Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ibu Hamil

download Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ibu Hamil

of 34

  • date post

    12-Feb-2016
  • Category

    Documents

  • view

    29
  • download

    0

Embed Size (px)

description

ASKEB

Transcript of Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ibu Hamil

Asuhan Kebidanan komprehensif pada ibu hamil(ANC)SEPTEMBER 21, 2013KISNAWATI KULIAH BIDAN KISNAWATI MENINGGALKAN KOMENTAR

BAB 1PENDAHULUAN1.1Latar BelakangAntenatal care merupakan komponen pelayanan kesehatan ibu hamil terpenting untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi.Pelayanan kebidanan merupakan pelayanan kesehatan yang berfokus pada kesehatan ibu dan anak, tetapi tidak menutup kemungkinan pada pelayanan kesehatan secara umum.Pelayanan kebidanan ini perlu sekali ditingkatkan mengingat angka kematian ibu dan anak di Indonesia masih cukuptinggi.Untukmengurangi semakin tingginya angka kematian tersebut maka diperlukan manajemen Asuhan Kebidanan pada masa kehamilan dapat segera diketahui secara dini sehingga dapat segera ditangani dan mendapat pertolongan.Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab mengapa ibu hamil kurang bermotivasi dalam melakukan ANC secara teratur dan tepat waktu antara lain : kurangnya pengetahuan ibu hamil tentang ANC, kesibukan aktifitas, tingkat sosial ekonomi yang rendah, dukungan suami yang kurang, kurangnya kemudahan untuk pelayanan material, asuhan medik yang kurang baik, kurangnya tenaga terlatih, dan obat-obat penyelamat jiwa.Asuhan ibu hamil sangat diperlukan bagi ibu yang hamil, karena merupakan periode masa kritis bayi maupun ibunya, kurang lebih 60% kematian ibu akibat kehamilan terjadi setelah persalinan dan 10% terjadi setelah 24 jam pertama. Oleh karena itu Asuhan antenatal sangat penting bagi ibu hamil, agar kehamilan berjalan sesuai dengan usia kandungannya, dan dilakukan intervensi sehingga persalinan berjalan dengan lancar tanpa halangan / komplikasi.1.2 Tujuan :1.2.1 Tujuan UmumAgar mahasiswa mampu melaksanakan asuhan kebidanan secara komprohensif pada ibu hamil dengan menggunakan manajemen kebidanan.1.2.2 Tujuan Khusus1. Dapat melakukan pengkajian pada ibu masa kehamilan2. Dapat menetapkan diagnosa dan masalah dari hasil pengkajian3. Dapat menetapkan tindakan segera dan menetapkan diagnosa potensial4. Dapat merencanakan asuhan kebidanan pada masa kehamilan5. Dapat melaksanakan asuhan kebidanan yang telah disusun6. Dapat mengevaluasi asuhan kebidanan yang telah dilakukan1.3Metode Pengumpulan Data1. AnamnesaSemua bahan yang digunakan dalam pembahasan disini diambil berdasarkan tanya jawab.1. PengamatanSemua bahan yang dalam pembahasan disini telah dilakukan pengamatan secara langsung.1. Studi KasusSemua bahan dalam pembahasan disini berdasarkan kasus yang benar-benar ada dan benar-benar terjadi.1. Studi PustakaSemua bahan yang digunakan dalam pembahasan ini diambil dari beberapa referensi/buku yang berhubungan dengan kasus dalam masalah ini.1.4SISTEMATIKA PENULISANBAB 1 : PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang1.2 Tujuan1.3 Metode Pengumpulan Data1.4 Sistematika PenulisanBAB 2 : TINJAUAN PUSTAKA2.1 Konsep Dasar Kehamilan2.2 Konsep Manajemen Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil Dengan Kehamilan FisiologisBAB 3 : TINJAUAN KASUS3.1 Pengkajian Data3.2 Inter Prestasi Data3.3 Diagnosa / Masalah Potensial3.4 Kebutuhan Segara3.5 Intervensi3.6 Implementasi3.7 EvaluasiBAB 4 : PEMBAHASANBAB 5 : PENUTUP 5.1 Kesimpulan 5.2 SaranDAFTAR PUSTAKABAB 2TINJAUAN PUSTAKA2.1.Konsep Dasar Kehamilan2.1.1 DefinisiKehamilan adalah dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Lamanya hamil normal adalah 280 hari ( 40 minggu atau 9 bulan 7 hari ) di hitung dari hari pertama haid terakhir. Kehamilan dibagi dalam 3 triwulan, yaitu triwulan pertama dimulai dari konsepsi sampai 3 bulan, triwulan kedua dari bulan keempat sampai 6 bulan, triwulan ketiga dari bulan ketujuh sampai 9 bulan.