Askep Lp Kelompok Bph

download Askep Lp Kelompok Bph

of 83

  • date post

    25-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    46
  • download

    7

Embed Size (px)

description

YJDGYKY

Transcript of Askep Lp Kelompok Bph

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. M DENGAN GANGGUAN ELIMINASI URINE,GANGGUAN KENYAMANAN: NYERI, DAN GANGGUAN TIDURPADA PRE OP BPH DI BANGSAL FLAMBOYAN RSUD SUKOHARJO

Disusun Oleh:Dewi SartikaJ230155012Asih Dwi ApriantiJ230155016Anan PihariantoJ230155034Aditia IndrianiJ230155035Alfan PramiputraJ230155037Maria Agustin J230155039

PROGRAM PROFESI NERSFAKULTAS ILMU KESEHATANUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA2015

KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan Asuhan Keperawatan berjudul ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. M DENGAN GANGGUAN ELIMINASI URINE,GANGGUAN KENYAMANAN: NYERI, DAN GANGGUAN TIDUR PADA PRE OP BPH DI BANGSAL FLAMBOYAN RSUD SUKOHARJO.Adapun Asuhan Keperawatan ini telah kami usahakan semaksimal mungkin dan tentunya dengan bantuan berbagai pihak, sehingga dapat memperlancar pembuatan Asuhan Keperawatan ini. Untuk itu kami tidak lupa menyampaikan bayak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam pembuatan Asuhan Keperawatan ini. Namun tidak lepas dari semua itu, kami menyadar sepenuhnya bahwa ada kekurangan baik dari segi penyusun bahasanya maupun segi lainnya. Oleh karena itu dengan lapang dada dan tangan terbuka kami membuka selebar-lebarnya bagi pembaca yang ingin memberi saran dan kritik kepada kami sehingga kami dapat memperbaiki Asuhan Keperawatan ini.Akhirnya penyusun mengharapkan semoga dari Asuhan Keperawatan ini dapat bermanfaat bagi penyusun maupun pembaca.

Sukoharjo, 11 Februari 2015

Penyusun,

iiiiv

DAFTAR ISIHalaman Judul iKata PengantariiA. TINJAUAN TEORI1. Laporan Pendahuluan Eliminasi1a. Definisi1b. Fisiologi2c. Nilai-Nilai Normal5d. Faktor Yang Mempengaruhi6e. Pengkajian7f. Komposisi Urine82. Laporan Pendahuluan Benigna Prostat Hiperplasi9a. Definisi9b. Etiologi9c. Patofisiologi9d. Manifestasi Klinik10e. Pathway12f. Pemeriksaan Penunjang13g. Penatalaksanaan14h. Asuhan Keperawatan163. Laporan Pendahuluan Kebutuhan Istirahat dan Tidur.20a. Konsep Dasar Teori20b. Konsep Asuhan Keperawatan274. Laporan Pendahuluan Nyeri.36a. Definisi36b. Klasifikasi..36c. Fisiologi..38d. Nilai-Nilai Normal.40e. Pengkajian..41f. Pemenuhan KDM..43g. Diagnosa45h. Intervensi47B. ASUHAN KEPERAWATAN 49DAFTAR PUSTAKA

