Askep Jiwa Rsjd Soedjarwadi Klaten

download Askep Jiwa Rsjd Soedjarwadi Klaten

of 33

  • date post

    03-Feb-2016
  • Category

    Documents

  • view

    25
  • download

    0

Embed Size (px)

description

Askep Jiwa

Transcript of Askep Jiwa Rsjd Soedjarwadi Klaten

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. Y DENGAN GANGGUAN HARGA DIRI RENDAH DI RUANG PERKASA RUMAH SAKIT JIWA DAERAH Dr. RM SOEDJARWADIKLATEN

DISUSUN OLEH :KELOMPOK V1. 28

2. FIRMAN SAPUTRA3. M. IRWAN SURYADI4. NOVAN CAHYA SAPUTRA5. M. HIZBULLAH6. RAHMAN ISNAINI FITRIADI7. NI NYOMAN SULASTRI8. SUHAINI9. JUMIYANTI10. RAMANDA SATRIA KARISMAWAN

YAYASAN RUMAH SAKIT ISLAM NUSATENGGARA BARATSEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN YARSI MATARAMJURUSAN KEPERAWATAN PRODI S1MATARAM2015KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang memberi banyak kenikmatan, rahmat serta karunia sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Asuhan Keperawatan Pada Tn. Y dengan Gangguan Konsep Diri : Harga Diri Rendah di Ruang Perkasa Rumah Sakit Jiwa Daerah DR. RM SOEDJARWADI KLATEN.Penulis menyadari bahwa laporan ini masih banyak kekurangan, untuk itu saran dan kritik yang bersifat membangun demi perbaikan selalu dinantikan. Akhirnya penyusun mengharapkan semoga dengan segala kesederhanaannya dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan pembaca pada umumnya.

Mataram , 30 Juni 2015

Penulis

DAFTAR ISICOVERKATA PENGANTARDAFTAR ISIBAB 1 : PENDAHULUAN1.1. Latar Belakang Masalah1.2. Tujuan Penulisan1.3. Metode PenulisanBAB 2 : LAPORAN PENDAHULUAN2.1. Masalah Utama2.2. Proses Terjadinya Masalah2.3. Pohon Masalah2.4. Masalah Keperawatan2.5. Diagnosa Keperawatan2.6. Rencana Tindakan KeperawatanBAB 3 : TINJAUAN KASUS3.1. Pengkajian3.2. Keluhan Utama3.3. Alasan Masuk3.4. Faktor Predisposisi3.5. Pemeriksaan Fisik3.6. Psikososial3.7. Status Mental3.8. Kebutuhan Persiapan Pulang3.9. Mekanisme Koping3.10. Masalah Psikososial Dan lingkungan3.11. Aspek Medik3.12. Masalah Keperawatan3.13. Pohon Masalah3.14. Diagnosa Keperawatan3.15. Analis Data3.16. Rencana Keperawatan3.17. Implementasi Dan Evaluasi KeperawatanBAB 4 : PENUTUP1.4. Kesimpulan1.5. SaranDAFTAR PUSTAKA

BAB 1PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANGKesehatan jiwa merupakan suatu kebutuhan tiap individu yang sangat penting. Oleh karena itu kesehatan jiwa harus juga diperhatikan. Selain hal ini merupakan peran petugas kesehatan, tetapi merupakan hal yang menuntut adanya keselarasan dan kerja sama dari berbagai pihak selain individu itu sendiri, keluarga maupun lingkungan.Dari berbagai masalah kesehatan jiwa, gangguan konsep diri dengan harga diri rendah banyak mengiringi penyakit-penyakit gangguan jiwa. Bila hal ini terjadi, terkadang dapat menimbulkan dampak yang buruk pada diri pasien sendiri maupun orang lain di sekitarnya.

