Asma Bronkus

download Asma Bronkus

of 43

  • date post

    02-Mar-2018
  • Category

    Documents

  • view

    229
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Asma Bronkus

  • 7/26/2019 Asma Bronkus

    1/43

    Asma bronkus pada dewasa

    BAB I

    PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang

    Seiring dengan meningkatnya penyakit saluran pernapasan di masyarakat, kita akan

    mendapati lebih banyak pasien hamil dengan penyalit saluran pernapsan daripada

    sebelumnya. Pada kehamilan terjadi perubahan fungsi dan anatomi tubuh termasuk

    saluran pernapasan. Juga terjadi perbedaan patofisiologi penyakit pada saluran

    pernapasan selama kehamilan. Perawatan pasien dengan penyakit saluran pernapasan

    sebaiknya dilakukan bersama dengan dokter spesialis penyakit dalam. Untuk

    mendapatkan hasil yang optimal, perlu dipahami penyakit saluran pernapasan dan

    pengaruhnya terhadap kehamilan serta penatalaksanaannya berdasarkan eiden!ed

    based selama kehamilan, persalinan, dan nifas.

    B. "ujuan

    Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini adalah #

    $. %emahami definisi penyakit asma

    &. %emahami etiologi penyakit

    '. %emahami morfologi penyakit

    (. %emahami gejala penyakit

    ). %emahami patogenesis penyakit

    *. %emahami diagnosis dan manifestasi klinis penyakit

    +. %emahami efek penyakit. %emahami komplikasi penyakit

    -. %emahami penanganan dan pengobatan

    $. %emahami pen!egahan

    $$. %emahami peran bidan dalam kehamilan

    /. %anfaat

    Beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari penyusunan makalah ini adalah

    meningkatnya pemahaman bidan terhadap konsep penyakit asma pada kehamilan.

    0engan demikian, strategi untuk memberikan dampak positif terhadap pengurangan

    angka kesakitan dan kematian ibu dan bayi dapat dipraktikkan se!ara langsung dalam

  • 7/26/2019 Asma Bronkus

    2/43

    pelaksanaan asuhan kebidanan yang se!ara khusus dapat dilaksanakan dalam program

    yang komprehensif.

  • 7/26/2019 Asma Bronkus

    3/43

    BAB II

    TINJAUAN TEORI

    A. Definisi

    Asma adalah radang kronis pada jalan nafas yang berkaitan dengan obstruksi

    reersible dari spasme, edema, dan produksi mu!us dan respon yang berlebihan terhadap

    stimuli. 12arney, 3elen. &'4

    Asma adalah suatu penyakit dengan !iri meningkatnya respon trakea dan bronkhus terhadap

    berbagai rangsangan dengan manifestasi adanya penyempitan jalan nafas yang luas dan

    derajatnya dapat berubah5ubah se!ara spontan maupun sebagai hasil pengobatan 1Soeparman,

    $--4.

    Asma adalah keadaan klinis yang ditandai oleh masa penyempitan bronkus yang reersibel,

    dipisahkan oleh masa di mana entilasi jalan nafas terhadap berbagai rangsang. 1Sylia

    Anderson 1$--) # $(-4

    Asma adalah suatu inflamasi kronis saluran nafas yang melibatkan sel eosinofil, sel mast, sel

    netrofil, limfosit dan makrofag yang ditandai dengan whee6ing, sesak nafas kumat5kumatan,

    batuk, dada terasa tertekan dapat pulih kembali dengan atau tanpa pengobatan 1/ris Sin!lair,

    $--(4

    Asma adalah suatu penyakit peradangan 1inflamasi4 saluran nafas terhadap rangsangan atau

    hiper reaksi bronkus. Sifat peradangan pada asma khas yaitu tanda5tanda peradangan saluran

    nafas disertai infliltrasi sel eosinofil. 1Samsuridjal dan Bharata 7idjaja 1$--(4

    Asma merupakan suatu keadaan gangguan 8 kerusakan bronkus yang ditandai dengan spasme

    bronkus yang reersibel 1spasme dan kontriksi yang lama pada jalan nafas4 1Joy!e %.