LAPORAN PENDAHULUAN GANGGUAN ELIMINASI URINEA. DEFINISIEliminasi adalah pengeluaran hasil ekskresi tubuh. Eliminasi adalah proses pembuangan sisa metabolisme tubuh baikberupa urin atau bowel (feses). Miksi adalah proses pengosongan kandung kemih bila kandung kemih terisi. Sistem tubuh yang berperan dalam terjadinya proses eliminasi urine adalah ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra. Proses ini terjadi dari dua langkah utama yaitu : Kandung kemih secara progresif terisi sampai tegangan di dindingnya meningkat diatas nilai ambang, yang kemudian mencetuskan langkah kedua yaitu timbul reflex saraf yang disebut refleks miksi (refleks berkemih) yang berusaha mengosongkan kandung kemih atau jika ini gagal, setidak-tidaknya menimbulkan kesadaran akan keinginan untuk berkemih (Wahid, 2008).Meskipun reflex miksi adalah refleks autonomik medula spinalis, refleks ini bisa juga dihambat atau ditimbulkan oleh pusat korteks serebri atau batang otak. Kandung kemih dipersarafi araf saraf sakral (S-2) dan (S-3). Sarafsensori dari kandung kemih dikirim ke medula spinalis (S-2) sampai (S4) kemudian diteruskan ke pusat miksi pada susunan saraf pusat. Pusat miksimengirim signal pada kandung kemih untuk berkontraksi. Pada saat destrusorberkontraksi spinter interna berelaksasi dan spinter eksternal dibawah kontol kesadaran akan berperan, apakah mau miksi atau ditahan. Pada saat miksi abdominal berkontraksi meningkatkan kontraksi otot kandung kemih,biasanya tidak lebih 10 ml urine tersisa dalam kandung kemih yang disebut urine residu.Pada eliminasi urine normal sangat tergantung pada individu,biasanya miksi setelah bekerja, makan atau bangun tidur. Normal miksi sehari 5 kali. Defekasi adalah pengeluaran feses dari anus dan rektum. Hal ini jugadisebut bowel movement. Frekuensi defekasi pada setiap orang sangatbervariasi dari beberapa kali perhari sampai 2 atau 3 kali perminggu. Banyaknya feses juga bervariasi setiap orang. Ketika gelombang peristaltic mendorong feses kedalam kolon sigmoid dan rektum, saraf sensoris dalam rektum dirangsang dan individu menjadi sadar terhadap kebutuhan untukdefekasi. Eliminasi yang teratur dari sisa-sisa produksi usus penting untukfungsi tubuh yang normal. Perubahan pada eliminasi dapat menyebabkan masalah pada gastrointestinal dan bagian tubuh yang lain. Karena fungsi usus tergantung pada keseimbangan beberapa faktor, pola eliminasi dan kebiasaan masing-masing orang berbeda (Hidayat, 2005).Klien sering meminta pertolongan dariperawat untuk memelihara kebiasaan eliminasi yang normal. Keadaan sakit dapat menghindari mereka sesuai dengan program yang teratur. Mereka menjadi tidak mempunyai kemampuan fisik untuk menggunakan fasilitas toilet yang normal; lingkungan rumah bisa menghadirkan hambatan untukklien dengan perubahan mobilitas, perubahan kebutuhan peralatan kamarmandi. Untuk menangani masalah eliminasi klien, perawata harus mengertiproses eliminasi yang normal dan faktor-faktor yang mempengaruhi eliminasi.B. Fisiologi Sistem perkemihan Sistem perkemihan merupakan suatu sistem dimana terjadinya proses penyaringan darah sehingga darah bebas dari zat-zat yang tidak dipergunakan oleh tubuh dan menyerap zat-zat yang masih dipergunakan oleh tubuh. Zat-zat yang tidak dipergunakan oleh tubuh larut dalam air dan dikeluarkan berupa urin. Susunan sistem perkemihan terdiri dari: a) dua ginjal yang menghasilkan urin, b) dua ureter yang membawa urin dari ginjal ke vesika urinaria, c) satu vesika urinaria tempat urin dikumpulkan, dan d) satu uretra urin dikeluarkan dari vesika urinaria (Tarwoto, Wartonah. 2006).1. Ginjal Ginjal terletak pada dinding posterior di belakang peritoneum pada kedua sisi vertebra torakalis ke-12 sampai vertebra lumbalis ke-3. Bentuk ginjal seperti biji kacang. Ginjal kanan sedikit lebih rendah dari ginjal kiri, karena adanya lobus hepatis dextra yang besar (Tarwoto, Wartonah. 