Askep Tumor Hipofisis

download Askep Tumor Hipofisis

of 27

  • date post

    08-Feb-2016
  • Category

    Documents

  • view

    434
  • download

    101

Embed Size (px)

description

nursing

Transcript of Askep Tumor Hipofisis

26

BAB 1. PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang

Kelenjar hipofisis medula kelenjar yang sangat penting bagi tubuh manusia, kelenjar ini mnegatur fungsi dari kelenjar tiroid, kelenjar adrenal, ovarium dan testis, kontrol laktasi, kontraksi uterine sewaktu melahirkan dan tumbuh kembang yang linear, dan mengatur osmolalitas dan volume dari cairan intravascular dengan memelihara resorpsi cairan di ginjal.

Kelenjar hipofisis terletak pada sella turcica, pada konvavitas berbentuk sadel dari tulang sphenoid. Superior dari kelenjar hipofisis terdapat diaphragma sella, yang merupakan perluasaan secara transversal dari duramater dimana tungkai hipofisis menembusnya. Diatas diaphragma ini terletak nervus optikus, chiasma dan traktus.Pada dinding lateral dari sella terdapat dinding medial dari sinus kavernosus yang berisi N III, IV, VI, V1,V2 dab A.karotis interna.

Kelenjar hipofisis terdiri dari 2 lobus, lobus anterior dan lobus posterior, pada lobus anterior kelenjar ini terdapat 5 type sel yang memproduksi 6 hormon peptida. Sedangkan pada lobus posterior dilepaskan 2 macam hormon peptida. Sekresi hormon pada adenohipofisis diatur oleh hypothalamus dan oleh umpan balik negatif dari target organ. Sedangkan pada nuerohipofisis vassopresin (ADH) dan oxytocin diproduksi oleh hypothalamus lalu dibawa dan ditimbun untuk akhirnya dilepaskan dri hipofisis. Berbagai faktor dari hypothalamus mempengaruhi lebih dari satu type sel pada lobus anterior dan mempengaruhi sekresi lebih dari satu macam hormone lobus anterior, miss TRH akan merangsang produksi TSH juga merangsang pelepasan prolactin.

Tumor pada kelenjar ini akan memberikan gejala oleh karena adanya efek

masa atau gangguan produksi hormon pada penderitanya. Evaluasi endokrin diperlukan untuk mengkonfirmasi ada atau tidak adanya suatu endokrinopathy yang akan menolong menetapkan etiologinya.1.2 Rumusan Masalah

1.2.1 Apakah tumor hipofisis itu?

1.2.2 Bagaimana epidemiologi tumor hipofisis?

1.2.3 Bagaimana etiologi tumor hipofisis?

1.2.4 Bagaimana patofisiologi tumor hipofisis?1.2.5 Bagaimana tanda dan gejala tumor hipofisis?

1.2.6 Bagaiamana komplikasi dan prognosis tumor hipofisis?

1.2.7 Bagaimana pengobatan tumor hipofisis?1.2.8 Bagaimana pencegahan tumor hipofisis?1.2.9 Pemeriksaan apakah yang diperlukan untuk penegakan diagnosis tumor hipofisis?1.3 Tujuan PenulisanPenulisan makalah ini memiliki tujuan sebagai berikut:1.3.1 Untuk mengetahui definisi dari tumor hipofisis;1.3.2 Untuk mengetahui epidemiologi dari tumor hipofisis;1.3.3 Untuk mengetahui etiologi dari tumor hipofisis;1.3.4 Untuk mengetahui patofisiologi dari tumor hipofisis;1.3.5 Untuk mengetahui tanda dan gejala dari tumor hipofisis;1.3.6 Untuk mengetahui komplikasi dan prognosis dari tumor hipofisis;1.3.7 Untuk mengetahui pengobatan dari tumor hipofisis;1.3.8 Untuk mengetahui pencegahan dari tumor hipofisis;1.3.9 Untuk mengetahui pemeriksaan yang diperlukan untuk penegakan diagnosis dari tumor hipofisis.BAB 2.TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Definisi

Hiperpituitary adalah suatu kondisi patologis yang terjadi akibat tumor atau hiperplasi hipofisisme sehingga menyebabkan peningkatkan sekresi salah satu hormon hipofisis atau lebih.

