Askep Resti Bunuh Diri Fix

download Askep Resti Bunuh Diri Fix

of 32

  • date post

    06-Aug-2015
  • Category

    Documents

  • view

    64
  • download

    8

Embed Size (px)

Transcript of Askep Resti Bunuh Diri Fix

Bunuh diri merupakan tindakan yang secara sadar dilakukan oleh seseorang untuk mengakhiri kehidupannya. Suatu keadaan dimana individu mengalami resiko untuk menyakiti diri sendiri atau melakukan tindakan yang dapat mengancam nyawa.

Pengertian Bunuh diri adalah tindakan agresif yang merusak diri sendiri dan dapat mengakhiri kehidupan Termasuk kedaruratan psikiatri stres tinggi dan menggunakan koping maladaptif Terdapat 2 jenis bunuh diri yaitu langsung dan tidak langsung.

Tidak Langsung: Semua bentuk perilaku yang merugikan kehidupan fisik yang bisa menimbulkan kematian Tidak disadari/menyangkal bila hal tsb dikonfrontasikan padanya Membutuhkan waktu yang lama dan berulangulang

Perilaku suicide secara tidak langsung :

Merokok Free sex Mengemudikan kendaraan dengan ceroboh Berjudi, merampok, memperkosa Mengikuti kegiatan rekreasi/olah raga yg beresiko tinggi Penyalahgunaan NAPZA Anoreksia nervosa Bulimia Menolak pengobatan, dll

Klasifikasi Perilaku Mencederai Diri Secara Langsung Segala bentuk perilaku yang tujuannya menyebabkan kematian Dilakukan secara sadar Terjadi dalam waktu yang singkat Individu mengharapkan kematian terjadi padanya

kategoriSuicide ideation Suicide intent Suicide threath Suicide gesture Suicide attemp Completed suicide

Rentang responRespon adaftif Peningkatan diri Beresiko destruktif Perilaku Mencederai merusak diri diri tidak langsung Respon maladaptif Bunuh diri

Faktor Presipitasi Stress berlebihan. Melihat atau membaca melalui media ttg orang yang melakukan BD atau percobaan bunuh diri

Faktor Predisposisi Diagnosis psikiatri Sikap kepribadian Lingungan Psikososial Riwayat Keluarga Faktor Biokimiawi

Tanda dan gejala Mempunyai ide untuk bunuh diri. Mengungkapkan keinginan untuk mati. Mengungkapkan rasa bersalah dan keputusasaan. Impulsif. Menunjukkan perilaku yang mencurigakan (biasanya menjadi sangat patuh). Memiliki riwayat percobaan bunuh diri. Verbal terselubung (berbicara tentang kematian, menanyakan tentang obat dosis mematikan). Status emosional (harapan, penolakan, cemas meningkat, panic, marah dan mengasingkan diri). Kesehatan mental (secara klinis, klien terlihat sebagai orang yang depresi, psikosis dan menyalahgunakan alcohol).

Jenis Bunuh Diri Anomik Altruistik Egoistik

Mekanisme koping Denial Rasionalization Regression magical thinking

Perilaku bunuh diri kegagalan mekanisme koping.

Asuhan keperawatan

PengkajianDalam melakukan wawancara: 1. Tentukan tujuan secara jelas. 2. Perhatikan signal / tanda yang tidak disampaikan namun mampu diobservasi dari komunikasi non verbal. 3. Kenali diri sendiri. 4. Jangan terlalu tergesa gesa dalam melakukan wawancara. 5. Jangan membuat asumsi 6. Jangan menghakimi,

PengkajianData yang perlu dikumpulkan saat pengkajian : 1. Riwayat masa lalu : Riwayat percobaan bunuh diri dan mutilasi diri Riwayat keluarga terhadap bunuh diri Riwayat gangguan mood, penyalahgunaan NAPZA dan skizofrenia Riwayat penyakit fisik yang kronik, nyeri kronik. Klien yang memiliki riwayat gangguan kepribadian boderline, paranoid, antisosial Riwayat psikososial

PengkajianData yang perlu dikumpulkan saat pengkajian 2. Symptom yang menyertainya a. Apakah klien mengalami : Ide bunuh diri Ancaman bunh diri Percobaan bunuh diri Sindrome mencederai diri sendiri yang disengaja

b. Derajat yang tinggi terhadap keputusasaan, ketidakberdayaan dan anhedonia dimana hal ini merupakan faktor krusial terkait dengan resiko bunuh diri. 3. Faktor kepribadian