1.2 TUJUAN a. Tujuan UmumTujuan utama dari penulisan makalah ini yaitu untuk memenuhi tugas individu mata kuliah Keperawatan jiwab. Tujuan Khusus Menerapkan teori dan lebih menekankan dalam mempraktekan proses keperawatan yang terdiri dari pengkajian, perencanaan, tindakan dan evaluasi Dapat mengetahui cara merawat klien dengan isolasi sosial

1.3 METODEMetode penulisan yang digunakan dalam penulisan laporan ini adalaha. Wawancara: Dilakukan pada pada klien, keluarga klien dan perawat ruanganb. Observasi: Pengamatan pasien selama proses keperawatanc. Perpustakaan: Catatan medis dan mata kuliah keperawatan jiwa

BAB 2KONSEP DASAR

2.1 MASALAH UTAMAGangguan konsep diri : Harga Diri Rendah2.2 PROSES TERJADINYA MASALAH2.2.1 PengertianHarga diri adalah penilaian individu tentang nilai personal yang diperoleh dengan menganalisa seberapa baik perilaku seseorang sesuai dengan diri sendiri tanpa syarat, walaupun melakukan kesalahan, kekalahan dan kegagalan, tetap merasa sebagai seseorang yang penting dan berharga.Harga diri rendah adalah evaluasi diri dan perasaan tentang diri sendiri atau kemampuan diri yangnegatif yang dapat secara langsung atau tidak langsung diekspresikan. (Towsend, 1998).Harga diri rendah adalah menolak dirinya sebagai sesuatu yang berharga dan tidak dapat bertanggung jawab atas kehidupan sendiri, gagal menyesuaikan tingkah laku dancita cita. (Fk.UNDIP , 2001 )Kesimpulan harga diri rendah adalah perasaan negatif terhadap diri sendiri, hilang percayaan diri, harga diri serta menolak dirinya. Tidak dapat bertanggung jawab atas kehidupan sendiri serta gagal dalam menyesuaikan tingkah laku dan cita-cita.2.2.2 Tanda-tanda klien dengan harga diri rendah adalah : a. Perasaan malu terhadap diri sendiri adalah akibat penyakit dan akibat tindakan terhadap penyakit.b. Rasa bersalah terhadap diri sendiric. Merendahkan martabatd. Gangguan hubungan sosial seperti menarik dirie. Percaya diri kurangf. Menciderai diri (Stuart dan Sudden ; 1998, hal 230)

2.2.3 Faktor-faktora. Faktor predisposisi1. Penolakan orang tua2. Harapan orang tua yang tidak realistis3. Kegagalan yang berulang kali4. Kurang mempunyai tanggung jawab personal5. Ketergantungan kepada orang lain6. Ideal diri tidak realistisb. Faktor presipitasi1. Citra tubuh yang tidak sesuai2. Keluhan fisik3. Ketegangan peran yang dirasakan4. Perasaan tidak mampu5. Penolakan terhadap kemampuan personal6. Perasaan negatif mengenai tubuhnya sendiri

2.3 POHON MASALAHIsolasi Sosial : Menarik diri ( Causa )

Gangguan konsep diri : Harga diri ( Core Problem )

Koping individu tidak efektif ( Fector )

2.4 MASALAH KEPERAWATAN2.4.1 Isolasi Sosial : Menarik diriData : a. Apatis (acuh terhadap lingkungan)b. Komunikasi verbal menurun atau tidak ada. Klien tidak bercakap-cakap dengan klien lain atau perawatc. Mengisolasi diri (menyendiri)d. Tidak atau kurang sadar dengan linkungan sekitarnyae. Menolak hubungan dengan orang lainf. Aktifitas menurung. Harga diri rendah2.4.2 Gangguan konsep diri : Harga diri rendahData : a. Malu terhadap diri sendiri akibat penyakitb. Rasa bersalah terhadap diri sendiric. Merendahkan martabatd. Gangguan hubungan sosial : menarik dirie. Percaya diri kurangf. Menciderai diri