Hiperpituitary adalah suatu keadaan dimana terjadi sekresi yang berlebihan satu atau lebih hormon-hormon yang disekresikan oleh kelenjar pituitary (hipofisis) biasanya berupa hormon-hormon hipofisis anterior.

Tumor hipofisis berasal dari sel-sel kromofob, eosinofil atau basofil dari hipofisis anterior. Tumor-tumor ini menimbulkan nyeri kepala, hemianopsis bitemporalis (akibat penekanan pada kiasma optikum), dan tanda-tanda gangguan sekresi hormon hipofisis anterior (Price dan Wilson, 2005).

2.2 Epidemiologi

Sekitar 10% dari seluruh tumor intrakranial merupakan tumor hipofisis, terutama terdapat pada usia 20-50 tahun, dengan insiden yang seimbang pada laki-laki dan wanita. Adenoma hipofisis terutama timbul pada lobus anterior hipofisis, sedangkan pada lobus posterior (neurohipofisis) jarang terjadi. Tumor ini juga biasanya bersifat jinak (Japardi,2012).

2.3 Etiologi

Penyebab tumor hipofisis masih belum diketahui secara pasti, namun sebagian besar diperkirakan tumor hipofisis ini merupakan hasil dari perubahan pada DNA dari satu sel, sehingga menyebabkan pertumbuhan sel yang tidak terkendali. Cacat genetik, sindroma neoplasia endokrin multipel tipe I juga dapat dikaitkan dengan tumorhipofisis. Namun, hal tersebut hanya sebagian kecil dari penyebab kasus-kasus tumor hipofisis. Selain itu, tumor hipofisis juga dapat terjadi akibat dari hasil penyebaran (metastasis) dari kanker area organ tubuh yang lain. Kanker payudara pada wanita dan kanker paru-paru pada pria merupakan kanker yangpaling sering diperkirakan dapat menyebar pada kelenjar pituitari. Kanker lainnya yang menyebar pada kelenjar pituitari adalah kanker ginjal, kanker prostat,melanoma, dan kanker pencernaan.

Hiperpituitari juga dapat terjadi akibat malfungsi kelenjar hipofisis atau hipotalamus, penyebabnya meliputi :

1.Adenoma primer, merupakan salah satu jenis sel penghasil hormone, biasanya sel penghasilGH, ACTH atau prolakter.

2.Tidak ada umpan balik kelenjar sasaran, misalnya peningkatan kadar TSHterjadi apabila sekresi HT dan kelenjar tiroid menurun atau tidak ada. (BukuSaku Patofisiologis, Elisabeth, Endah P., 2000).

Disamping itu juga terdapat beberapa klasifikasi pada tumor hipofisis ini, yaitu:

A. Klasifikasi berdasarkan gambaran patologi (mulai jarang digunakan)

1. Chromophobe, asalnya dianggap sebagai non fungsional, walaupun pada kenyataannya memproduksi prolactin, GH atau TSH. Perbandingan insiden antara chromophobe dengan acidophil 4-20:1. Tumor kromofob adalah tumor non sekretoris yang menekan kelenjar hipofisis, kiasma optikum dan hipotalamus. Gejala-gejala tumor otak ini adalah depresi fungsi seksual, hipotiroidisme sekunder, dan hipofungsi adrenal (amenore, impotensi, rambut rontok, kelemahan, hipotensi, metabolisme basal rendah, hipoglikemi, dan gangguan elektrolit).2. Acidophil (eosinophilic), memproduksi prolactin, TSH dan GH yang menyebabkan acromegaly dan gigantisme. Adenoma eosinofil umumnya berukuran lebih kecil dan tumbuh lebih lambat daripada tumor kromofob. Gejalanya adalah akromegali pada orang dewasa (dan gigantisme pada anak-anak), nyeri kepala, gangguan berkeringat, parestesia, nyeri otot dan hilangya libido. Gangguan pada lapang pandang (hemianopsia bitemporalis) jarang terjadi.3. Basophil, memproduksi LH, FSH, beta lipoprotein dan terutama ACTH yang

menyebabkan caushings disease. Adenoma basofilik pada umumnya berukuran kecil. Tumor ini dihubungkan dengan gejala-gejala sindrom cushing (obesitas, kelemahan otot, atrofi kulit, osteoporosis, pletora, hipertensi, retensi garam dan air, hipertrikosis, dan diabetes mellitus).

