Askep Hipertensi Insya Allah Jadi

download Askep Hipertensi Insya Allah Jadi

If you can't read please download the document

  • date post

    12-Aug-2015
  • Category

    Documents

  • view

    35
  • download

    15

Embed Size (px)

Transcript of Askep Hipertensi Insya Allah Jadi

ASKEP HIPERTENSI Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah KMB II

Disusun oleh: Ayu Marvitasari Inti Lestari Nur Atmi Astuti Sevti Ardina Agustina Fihuna Dicki D

AKPER NOTOKUSUMO YOGYAKARTA 2011/ 2012

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Hipertensi adalah istilah medis untuk penyakit tekanan darah tinggi dan merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang banyak diderita di seluruh dunia, termasuk Indonesia (Sani, 2008). Hipertensi bisa menyerang siapa saja baik muda maupun tua. Namun, hipertensi tidak dapat secara langsung membunuh penderitanya, melainkan dapat memicu terjadinya penyakit lain yang dapat menyebabkan kematian. Jika seorang telah divonis menderita hipertensi, sebaiknya lebih berhati-hati dengan pola makan dan gaya hidup (Indriyani, 2009). Berjuang melawan tekanan darah tinggi tidak membutuhkan cara-cara yang luar biasa. Penderita hanya diminta untuk minum obat secara teratur dan mungkin membuat beberapa perubahan dalam kebiasaan makan dan hidup. Tetapi sebagian penderita hipertensi bermasalah untuk mentaati peraturan yang ditetapkan. Pengendalian diri dan disiplin diri dibutuhkan, terutama jika penderita diminta untuk meninggalkan sesuatu, misalnya makanan kesukaan atau merokok (Wolff, 2008). Penderita hipertensi tidak hanya beresiko tinggi menderita penyakit jantung, tetapi juga menderita penyakit lain seperti penyakit saraf, ginjal, dan pembuluh darah. B. TUJUAN 1. Tujuan Umum Meningkatkan ilmu pengetahuan mahasiswa tentang penyakit hipertensi dan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menjaga kesehatan. 2. Tujuan Khusus

a. Mengetahui arti hipertensi, penyebab, gejala dan penatalaksanaan yang tepat. b. Menentukan asuhan keperawatan yang tepat untuk mengatasi hipertensi. c. Memelihara lingkungan baik fisik, psikis maupun social sehingga dapat menunjang peningkatan kesehatan.

BAB II TINJAUAN TEORI A. Pengertian Hipertensi dapat didefinisikan sebagai tekanan darah persistem dimana tekanan sistoliknya diatas 140 mmHg dan tekanan diastolic diatas 90 mmHg (Brunner dan Suddarth, 2002 : 896). Hipertensi adalah tekanan darah sistolik 140 mmHg dan tekanan darah sistolik 90 mmHg, atau bila pasien memakai obat antihipertensi (Arief Mansjoer, 2001). Hipertensi atau penyakit darah tinggi adalah suatu gangguan pada pembuluh darah yang mengakibatkan suplai oksigen dan nutrisi yang dibawa oleh darah, terhambat sampai kejaringan tubuh yang membutuhkan, sering kali disebur sebagai pembuluh gelap karena termasuk penyakit yang mematikan.(http://www.hipertensi/2007.com.). Hipertensi menurut penyebabnya dibagi menjadi 2 golongan yaitu : 1. Hipertensi essensial atau primer adalah hipertensi yang tidak / belum diketahui penyebabnya, sekitar 90% penderita hipertensi primer. 2. Hipertensi sekunder adalah hipertensi yang menyebabkan dapat diketahui antara lain kelainan pembuluh darah ginjal, gangguan kelenjar tiroid (hiperfitiroid), penyakit kelenjar adrenal (hiperaldosteronisme). B. Anatomi dan fisiologi 1. Anatomi Jantung adalah organ berongga berotot, yang terletak di tengah toraks, dan ia menempati rongga antara paru dan diafragma. Beratnya sekitar 300 gram. Agar dapat berfungsi dengan baik, jantung dilindungi oleh perikardium. Perikardium terdiri dari 2 lapisan; lapisan dalam disebut perikardium viseralis dan lapisan luar disebut perikardium parietalis. Kedua lapisan ini dipisahkan oleh sedikit cairan pelumas yang berfungsi mengurangi gesekan pada gerakan memompa dari jantung itu sendiri.

