Askep Keluarga Hipertensi

of 23

  • date post

    14-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    661
  • download

    5

Embed Size (px)

Transcript of Askep Keluarga Hipertensi

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KELUARGA Tn. M DI WILAYAH RT 02 RW VIII KELURAHAN BANYUMANIK SEMARANG LAPORAN PENGELOLAAN KASUS Disusun Untuk Memenuhi Tugas Belajar Lapangan Keperawatan Keluarga

Disusun oleh: M. Nursyamsu Hidayat P.17420109021

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN SEMARANG JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SEMARANG

2012 PENGKAJIAN KELUARGA A. 1. Struktur Keluarga Nama Kepala Keluarga Umur Pendidikan Agama Suku Pekerjaan Alamat Susunan Anggota Keluarga No 1 2 3 4 Nama Tn. M Ny.S An. D An. S Umur 43 Tahun 40 Tahun 14 Tahun 8 Tahun Tipe Keluarga : Genogram : Sex (L/P) L P P P :Tn. M : 43 tahun : SD : Islam : Jawa : Buruh : RT 02/ RW VIII Kel Banyumanik : Pekerjaan Buruh Buruh Pelajar Pelajar Keterangan Tahun Lahir 1968 1972 1998 2004 Struktur Keluarga

Keterangan : : Laki laki : Perempuan Tinggal Serumah : Meninggal

2. a.

Sifat Keluarga Anggota keluarga yang menonjol dalam pengambilan keputusan : Tn. M mengatakan dalam memecahkan masalah yang dihadapi keluarga pengambilan keputusan dilakukan musyawarah yaitu dengan didiskusikan bersama dan dipecahkan bersama, tanpa ada anggota keluarga yang lebih menonjol/dominan. b. Kebiasaan hidup sehari-hari : Kebiasaan istirahat / tidur Ny. S mengatakan setiap malamnya biasa tidur mulai pukul 22.00 WIB sampai pukul 04.30 WIB. Selain itu Ny. S mempunyai kebiasaan tidur siang. Sementara Tn. M mengatakan biasa tidur jam 22.00 WIB sampai pukul 05.00 WIB. Untuk An. D dan An. S biasa tidur jam 20.30 WIB sampai pukul 05.00 WIB. Rekreasi dan Olahraga Ny. S mengatakan bahwa keluarga jarang rekreasi karena tidak mempunyai biaya lebih untuk berpergian ke tempat wisata. Sedangkan untuk kebiasaan berolahraga juga tidak pernah dilakukan. Keluarga Tn. M tidak pernah ikut kegiatan senam di RT. Kebiasaan makan keluarga Kebiasaan makan keluarga Tn. M tiga kali sehari dengan menu nasi, sayur, lauk. Dalam menyajikan makanan kadang dalam keadaan terbuka. Pada Ny. S yang menderita tekanan darah tinggi belum mengetahui makanan dan minuman apa saja yang dilarang maupun dianjurkan pada penderita hipertensi. Sedangkan untuk anak anaknya, Ny. S selalu membuatkan susu pada saat sarapan pagi.

B. a.Pekerjaan KK

Faktor Sosial Budaya dan Ekonomi 1. Penghasilan dan pengeluaran : Buruh

b. d.

Jam Kerja

: Tidak tentu keluarga mengatakan tidak

c.Penghasilan per bulan : Rp. 720.000 900.000, Simpanan keuangan : mempunyai tabungan, karena penghasilannya selalu habis untuk memenuhi kebutuhan keluarga. e.Penentu dalam keluarga sama. 2. Suku dan agama Tn. M dan Ny. S berasal dari suku Jawa dan menganut agama Islam. 3. Peranan anggota dalam keluarga Tn. M berperan sebagai pemimpin dan tulang punggung keluarga, sedangkan Ny. S sebagai ibu rumah tangga juga terkadang membantu mencari penghasilan tambahan dengan bekerja menjadi buruh di rumah tetangga. Ny. S mengatakan bahwa ia juga mengatur keuangan keluarga. 4. Hubungan keluarga dengan masyarakat Hubungan Tn. M dan Ny. S dengan masyarakat baik. Tn. M mengatakan selalu mengahadiri acara rutin di RT seperti Pertemuan RT. C. Tipe rumah Ukuran Jumlah ruangan Faktor Lingkungan 1. Rumah (tipe, ukuran, jumlah ruangan) : Tembok permanen, lantai dari keramik, atap genting. :6 mx 9 m : 8 ruangan, terdiri atas 3 kamar tidur, 1 ruang tamu, 1 ruang keluarga, 1 dapur, 1 kamar mandi dan 1 teras rumah. 2. Ventilasi dan Penerangan Penerangan rumah dengan lampu neon, siang hari cahaya sinar matahari dapat masuk ke setiap ruangan dan kamar tidur, terdapat 2 kamar saja yang mempunyai jendela, dan untuk ruang tamu ada dua jendela. Total terdapat 4 jendela. 3. Persediaan air bersih : Tn. M dan Ny. S mempunyai peran

