Asma bronchial Akper pemkab muna

Click here to load reader

  • date post

    30-Jun-2015
  • Category

    Documents

  • view

    2.745
  • download

    3

Embed Size (px)

Transcript of Asma bronchial Akper pemkab muna

  • 1. Penyimpangan KDM Pencetus : Allergen Olahraga Cuaca EmosiPenghambat kortikosteroidImun respon menjadi aktifPelepasan mediator humoral Histamine SRS-A Serotonin Kininbersihan jalan napas inefektifBronkospasme Edema mukosa Sekresi meningkat inflamasiNyeri pada saluran napas.Gangguan pertukaran gas ( Sesak napas ) BB menurunKelemahan fisikGangguan pemenuruhan kebutuhan istrahat dan tidur51

2. KONSEP DASAR ASUHAN KEPERAWATA Pengkajian Umum 1) Biodata a) Identitas Klien Meliputi nama, umur, jenis kelamin, agama, suku/bangsa, pekerjaan, tanggal masuk rumah sakit,tanggalpengkajian,nomorregister,diagnosa medik, dan alamat. b) Identitas Penanggung Jawab Meliputi nama, umur, agama, pendidikan, jenis kelamin, pekerjaan, hubungan dengan klien, dan alamat. 2) Riwayat Kesehatan Sekarang a) Keluhan utama : Merupakan keluhan yang di rasakanklienBiasanyasaatkeluhandilakukanutamapadapengkajian.kliendenganAsma Bronchiale adalah :Sesak napas, batuk berdahak. b) Riwayat Keluhan Utama Menggambarkan pengkajian informasi sampaikeluhanyangmencakuptentangsaatgejala-gejalamanifestasi 52penyakitdilakukanpengumpulan terakhirjugasebelumnya 3. dikembangkandenganmenggunakankonsepPQRST. (1) Paliative/provokarif(P):apayangmenyebabkan bertambah atau berkurangnya keluhan. Pada penderita asma bronchiale yang menyebabkansesakpenumpukkannapasmukosaadalah dalamadanya saluranpernapasannya sedangkan yang mempercepat keluhan yaitu pada saat melakukan aktivitas seperti bangun tidur dan yang meringankan keluhan yaitu pada saat baring dengan posisi semifowlerataududuk(tergantungdarikeluhan masing-masing klien). (2) Qualitas/kuantitas(Q):bagaimanabentukatau gambaran keluhan dan sejauh mana tingkatkeluhan.Padapenderitaasmabronchiale biasanya keluhan dirasakan hilang timbul. Kualitas sesak yang dirasakan pada umumnyasedangatautergantungberatpenyakit. (3) Region/Radiasi(R):lokasikeluhanyangdirasakan dan penyebarannya. Pada penderita asma bronchiale daerah dada. 53keluhan dirasakan pada 4. (4) Skala/Saverity (S) : intensitas keluhan apakah sampaimengganggupenderitaasmadirasakanataubronchialesangattidak.Padakeluhanyangmenggangguaktivitaskeseharian, dimana pernapasan cepat yaitu lebih dari 24 kali / menit. (5) Timing (T) : kapan waktu mulai terjadinya keluhan dan sudah berapa lama kejadian ini berlangsung. Pada saat serangan terjadi. Pada penderita asma bronchiale keluhan dirasakan pada saat melakukan aktivitas. c) Riwayat Kesehatan Dahulu Pada riwayat kesehatan dahulu, pernakah klien menderita penyakit yang sama, apakah klien pernah mengalami penyakit yang berat atausuatupenyakitmemungkinkanakantertentuyangberpengaruhpadakesehatannya sekarang, apakah klien mempunyai riwayat riwayat alergi. d) Riwayat Kesehatan Keluarga Dengan menggunakan genogram tiga generasi, apakahdalamkeluargaklienadaanggotakeluarga yang pernah menderita penyakit yang sama dengan kli 54 5. PENGKAJIAN PRIMER 1. AIRWAY Terdapat sumbatan pada jalan nafas : secret / lendir, pernafasan supra eksternal 2. BREATHING Look : simetris kiri dan kanan , adanya retraksipadafosasupraklavikulamenggunakan otot bantu nafas tambahan ( otot aksesori ) LISTEN : terdengar suara nafas tambahan (whezing dan ronchi ), adanya secret yang menumpuk pada rongga pernafasan FEEL : terasa hembusan nafas . fase ekspirasi memanjang, 3. CIRCULATION : TD : 130/80 mmHg, N : 120 x/m ,sianosis,konjungtiva anemis, 4. Disability : E4,V5,M655 6. PNGAJIAN SEKUNDERa) Keadaan Umum Yangperludiperhatikanpadakeadaanumum pasien meliputi penampilan, postur tubuh dan gaya bicara, karena pasien dengan asma bronchiale biasanya akan mengalami kelemahan. b) Kesadaran : pada umumnya compos mentis.