ASUHAN KEPERAWATAN Gangguan Haid New Fix

download ASUHAN KEPERAWATAN Gangguan Haid New Fix

of 27

  • date post

    17-Feb-2015
  • Category

    Documents

  • view

    506
  • download

    51

Embed Size (px)

Transcript of ASUHAN KEPERAWATAN Gangguan Haid New Fix

ASUHAN KEPERAWATAN GANGGUAN MENSTRUASI

1.1 Dismenorrhoe 1. Definisi Dismenore (nyeri menstruasi), yaitu nyeri di perut bawah, menyebar ke daerah pinggang, dan paha. Nyeri ini timbul lama sebelumnya atau bersama-sama dengan permulaan haid dan berlangsung beberapa hari sebelum dan selama menstruasi. (Winkjosastro, 2007) Disminore adalah nyeri selama haid yang dapat dirasakan di perut bawah atau pinggang, dapat bersifat seperti malas-malas, ngily seperti ditusuk-tusuk (Prawiraharjo, 1994) Dismenore dibagi menjadi 2 yaitu dismenore prime dan sekunder: -Dismenorea primer adalah nyeri haid yang dijumpai tanpa kelainan alat genital yang nyata, atau tidak ada hubungan dengan kelainan genekologik dan merupakan cirri-ciri siklus ovulasi dan biasanya timbul stelah 12 bulan atau lebih setelah menarche. Rasa nyeri timbul tidak lama sebelumnya bersama-sama dengan permulaan haid dan berlangsung beberapa hari. Sifat rasa nyeri ialah seperti kejang yang biasanya terbatas pada perut bawah tetapi dapat menyebar ke daerah pinggang dan paha. Bersamaan dengan rasa nyeri dijumpai rasa mual muntah, sakit kepala, diare, iritabilitas, dan sebagainya. -Desmenorea sekunder adalah rasa nyeri yang diakibatkan oleh penyebab ganguan klinik. Rasa sakit yang muncul pada desminora ini berkaitan dengan hormon prostaglandin. Karena kenyataannya prostaglandin banyak dihasilkan rahim bila ada benda asing di salam rahim seperti alat KB, atau tumor. Prostaglandin berpengaruh dalam meningkatkan kontraksi otot rahim yang bertujuan mendorong benda asing itu keluar. Kelihatannya kontraksi otot rahim meningkat selama haid, dan rendakontraksi pada masa lutheal. 2. Penyebab Desminore Primer: Penyebabnya tidak jelas, tetapi yang pasti selalu berkaitan dengan pelepasan selsel telur (ovulasi) dari kelenjar indung telur (ovarium), sehingga dianggap berhubungan dengan ganggua keseimbangan hormone. Adapun factor penyebab nyeri menstruasi ini antara lain, -Faktor psikis Remaja dan ibu-ibu emosinya tidak stabil sehingga mudah mengalami nyeri menstruasi -Faktor endokrin Timbulnya nyeri menstruasi diduga karena kontraksi rahim uters yang berlebihan. -Faktor prostaglandin Teori ini menyatakan nyeri menstruasi timbul karena peningkatan produksi prostaglandin (oleh dinding rahin) saat menstruasi.1

Desminore Sekunder -Rahim kurang sempurna karena ukurannya terlalu kecil -Posisi rahim yang tidak normal -Adanya tumor dalam rongga rahim, misalnya myoma uteri -Adanya tumor dalam rongga panggul, terutama tumor fibroid, yang letaknya dekat permukaan selaput lender rahim, adanya selaput lendir rahim, adanya selaput lendir rahim di tempat lain(endometriosis), bisa ditemukan di dalam selaput usus, di jaringan payudara atau di tempat lain. -Penyakit-penyakit tubuh seperti ; TBC, anemia,Konstipasi, Postur tubuh terlalu kurus. -Udara terlalu dingin. -Penyakit rongga panggul -Polip uterus, Uterine fibroids, servical stenosis.

