ASKEP HIPERTENSI GERONTIK.doc

Click here to load reader

  • date post

    12-May-2017
  • Category

    Documents

  • view

    348
  • download

    12

Embed Size (px)

Transcript of ASKEP HIPERTENSI GERONTIK.doc

PROPOSAL

PAGE 26

BAB IPENDAHULUANA. LATAR BELAKANG

Hipertensi merupakan penyebab utama penyakit jantung koroner, cedera serebrovaskuler dan gagal ginjal. Hipertensi menetap dan yang disertai dengan peningkatan tahunan perifer menyebabkan gangguan pada endotelium pembuluh darah, mendorong plasma dan lipoprotein ke dalam intima dan lapisan subintima dari pembuluh darah dan menyebabkan pembentukan plaque (aterosklerosis). Peningkatan tekanan juga menyebabkan hiperplasia otot polos, yang membentuk jaringan parut intima dan mengakibatkan penebalan pembuluh darah dengan penyempitan lumen.B. TUJUAN PENULISAN1. Tujuan umum :

Mengetahui bagaimana proses terjadinya penyakit hipertensi dan bagaimana penatalaksanaannya secara dini.

2. Tujuan khusus :a. Penulis mampu menjelaskan pengertian dari hipertensi

b. Penulis mampu menjelaskan patofisiologi dari hipertensi

c. Penulis mampu menjelaskan penatalaksanaan medis dari hipertensi.d. Penulis mampu mengkaji data pasien hipertensi

e. Penulis mampu merumuskan diagnosa keperawatan

f. Penulis mampu merencanakan tindakan keperawatang. Penulis mampu melaksanakan tindakan keperawatanh. Penulis mampu mengevaluasi hasil tindakan keperawatanC. METODE PENULISANMetode yang digunakan dalam pembuatan asuhan keperawatan ini adalah :

1. Wawancara

Tujuannya adalah untuk memperoleh data secara langsung dari sumber data.

Alasan digunakan teknik wawancara :

Dapat menggali lebih dalam masalah yang ingin diketahui

Wawancara merupakan keterangan langsung dari obyek yang diteliti.2. ObservasiTeknik observasi dalam penulisan ini adalah observasi secara langsung.

Tujuannya agar data yang diperoleh mendekati data yang sebenarnya.

Alasan digunakan observasi :

Observasi merupakan teknik langsung yang dapat dipakai untuk meneliti berbagai gejala atau keluhan pasien.

Dari segi pencatatan hasil observasi merupakan media yang lebih praktis.

3. Studi KepustakaanDapat dilakukan dengan membaca buku-buku dan catatan-catatan yang ada hubungannya dengan masalah yang diteliti.4. DokumentasiDokumentasi adalah suatu teknik pengumpulan data dengan cara mengambil data dari status atau test pasien.D. SISTEMATIKA PENULISANUntuk memudahkan dalam pengertian dan pemahaman dari ASKEP ini maka dibagi dalam lima bab, yaitu :

BABIMerupakan bab pendahuluan, meliputi latar belakang masalah, tujuan penulisan, metode penulisan dan sistematika penulisan.BABIIBerisi tinjauan teori yang meliputi konsep dasar (masalah utama) yang terdiri dari pengertian, patofisiologi, penatalaksanaan medis dan konsep dasar asuhan keperawatan yang terdiri dari : pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.BABIIIBerisi tinjauan kasus yang meliputi : pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.BAB IVBerisi pembahasan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi yang merupakan perbandingan antara tinjauan teori dengan tinjauan kasus.BABVBerisi penutup yang meliputi kesimpulan dan saran

BAB II

TINJAUAN TEORIA. HIPERTENSI

1. Pengertian

Hipertensi adalah tekanan darah sistolik > 140 mmHg dan tekanan darah diastolik > 90 mmHg atau bila pasien memakai obat antihipertensi. Hipertensi adalah peningkatan dari tekanan sistolik di atas standar dihubungkan dengan usia (Nugroho Imam Santosa). Hipertensi menurut JNC sebagai tekanan yang lebih tinggi dari 140/90 mmHg dan diklasifikasikan sesuai derajat keperawatannya mempunyai rentang dari tekanan darah normal, tinggi sampai hipertensi maligna (Doenges, dkk).2. Patofisiologi

3. Penatalaksanaan MedisTujuan deteksi dan penatalaksanaan hipertensi adalah menurunkan resiko penyakit kardiovaskuler dan mortalitas serta morbiditas yang berkaitan. Tujuan terapi adalah mencapai dan mempertahankan tekanan sistolik di bawah 140 mmHg dan tekanan diastolik di bawah 90 mHg dan mengontrol faktor resiko.Kelompok resiko dikategorikan menjadi :a. Pasien dengan tekanan darah perbatasan atau tingkat 1,2 dan 3 tanpa gejala penyakit kardiovaskuler, kerusakan organ atau faktor resiko lainnya.

b. Pasien tanpa penyakit kardiovaskuler atau kerusakan organ lainnya, tapi memiliki satu atau lebih faktor resiko. Jika terdapat beberapa faktor maka harus langsung diberikan obat antihipertensi.c. Pasien dengan gejala klinis penyakit kardiovaskuler atau kerusakan organ yang jelas. Faktor resiko usia lebih dari 60 tahun, merokok, dislipidemia, diabetes melitus, jenis kelamin (pria dan wanita menopause), riwayat penyakit kardiovaskuler dalam keluarga.Modifikasi gaya hidup yang efektif dapat menurunkan resiko kardiovaskuler dengan biaya sedikit dan resiko minimal. Langkah-langkah yang dianjurkan untuk : Menurunkan berat badan bila terdapat kelebihan (indeks massa tubuh > 27). Membatasi alkohol Meningkatkan aktivitas fisik aerobik (30-45 menit/hari)