Pengkajian Subjektif Mengungkapkan keinginan bunuh diri Mengungkapkan keinginan untuk mati Mengungkapkan rasa bersalah dan keputusasaan ada riwayat berulang percobaan bunuh diri sebelumnya dari keluarga Mengungkapkan adanya konflik interpersonal Mengungkapkan telah menjadi korban perilaku kekerasan saat kecil

Pengkajian Objektif : Impulsif Menunjukan perilaku yang mencurigakan (biasanya menjadi sangat patuh) Ada riwayat penyakit mental Ada riwayat penyakit fisik Pengangguran Umur 15-19 tahun atau di atas 45 tahun Status perkawinan tidak harmonis

Masalah keperawatan

Resiko bunuh diri Bunuh diri Isolasi sosial Harga diri rendah kronis

diagnosa Resiko bunuh diri

Untuk menegakkan diagnosa ini perlu didapatkan data utama:

Ada ide bunuh diri Mengungkapkan keinginan untuk mati Ada riwayat percobaan bunuh diri Mengungkapkan keputusasaan

Diagnosa : Resiko Bunuh Diri Tujuan : Pasien tetap aman dan selamat Keluarga mampu merawat pasien dengan resti BD

Tujuan KhususPasien : Mengidentifikasi benda-benda yang dapat mengendalikan dorongan BD Mengidentifikasi aspek positif dan mampu menghargai diri sebagai individu yang berharga Mengidentifikasi pola koping yang konstruktif dan mampu menerapkannya Membuat rencana masa depan yang realistis dan mampu melakukan kegiatan

Tujuan KHususKeluarga : Mampu merawat pasien dan mampu menjelaskan pengertian, tanda dan gejala serta jenis perilaku BD Mampu merawat pasien dengan resiko BD Mampu membuat jadwal aktifitas di rumah dan mampu melakukan follow up

Peran Perawat Active Listening, Coping Enhancement, Suicide Prevention, Impulse Control Training, Behavior Management: Self-Harm, Hope Instillation, Contracting, Surveillance: Safety

Intervensi Keperawatan untuk pasien1. Bantu klien untuk menurunkan resiko perilaku destruktif yang diarahkan pada diri sendiri 2. Berikan lingkungan yang aman ( safety) berdasarkan tingkatan resiko , managemen untuk klien yang memiliki resiko tinggi 3. Membantu meningkatkan harga diri klien

Intervensi Keperawatan untuk pasien4. Bantu klien untuk mengidentifikasi dan mendapatkan dukungan social 5. Membantu klien mengembangkan mekanisme koping yang positif.

Intervensi keperawatan untuk keluargaDiskusikan masalah yang dirasakan keluarga dalam merawat pasien Jelaskan pengertian, tanda dan gejala resiko BD dan jenis perilaku BD yg dialami pasien beserta proses terjadinya Jelaskan cara-cara merawat pasien resiko BD

Intervensi keperawatan untuk keluarga Latih keluarga melakukan cara merawat langsung pasien resiko BD Bantu keluarga membuat jadwal aktifitas di rumah tremasuk minum obat Jelaskan follow up pasien setelah pulang

kasusSeorang klien Tn.Asep 25 tahun dating ke emergensi RS Jiwa Cimahi. Hasil pengkajian perawat menunjukkan TD 90/60 mmhg, nadi 110 x/m, suhu 36 0C, dan RR 35 x/m,mengeluh sesak dan nyeri dada. Tampak perdarahan dari pergelangan tangan dan tampak sayatan pada nadinya. Menurut Ibunya, ia berupaya memotong urat nadinya dengan silet. Tiga bulan sebelumnya klien didiagnosa dengan Carcinoma Pulmo Sinistra. Klien pernah memaksa dokter untuk mengakhiri hidupnya dengan cara menyuntikkan zat yang mematikan ke dalam tubuhnya. Beberapa hari sebelumnya klien terlihat murung, sedih, dan tidak mau bicara. Pagi-pagi ia masuk kamar mandi dengan membawa silet. Kepada ibunya ia mengatakan ingin tetap hidup tapi di lain waktu ia mengatakan lebih baik mati karena sudah tidak tahan merasakan sakit di dadanya.

Data apa yg menunjukkan adanya attempt suicide pada kasus diatas Hal apa saja yang perlu dikaji oleh perawat Diagnosa keperawatan yang mungkin muncul Seperti apakah penanganan dan intervensi keperawatan yang diberikan pada klien tsb.