ASPEK MANAJEMEN & ORGANISASI (studi kelayakan bisnis)

download ASPEK MANAJEMEN & ORGANISASI (studi kelayakan bisnis)

of 29

  • date post

    05-Aug-2015
  • Category

    Documents

  • view

    7.963
  • download

    5

Embed Size (px)

Transcript of ASPEK MANAJEMEN & ORGANISASI (studi kelayakan bisnis)

BAB 6 ASPEK MANAJEMEN & ORGANISASI1. PENGERTIAN ASPEK MANAJEMEN Aspek manajemen dan organisasi merupakan aspek yang cukup penting dianalisis untuk kelayakan suatu usaha. Karena walaupun suatu usaha telah dinyatakan layak untuk dilaksanakan tanpa didukung dengan manajemen dan organisasi yang baik, bukan tidak mungkin akan mengalami kegagalan. Baik menyangkut masalah SDM maupun menyangkut rencana perusahaan secara keseluruhan haruslah disusun sesuai dengan tujuan perusahaan. Tujuan perusahaan akan lebih mudah tercapai jika memenuhi kaidah-kaidah atau tahapan dalam proses manajemen. Proses manajemen atau kaidah ini akan tergambar dari masing-masing fungsi yang ada dalam manajemen. Masing-masing fungsi tidak dapat berjalan sendiri-sendiri, akan tetapi harus dilaksanakan secara berkesinambungan, karena kaitan antara satu fungsi dengan fungsi lainnya sangat erat. Apabila salah satu fungsi tidak dapat dijalankan secara baik, maka jangan diharapkan tujuan perusahaan dapat tercapai. Untuk keperluan studi kelayakan bisnis yang perlu dianalisis adalah bagaimana fungsi-fungsi manajemen seperti perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan diterapkan secara benar. Adapun fungsi-fungsi manajemen tersebut dapat diuraikan sebagai beriku : 1. Perencanaan (Planning) Perencanaan adalah proses menentukan arah yang akan ditempuh dan kegiatan-kegiatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam proses ini ditentukan tentang apa yang harus dilakukan, kapan dan bagaimana melakukannya serta dengan cara apa hal tersebut dilaksanakan. 2. Pengorganisasian (Organizing) Pengorganisasian adalah proses mengelompokan kegiatan-kegiatan atau pekerjaanperkerjaan dalam uni-unit. Tujuannya adalah supaya tertata dengan jelas antara tugas, wewenang dan tanggung jawab serta hubungan kerja dengan sebaik mungkin dalam bidangnya masing-masing.

3.

Pelaksanaan (Actuating) Menggerakkan atau melaksanakan adalah proses untuk menjalakan kegiatan/pekerjaan dalam organisasi. Dalam menjalakan organisasi para pimpinan/manajer harus menggerakkan bawahannya (para karyawan) untuk mengerjakan pekerjaan yang telah ditentukan dengan cara memimpin, memberi perintah, memberi petunjuk dan memberi motivasi.

4.

Pengawasan (Controlling) Pengawasan adalah proses untuk mengukur dan menilai pelaksanaan tugas apakah telah sesuai dengan rencana. Jika dalam proses tersebut terjadi penyimpangan, maka akan segera dikendalikan. Untuk lebih jelasnya fungsi manajemen dalam suatu perusahaan atau organisasi dapat dilihat

dalam diagram di bawah ini.Diagram 6.1 Fungsi-fungsi Manajemen Perencanaan Pengorganisasian Pelaksanaan Pengawasan

Manajemen

Tujuan Organisasi atau Perusahaan

2.