    Bla!k,$--*4.

  • 7/26/2019 Asma Bronkus

    4/43

    Asma bronkiale didefinisikan sebagai penyakit dari sistem pernafasan yang meliputi

    peradangan dari jalan nafas dengan gejala bronkospasme yang reersibel. 1/ro!ket 1$--+4

    9":;L;";? P?90:SP;S:S:

    =aktor5faktor yang dapat menimbulkan serangan asma atau sering disebut sebagai faktor

    pen!etus adalah#

    Alergen

    Alergen adalah sat56at tertentu bila dihisap atau di makan dapat menimbulkan serangan

    asthma, misalnya debu rumah, tungau debu rumah 10ermatophagoides pteronissynus4

    spora jamur, serpih kulit ku!ing, bulu binatang, beberapa makanan laut dan sebagainya.

  • 7/26/2019 Asma Bronkus

    5/43

    :nfeksi Saluran @afas

    :nfeksi saluran nafas terutama oleh irus seperti influen6a merupakan salah satu faktor

    pen!etus yang paling sering menimbulkan asthma bronkiale. 0iperkirakan dua pertiga

    penderita asthma dewasa serangan asthmanya ditimbulkan oleh infeksi saluran nafas

    1Sundaru, $--$4.

    Stress

    Adanya stressor baik fisik maupun psikologis akan menyebabkan suatu keadaan stress

    yang akan merangsang 3PA ais. 3PA ais yang terangsang akan meningkatkan adeno

    !orti!otropi! hormon 1A/"34 dan kadar kortisol dalam darah. Peningkatan kortisol

    dalam darah akan mensupresi immunoglobin A 1:gA4. Penurunan :gA menyebabkan

    kemampuan untuk melisis sel radang menurun yang direspon oleh tubuh sebagai suatu

    bentuk inflamasi pada bronkhus sehingga menimbulkan asma bronkiale.

    ;lah raga8 kegiatan jasmani yang berat

    Sebagian penderita asthma bronkiale akan mendapatkan serangan asthma bila melakukan

    olah raga atau aktifitas fisik yang berlebihan. Lari !epat dan bersepeda paling mudah

    menimbulkan serangan asthma. Serangan asthma karena kegiatan jasmani 19er!ise

    indu!ed asthma 89:A4 terjadi setelah olah raga atau aktifitas fisik yang !ukup berat dan

    jarang serangan timbul beberapa jam setelah olah raga.

    ;bat obatan

    Beberapa pasien asthma bronkiale sensitif atau alergi terhadap obat tertentu seperti

    peni!illin, salisilat, beta blo!ker, kodein dan sebagainya.

  • 7/26/2019 Asma Bronkus

    6/43

    Polusi udara

    Pasien asthma sangat peka terhadap udara berdebu, asap pabrik 8 kendaraan, asap rokok,

    asap yang mengandung hasil pembakaran dan oksida fotokemikal, serta bau yang tajam.

    Lingkungan >erja

    0iperkirakan & $)C pasien asthma bronkiale pen!etusnya adalah lingkunagn kerja

    1Sundaru, $--$4.

    A. A!A DALA! "EHA!ILAN

    ITE! PERNA#AAN ELA!A "EHA!ILAN

    Selama kehamilan terjadi perubahan fisiologi sistem pernafasan yang disebabkan oleh

    perubahan hormonal dan faktor mekanik. Perubahan5perubahan ini diperlukan untuk

    men!ukupi peningkatan kebutuhan metabolik dan sirkulasi untuk pertumbuhan janin,

    plasenta dan uterus.

    Selama kehamilan kapasitas ital pernapasan tetap sama dengan kapasitas sebelum hamil

    yaitu '& !!, akan tetapi terjadi peningkatan olume tidal dari () !! menjadi * !!, yang

    menyebabkan terjadinya peningkatan entilasi permenit selama kehamilan antara $-5) C.

