askep lansia dengan gangguan psikologis

Click here to load reader

  • date post

    06-Jan-2020
  • Category

    Documents

  • view

    0
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of askep lansia dengan gangguan psikologis

MAKALAH KEPERAWATAN GERONTIK

ASUHAN KEPERAWATAN LANSIA DENGAN GANGGUAN PSIKOLOGIS (CEMAS, DEPRESI, BERDUKA)

Disusun oleh :

Setia Sari Dewi (NIM 121812021)

Dosen Pengajar atau Pembimbing:

Dr. Syamilatul Khariroh, S.Kp.,M.Kes

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HANGTUAH TANJUNGPINANG

TANJUNGPINANG - KEPULAUAN RIAU

TA 2019

30

KATA PENGANTAR

Bismillahirrohmanirrohim

Alhamdulillah, dengan mengucap syukur kepada Sang Maha Pencipta yang memiliki kesempurnaan dan yang telah memberikan nikmat tak terhingga jumlahnya,sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul “Asuhan Keperawatan Lansia Dengan Gangguan Psikologis (Cemas, Depresi, Berduka)”

Sholawat dan salam tak lupa kami hanturkan kepada Nabi Muhammad SAW.Yang telah membawa umatnya dari zaman kebodohan hingga zaman yang penuh dengan ilmu pengetahuan seperti sekarang ini.

Penulis mengucapkan terimakasih kepada :

1. Dr. Heri Priatna,, SSt. FT,SKM,S. Sos, MM, selaku ketua Stikes Hangtuah Tanjungpinang.

2. Dr. Syamilatul Khariroh, S.Kp.,M.Kes selaku dosen pembimbing.

Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.

Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.

Tanjungpinang, 9 Oktober 2019

Penulis

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL i

KATA PENGANTAR ii

DAFTAR ISI iii

BAB I : PENDAHULUAN

A. Latar Belakang 4

B. Rumusan Masalah 4

C. Tujuan Penulisan 4

D. Manfaat Penulisan 5

BAB II : PEMBAHASAN

A. Definisi dying dan kematian 6

B. Diskripsi rentang pola hidup sampai menjelang kematian 6

C. Perkembangan persepsi kematian……………………………………..7

D. Ciri – ciri kematian……………………………………………………8

E. Pendampingan pasien yang Sakaratul maut…………………………...9

F. Moral dan etika pada pasien dying……………………………………12

G. Hubungan pasien dan perawat………………………………………...13

H. Peran perawat…………………………………………………………14

BAB III : PENUTUP

A. Kesimpulan 15

B. Saran 15

DAFTAR PUSTAKA

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG

Psikogeriatri atau psikiatri adalah cabang ilmu kedokteran yang memperhatikan pencegahan, diagnosis, dan terapi gangguan fisik dan psikologis atau psikiatrik pada lanjut usia. Saat ini disiplin ini sudah berkembang menjadi suatu cabang psikiatrik, analaog dengan psikiatrik anak (Brocklehurts, Allen, 1987). Diagnosis dan terapi gangguan mental pada lanjut usia memerlukan pengetahuan khusus, karena kemungkinan perbedaan dalam manisfestasi klinis, pathogenesis dan patofisiologi gangguan mental antara pathogenesis dewasa muda dan lanjut usia (Weinberg, 1995; Kolb-Brodie, 1982). Faktor penyulit pada pasien lanjut usia juga perlu dipertimbangkan, antara lain sering adanya penyakit dan kecacatan medis kronis penyerta, pemakaian banyak obat (polifarmasi) dan peningkatan kerentanan terhadap gangguan kognitif (Weinberg, 1995; Gunadi, 1984).

Sehubungan dengan meningkatnya populasi usia lanjut, perlu mulai dipertimbangkan adanya pelayanan psikogeriatrik di rumah sakit yang cukup besar. Bangsal akut, kronis danday hospital, merupakan tiga layanan yang mungkin harus sudah mulai difikirkan (Brocklehurts, Allen, 1987). Tentang bagaimana kerjasama antara bidang psikogeriatrik dan geriatrik dapat dilihat pada bab mengenai pelayanan kesehatan pada usia lanjut.

1.2. TUJUAN PENULISAN

            Penulisan makalah bertujuan agar pembaca mengetahui dan memahami Askep psikologi pada lansia.Untuk para perawat agar dapat mengaplikasikan pengetahuan yang didapat kedalam praktek lapangan.

1.3. METODE PENULISAN

            Dalam penulisan makalah ini kami menggunakan metode kepustakaan dan Browsing Internet.

1.4. SISTEMATIKA PENULISAN

            Sistematika penulisan yaitu :

BAB I PENDAHULUAN

BAB II PEMBAHASAN

BAB III ASKEP

BAB IVPENUTUP.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Konsep Teori Lansia

2.1.1. Batasan Lansia

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Lanjut Usia meliputi:

a.       Usia pertengahan (Middle Age) ialah kelompok usia 45 sampai 59 tahun.

b.      Lanjut usia (Elderly) ialah kelompok usia antara 60 dan 74 tahun.

c.       Lanjut usia tua (Old) ialah kelompok usia antara 75 dan 90 tahun.

d.      Usia sangat tua (Very Old) ialah kelompok di atas usia 90 tahun.