Persediaan air bersih tersedia dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan air minum dan memasak, air diambil dari sumur dan dimasak terlebih dahulu hingga masak. Namun kalau sedang musim hujan biasanya air sumur menjadi agak keruh tapi tidak berbau. Untuk kebutuhan air (MCK) anggota keluarga menggunakan air sumur juga. 4. Pembuangan sampah Sampah dibuang pada tempat sampah terbuka di samping rumah dan apabila sudah menumpuk sampah akan dibakar. 5. Pembuangan air limbah Pembuangan limbah melalui selokan. 6. Jamban / WC (tipe, jarak dengan sumber air) Tipe jamban leher angsa (jamban jongkok). 7. Lingkungan rumah Jarak rumah klien dengan tetangga terdekat sekitar 1-3 meter, sedangkan didepan rumah keluarga persis terdapat tempat cuci mobil. Pada samping rumah terdapat kost - kostan. 8. Sarana komunikasi dan transportasi Untuk berhubungan dengan keluarga maupun saudara yang jauh Tn. M dan Ny. S menggunakan telephone milik An. D. Sedangkan untuk keperluan transportasi keluarga menggunakan sepeda motor. 9. Fasilitas hiburan (TV, radio, dll) Keluarga memiliki sebuah televisi yang terletak di ruang keluarga sebagai fasilitas hiburan. 10. Denah (rumah dan lingkungan) 1 2 5 6 U

3 11

4 10 9

7

8

Keterangan: 1 Teras 2 Ruang Tamu 3, 5, 6 Kamar tidur 4 Ruang keluarga 7 Kamar mandi 8 Dapur 9,10,11 Kost

11. Fasilitas pelayanan kesehatan Anggota keluarga jarang memeriksakan kesehatannya ke fasilitas pelayanan kesehatan, namun terkadang keluarga pernah juga periksa ke tempat pelayanan terdekat yaitu klinik Duta. D. Riwayat Kesehatan 1. Riwayat kesehatan masing-masing anggota keluarga Ny. S mengatakan belum pernah sakit berat dan di rawat di Rumah Sakit, tetapi Ny. S mempunyai tekanan darah tinggi. Pemeriksaan terakhir tanggal 1 Februari tekanan darahnya 160/110 mmhg dan klien tampak nyeri di daerah kepala. Ny. S mengatakan bahwa merasakan pusing, kaku/pegal ditengkuk, telinga berdenging apabila tekanan darahnya tinggi. Selain itu Ny. S juga mengatakan belum mengerti secara mendalam tentang hipertensi. Tn. M mengatakan pernah sakit thypoid 1 bulan lalu, yang mana dulu semasa kecil juga pernah terkena thypoid. Sedangkan anak-anaknya belum pernah ada yang dirawat di rumah sakit dan untuk An. D punya alergi pada ikan laut. 2. Keluarga Berencana Ny. S mengatakan bahwa sampai saat ini masih rutin mengikuti program KB dengan pil. 3. Imunisasi Ny. S mengatakan bahwa imunisasi anggota keluarga sudah lengkap, dan terakhir an. S mendapatkan imunisasi ulangan di sekolah. E. Ny. S TD : 160/110 mmHg RR : 20 x/mnt Pengkajian Fisik

Nadi : Kepala Rambut Telinga Mata Hidung Mulut Leher Dada Perut Ekstremitas Turgor Tn. M

76

x/mnt

Suhu : 36 0 C.

