askep hipertensi lansia

download askep hipertensi lansia

If you can't read please download the document

  • date post

    01-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    3.226
  • download

    7

Embed Size (px)

Transcript of askep hipertensi lansia

HIPERTENSI PADA LANSIA

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

Peningkatan tekanan darah pada usia lanjut yang semula di anggap normal sebagai akibat perubahan fisiologis,ternyata meningkatkan resiko morbiditas dan mortalitas serebrokardiovaskular. Diperkirakan 2/3 dari pasien hipertensi yang berumur >60 th akan mengalami payah jantung,stroke atau diseksi aorta dalam 5 tahun bila hipertensi nya tidak di obati.

B. TUJUAN

1. Tujuan Umum Mengetahui serta menerapkan asuhan keperawatan gerontik pada klien hipertensi 2. Tujuan khusus Melakukan pengkajian pada lansia dengan klien hipertensi Menegakkan diagnosa keperawatan pada lansia dengan klien hipertensi Membuat perencanaan keperawatan pada lansia dengan klien hipertensi Melaksanakan tindakan keperawatan pada lansia dengan klien hipertensi Melaksanakan evaluasi tindakan keperawatan pada lansia dengan klien hipertensi

BAB II TINJAUAN TEORITS HIPERTENSI PADA LANSIA A. PENGERTIAN Hipertensi pada usia lanjut adalah bila tekanan darah >140/90 mmHg, sedangkan hipertensi terisolasi bila tekanan sistolik >140 mmHg dan diastolik >90 mmHg. B. ETIOLOGI Yang tidak dapat dikontrol Umur : >50 th Seks : Wanita > pria Genetik Etnik

Yang dapat dikontrol Merokok Dislipidemia/hiperkolestrol Diabetes melitus terjadi hiperinsulinemia dan hipertropi struktural Obesitas Alkohol Emosi ; rangsangan ss simpatis Gaya hidup Status Sosek

C. Manifestasi Klinis Sakit Kepala Keletihan Penurunan toleransi Palpitasi Angina Dsypnea Perdarahan hidung atau epistaksis Pusing Insomnia Asitomatis, kadang-kadang gejala timbul bila terjadi komplikasi pada target organ:mata, ginjal jantung, otak D. Komplikasi Hipertensi Pada mata Pandangan kabur Perubahan pada retina seperti perdarahan, eksudat Penyempitan pembuluh darah

Pada JantungPenyakit arteri koronaria dan angina pektoris Gagal jantung kiri

Pada ginjalNefrosklerosis Nokturia Azotemia

Pada OtakStroke atau serangan iskemia transien Hipertensive enselphalopayhy

Pada Vaskular Atherosklerosis Aneurisme Aorta Perifer vaskuler disease Aortic disection F. Penatalaksanaan 1. Non Farmakologi Kurangi intake garam Kendalikan berat badan Hindari rokok, alkohol dan stress Hindari obat hormonal/KB, Kortikostreoid Pembatasan kaffein Kendalikan gula darah Modifikasi makanan berlemak Olahraga/aerobik Tehnik relaksasi Suplemen kalium, kalsium, magnesium

BAB III TINJAUAN KASUS A. Pengkajian I. Data Umum 1. Nama kepala keluarga : Tn. S 2. Alamat : Jati III No. 26 3. Umur : 62 Th 4. Pekerjaan : Pensiunan PNS 5. Komposisi keluarga Nama Ny. T Fery Nina J.K P L P Hub. Dgn KK Istri Anak Anak Umur 58 Th 28 Th 22 Th Pendidikan SLTP SMU SMU

