ASKEP HIPERTENSI GERONTIK.doc

download ASKEP HIPERTENSI GERONTIK.doc

of 30

  • date post

    12-May-2017
  • Category

    Documents

  • view

    300
  • download

    7

Embed Size (px)

Transcript of ASKEP HIPERTENSI GERONTIK.doc

PROPOSAL

PAGE 26

BAB IPENDAHULUANA. LATAR BELAKANG

Hipertensi merupakan penyebab utama penyakit jantung koroner, cedera serebrovaskuler dan gagal ginjal. Hipertensi menetap dan yang disertai dengan peningkatan tahunan perifer menyebabkan gangguan pada endotelium pembuluh darah, mendorong plasma dan lipoprotein ke dalam intima dan lapisan subintima dari pembuluh darah dan menyebabkan pembentukan plaque (aterosklerosis). Peningkatan tekanan juga menyebabkan hiperplasia otot polos, yang membentuk jaringan parut intima dan mengakibatkan penebalan pembuluh darah dengan penyempitan lumen.B. TUJUAN PENULISAN1. Tujuan umum :

Mengetahui bagaimana proses terjadinya penyakit hipertensi dan bagaimana penatalaksanaannya secara dini.

2. Tujuan khusus :a. Penulis mampu menjelaskan pengertian dari hipertensi

b. Penulis mampu menjelaskan patofisiologi dari hipertensi

c. Penulis mampu menjelaskan penatalaksanaan medis dari hipertensi.d. Penulis mampu mengkaji data pasien hipertensi

e. Penulis mampu merumuskan diagnosa keperawatan

f. Penulis mampu merencanakan tindakan keperawatang. Penulis mampu melaksanakan tindakan keperawatanh. Penulis mampu mengevaluasi hasil tindakan keperawatanC. METODE PENULISANMetode yang digunakan dalam pembuatan asuhan keperawatan ini adalah :

1. Wawancara

Tujuannya adalah untuk memperoleh data secara langsung dari sumber data.

Alasan digunakan teknik wawancara :

Dapat menggali lebih dalam masalah yang ingin diketahui

Wawancara merupakan keterangan langsung dari obyek yang diteliti.2. ObservasiTeknik observasi dalam penulisan ini adalah observasi secara langsung.

Tujuannya agar data yang diperoleh mendekati data yang sebenarnya.

Alasan digunakan observasi :

Observasi merupakan teknik langsung yang dapat dipakai untuk meneliti berbagai gejala atau keluhan pasien.

Dari segi pencatatan hasil observasi merupakan media yang lebih praktis.

3. Studi KepustakaanDapat dilakukan dengan membaca buku-buku dan catatan-catatan yang ada hubungannya dengan masalah yang diteliti.4. DokumentasiDokumentasi adalah suatu teknik pengumpulan data dengan cara mengambil data dari status atau test pasien.D. SISTEMATIKA PENULISANUntuk memudahkan dalam pengertian dan pemahaman dari ASKEP ini maka dibagi dalam lima bab, yaitu :

BABIMerupakan bab pendahuluan, meliputi latar belakang masalah, tujuan penulisan, metode penulisan dan sistematika penulisan.BABIIBerisi tinjauan teori yang meliputi konsep dasar (masalah utama) yang terdiri dari pengertian, patofisiologi, penatalaksanaan medis dan konsep dasar asuhan keperawatan yang terdiri dari : pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.BABIIIBerisi tinjauan kasus yang meliputi : pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.BAB IVBerisi pembahasan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi yang merupakan perbandingan antara tinjauan teori dengan tinjauan kasus.BABVBerisi penutup yang meliputi kesimpulan dan saran