Lapisan jantung terdiri atas: a. b. c. Apikardium, yaitu lapisan terluar Miokardium, yaitu lapisan tengah merupakan lapisan otot Endokardium yaitu lapisan terdalam

Ruang jantung terdiri atas: a. Atrium kanan Atrium kanan berdinding tipis berfungsi untuk penyimpanan darah, dan sebagai penyalur darah dari vena-vena sirkulasi sistemik ke dalam ventrikel kanan dan kemudian paru-paru. Darah masuk melalui vena kavasuperior, inferior dan sinus koronarius. Yang memisahkan vena kava dari atrium jantung hanyalah lapisan katub; karena itu peningkatan tekanan atrium kanan akibat bendungan darah di bagian kanan jantung akan dikembalikan akibat ke dalam sirkulasi sistemik. b. Ventrikel kanan Pada kontraksi ventrikel, maka tiap ventrikel harus menghasilkan kekuatan yang cukup besar untuk dapat memompakan darah yang diterimanya dari atrium ke sirkulasi pulmonal ataupun sirkulasi sistemik. Ventrikel kanan menghasilkan kontraksi bertekanan rendah, yang cukup untuk mengalirkan darah ke dalam arteria pulmonaris. Beban kerja dari ventrikel kanan jauh lebih ringan daripada ventrikel kiri. Akibatnya tebal dinding ventrikel kanan hanya sepertiga dari tebal dinding ventrikel kiri. c. Atrium kiri

Atrium kiri menerima darah yang sudah dioksigenisasi dari paru-paru melalui keempat vena pulmonalis. Antara vena pulmonalis dan atrium kiri tidak ada katup sejati. Karena itu perubahan tekanan darah atrium kiri mudah sekali membalik retrograde ke dalam pembuluh paru-paru. Peningkatan tekanan atrium kiri yang akan menyebabkan bendungan paru-paru. Darah mengalir dari atrium kiri ke dalam ventrikel kiri melalui katup mitral. d. Ventrikel kiri

Ventrikel kiri harus menghasilkan tekanan yang cukup tinggi untuk mengatasi tahanan sirkulasi sistematik, dan mempertahankan darah ke jaringan perifer. Pada kontraksi, tekanan ventrikel kiri meningkatkan sekitar 5 kali lebih tinggi

dari pada tekanan ventrikel kanan. Ventrikel kiri mempunyai otot-otot yang tebal dan sekat pembatas kedua ventrikel juga memperkuat tekanan yang ditimbulkan oleh seluruh ventrikel pada kontraksi. e. Katub Jantung

Jantung mempunyai empat katup jantung yang berfungsi mempertahankan aliran darah searah melalui bilik-bilik jantung. f. Katup Atrioventrikularis (Katub AV)

Katup ini memisahkan antara atrium dan ventrikel. Katup ini terdiri atas 2 katup, yaitu katub trikuspidalis yang terletak antara atrium kanan dan ventrikel kanan yang mempunyai tiga buah daun katub mitralis memisahkan atrium dan ventrikel kiri yang mempunyai 2 buah daun katup. g. Katup semilunaris

