BAB 1 Hipertensi Kehamilan new.docx

download BAB 1 Hipertensi Kehamilan new.docx

of 31

  • date post

    18-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    60
  • download

    0

Embed Size (px)

description

BAB 1 Hipertensi Kehamilan new.docx

Transcript of BAB 1 Hipertensi Kehamilan new.docx

BAB 1PENDAHULUAN1.1 Latar BelakangParagraf pertama diawali fenomena dan di akhiri oleh masalah.Hipertensi banyak ditemukan pada Ibu hamil dimana tekanan atau stimulus negatif sebagai bahan baku stress akan diterima oleh bagian otak yang disebut sistem limbik yang memiliki peranan penting dalam sistem tubuh yang berhubungan langsung dengan sistem otonom dan bagian-bagian penting lainnya dalam otak. Akibatnya, emosi negatif menimbulkan kecemasan dan ketegangan untuk kemudian mengakibat sistem berantai dalam mekanisme tubuh. Ketika tubuh memproduksi adrenalin, ia juga mengeluarkan hormon kortisol. Naiknya kortisol akan melumpuhkan sistem kekebalan tubuh sehingga tubuh ibu hamil menjadi rentan terhadap berbagai penyakit dan gangguan hipertensi. hipertensi sering terjadi pada wanita nulipara. Sementara itu, Wanita yang lebih tua memperlihatkan peningkatan insiden hipertensi kronis seiring dengan penambahan usia, dan beresiko lebih besar mengalami preeklamsia pada hipertensi kronik. Dengan demikian, wanita di kedua ujung usia reproduksi dianggap lebih rentan. (Cunningham, 2006) .Sejauh ini kejadian Hipertensi pada Ibu Hamil yang mengalami kecemasan di Puskesmas Jagir belum dapat di jelaskan.Paragraf kedua narasi yang menguatkan masalahKecemasan memicu adrenalin yang mengeluarakan hormone kortisol secara berlebihan, sehingga rentang terhadap gangguan hipertensi. Hipertensi pada ibu hamil berpotensi membahayakan baik bagi dirinya dan janinya. Jika hipertensi kehamilan tidak ditangani secara tepat bisa mengarah kegangguan pre-eklamsi atau eklamsia serta berisiko terjadinya abortus pada janin. Penulisan ini mempaparkan keterkaitan antara kecemasan yang terjadi pada ibu hamil yang berpotensi memicu kejadian hipertensi dalam upaya meminimalisir angka kejadian hipertensi dan resiko kematian ibu dan janin. Hipertensi kehamilan dapat mempersulit 5-10% kehamilan Ibu, bersama perdarahan dan infeksi, sehingga membentuk trias yang mematikan bagi Ibu hamil. Hipertensi kehamilan juga menyumbang 16% kematian dari total kematian Ibu secara sistemik menurut data dari WHO ( World Health Organization ), lebih tinggi dari pada penyebab utama lainnya seperti perdarahan sebanyak 13%, aborsi sebanyak 18%, dan sepsis sebanyak 2% ( Norman & Gary, 2011 ).

Paragraf ketiga kronologi masalah

Sebagian besar hasil akhir kehamilan yang buruk yang berkaitan dengan hipertensi dapat dicegah dengan pengawasan pranatal yang baik dan pengobatan jika diperlukan.

Paragraf keempat narasi singkat dari kerangka konseptual

Ibu hamil merupakan saat yang ....Dimana saat kehamilan, terjadi berbagai respon psikologi di antaranya terjadinya penurunan respon imun yang menyebabkan gangguan pada sistem pertahan tubuh ibu. Akibat penurunan sistem pertahan tubuh timbul hipertensi yang bila pada saat kehamilan tidak terkontrol dapat menyebabkan preeklamsia. Dengan penatalaksanaan yang optimal antara lain ....