( Saifuddin, 2006 : 89 )Kehamilan adalah peristiwa yang dimulai dari konsepsi (pembuahan) dan berakhir dengan permulaan persalinan. (Obstetri Fisiologi, UNPAD, 1990 : 5)Kehamilan merupakan suatu pembuahan dalam rangka melanjutkan keturunan yang terjadi secara alami, menghasilkan janin yang tumbuh dari dalam tubuh ibu.(Prawirohardjo, 2002)Kehamilan adalah proses terjadinya kehamilan karena bertemunya sel telur dan sel sperma maka terjadilah pembuahan.(Rustam Mochtar, 1998 : 17)Kehamilan adalah mata rantai yang berkesinambungan yang merupakan proses ovulasi pelepasan ovum. Kemudian terjadi migrasi spermatozoa dan ovum kemudian terjadi konsepsi dengan pertumbuhan zigot, terjadilah nidusi (implantasi) pada hasl konsepsi sampai aterm.(Manuaba, 1999 : 95)2.1.2 EtiologiSuatu kehamilan akan terjadi bila terdapat 5 aspek :1. OvumOvum adalah suatu sel dengan diameter+0,1 mm yang terdiri dari suatu nucleus yang terapung apung dalam vitelus dilingkari oleh zona pellusida dan kromoson radiata.1. SpermatozoaSpermatozoa adalah berbentuk seperti terdiri dari kepala berbentuk lonjong agak gepeng berisi inti leher yang menghubungkan kepala dengan bagian tengah dan ekor yang dapat bergerak.1. KonsepsiKonsepsi adalah peristiwa penyatuan antara sperma dan ovum di tuba fallopi.1. NidasiNidasi adalah masuknya atau tertanamnya hasil konsepsi ke dalam endometrium.1. PlasentaPlasenta adalah alat yang sangat penting bagi janin yang berguna untuk pertukaran zat antara ibu, anaknya dan sebaliknya.2.1.3 Tanda dan Gejala Hamil1. Tanda-tanda dugaan hamil1. Amenorea ( terlambat datang haid ) Konsepsi nidasi menyebabkan tidak terjadi pembentukan foliket degraff dan ovulasi. Mengetahui tanggal haid terakhir dengan perhitungan rumus noegie dapat ditentukan perkiraan persalinan TP ( Hari Pertama (HP) + 7 ) dan bulan haid terakhir ( HT) 3 )1. Mual ( Neusea ) dan Muntah ( Emesis ) Pengaruh estrogen dan progesteron terjadi pengeluaran asam lambung yang berlebihan. Menimbulkan mual dan muntah terutama pagi hari yang disebut morning sickness. Dalam batas fisiologis keadaan ini dapat diatasi. Akibat mual muntah nafsu makan berkurang.1. Ngidam (Ingin makanan khusus) Wanita hamil sering menginginkan makanan tertentu, atau minuman tertentu terutama pada bulan bulan trimester pertama.1. Sinkope atau pingsan Terjadinya gangguan sirkulasi ke daerah kepala (sentral) menyebabkan iskemia susunan saraf pusat dan menimbulkan sinkope atau pingsan. Keadaan ini menghilang setelah umur hamil 16 minggu1. Payudara tegang Pengaruh estrogen progesteron dan sematomamotropin menimbulkan deposit lemak air dan garam pada payudara. Payudara membesar dan tegang Ujung saraf tertekan menyebabkan sakit terutama pada hamil pertama.1. Sering miksi Desakan rahim ke depan menyebabkan kandung kemih cepat terasa penuh dan miksi sering. Pada triwulan kedua sudah menghilang.1. Konstipasi atau Obstipasi Pengaruh progesteron dapat menghambat peristaltik usus menyebabkan kesulitan