MANAJEMEN PEMBANGUNAN PROYEK Manajemen proyek adalah sistem untuk merencanakan, melaksanakan dan mengawasi

pembangunan proyek dengan efisien. Pembangunan proyek harus dapat menyusun rencana pelaksanaan proyek dengan mengoordinasikan berbagai akivitas atau kegiatan proyek dan pengunaan sumber daya agar secara fisik proyek dapat diselesaikan tepat waktu. Untuk itu perlu dibuat suatu bentuk organisasi agar program-program yang ada berjalan dengan lancar. Organisasi proyek merupakan suatu cara yang efektif untuk menyatukan orang dan sumber daya fisik yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu proyek tertentu dengan waktu yang terbatas. Pada umumnya setiap proyek yang relatif besar meliputi tiga tahapan, yaitu perencanaan, penjadwalan dan pengawasan atau pengendalian. Perencanaan Proyek Rencana proyek menggambarkan mengapa dan bagaimana suatu proyek dilaksanakan. Dalam melaksanakan proyek perlu dianalisis rencana kerja yang meliputi: jenis pekerjaan (aktivitas), waktu penyelesaian, tenaga pelaksana, peralatan dan anggaran. Dalam perencanaan proyek biasanya digunakan bantuan teknik seperti Bagan Gantt (Gantt Chart) atau diperluas

dengan menggunakan Analisis Jaringan (Network Analysis) seperti Program Evaluation and Review Technique (PERT) dan Critical Path Method (CPM). Tujuan utama menggunakan teknik-teknik tersebut adalah untuk membantu pihak perencanaan agar lebih mudah dalam memperkirakan kapan suatu proyek akan selesai, kalau harus dipercepat, aktivitas-aktivitas mana yang harus dipercepat dan berapa tambahan biayanya. Dengan demikian rencana proyek yang baik akan meliputi unsur-unsur berikut: 1. 2. 3. 4. 5. 6. Menetapkan tujuan. Mendefinisikan proyek. Mencantumkan langkah utama untuk dilakukan. Jadwal waktu untuk penyelesaian. Analisis biaya/manfaat. Uraian mengenai sumber daya yang dibutuhkan untuk melaksanakan proyek. Alat-alat yang digunakan untuk maksud tersebut adalah perkiraan waktu dan biaya, anggaran, cash flow, penjelasan tentang peralatan yang tersedia, data personel dan diagram teknik (engineering diagrams). Penjadwalan Proyek Jadwal proyek adalah menentukan aktivitas-aktivitas proyek dalam urutan waktu dimana mereka harus dimunculkan. Pendekatan penjadwalan yang populer adalah Bagan Gantt. Bagan ini menunjukkan hubungan antara aktivitas proyek dengan batasan waktu. Sumbu horizontal menunjukkan satuan waktu (jam, hari, minggu, bula dan tahun) dan sumbu vertikal menunjukkan aktivitas (kegiatan) untuk diselesaikan. Tabel 6.1 Contoh Bagan Gantt No 1 2 3 4 5 6 7 8 Nama Aktivitas Menggali Fondasi Tembok Pemasangan Ledeng Atap Pekerjaan Listrik Lantai Pengecatan PERIODE Jan xxx x xx xx xxxx xx xx x xx x x xxx Feb Mar Apr Mei Jun