No 1 2 3

Genogram

Ket : = Meninggal = Klien

= Perempuan = Laki-laki = Tggl sermh

6. Tipe Keluarga Tipe keluarga merupakan keluarga inti 7. Suku bangsa Tn. S berasal dari padang menggunakan bahasa padang dalam komunikasi sehari-hari 8. Agama Semua keluarga Tn. S menganut agama islam 9. Status sosial ekonomi keluarga Semua kebutuhan keluarga ditamggumg oleh Tn. S dengan penghasilan + Rp. 600.000 perbulan, dari hasil pensiunan Tn. S. Ny. T membuat makanan kecil dengan penghasilan + Rp 20.000,- perhari. Penghasilan keluarga dibantu dengan anak laki-lakinya sebesar + Rp 200.000,- perbulan. Menurut pengakuan keluarga penghasilan yang ada cukup memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga tidak mempunyai tabungan. Pendapatan perbulan kira-kira Rp. 1.500.000,- dan pengeluaran perbulan keluarga Rp. 850.000,- . 10. Aktivitas Rekreasi Keluarga Biasanya istri dan anak perempuannya berkunjung kerumah keluarga pada hari libur dan acara keluarga, sedangkan lansia hanya dirumah saja. Pada malam hari keluarga menonton TV bersama.

II. Tahap Perkembangan Keluarga Saat ini 11. Tahap Perkembangan Keluarga Pada Saat Ini Keluarga dengan lanjut usia, mempertahankan hubungan intim dalam keluarga, mempertahankan komunikasi terbuka antara anak dan orang tua. Hindari perdebatan, kecurigaan dan permusuhan, mempersiapkan perubahan sistem peran dan peraturan (anggota keluarga). 12. Tahap Perkembangan Keluarga Yang Belum Terpenuhi Tugas keluarga yang dicapai saat ini keluarga belum dapat menikahkan kedua orang anaknya. Sedangkan saat ini biaya yang dibutuhkan Tn. S cukup bayak untuk berobat. 13. Riwayat Keluarga Inti Tn. S mengatakan dia menikah dengan Ibu T. Dengan tidak dijodohkan, dan tidak pernah mengalami masalah yang serius selama ini. Tn. S. sering mengeluh sakit kepala, Tn S sudah memeriksakan kesehatannya ke dokter, dan dokter mendiagnosa bahwa dia menderita hipertensi. Tn. S telah berobat secara rutin ke Rumah Sakit M. Djamil. Ibu T saat ini dalam keadaan sehat-sehat saja dan begitu pula dengan kedua anaknya.

14. Riwayat Keluarga Sebelumnya Dahulu ada keluarga yang menderita hipertensi yaitu ibu klien. III. Lingkungan 15. Karakteristik rumah luas rumah yang ditempati + 50 m2 (lebar 5 m2 panjang 10 m2 ). Terdiri dari dua kamar tidur, satu kamar mandi dan WC, ruang tamu dan dapur. Tipe bangunan rumah permanen, keadaan lantai dari plester dan ventilasi memenuhi syarat. Semua barang tersusun rapi sehingga tidak berisiko terjadinya cedera pada lansia. Penerangan cukup terang. Sumber air yang digunakan adalah air PDAM. Kebiasaan memasak memakai kompor minyak tanah, tersedia tempat pembungan sampah dan limbah yang baik (tidak ada penumpukan sampah dan genangan air limabah).

Denah Rumah

Ruang Keluarga dapurRuang Tamu Kmr 1 Kmr 2 WC

16. Karakteristik Tetangga dan Komunitas RW Tetangga sekitar merupakan penduduk asli daerah (padang), mereka selalu memperhatikan kesehatan Tn. S. dengan memberikan perhatian kepada Tn. S tentang informasi pengobatan Tn. S. keluarga Tn. S termasuk keluarga yang disegani karena dianggap orang yang dituakan di daerahnya. 17. Mobilitas Geografis Keluarga Keluarga ini tidak pernah pindah tempat tinggal sejak menikah, jika sehat Tn. S rajin membersihkan lingkungan sekitar rumahnya. Istrinya menitipkan kue di warung dibantu oleh anak perempuanya. Sedangkan anak laki-lakinya bekerja sebagai supir angkot.