BAB II

TINJAUAN TEORIA. HIPERTENSI

1. Pengertian

Hipertensi adalah tekanan darah sistolik > 140 mmHg dan tekanan darah diastolik > 90 mmHg atau bila pasien memakai obat antihipertensi. Hipertensi adalah peningkatan dari tekanan sistolik di atas standar dihubungkan dengan usia (Nugroho Imam Santosa). Hipertensi menurut JNC sebagai tekanan yang lebih tinggi dari 140/90 mmHg dan diklasifikasikan sesuai derajat keperawatannya mempunyai rentang dari tekanan darah normal, tinggi sampai hipertensi maligna (Doenges, dkk).2. Patofisiologi

3. Penatalaksanaan MedisTujuan deteksi dan penatalaksanaan hipertensi adalah menurunkan resiko penyakit kardiovaskuler dan mortalitas serta morbiditas yang berkaitan. Tujuan terapi adalah mencapai dan mempertahankan tekanan sistolik di bawah 140 mmHg dan tekanan diastolik di bawah 90 mHg dan mengontrol faktor resiko.Kelompok resiko dikategorikan menjadi :a. Pasien dengan tekanan darah perbatasan atau tingkat 1,2 dan 3 tanpa gejala penyakit kardiovaskuler, kerusakan organ atau faktor resiko lainnya.

b. Pasien tanpa penyakit kardiovaskuler atau kerusakan organ lainnya, tapi memiliki satu atau lebih faktor resiko. Jika terdapat beberapa faktor maka harus langsung diberikan obat antihipertensi.c. Pasien dengan gejala klinis penyakit kardiovaskuler atau kerusakan organ yang jelas. Faktor resiko usia lebih dari 60 tahun, merokok, dislipidemia, diabetes melitus, jenis kelamin (pria dan wanita menopause), riwayat penyakit kardiovaskuler dalam keluarga.Modifikasi gaya hidup yang efektif dapat menurunkan resiko kardiovaskuler dengan biaya sedikit dan resiko minimal. Langkah-langkah yang dianjurkan untuk : Menurunkan berat badan bila terdapat kelebihan (indeks massa tubuh > 27). Membatasi alkohol Meningkatkan aktivitas fisik aerobik (30-45 menit/hari)

Mengurangi asupan nutrium ( < 100 mmol Na/2,4 g Na 6 g, NaCl/hari). Mempertahankan asupan kalium yang adekuat (90 mmol/hari) Mempertahankan asupan kalsium dan magnesium yang adekuat

Berhenti merokok dan mengurangi asupan lemak jenuh dan kolesterol dalam makanan.4. Aging ProsesMenua adalah suau proses menghilangnya secara perlahan-lahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri/mengganti dan mempertahankan fungsi normalnya sehingga tidak dapat bertahan terhadap infeksi dan memperbaiki kerusakan yang diderita (Constantinides, 1994).

Proses menua merupakan proses yang terus menerus (berlanjut) secara alamiah. Dimulai sejak lahir dan umumnya dialami pada semua mahluk hidup. Menua bukanlah suatu penyakit tetapi merupakan proses berkurangnya daya tahan tubuh dalam menghadapi rangsangan dari dalam maupun luar tubuh. Walaupun demikian, memang harus diakui bahwa ada berbagai penyakit yang sering menghinggapi kaum lanjut usia.B.KONSEP DASAR ASUHAN KEPERAWATAN1. Dasar Data Pengkajian Pasien

a. Aktivitas / Istirahat

Gejala:Kelemahan, lebih, nafas pendek, gaya hidup monoton.

Tanda:-Frekuensi jantung meningkat

Perubahan irama jantung

Takipnea

b. SikrulasiGejala:-Riwayat hipertensi, arterosklerosis, penyakit jantung koroner/katup dan penyakit serebrovaskuler.