untuk buang air besar.1. Pigmentasi kulit Sekitar pipi ( cloasma gravidarum ), keluarnya melanophore stimulating hormon hifofisis anterior menyebabkan pigmentasi kulit. Dinding perut, striae livide, striae nigra, linea alba makin hitam. Sekitar payudara, hiperpigmentasi areola mammae, putting susu makin menonjol, kelenjar Montgomery menonjol, pembuluh darah manifest sekitar payudara.1. Epulsi Hipertropi gusi disebut efulsi yang dapat terjadi pada ibu hamil.1. Varices atau penampakan pembuluh darah vena Karena pengaruh hormon estrogen dan progesterone terjadi penampakan pembuluh vena, terutama bagi mereka mempunyai bakat. Penampakan pembuluh darah itu terjadi disekitar genetalia eksterna, kaki, betis dan payudara.2.1.4 Tanda Tanda Kemungkinan Hamil1. Rahim / uterus membesar sesuai dengan tuanya kehamilan.2. Tanda hegar yaitu segmen bawah rahim lebih lunak dari pada bagian yang lain.3. Tanda Piscasek yaitu uterus membesar kesalah satu jurusan hingga menonjol jelas ke jurusan pembesaran perut.4. Tanda Chadwick yaitu perubahan warna pada servik dan vagina menjadi kebiru biruan.5. Tanda Braxton Hicks yaitu uterus mudah berkontraksi jika di rangsang.6. Suhu basal yaitu sesudah ovulasi tetap tinggi terus antara 57,20C sampai dengan 37,80C.7. Teraba ballottement.(Manuaba, 1998 : 125 126)2.1.5 Tanda Pasti Kehamilan1. Gerakan janin dalam rahim (mulai terasa pada UK 18 20 minggu)2. Teraba bagian bagian anak saat di palpasi3. Terdengar DJJ ( dimulai UK 18 20 minggu), dapat didengar dengan stetoskop laenek, alat kadiotokografi, alat Doppler.4. Dapat dilihat pada pemeriksaan ultrasonografi (USG), rontgen.(Sarwono, 1990) 2.1.6 Pemeriksaan Dan Pengawasan Ibu HamilTujuan pemeriksaan dan pengawasan ibu hamil secara umum adalah menyiapkan seoptimal mungkin fisik dan mental ibu dan anak selama dalam kehamilan, persalinan, dan nifas, sehingga didapatkan ibu dan anak yang sehat, dan tujuan khususnya adalah :1. Mengenali dan menangani penyulit-penyulit yang mungkin dijumpai dalam kehamilan, persalinan, dan nifas2. Mengenali dan mengobati penyakit-penyakit yang mungkin diderita sedini mungkin.3. Menurunkan angka morbiditas dan mortalitas ibu dan anak4. Memberikan nasehat-nasehat tentang cara hidup sehari-hari dan keluarga berencana, kehamilan, persalinan nifas dan laktasi. Jadi pemeriksaan kehamilan yaitu :1. Pemeriksaan pertama kali yang paling idealadalah sedini mungkin ketika haidnya terlambat 1 bulan.2. Periksa ulang 1 x sebulan sampai kehamilan 7 bulan3. Periksa ulang 2x sebulan sampai kehamilan 9 bulan4. Periksa ulang setiap minggu sesudah kehamilan 9 bulan5. Periksa khusus bula ada keluhan keluhan2.1.7 Nasehat-Nasehat Untuk Ibu HamillNasihat dan petunjuk yang diberikan yaitu tentang :1. Pantang diet hamilPada dasarnya dianjurkan makanan empat sehat lima sempurna. Karena kebutuhan akan protein dan bahan makanan tinggi dianjurkan tambahan sebuah telur sehari. Nilai gizi dapat ditentukan dengan bertambahnya berat badan sekitar 6,5 15 kg selama hamil. Berat badan yang bertambah terallu besar atau kurang, perlu mendapat perhatian khusus karena kemungkinan terjadi penyulit kehamilan. Kenaikan berat badan tidak boleh lebih dari kg/minggu.1. Pekerjaan rumah tanggaPekerjaan rutin dapat dilaksanakan.Bekerjalah sesuai dengan kemampuan dan makin dikurangi dengan semakin tua kehamilan.1. Wanita pekerja di luar rumahPartisipasi wanita dalam pembangunan makin besar sehingga banyak wanita karier.Kehamilan merupakan halangan untuk berkarya, asa