1.2 Rumusan MasalahApakah ada hubungan faktor kecemasan terhadap kejadian hipertensi pada masa kehamilan di pukesmas jagir surabaya?1.3 Tujuan 1.3.1 Tujuan UmumMenjelaskan ada hubungan faktor kecemasan terhadap kejadian hipertensi pada masa kehamilan di pukesmas jagir Surabaya.1.3.2 Tujuan Khusus1. Menjelaskan faktor kecemasan kehamilan2. Menjelaskan konsep ibu hamil3. Menjelaskan hipertensi kehamilan 4. Menjelaskan penatalaksanaan 1.4 Manfaat Penelitian1.4.1 Manfaat TeoritisDiharapkan ibu hamil dapat mengetahui, memahami dan mengontrol terjadinya kecemasan selama masa kehamilan yang dapat mengakibatkan timbulnya kejadian hipertensi. 1.4.2 Manfaat Praktis1. Bagi PenelitiHasil dari penelitian ini dapat menjadi sumber informasi, acuan atau gambaran, serta sumber data untuk penelitian selanjutnya.2. Bagi InstitusiHasil penelitian ini dapat digunakan untuk pengembangan penelitian selanjutnya dan merupakan masukan bahan dokumen ilmiah.3. Bagi Profesi KeperawatanSebagai bahan masukan dalam upaya untuk meningkatkan pengetahuan dalam Kejadian hipertensi pada masa kehamilan yang di pengaruhi dari faktor kecemasan. 4. Bagi Ibu Hamil dan MasyarakatPenelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan bagi ibu hamil dan masyarakat untuk mengetahui faktor kecemasann pada ibu hamil yang kemungkinan besar berakibat pada kejadian hipertensi.