B. Klasifikasi berdasarkan gambaran radiology

1. Grade 0: tumor tidak terlihat secara radiologi2. Grade I dan II: adenoma yang terbatas dalam sella turcica

3. Grade III dan IV: adenoma yang menginvasi ke jaringan sekitarnya

Berdasarkan penyebaran tumor ke extrasellar maka dibagi lagi dalam subklasifikasi berikut:

1. A,B,C yaitu penyebaran langsung ke suprasellar2. D yaitu perluasan secara asimetrik ke sinus kavernosus

3. E yaitu perluasan secara asimetrik ke sinus intrakranial

C. Klasifikasi berdasarkan hormon yang diproduksinya, tumor pada kelenjar ini dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:

1. Adenoma hipofisis non fungsional (tidak memproduksi hormon)2. Tumor hipofisis fungsional yang terdiri dari:a.adenoma yang bersekresi prolactin

b.adenoma yang bersekresi growth hormon (GH)

c. adenoma yang bersekresi glikoprotein (TSH, FSH, LH)

d. adenoma yang bersekresiadrenokortikotropik hormon (ACTH)

2.4 Tanda dan Gejala

Tanda gejala dari tumor hipofisis

1. Nyeri kepala2. Karena perluasan tumor ke area supra sel, maka akan menekan chiasma optikum, timbul gangguan lapang pandang bitemporal. Karena serabut nasal inferior yang terletak pada aspek inferior dari chiasma optik melayani lapang pandang bagian temporal superior (Wilbrands knee), maka yang pertama kali terkena adalah lapang pandang kuadran bitemporal superior. Selanjutnya kedua pupil akan menjadi atrophi.3. Jika tumor meluas ke sinus cavernosus maka akan timbul kelumpuhan N III, IV, VI, V2, V1, berupa ptosis, nyeri wajah, diplopia. Oklusi dari sinue akan menyebabkan proptosis, chemosis dan penyempitan dari arteria karotis (oklusi komplit jarang)4. Perubahan bentuk dan ukuran tubuh serta organorgan dalam (seperti tangan,kaki, jari jari tangan, lidah, rahang, kardiomegali)5. Impotensi

6. Visus berkurang7. Nyeri kepala dan penurunan kesadaran8. Perubahan siklus menstruasi (pada klien wanita), infertilitas (ketidaksuburan)

9. Libido seksual menurun10. Kelemahan otot, kelelahan dan letargi(Hotman Rumahardo, 2000 : 39)

11. Tumor yang besar dan mengenai hipotalamus akan menyebabkan adanya perubahan yang dapat mengganggu kenyamanan klien, misalnya : suhu tubuh, nafsu makan dantidur, serta seringkali kondisi status mentalnya kurang baik, yaitu tampak mudah emosi.12. Gangguan penglihatan sampai kebutaan total

Tumor yang tumbuh perlahan akan menyebabkan gangguan fungsi hipofisis yang progressif dalam beberapa bulan atau beberapa tahun berupa:

a. Hypotiroidism, tidak tahan dingin, myxedema, rambut yang kasar

b. Hypoadrenalism, hipotensi ortostatik, cepat lelah

c. Hypogonadism, amenorrhea (wanita), kehilangan libido dan kesuburan

d. Diabetes insipidus, sangat jarang.

Walaupun gangguan lapang pandang bitemporal dan hypopituitarisme yang berjalan progresif merupakan gejala klinik yang khas pada tumor ini, kadang-kadang adenoma hipofisis yang besar memberikan gejala yang