Katup semilunaris. Terdiri dari katub aorta yang terletak antara ventrikel kiri dan aorta, sedang katup pulmonalis terletak antara ventrikel kanan dan arteria pulmonalis. Katup semilunaris mencegah aliran kembali darah dari aorta atau arteria pulmonalis ke dalam ventrikel sewaktu ventrikel istirahat. 2. Fisiologi Jantung merupakan organ pemompa yang besar yang memelihara peredaran melalui seluruh tubuh. Arteri membawa darah dari jantung. Vena membawa darah kejantung. Kapiler menggabungkan arteri dan vena, terentang di antaranya dan merupakan jalan lalu lintas antara makanan dan bahan buangan. Di sini juga terjadi pertukaran gas dalam cairan extraselluler / intertisiil. Atrium kanan berfungsi sebagai tempat penyimpanan darah, dan sebagai penyalur darah dari vena sirkulasi sistemik ke dalam ventrikel kanan dan kemudian ke paru-paru. Ventrikel kanan berfungsi menyimpan darah dari atrium kanan dan menyalurkannya ke paru-pary melewati arteri pulmonalis. Atrium kiri berfungsi menerima darah dari apru-paru dan penyalur darah ke ventrikel kiri. Ventrikel kiri berfungsi menerima dari atrium kiri dan menyalurkannya ke seluruh tubuh melalui aorta.

Sirkulasi peredaran darah a. Peredaran sistemik Darah meninggalkan ventrikel kiri jantung aorta arteri arteriola kapiler bergabung membentuk venula vena vena cava superior / inferior jantung. b. Peredaran darah pulmonal Darah dari vena atrium kanan ventrikel kanan arteri pulmonalis paru-paru kanan dan kiri arteri arteriola kapiler pulmonal yang mengitari alveoli untuk memungut O2 dan melepaskan CO2 vena pulmonar jantung. (Evelyn C Pearce, 2002) C. Etiologi Berdasarkan penyebabnya hipertensi dibagi menjadi 2 bagian yaitu : ( Mansjoer Arif,dkk,2001 ) Menurut penyebabnya, hipertensi dibagi menjadi dua yaitu: 1. Hipertensi Primer atau Esensial. Hipertensi primer yang tidak diketahui penyebabnya, disebut juga hipertensi Taropatik terdapat sekitar 95 % kasus. Banyak factor yang mempengaruhi seperti genetic, lingkungan, hiperaktivitas, susunan saraf simpatis, sistim rennin angiostensin, defek dalam ekskresi Na, peningkatan Na dan Ca Intraseluler dan factor-faktor yang meningkatkan resiko seperti obesitas, alcohol, merokok serta polisetemia. 2. Hipertensi Sekunder atau Hipertensi Renal Hipertensi ini dapat diketahui penyebabnya dan biasnya disertai keluhan atau gejala-gejala dari penyakit yang menyebabkan hipertensi tersebut. Penyakit yang dapat menyebabkan hipertensi ini misalnya :

a.

Kelainan Hormon 1) Pil KB: kontrasepsi oral yang mengandung estrogen menyebabkan peningkatan angiostensinogen dan kemudian akan meningkatkan angiostensin II. Peningkatan angiostensin II ini juga dirangsang oleh pengeluaran rennin akibart peningkatan stimulasi syaraf simpatis. Akibat peningkatan angiostensin II ada 2 hal yaitu : aspek konstriktor arteriola perifer dan peningkatan sekresi aldosteron yang mengakibatkan reasorbsi Na dan air. 2) Neokromositoma/Tumor Medulla Adrenal atau jaringan pensekresi ketoalamin di bagian lain tubuh: tumor ini mensekresi epinefrin yang menyebabkan kadar glukosa plasma dan tingkat metabolisme meningkat sehinngga memungkinkan terjadinya hipertensi. 3) Sindrom Chusing, hipertensi pada penyakit ini diakibatkan oleh peningkatan ACSH yang kemudian merangsang peningkatan glukortikod (kortisol) sehingga menyebabkan glukonegenesis dan perubahan dalam distribusi jaringan adipose. Dua hal tersebut meningkatkan obesitas.

b.

Penyakit Metabolic

Diabetes mellitus : pada DM terjadi netropati diabetic mikroangiopati diabetic sehingga mengakibatkan nefropati diabetic dan disfungsi filtrasi glomerulo. c. Penyakit Ginjal 1) Glomerulo nefritis akut : lesi pada glomerulus menyebabkan retensi air dan garam sehingga menyebabkan hipertensi. 2) penyempitan arteri renalis d. Lain-Lain 1) Koarktasio aorta/penyempitan congenital suatu segmen aorta torakalis