    Peningkatan olume tidal ini diduga disebabkan oleh efek progesteron terhadap resistensi

    saluran nafas dan dengan meningkatkan sensitifitas pusat pernapasan terhadap

    karbondioksida.

    0ari faktor mekanis, terjadinya peningkatan diafragma terutama setelah pertengahan kedua

    kehamilan akibat membesarnya janin, menyebabkan turunnya kapasitas residu fungsional,

    yang merupakan olume udara yang tidak digunakan dalam paru, sebesar &C. Selama

    kehamilan normal terjadi penurunan resistensi saluran napas sebesar )C.

  • 7/26/2019 Asma Bronkus

    7/43

    Perubahan5perubahan ini menyebabkan terjadinya perubahan pada kimia dan gas darah.

    >arena meningkatnya entilasi maka terjadi penurunan p/;& menjadi ' mm 3g, sedangkan

    p;& tetap berkisar dari -5$* mm3g, sebagai penurunan p/;& akan terjadi mekanisme

    sekunder ginjal untuk mengurangi plasma bikarbonat menjadi $5&& m9D8L, sehingga p3

    darah tidak mengalami perubahan.

    Se!ara anatomi terjadi peningkatan sudut subkostal dari *,) $',) selama kehamilan.

    Perubahan fisik ini disebabkan karena eleasi diafragma sekitar ( !m dan peningkatan

    diameter tranersal dada maksimal sebesar & !m. Adan$a peruba%an&peruba%an ini

    men$ebabkan peruba%an po'a pernapasan dari pernapasan abdomina' men(adi )oraka'

    $an* (u*a memberikan pen*aru% un)uk memenu%i penin*ka)an konsumsi oksi*en

    ma)erna' se'ama ke%ami'an.

    Laju basal metabolisme meningkat selama kehamilan seperti terbukti oleh peningkatan

    konsumsi oksigen. Selama melahirkan, konsumsi ;& dapat meningkat &5&) C. Bila fungsi

    paru terganggu karena penyakit paru, kemampuan untuk meningkatkan konsumsi oksigen

    terbatas dan mungkin tidak !ukup untuk mendukung partus normal, sebagai konsekuensi fetal

    distress dapat terjadi.

    PEN+ARUH PERUBAHAN HOR!ONAL ELA!A "EHA!ILAN

    >eadaan hormonal selama kehamilan sangat berbeda dengan keadaan tidak hamil dan

    mengalami perubahan selama perjalanan kehamilan. Perubahan5perubahan ini akan

    memberikan pengaruh terhadap fungsi paru. Progesteron tampaknya memberikan pengaruh

    awal dengan meningkatkan sensitifitas terhadap /;&, yang menyebabkan terjadinya

    hiperentilasi ringan, yang bisa disebut sebagai dispnea selama kehamilan. Lebih lanjut dapat

    dilihat adanya efek relaksasi otot polos. Pengaruh total progesteron selama kehamilan karena

  • 7/26/2019 Asma Bronkus

    8/43

    peningkatannya yang men!apai )5$ kali dari keadaan tidak hamil, masih diperdebatkan

    dengan adanya berbagai temuan klinis yang terbuka diperdebatkan.

    Selama kehamilan kadar estrogen meningkat, dan terdapat data5data yang menunjukkan

    bahwa peningkatan ini menyebabkan menurunnya kapasitas difusi pada jalinan kapiler karena

    meningkatnya jumlah sekresi asam mukopolisakarida perikapiler. 9strogen memberikan

    pengaruh terhadap asma selama kehamilan.dengan menurunkan klirens metabolik

    glukokortikoid sehingga terjadi peningkatan kadar kortisol. 9strogen juga mempotensiasi

    relaksasi bronkial yang diinduksi oleh isoproterenol.

    >adar kortisol bebas plasma meningkat selama kehamilan, demikia