BAB 2TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Konsep Ibu Hamil 2.1.1 Pengertian Kehamilan Kehamilan adalah penyatuan sperma dari laki-laki dan ovum dari perempuan. Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari pertama haid terakhir. Kehamilan dibagi dalam tiga triwulan yaitu triwulan pertama dimulai dari konsepsi sampai 3 bulan, triwulan kedua dari bulan ke-4 sampai ke-6, triwulan ketiga dari bulan ke- 7 sampai ke-9 (Adriaansz, Wiknjosastro dan Waspodo, 2007).Kehamilan didefinisikan sebagai persatuan antara sebuah telur dan sebuah sperma, yang menandai awal suatu peristiwa yang terpisah, tetapi ada suatu rangkaian kejadian yang mengelilinginya. Kejadiankejadian itu ialah pembentukan gamet (telur dan sperma), ovulasi (pelepasan telur), penggabungan gamet dan implantasi embrio di dalam uterus. Jika peristiwa ini berlangsung baik, maka proses perkembangan embrio dan janin dapat dimulai (Bobak, 2005).Sikap terhadap berat dan bentuk tubuh selama kehamilan memiliki dampak yang penting terhadap kenaikan berat badan selama kehamilan dan kesehatan mental ibu setelah melahirkan (Rubin, 2005). Sebagaimana diketahui bahwa kenaikan berat badan yang ideal pada perempuan selama kehamilan adalah sekitar 6,5 16,5 kilogram. Kenaikan berat badan di bawah ataupun di atas rentang tersebut akan menimbulkan masalah pada kesehatan ibu dan janin Selain itu, kekhawatiran tentang berat badan dan bentuk tubuh selama kehamilan juga berhubungan dengan distres postpartum (Abraham & Walker dalam Rubin, 2005).2.1.2 Gejala dan Tanda KehamilanSejumlah temuan dan gejala klinis mungkin mengisyaratan kehamilan dini. 1. Berhentinya haid Berhentinya haid pada seorang wanita sehat usia subur yang sebelumnya mendapat haid spontan, siklis dan teratur merupakan isyarat kuat kehamilan, lama siklus ovarium dan karenanya haid cukup bervariasi di antara wanita, dan bahkan pada wanita yang sama. Karena itu, amenore bukan merupakan indikasi yang handal untuk kehamilan sampai 10 hari atau lebih setelah awitan perkiraan haid. (Cunningham.2012)2. Perubahan pada mukus serviksMukus serviks yang telah mengering dan diperiksa di bawah mikroskop memiliki pola khas yang bergantung pada stadium siklus ovarium dan ada tidaknya kehamilan. Kristalisasi mukus yang penting untuk pembentukan pola daun pakis bergantung pada peningkatan kadar natrium klorida. Mukus serviks relatif kaya akan natrium klorida ketika yang dihasilkan adalah estrogen bukan progesterone. Karena itu sekitar hari ke-7 sampai ke-18 daur, terlihat pola daun pakis. (Cunningham.2012)Sebaliknya, sekresi progesteron meskipun tanpa penurunan sekresi estrogen cepat menurunkan kadar natrium klorida ke kadar yang menghambat pembentukan pola daun pakis tersebut. Selama kehamilan, progesteron biasanya menimbulkan efek serupa, meskipun jumlah esterogen yang dihasilkan sangat besar. Setelah sekitar hari ke-21, terbentuk pola yang berbeda berupa gambaran manik-manik atau seluler. Pola bermanik-manik ini juga biasanya dijumpai selama kehamilan. Karena itu, mukus encer dalam jumlah besar dengan pola daun pakis ketika dikeringkan memperkecil kemungkinan adanya kehamilan dini. (Cunningham.2012)3. Perubahan payudara Perubahan anatomis pada payudara menjadi kurang nyata pada multipara, yang payudaranya mengandung sejumlah kecil bahan seperti susu atau kolostrum selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun setelah pelahiran anak mereka yang terakhir mereka, khususnya jika anaknya disusui. (Cunningham.2012)4. Mukosa VaginaSelama kehamilan, mukosa vagina biasanya tampak merah keunguan atau agak gelap dan mengalami bendungan tanda Chadwick, yang dipopulerkan olehnya pada tahun 1886. Meskipun merupakan isyarat kuat, tanda ini konklusif. (Cunningham.2012)5. Perubahan kulit Peningkatan pigmentasi dan perubahan pada strie abdomen juga sering terjadi pada kehamilan. Tanda-tanda ini mungkin tidak terjadi pada kehamilan, atau muncul pada wanita yang mendapat kontrasepsi estrogen-progestin. (Cunningham.2012)6. Perubahan pada uterus Selama beberapa minggu pertama kehamilan, penambahan ukuran uterus terutama terbatas pada garis tengah anteroposterior. Pada minggu ke-12, korpus uterus hampir membulat dengan garis tengah rerata 8 cm. pada pemeriksaan bimanual, organ ini terasa lembut atau elastik dan kadang menjadi sangat lunak. Pada usia haid 6 sampai 8 minggu, serviks teraba padat yang berbeda dari fundus yang kini lembut dan isthmus yang melunak tanda hegar. Melunaknya isthmus mungkin sedemikian mencolok sehingga serviks dan korpus uterus seolah-olah terpisah. (Cunningham.2012)Dalam menggunakan stetoskop untuk auskultasi, dapat terdengar uterine souffl pada bulan-bulan terakhir kehamilan. Ini adalah bunyi lembut bertiup yang sinkron dengan nadi ibu. Bunyi ini dihasilkan oleh mengalirnya darah melalui pembuluh-pembuluh uterus yang melebar dan paling jelas terdengar dibawah uterus. Sebaliknya, funic souffl adalah bunyi bersiul tajam sinkron dengan nadi janin. Buyi ini disebabkan oleh derasnya darah yang mengalir melalui arteri umbilikalis dan mungkin tidak selalu terdengar. (Cunningham.2012)7. Perubahan pada serviks Serviks menjadi semakin lunak seiring dengan kemajuan kehamilan. Keadaan lain, misalnya kontrasepsi estrogen-progestin, juga dapat menyebabkan pelunakan ini. Seiring dengan perkembangan kehamilan, ostium serviks eksternum dan kanalis servikalis mungkin menjadi cukup lunak sehingga dapat dimasuki oleh ujung jari tangan. Namun,ostium internum seyogianya tetap tertutup. (Cunningham.2012)8. Persepsi gerakan janinPersepsi gerakan janin oleh ibu dapat bergantung pada beberapa factor, misalnya