(1) Keadaan umum: Klien nampak lemahKesadaran: Compos mentisTanda-tanda Vital: TD : 130/80 mmHg N : 120 x/menit P: 30 X/menitS: 36,6C(2) Sistem pernapasan Inspeksi:Bentuk hidung simetris kiri dan kanan,tidak ada secret tidak ada polip, tidak ada pernapasan cuping hidung ,terpasang O2 5 ltr/mnt, bentuk dada simetris kiri dan kanan, irama pernapasan cepat dengan frekuensi 30 x/mnt.56 7. Palpasi : Suhu kulit lembab, tidak ada nyeri tekan, tidak ada massa. Perkusi: terdengar resonanAuskultasi: terdengar ronchi dan wheezing.(3) Sistem kardiovaskuler Inspeksi:Konjungtiva merah muda, mata nampak sayup, raut muka pucat, sclera putih, tidak terdapat clubing finger tidak terdapat peningkatan JVD. Palpasi : Tidak ada nyeri tekan, teraba denyutan pada apex jantung, CRT kurang lebih 3 detik, akral teraba hangat, nadi 80 x/menit Perkusi: Redup pada area jantungAuskultasi:Terdengar bunyi jantung SI dan S2, iramaregular. (4) Sistem pencernaan Inspeksi:Mucosa bibir lembab, lidah dan gigi bersih, sebagian gigi sudah tanggal, tidak terdapat caries, pergerakan lidah kesegala arah, fungsi menyunyah dan menelan baik, bentuk abdomen datar. 57 8. Palpasi: Tidak ada nyeri tekan, massa tidak adaPerkusi: Terdengar tympani.Auskultasi: perilstatik usus 8 x/menit.(5) Sistem perkemihan Inspeksi : Tidak ada oedema preorbital Palpasi : Tidak ada nyeri tekan pada kandung kemih, tidak nyeri tekan. (6) Sistem indera Inspeksi: Mata simetris kiri dan kanan, mata nampak sayu, konjungtiva merah mudah, sclera putih, pupil isokor diameter 2 mm, lubang hidung simetris kiri dan kanan, tidak ada secret, tidak ada polip, telinga simetris kiri dan kanan, tida ada serumen, lidah bersih, pergerakan baik. Palpasi : Tidak ada nyeri tekan pada mata, hidung, telinga dan lidah. (7) Sistem integumen Inspeksi : Distribusi rambut merata,warna rambuthitam, warna kulitsawo mataang, tekstur baik, tidak ada lesih, turgor kulit baik.58 9. Palpasi : suhu tubuh hangat, kuku nampak bersih, tidak mudah patah.(8) Sistem muculoskeletal Inspeksi:Tidak ada edema, ekstermitas atas dan bawah simetris, pergerakan baik, kekuatan otot 5 5 5 5 Palpasi : Tidak ada nyeri tekan dan massa Perkusi:Refleks trisep +/+, bisep +/+ Patella +/+, tendon achiles +/+ Babinski -/(9) Sistem endokkrin Tidak terdapat thyroid dan parathyroid, tidak terdapat tanda tanda gangguan hpertiroid. (10) Sistem reproduksi Tidak dilakukan. (11) Sistem imun Tidak alergi terhadap obat obatan maupun makanan (12) Sistem persarafan a. Fungsi serebral 59 10. 1) Status mental a) Klien dapat berorientasi terhadaporang, tempatdan waktu b) Bahasa jelas 2) Kesadaran : Composmentis (Glasgow scala : 15) a) Eyes dapat membuka mata dengan spontan (4) b) Motorik dapat berespon terhadap perintah dengan baik (6) c) Verbal dapat berkomunikasi dengan baik (5) 3) Bicara a) Dapat berbicara b) Klien dapat mengikuti ucapan yang diperintahkan (reseptive) c) Bicara jelas (reseditif) b.Fungsi cranial N.I. (Olfaktorius) : Klien dapat membedakan bau N.II. (Optikus): Visus 6/6, klien dapat membaca papan nama perawat. N.III (Okulamotorius) : Pupil ishokor (refleks pupil saat kena cahaya mengecil).60 11. N. IV (Troclearis) : Mata dapat digerakkan ke atas dan ke bawah dengan mengikuti obyek. N.V. (Trigeminus) 1) Sensorik : Klien dapat merasakan sentuhan kertas pada pipi sambil mata klien tertutup. 