2006).2. Fungsi ginjal Fungsi ginjal adalah memegang peranan penting dalam pengeluaran zat-zat toksis atau racun, mempertahankan suasana keseimbangan cairan, mempertahankan keseimbangan kadar asam dan basa dari cairan tubuh, dan mengeluarkan sisa-sisa metabolisme akhir dari protein ureum, kreatinin dan amoniak (Tarwoto, Wartonah. 2006).3. Fascia renalis Fascia renalis terdiri dari: a) fascia (fascia renalis), b) jaringan lemak perirenal, dan c) kapsula yang sebenarnya (kapsula fibrosa), meliputi dan melekat dengan erat pada permukaan luar ginjal.4. Struktur GinjalSetiap ginjal terbungkus oleh selaput tipis yang disebut kapsula fibrosa, terdapat korteks renalis di bagian luar, yang berwarna cokelat gelap, medulla renalis di bagian dalam yang berwarna cokelat lebih terang dibandingkan korteks. Bagian medulla berbentuk kerucut yang disebut piramides renalis, puncak kerucut tadi menghadap kaliks yang terdiri dari lubang-lubang kecil yang disebut papilla renalis (Tarwoto, Wartonah. 2006).Hilum adalah pinggir medial ginjal berbentuk konkaf sebagai pintu masuknya pembuluh darah, pembuluh limfe, ureter dan nervus. Pelvis renalis berbentuk corong yang menerima urin yang diproduksi ginjal. Terbagi menjadi dua atau tiga calices renalis majores yang masing-masing akan bercabang menjadi dua atau tiga calices renalis minores. Struktur halus ginjal terdiri dari banyak nefron yang merupakan unit fungsional ginjal. Diperkirakan ada 1 juta nefron dalam setiap ginjal. Nefron terdiri dari: glomerulus, tubulus proximal, ansa henle, tubulus distal dan tubulus urinarius (Tarwoto, Wartonah. 2006).5. Proses pembentukan urin Tahap pembentukan urin a. Proses filtrasi, di glomerulus. Terjadi penyerapan darah yang tersaring adalah bagian cairan darah kecuali protein. Cairan yang tersaring ditampung oleh simpai bowmen yang terdiri dari glukosa, air, sodium, klorida, sulfat, bikarbonat dll, diteruskan ke tubulus ginjal. Cairan yang disaring disebut filtrat glomerulus (Tarwoto, Wartonah. 2006).b. Proses reabsorbsiPada proses ini terjadi penyerapan kembali sebagian besar dari glukosa, sodium, klorida fosfat dan beberapa ion bikarbonat. Prosesnya terjadi secara pasif (obligator reabsorbsi) di tubulus proximal. Sedangkan pada tubulus distal terjadi kembali penyerapan sodium dan ion bikarbonat bila diperlukan tubuh. Penyerapan terjadi secara aktif (reabsorbsi fakultatif) dan sisanya dialirkan pada papilla renalis (Tarwoto, Wartonah. 2006). c. Proses sekresi Sisa dari penyerapan kembali yang terjadi di tubulus distal dialirkan ke papilla renalis selanjutnya diteruskan ke luar (Tarwoto, Wartonah. 2006).6. Pendarahan Ginjal mendapatkan darah dari aorta abdominalis yang mempunyai percabangan arteri renalis, arteri ini berpasangan kiri dan kanan. Arteri renalis bercabang menjadi arteri interlobularis kemudian menjadi arteri akuarta. Arteri interlobularis yang berada di tepi ginjal bercabang manjadi arteriole aferen glomerulus yang masuk ke gromerulus. Kapiler darah yang meninggalkan gromerulus disebut arteriole eferen gromerulus yang kemudian menjadi vena renalis masuk ke vena cava inferior (Barry, 201l). 7. Persarafan ginjal. Ginjal mendapatkan persarafan dari fleksus renalis (vasomotor). Saraf ini berfungsi untuk mengatur jumlah darah yang masuk ke dalam ginjal, saraf ini berjalan bersamaan dengan pembuluh darah yang masuk ke ginjal (Barry, 2011).8. Ureter Terdiri dari 2 saluran pipa masing-masing bersambung dari ginjal ke vesika urinaria. Panjangnya 25-34 cm, dengan penampang 0,5 cm. Ureter sebagian terletak pada rongga abdomen dan sebagian lagi terletak pada rongga pelvis. Lapisan dinding ureter menimbulkan gerakan-gerakan peristaltik yang mendorong urin masuk ke da