18. Perkumpulan dan Interaksi Dengan Masyarakat Pada siang hari keluarga ini jarang berinteraksi dengan tetangga di karenakan tetangga sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Keluarga ini sering mengikuti pengajian yang dilaksakan oleh kelompok pengajian. 19. Sistem Pendukung Keluarga Istri dan anak perempuan Tn. S tidak mampu merawat Tn. S dikarenakan kurangnya pengetahuan tentang penyakit Tn. S. Pada saat penyakitnya kambuh mereka membawa Tn. S ke Rumah Sakit terdekat. Dan biaya perikasa ditanggung oleh anak laki-lakinya. Jarak rumah dengan rumah sakit + 100 m. IV. Struktur Keluarga 20. Pola Komunikasi Keluarga Keluarga mengatakan komunikasi dilakukan secara musyawarah dalam mengambil keputusan dan menyelesaikan masalah. Waktu bertemu dengan keluarga banyak kecuali dengan anak lakilakinya yang sibuk bekerja.

21. Struktur Kekuatan Keluarga Keluarga Tn. S. selalu mendapatkan bantuan dari keluarga yang lain ketika mendapat masalah. 22. Struktur Peran Tn. S tetap merasa sebagai kepala Keluarga Ibu T. sebagai istri yang membantu ekonomi keluarga dengan menjual kue. Anak perempuannya tidak bekerja hanya membantu ibu T. membuat dan menjual kue. Anak laki-lakinya bekerja sebagai supir angkot dan membantu ekonomi keluarga. 23. Nilai dan Norma Budaya Nilai norma budaya yang berlaku dikeluarga menyesuaikan dengan nilai agama yang dianut dan norma yang berlaku dilingkungannya. Kebiasaan pola makan budaya Tn. S yaitu makan dengan santan dan mengandung garam yang tinggi, dan jarang memakan sayur-sayuran.

V. Fungsi Keluarga 24. Fungsi Affektif Keluarga Tn. S mempunyai sikap saling menghormati dan saling menyayangi antara anggota keluarga. Masingmasing anggota keluarga dapat berinteraksi dengan baik dan saling membantu serta mengingatkan bila ada masalah. 25. Fungsi Sosial Keluarga selalu mengajarkan dan menekankan bagaimana berprilaku sesuai ajaran agama yang di anut dalam kehidupan sehari-hari dirumah dan lingkungan tempat tinggalnya. anggota keluarga jika ada waktu menyempatkan untuk berinteraksi dengan lingkungan masyarakat skitarnya. 26. Fungsi Keperawatan Keluarga Keluarga belum tahu apa itu hipertensi, keluarga belum mampu memutuskan untuk merawat anggota keluarga apabila nyeri timbul dan keluarga selalu mencari pertolongan.

Pengkajian Fisik1. Tn. S Penampilan umum: Compos metis TTV: TD=160/100, RR=24x mnt,N=84x/mnt,S=36o, Kepala: simetris kiri dan kanan warna rambut sebagian beruab, kulit kepala bersih Mata:bola mata simetris kiri dan kanan, bola mata dapat bergerak kekiri dan kekanan, penglihatan memakai kaca mata plus 3, konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik. Hidung:lubang hidung kiri dan kanan simetris, tidak ada pembengkakan pada hidung dan cairan dan nyeri tekan pada hidung. Telinga: simetris kiri dan kanan, tdk ada cairan dalam telinga dan terlihat serumen dalam telinga kanan dan kiri. Mulut: tidak ada kelainan pada bibir, tidak ada massa, gigi tidak lengkap, lidah simetris tidak ada ulkus dan kelainan Leher:bentuk lebar simetris, tdk ada pembengkakan dan jaringan parut, tdk ada massa dan tdk ada pembesaran kelenjar tiroid Dada:bentuk dada simetris, tdk ada nyeri tekan, massa, peradangan saat bernapas dada bergerak secara simetris. Kardiovaskuler:tdk ada nyeri tekan dada dan edema palpitasi Abdomen:perut simetris,tdk ada pembesaran dan nyeri tekan Muskuloskeletal: tidak ada nyeri, bengkak, kekakuan pada otot dan sendi

1. Ny. T Penampilan umum: Compos metis TTV: TD=130/80, RR=16x mnt,N=76x/mnt,S=36o, Kepala: simetris kiri dan kanan warna rambut sebagian beruab, kulit kepala bersih Mata:bola mata simetris kiri dan kanan, bola mata dapat bergerak kekiri dan kekanan, penglihatan dapat melihat lukisan dengan jarak 5 m, konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik. Hidung:lubang hidung kiri dan kanan simetris, tidak ada