2) Motorik : Klien dapat mengatupkan rahang dan mengunyah dengan baik N. VI (Abdusen) : Mata dapat digerakkan ke lateral kiri dan kanan dengan mengikuti objek. N.VII (Fasialis) a) Sensorik:Fungsipengecapanbaik,dapatmembedakan rasa manis, asam dan asin. b) Mororik : Klien dapat mengangkat alis secara bersamaan N.VIII (Akustik) : Klien dapat mendengar gesekan tangan perawat dengan jarak 10 cm N.IX. (Glosa pherengeal) : Refleks muntah baik N.X. (Vagus) : Refleks menelan dan muntah (+) N.XI. (Asesorys) : Dapat mengangkat kedua bahu dan menggerakkan leher kesemua arah61 12. N.XII. (Hipoglosus) : Gerakan lidah baik simetris kiri dan kananPEMERIKSAAN DIAGNOSTIK ASMA BRONKIAL 1. Laboratorium a. Lekositosisdenganneutrofilyangmeningkatmenunjukkan adanya infeksi b. Eosinofil darah meningkat > 250/mm3 , jumlaheosinofilinimenurundenganpemberiankortikosteroid. 2. Analisa gas darahHanya dilakukan pada penderita dengan serangan asma berat atau status asmatikus.Pada keadaan ini dapat terjadi hipoksemia, hiperkapnia dan asidosis respiratorik.Pada asma ringan sampai sedang PaO2 normal sampai sedikit menurun, PaCO2 menurun dan terjadi alkalosis respiratorik.Pada asma yang berat PaO2 jelas menurun, PaCO2 normal atau meningkat dan terjadi asidosis respiratorik. 3. RadiologiPadaseranganasma 62yangringan,gambaran 13. radiologik paru biasanya tidak menunjukkan adanya kelainan. Beberapa tanda yang menunjukkan yang khasuntukasmaadanyahiperinflasi,penebalandinding bronkus, vaskulasrisasi paru.] 4. Uji kulit:Untuk menunjukkan adanya alergi Prinsip umum pengobatan asma bronchial adalah : a. Menghilangkan obstruksi jalan napas dengan segera b. Mengenaldanmenghindarifactoryangdapatmencetuskan serangan asma c. Memberikan penerangan kepada penderita ataupun keluarganyamengenaipengobatannya penyakitnya,penyakitmaupunsehinggatentangpenderitaasma,baikperjalananmengertitujuanpengobatan yang diberikan. Pengobatan pada asma bronchial terbagi atas 2 yaitu : a. Pengobatan non farmakologik Memberikan penyuluhan Menghindari factor pencetus Pemberian cairan Fisiotherapy Beri O2 bila perlu b. Pengobatan farmakologik 1.Salbutamol 2 mg 3x1 63 14. 2. Amoxicilin 500 mg 3x1 3. Amboroxol 30 mg 3x1 4. Dexametason 1 amp / jam IV 5. Ventolis Nebulizer 1 kali 6. O2 5 ltr/mnt. KLASIFIKASI DATA Data subyektif -Klien mengatakan sesak nafas.-Klien mengatakan batuk berlendir.-Klien mengatakan susah tidur.-Klien mengatakan sering terbangun saat tidur.-Klien mengatakan cemas terhadap penyakitnya.Data obyektif -Klien nampak sesak.-Klien nampak batuk berlendir.-Klien nampak gelisah.-KU lemah-Muka pucat-Mata nampak sayu-Ronchi (+), Whezing (+). 64 15. -Pernapasan 30 x / mnt.-Irama pernapasan cepat.-Terpasang O2 5 ltr/mnt.-Klien sering bertanya tentang penyakitnya.a. Analisa data Tabel 3.4. Analisa Data DataEtiologi1MasalahReaksi antigen/antibo dy Reaksi inflamasi saluran nafas Radang/oedem a pada jalan nafas Sekresi meningkat Peningkatan mukus/sekret pada jalan nafas Bersihan jalan nafas tidak efektifB