2.5 DIAGNOSA KEPERAWATAN2.5.1 Isolasi sosial : Menarik diri berhubungan dengan harga diri rendah2.5.2 Gangguan konsep diri : Harga diri rendah berhubungan dengan koping individu tidak efektif2.6 RENCANA KEPERAWATAN2.6.1 Isolasi sosial : Menarik diri berhubungan dengan harga diri rendaha. Tujuan umumKlien tidak menarik diri dan mampu berhubungan dengan orang lain secara optimalb. Tujuan khususTUK 1 : Klien dapat membina hubungan saling percaya1. Kriteria hasilEkspresi wajah bersahabat, tidak acuh, ada kontak mata, mau berjabat tangan, mau menyebutkan nama, mau bercakap-cakap dan mengutarakan masalah yang dihadapi2. Intervensi Bina hubungan saling percaya dengan mengungkapkan prinsip hubungan therapeutik1) Sapa klien dengan ramah baik verbal maupun non verbal2) Perkenalkan diri dengan sopan3) Tanyakan nama lengkap klien dan nama panggialan yang disukai klien4) Jelaskan tujuan pertemuan5) Jujur dan menepati janji6) Selalu kontak mata selama interaksi7) Tunjukan sikap empati dan penuh perhatian pada klien

TUK 2 : Klien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki1. Kriteria hasilKlien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki 2. Intervensi 1) Diskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki klien 2) Bantu klien mengekspresikan dan menggambarkan perasaan serta pikirannya3) Tekankan bahwa kekuatan untuk berubah tergantung pada klien sendiri4) Identifikasi stresor yang relevan dan penilaian klien terhadap stresor tersebut5) Dukung kekuatan, ketrampilan dan respon koping yang efektif6) Utamakan memberi pujian therapeutik7) Tingkatkan keterlibatan keluarga dan kelompok untuk memberikan dukungan untuk mempertahankan kemajuan dan perkembangan klien

TUK 3 : Klien dapat menilai kemampuan yang digunakan 1. Kriteria hasilKlien menilaim kemampuan yang digunakan2. Intervensi 1) Diskusikan dengan klien kemampuan yang masih dapat digunakan2) Dukung kekuatan, ketrampilan dan respon koping yang adaptif3) Utamakan memberi pujian therapeutik4) Libatkan keluarga dalam perawatan klienTUK 4 : Klien dapat merencanakan kegiatan harian1. Dukung klien untuk merencanakan kegiatan harian2. Rencanakan kegiatan bersama klien, aktivitas yang dapat dilakukan setiap hari sesuai kemampuan (kegiatan sendiri, kegiatan dengan bantuan sebagian, kegiatan dengan bantuan total)3. Tingkatkan kegiatan sesuai dengan toleransi kondisi klien4. Beri contoh cara pelaksanaan kegiatan yang boleh dilakukan5. Libatkan keluarga dalam perawatan klien

TUK 5 : Klien dapat melakukan kegiatan sesuai kondisi dan kemampuannya1. Kriteria hasilKlien melakukan kegiatan sesuai dengan kondisi dan kemampuannya2. Intervensi 1) Beri kesempatan pada klien untuk mencoba kegiatan yang telah direncanakan2) Beri pujian atas keberhasilan klien3) Beri dukungan yang sesuai dan positif untuk mempertahankan kemajuan dan pertumbuhannya4) Libatkan keluarga dalam perawatan klien

TUK 6 : Klien dapat memanfaatkan sistem pendukung yang ada1. Kriteria hasilKlien memanfaatkan sistem pendukung yang ada2. Intervensi 1) Berikan pendidikan kesehatan kepada keluarga tentang cara merawat klien dengan harga diri rendah2) Bantu keluarga memberi dukungan selama klien dirawat3) Bantu keluarga menyiapkan lingkungan di rumah sesuai dengan keadaan klien

STRATEGI PELAKSANAAN KEPERAWATANPertemuan : Ke-I (satu)

Mendiskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki pasien, membantu pasien menilai kemampuan yang masih dapat digunakan membantu pasien memilih atau menetapkan kemampuan yang akan dilatih, melatih kemampuan yang telah dipilih dan menyusun jadwal pelaksanaan kemampuan yang telah dilatih dalam rencana harian.3. Orientasi : - Salam terapeutik : Assalamualaikum, - Validasi : bagaimana keadaan Tn. Y, hari ini? Tn. terlihat segar - Kontrak : Topik :Bagaimana, kalau kita bercakap-cakap tentang bagaimana cara membina hubungan saling percaya? Tn. Bisa menyebutkannya.?nanti setelah itu kita lakukan bersama. Tempat :Tn. mau kita bicara dimana? Bagaimana kalau di ruang tamu? Berapa lama? Waktu : Bagaimana kalau 15 meni