2

3. Patofisiologi

Ovulasi

Mual dan muntah

-Peningkatan hormone progesterone -hormon prostaglandin meningkat -proliferasi endometrium dan meluruh pd siklus haid Dismnorhoe a Keluhan pd seluruh bag tubuh

Dx: resiko kurang nutrisi

-Posisi rahim tdk normal -Ukuran rahim terlalu kecil -tumor -penyakit lain: TBC, anemia -Udara terlalu dingin

Sakit daerah bwah pinggang

Rasa letih Disminorhoe sekunder

Nyeri haid Kerusakan jarigan Disminorhoe Primer

Cemas & tegang

bingung

Nyeri

Kontraksi miometrium dan pembuluh darah uterus Hipoksia

Nyeri Intoleransi aktivitas

3

4. Tanda dan Gejala Mual dan muntah-muntah Rasa letih Sakit daerah bawah pinggang Perasaan cemas dan tegang Pusing kepala dan bingung Diare Sakit kepala. 5. Pemeriksaan penunjang Ultrasonography, untuk mencari tahu apakah terdapat kelainan dalam anatomi rahim, missal posisi, ukuran dan luas ruangan rahim. Histerosalphingographi, untuk mencari tahu apakah terdapat kelainan dalam rongga rahim, seperti polypendometrium, myoma submukosa, atau adenomyosis. Hesteroscopy, untuk membuat gambar dalam rongga rahim, seperti polyp atau tumor lain. Laparoscopy, untuk melihat kemungkinan adanya endometriosis, dan penyakitpenyakit lain dalam rongga panggul. 6. Penatalaksanaan Secara umum ,olahraga dan latihan peregangan otot-otot dan ligament sekitar rongga panggul , agar aliran darah di rongga panggul lancar. Selain itu , dengan berolahraga perlu diatasi, misalnya dengan kebiasaan makan berserat. Bila perlu sekali-kali boleh diberi obat pencahar. Penderita dianjurkan tetap melakukan aktivitasnya sehari-hari. Pemberian obat-obat antisakit. Secara khusus kelainan-kelainan di dalam rongga panggul perlu dibenahi, misalnya lobang saluran leher rahim yang terlalu sempit bisa dilebarkan, posisi rahim yang tidak normal dibenarkan menggiunakan alat yang disebut pessarium. Setelah posisi rahim benar dan kelihatannya disminore menjadi berkurang /hilang kemudian dilanjutkan dengan penegangan ligament rahim.Penyakit radang di daerah rongga panggul memerlukan obat-obatan antibiotic atau penyinaran /pemanasan daerah panggul. Pengobatan secara umum yaitu; -Obat-obatan analgesic sebaiknya bukan dari golongan narkotik seperti morphin dan codein. -Obat-obatan tecolitic, yaitu obat-obatan untuk mengurangi kontraksi otot rahim, dan memperlancar aliran darah ke dalam rongga panggul, khususnya rahim. -Pengobatan hormonal berupa obat-obatan KB yang kombinasi untuk menghambat terjadinya pelepasan telur dari kelenjar ovarium. -Obat-obat penghambat pengeluaran hormon prostaglandin, seperti jeni I, aspirin, indo metchine, asam mefenamat. -Operasi seperti curet , dan operasi pemotongan syaraf daerah pinggul. 7. Asuhan Keperawatan.4

A. Pengkajian Hal-hal yang perlu dikaji pada klien dengan desmenore adalah sebagai berikut: Karakteristik nyeri Gejala yang mengikutinya

B. Analisa Data No Data DS: Pasien menyatakan nyeri pada bagian perut bawah dan daerah bawah pinggang Pasien mengeluh sakit pada selurh bagian tubuhnya DO: Perubahan selera makan Peubahan tekanan darah Rasa letih Sakit daerah bawah pinggang Perasaan cemas dan tegang Problem Nyeri akut (haid) Code: 00132 Domain12: Kenyamanan Kelas1: Kenyamanan fisik Aksis: -Aksis 1:Nyeri -Aksis 2:Individu (wanita) -Aksis 3:Gangguan -Aksis 4: neurologi -Aksis 5 : remaja, dewasa -Aksis 6: akut -Aksis 7: aktual Etiologi kontraktilitas uterus, hipersensitivitas, dan saraf nyeri uterus.