Keunggulan Bagan Gantt adalah sederhana, mudah ditafsirkan dan efektif digunakan untuk proyek yang mempunyai aktivitas atau kegiatan relatif sedikit atau proyek yang masih sederhana. Penjadwalan proyek digunakan untuk beberapa tujuan berikut: 1. 2. 3. 4. Menggambarkan hubungan dari setiap aktivitas dari keseluruhan proyek. Mengidentifikasi hubungan yang harus didahulukan antara aktivitas-aktivitas yang ada. Memperkirakan waktu, biaya yang realistis untuk setiap aktivitas. Membantu penggunaan orang, uang dan sumber daya peralatan yang lebih baik dengan mengidentifikasi jalur kritis dan kemacetan dalam proyek. 5. Memperbaiki dan memperbarui rencana atau jadwal semula. Alat-alat yang digunakan untuk maksud tersebut di atas adalah Bagan Gantt, Bagan Millistone, PERT & CPM, serta jadwal arus kas. Pengawasan Proyek Mengawasi atau mengendalikan proyek merupakan hal yang penting untuk menjaga agar proyek selesai tepat pada waktunya. Mengawasi suatu proyek meliputi monitoring terhadap sumber daya, biaya, kualitas dan anggaran. Pengawasan juga berarti menyimpulkan umpan balik untuk memperbaiki rencana proyek dan memindahkan sumber daya ke tempat dimana yang paling dibutuhkan. Alat-alat yang sering digunakan untuk maksud tersebut adalah PERT & CPM, laporan yang menjelaskan tentang; anggaran untuk setiap bidang kegiatan, aktivitas-aktivitas yang ditunda, aktivitas-aktivitas yang longgar, dan aktivitas proyek keseluruhan. 3. MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA Selanjutnya perlu dianalisis adalah kesiapan perusahaan yang berkaitan dengan manajemen sumber daya manusia mulai dari pengadaan sampai pada penempatannya di jabatan tertentu untuk menjalankan kegiatan perusahaan. Manajemen sumber daya manusia merupakan suatu konsep yang bertalian dengan kebijaksanaan, prosedur dan praktik bagaimana mengelola atau mengukur orang dalam perusahaan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Manajemen sumber daya manusia dapat dijabarkan dalam fungsi manajerial yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengawasan dan fungsi operatif yang meliputi pengadaan, kompensasi, pengembangan, integrasi, pemeliharaan dan pemutusan hubungan kerja.

Analisis Jabatan Komponen organisasi yang paling penting adalah pekerjaan atau jabatan. Untuk mencapai tujuan, organisasi perlu menetapkan jenis-jenis pekerjaan yang harus dilaksanakan. Pihak manajemen dan khususnya manajemen sumber daya manusia mutlak perlu mempunyai keterangan-keterangan yang lengkap dan tepat mengenai semua jabatan untuk melaksanakan tiap fungsi operatif dengan baik. Keterangan-keterangan jabatan tersebut diperoleh dari analisis jabatan. Analisis jabatan adalah merupakan suatu proses untuk mempelajari dan mengumpulkan berbagai informasi yang berhubungan dengan suatu jabatan. Untuk itu kita perlu mengetahui pekerjaan-pekerjaan apa saja yang harus dikerjakan, bagaimana mengerjakannya dan mengapa pekerjaan itu harus dikerjakan. Jadi, analisis jabatan dapat diartikan suatu proses yang sistematis untuk mengumpulkan, menganalisis dan mensintesiskan data jabatan. Dari analisis jabatan akan diperoleh uraian jabatan dan spesifikasi jabatan. Uraian jabatan memuat keterangan yang lengkap, singkat, jelas dan konsisten mengenai suatu jabatan. Uraian jabatan memuat hal-hal sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Identitas jabatan Fungsi jabatan Uraian tugas Wewenang Tanggung jawab Hubungan kerja Bahan, alat dan mesin yang digunakan Kondisi kerja Sedangkan spesifikasi jabatan atau persyaratan jabatan memuat syarat-syarat minimum yang harus dipenuhi oleh seseorang agar dapat melaksanakan jabatan tertentu dengan baik. Persyaratan jabatan memuat antara lain; 1. 2. 3. 4. 5. Persyaratan pendidikan Persyaratan pelatihan Persyaratan pengalaman Persyaratan psikologi Persyaratan khusus

Informasi analisis jabatan bisa berguna bagi perencanaan sumber daya manusia, orientasi, pelatihan dan pengembangan, penilaian pelaksanaan pekerjaan, perencanaan karier, kompensasi, keselamatan dan kesehatan pegawai, serta hubungan ketenagakerjaan, restrukturisasi organisasi/perusahaan, desain pekerjaan, program pengembangan kualitas. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat dalam gambar berikut ini. Dalam proyek baru tentunya belum bisa melakukan analisis jabatan, tetapi dapat melakukan perancangan jabatan (job design) atau menggunakan informasi jabatan kunci (key job) dari proyek lainyang memiliki jabatan sejenis atau menggunakan jasa expert dalam bidangnya.Perencanaan SDM Penarikan Karyawan Seleksi Pengembangan Uraian Jabatan Analisis