: bentuk mesochepal, tidak ada luka, tidak berbau. : bersih, hitam, tidak ada uban. : bersih, simetris, tidak ada serumen, fungsi pendengaran tidak terganggu. : simetris, reflek pupil terhadap cahaya baik, sklera tidak ikterik, konjungtiva tidak anemis. : bersih, fungsi penciuman baik, tidak ada sekret, tidak ada pernapasan cuping hidung, tidak ada polip hidung. : mukosa bibir lembab, bentuk simetris, tidak ada stomatitis. : simetris, tidak ada pembesaran kelenjar getah bening, tidak ada pembesaran kelenjar tiroid. : simetris, fokal fremitus dada kanan = dada kiri, sonor, tidak terdengar suara nafas tambahan. : simetris, bising usus 20 kali/menit, tidak ada pembesaran hepar atau lien, tidak ada nyeri tekan, timpani. : simetris, tidak ada udema, tidak ada lesi. : turgor kulit elastis.

TD : 120/80 mmHg Nadi : Kepala Rambut Telinga Mata Hidung Mulut 80 x/mnt

RR

: 22

x/mnt

Suhu : 370 C.

: bentuk mesochepal, tidak ada luka, tidak berbau. : bersih, hitam, terdapat ada uban yang cukup banyak. : bersih, simetris, tidak ada serumen, fungsi pendengaran tidak terganggu. : simetris, reflek pupil terhadap cahaya baik, sklera tidak ikterik, konjungtiva tidak anemis. : bersih, fungsi penciuman baik, tidak ada sekret, tidak ada pernapasan cuping hidung, tidak ada polip hidung. : mukosa bibir lembab, bentuk simetris.

Leher Dada Perut Ekstremitas Turgor

: simetris, tidak ada pembesaran kelenjar getah bening, tidak ada pembesaran kelenjar tiroid. : simetris, fokal fremitus dada kanan = dada kiri, sonor, tidak terdengar suara nafas tambahan. : simetris, bising usus normal, tidak ada pembesaran hepar atau lien, tidak ada nyeri tekan, timpani. : simetris, tidak ada udema, tidak ada akral dingin, tidak ada lesi. : turgor kulit elastis.

Untuk An. S nadi: 98, RR: 24x menit, BB 20 kg dan pada pemeriksaan fisik tidak ada kelainan. Sementara pada An. D belum dikaji secara langsung karena malu untuk diperiksa. Namun sudah dikaji lewat ibunya, yang mana An. D mempunyai BB 34 kg dan tidak mengalami kelainan pada fisik, tapi pada kulit An. D terdapat bintik bintik hitam bekas terkena alergi. F. 1. Status emosi Ny. S mengatakan bahwa ia mudah marah jika ada anak anak nya yang bandel. Untuk Tn. M emosi nya stabil dan ramah, sedangkan untuk An. D dan An. S emosinya masih labil seperti anak anak pada umumnya. 2. Konsep diri Anggota keluarga Tn. M memiliki konsep diri baik meskipun hidup dengan kekurangan dan terkadang penyakit menghampiri keluarga tabah dan ingin semakin mendekatkan diri pada Sang Pencipta 3. Pola komunikasi Seluruh anggota keluarga Tn. M mampu menggunakan komunikasi efektif dua arah yaitu Indonesia. 4. Pola interaksi menggunakan bahasa Jawa dan bahasa Pengkajian Psikososial

Keluarga Tn. M mempunyai interaksi sosial yang baik, hubungan dengan tetangga sekitar juga harmonis. Tn. M juga selalu hadir dalam pertemuan RT, namun untuk Ny. S sudah tidak pernah lagi ikut kegiatan RT seperti PKK ataupun dasa wisma. 5. Pola pertahanan dalam keluarga Apabila ada masalah dalam keluarga, keluarga biasanya membicarakan secara bersama-sama dan diselesaikan secara bersama. Namun apabila masalah belum teratasi keluarga akan pasrah untuk menerimanya. G. Tumbuh Kembang Keluarga Tn. M mengatakan belum begitu memahami tahapan perkembangan anak secara menyeluruh, yang ia tahu hanya secara umum seperti masyarakat ketahui pada umumnya. Namun keluarga menyediakan fasilitas untuk merangsang tumbuh kembang anak seperti main