-Episode palpitasi, perspirasi

Tanda:-Kenaikan TD Hipotensi postural Murmur stenosis valvular Takikardia, berbagai distnenia

DJV (distensi vena jugularis)/kongesti vena

Extermitas : perubahan warna kulit, suhu dingin, pengisian kapiler mungkin lambat/tertunda (vasokontriksi). Kulit : pucat, sianosis dan diaforesis (kongesti, hipoksemi), kemerahan ( feokromositoma).c. Integritas EgoGejala:Riwayat perubahan kepribadian, ansietas, depresi, euforia atau marah kronik.Tanda:-Letupan suasana hati, gelisah, penyempitan kontinu perhatian tangisan yang meledak. Gerak tangan empati, otot muka tegang, gerakan fisik cepat, pernafasan menghela, peningkatan pola bicara. Takipnea

d. Eliminasi Gejala:Gangguan ginjal saat ini atau yang lalu (mis. Obstruksi/infeksi atau riwayat penyakit ginjal masa lalu).e. Makanan / Cairan Gejala:-Makanan yang disukai yang dapat mencakup makanan tinggi garam, tinggi lemak, tinggi kolesterol. Mual muntah

Perubahan BB akhir-akhir ini (meningkat/turun) Riwayat penggunaan deuritik

Tanda:-BB normal atau obesitas Adanya edema, kongesti vena, DJV, glikosuriaf. Neurosensori Gejala:-Keluhan pusing Berdenyut, sakit kepala suboksipital

Episode kebas dan atau kelemahan satu sisi tubuh Gangguan penglihatan (mis. Penglihatan kabur)Tanda:-Status mental : perubahan keterjagaan, orientasi, pola/isi bicara, afek, proses pikir atau memori. Respon motorik : penurunan kekuatan genggaman tangan dan atau refleks tendon dalam. Perubahan-perubahan retinal optikg. Nyeri / Ketidaknyamanan Gejala:-Angina (penyakit arteri koroner/keterlibatan jantung).- Nyeri hilang timbul pada tungkai/keloadikasi sakit kepala oksipital berat seperti yang pernah terjadi sebelumnya.-Nyeri abdomen/massa (ferokromositoma)

h. Pernafasan Gejala:-Dipnea berkaitan dengan aktivitas/kerja Takipnea, ortepnea, dispnea nokturnal paroksimal

Batuk dengan atau tanpa pembentukan sputum

Riwayat merokokTanda:-Distres respirasi/penggunaan otot aksesori pernafasan. Bunyi nafas tambahan (kroleks/mengi) Sianosisi. Keamanan Gejala:-Gangguan koordinasi/cara berjalan

Episode parastesi unilateral transien

Hipotensi postural

j. Pembelajaran / Penyuluhan Gejala:-Faktor-faktor resiko keluarga : hipertensi, ateroskleris, penyakit jantung, DM, penyakit serebrovaskuler/ginjal. Faktor-faktor resiko elenik : seperti orang-orang afrika-Amerika, Asia Tenggara.

Pengggunaan pil KB atau hormon lain : penggunaan obat/alkohol.

2.Diagnosa Keperawatana. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan umumb. Sakit kepala berhubungan dengan peningkatan tekanan vaskuler serebral.c. Perubahan nutrisi lebih dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan masuk berlebihan sehubungan dengan kebutuhan metabolik ditandai dengan BB 10% - 20% lebih dari ideal untuk tinggi dan bentuk tubuh.d. Koping individual inefektif berhubungan dengan krisis situasional/maturasional, relaksasi tidak adekuat ditandai dengan ketidakmampuan untuk memenuhi harapan, peran/kebutuhan dasar atau pemecahan masalah, kelemahan.insomnia kronik.e. Kurang pengetahuan mengenai kondisi berhubungan dengan keterbatasan kognitif ditandai dengan meminta informasi. 3.Perecanaan

Adapun rencana keperawatan yang mungkin dilaksanakan meliputi :

a. Melibatkan klien dan keluarganya dalam perencanaan

b. Bekerjasama dengan profesi kesehatan lainnya

c. Tentukan prioritas :

Klien mungkin puas dengan kondisi demikian Bangkitkan perubahan tetapi jangan memaksakan

Keamanan atau rasa aman adalah utama yang merupakan kebu