C. Intervensi No 1 Diagnosa Nyeri akut (haid) b/d kontraktilitas uterus, hipersensitivitas, dan saraf nyeri uterus. Tujuan/NOC Tujuan: Stelah dilakukan tindakan selama 1x24 jam rasa nyeri haid teratasi Kriteria Hasil: Menunjukkan tingkat nyeri, dibuktikan dengan indicator: -Ekspresi nyeri lisan atau pd wajah (4) -posisi tubuh melindungi (4) -kegelisahan atau ketegangan otot (4) -perubahan dalam kecepatan pernapasan, denyut jantung atau5

NIC Aktivitas Keperawatan: 1. Lakukan pengkajian nyeri secara konprehensif meliputi lokasi, karakteristik, awitan/durasi, frekuensi, kualitas, intensitas, atau keperahan nyeri. 2. Berikan informasi tentang nyeri, penyebab nyeri yaitu desmenorea. 3. Management nyeri Berikan diuresis natural (vitamin) tidur dan istirahat. Lakukan latihan ringan

tekanan darah (5)

Lakukan teknik relaksasi. Hangatkan bagian perut. Lakukan distraksi Masase kutaneus Aktivitas Kolaboratif: 4. Laporkan pada dokter jika tindakan tidak berhasil. Aktivitas lain: 5. Kendalikan factor lingkungan yang dapat mempengaruhi respon pasien terhadap ketidaknyamanan.

6

1.2 Menoragia 1. Definisi Menorrhagia, yaitupada bentuk gangguan siklus menstruasi tetap teratur dan jumlah darah yang dikeluarkan cukup banyak, penyebabnya kemungkinan terdapat mioma uteri (pembesaran rahim), polip endometrium atau hyperplasia endometrium (penebalan didinding rahim). Menoragia adalah istilah medis untuk perdarahan menstruasi berlebihan. Dalam satu siklus menstruasu norma, perempuan rata-rata kehilangan sekitar 30 ml darah selama sekitar 7 hari haid. Bila perdarahan melampui 7 hari dan mengalir terlalu deras (melebihi 80 ml), maka dikategorikan menoragia. 2. Etiologi Biasanya muncul sebagai kejadian yang biasa hanya sekali : Kehamilan intrauteri Ektopik Neoplasma tromboplastik gestasional (ex: mola hidatidosa) Infeksi (biasanya terkait dengan PRP, penggunaan AKDR, atau prosedur lanjutan intrauteri yang berbasiskan instrument) Endometriasis Salpingitis

Biasanya muncul sebagai pola siklis berlanjut: Penggunaan AKDR Neoplasma Kista ovarium Fibroid uteri (mioma) Adenomiosis (jaringan endometrium yang berlokasi dalam miometrium) Hiperplasia endometrium Polip Karsinoma Kelainan koagulasi Bawaan (ex: penyakit von Willebrand) Didapat (ex: idiopatihic thrombocytopenia purpura /ITP) Farmakologis (ex: penggunaan heparin, atau bahkan aspirin) Penyakit hati (ex: sirosis) Gangguan metabolism esterogen Penurunan sintesis fibrinogen dan factor pembekuan Endokrin Hipotiroidisme

7

3. Patofisiologi

Abortus

Kehamilan: Intrauterine ektopik

Gangguan hormonal

Endometriosis Mioma Uteri

Gangguan perdarahan Medikamentosa

Lepasnya implantasi hasil konsepsi Perdarahan endometrium

hipotiroid

infeksi Keganasan

Gangguan haid Polip

Kelainan koagulasi

Menoragia

Ptekie, memar/ ekimosis ,purpura

Perdarahan fase menstruasi yg berlebih

Perdarahan di anatara dua siklus haid

Nyeri abdomen bawah

lesu

Anemia

Dx Nyeri

keletihan

8

4. Tanda dan Gejala Adanya gumpalan-gumpalan darah pada perdarahan Sakit panggul patologi Galaktorea akibat tumor hipofisis Perdarahan fase menstruasi yang berlebihan Perdarahan diantara dua siklus haid Nyeri mengejang pada abdomen Ptekie, memar, pupura Lesu Anemia Hipo/ Hipertiroid Obesitas

5. Komplikasi Mett