19

Page 15: BAB 2 DATA DAN ANALISA 2.1 Data & Literaturlibrary.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2/2007-3-00051-DS-Bab 2_.pdf · o Surat kabar o Majalah o ... dan Thailand dengan satu identifikasi

Barat dengan 2 kasus (hidup), Lampung dengan 3 kasus (hidup), Sulawesi Selatan

dengan 1 kasus meninggal.

Data Kasus Flu Burung di Indonesia Positif Meninggal

DKI Jakarta 21 18

Banten 12 10

Jawa Barat 27 21

Jawa Tengah 5 4

Jawa Timur 5 3

Sumatera Utara 7 6

Sumatera Barat 2 0

Lampung 3 0

Sulawesi Selatan 1 1

20