           

2.1.2. Proses Menua

Pada hakekatnya menjadi tua merupakan proses alamiah yang berarti seseorang telah melalui tiga tahap kehidupannya yaitu masa kanak-kanak, masa dewasa dan masa tua (Nugroho, 1992). Tiga tahapan ini berbeda baik secara biologis maupun secara psikologis. Memasuki masa tua berarti mengalami kemunduran secara fisik maupun secara psikis. Kemunduran fisik ditandai dengan kulit yang mengendor, rambut putih, penurunan pendengaran, penglihatan menurun, gerakan lambat, kelainan berbagai fungsi organ vital, sensitivitas emosional meningkat.

2.2. Teori Kejiwaan Lansia

2.2.1. Aktifitas atau Kegiatan (Activity Theory)

Ketentuan akan meningkatnya pada penurunan jumlah kegiatan secara langsung. Teori ini menyatakan bahwa usia lanjut yang sukses adalah mereka yang aktif dan ikut banyak dalam kegiatan sosial.  Ukuran optimum (pola hidup) dilanjutkan pada cara hidup dari lanjut usia. Mempertahankan hubungan antara sistem sosial dan individu agar tetap stabil dari usia pertengahan ke lanjut usia.

2.2.2. Kepribadian Berlanjut (Continuity Theory)

Dasar kepribadian atau tingkah laku tidak berubah pada lanjut usia. Teori ini merupakan gabungan dari teori diatas. Pada teori ini menyatakan bahwa perubahan yang terjadi pada seseorang yang lanjut usia sangat dipengaruhi oleh tipe personaliti yang dimiliki.

2.2.3 Teori Pembebasan (Disengagement Theory)

Teori ini menyatakan bahwa dengan bertambahnya usia, seseorang secara berangsur-angsur mulai melepaskan diri dari kehidupan sosialnya. Keadaan ini mengakibatkan interaksi sosial lanjut usia menurun, baik secara kualitas maupun kuantitas sehingga sering terjaadi kehilangan ganda (triple loss), yakni:

•         Kehilangan Peran

•         Hambatan Kontak Sosial

•         Berkurangnya Kontak Komitmen

2.3. Teori Psikologi

            Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku manusia, baik sebagai individu maupun dalam hubungannya dengan lingkungannya. Tingkah laku tersebut berupa tingkah laku yang tampak maupun tidak tampak, tingkah laku yang disadari maupun yang tidak disadari.( Muhibbin Syah (2001)

2.3.1. Teori Tugas Perkembangan

Havigurst (1972) menyatakan bahwa tugas perkembangan pada masa tua antara lain adalah:

a.       Menyesuaikan diri dengan penurunan kekuatan fisik dan kesehatan

b.      Menyesuaikan diri dengan masa pensiun dan berkurangnya penghasilan

c.       Menyesuaikan diri dengan kematian pasangan hidup

d.      Membentuk hubungan dengan orang-orang yang sebaya

e.       Membentuk pengaturan kehidupan fisik yang memuaskan

f.       Menyesuaikan diri dengan peran sosial secara luwes

Selain tugas perkembangan diatas, terdapat pula tugas perkembangan yang spesifik yang dapat muncul sebagai akibat tuntutan:

a.       Kematangan fisik

b.      Harapan dan kebudayaan masyarakat

c.       Nilai-nilai pribadi individu dan aspirasi

Menurut teori ini, setiap individu memiliki hirarki dari dalam diri, kebutuhan yang memotivasi seluruh perilaku manusia (Maslow 1954).

2.3.2. Teori Individual Jung

Carl Jung (1960) menyusun sebuah teori perkembangan kepribadian dari seluruh fase kehidupan yaitu mulai dari masa kanak-kanak, masa muda dan masa dewasa muda, usia pertengahan sampai lansia. Kepribadian individu terdiri dari Ego, ketidaksadaran seorang dan ketidaksadaran bersama. Menurut teori ini kepribadian digambarkan terhadap dunia luar atau kearah subyektif. Pengalaman-pengalaman dari dalam diri (introvert). Keseimbangan antara kekuatan ini dapat dilihat pada setiap individu dan merupakan hal yang paling penting bagi kesehatan mental.

2.3.3. Teori Delapan Tingkat Kehidupan

Secara Psikologis, proses menua diperkirakan terjadi akibat adanya kondisi dimana kondisi psikologis mencapai pada tahap-tahap kehidupan tertentu. Ericson (1950) yang telah mengidentifikasi tahap perubahan psikologis (delapan tingkat kehidupan) menyatakan bahwa pada usia tua, tugas perkembangan yang harus dijalani adalah untuk mencapai keeseimbangan hidup atau timbulnya perasaan putus asa. Peck (1968) menguraikan lebih lanjut tentang teori perkembangan Erikson dengan mengidentifikasi tugas penyelarasan integritas diri dapat dipilih dalam tiga tingkat yaitu : pada perbedaan ego terhadap peran pekerjaan preokupasi, perubahan tubuh terhadap pola preokupasi, dan perubahan ego terhadap ego preokupasi.

Pada tahap perbedaan ego terhadap peran pekerjaan preokupasi, tugas perkembangan yang harus dijalani oleh lansia adalah menerima identitas diri sebagai orang tua d