Mengurangi asupan nutrium ( < 100 mmol Na/2,4 g Na 6 g, NaCl/hari). Mempertahankan asupan kalium yang adekuat (90 mmol/hari) Mempertahankan asupan kalsium dan magnesium yang adekuat

Berhenti merokok dan mengurangi asupan lemak jenuh dan kolesterol dalam makanan.4. Aging ProsesMenua adalah suau proses menghilangnya secara perlahan-lahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri/mengganti dan mempertahankan fungsi normalnya sehingga tidak dapat bertahan terhadap infeksi dan memperbaiki kerusakan yang diderita (Constantinides, 1994).

Proses menua merupakan proses yang terus menerus (berlanjut) secara alamiah. Dimulai sejak lahir dan umumnya dialami pada semua mahluk hidup. Menua bukanlah suatu penyakit tetapi merupakan proses berkurangnya daya tahan tubuh dalam menghadapi rangsangan dari dalam maupun luar tubuh. Walaupun demikian, memang harus diakui bahwa ada berbagai penyakit yang sering menghinggapi kaum lanjut usia.B.KONSEP DASAR ASUHAN KEPERAWATAN1. Dasar Data Pengkajian Pasien

a. Aktivitas / Istirahat

Gejala:Kelemahan, lebih, nafas pendek, gaya hidup monoton.

Tanda:-Frekuensi jantung meningkat

Perubahan irama jantung

Takipnea

b. SikrulasiGejala:-Riwayat hipertensi, arterosklerosis, penyakit jantung koroner/katup dan penyakit serebrovaskuler.

-Episode palpitasi, perspirasi

Tanda:-Kenaikan TD Hipotensi postural Murmur stenosis valvular Takikardia, berbagai distnenia

DJV (distensi vena jugularis)/kongesti vena

Extermitas : perubahan warna kulit, suhu dingin, pengisian kapiler mungkin lambat/tertunda (vasokontriksi). Kulit : pucat, sianosis dan diaforesis (kongesti, hipoksemi), kemerahan ( feokromositoma).c. Integritas EgoGejala:Riwayat perubahan kepribadian, ansietas, depresi, euforia atau marah kronik.Tanda:-Letupan suasana hati, gelisah, penyempitan kontinu perhatian tangisan yang meledak. Gerak tangan empati, otot muka tegang, gerakan fisik cepat, pernafasan menghela, peningkatan pola bicara. Takipnea

d. Eliminasi Gejala:Gangguan ginjal saat ini atau yang lalu (mis. Obstruksi/infeksi atau riwayat penyakit ginjal masa lalu).e. Makanan / Cairan Gejala:-Makanan yang disukai yang dapat mencakup makanan tinggi garam, tinggi lemak, tinggi kolesterol. Mual muntah

Perubahan BB akhir-akhir ini (meningkat/turun) Riwayat penggunaan deuritik

Tanda:-BB normal atau obesitas Adanya edema, kongesti vena, DJV, glikosuriaf. Neurosensori Gejala:-Keluhan pusing Berdenyut, sakit kepala suboksipital

Episode kebas dan atau kelemahan satu sisi tubuh Gangguan penglihatan (mis. Penglihatan kabur)Tanda:-Status mental : perubahan keterjagaan, orientasi, pola/isi bicara, afek, proses pikir atau memori. Respon motorik : penurunan kekuatan genggaman tangan dan atau refleks tendon dalam. Perubahan-perubahan retinal optikg. Nyeri / Ketidaknyamanan Gejala:-Angina (penyakit arteri koroner/keterlibatan jantung).- Nyeri hilang timbul pada tungkai/keloadikasi sakit kepala oksipital berat seperti yang pernah terjadi sebelumnya.-Nyeri abdomen/massa (ferokromositoma)

h. Pernafasan Gejala:-Dipnea berkaitan dengan aktivitas/kerja Takipnea, ortepnea, dispnea nokturnal paroksimal

Batuk dengan atau tanpa pembentukan sputum

Riwayat merokokTanda:-Distres respirasi/penggunaan otot aksesori pernafasan. Bunyi nafas tambahan (kroleks/mengi) Sianosisi. Keamanan Gejala:-Gangguan koordinasi/cara berjalan

Episode parastesi unilateral transien

Hipotensi postural

j. Pembelajaran / Penyuluhan Gejala:-Faktor-faktor resiko keluarga : hipertensi, ateroskleris, penyakit jantung, DM, penyakit serebrovaskuler/ginjal. Faktor-faktor resiko elenik : seperti orang-orang afrika-Amerika, Asia Tenggara.

Pengggunaan pil KB atau hormon lain : penggunaan obat/alkohol.

2.Diagnosa Keperawatana. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan umumb. Sakit kepala berhubungan dengan peningkatan tekanan vaskuler serebral.c. Perubahan nutrisi lebih dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan masuk berlebihan sehubungan dengan kebutuhan metabolik ditandai dengan BB 10% - 20% lebih dari ideal untuk tinggi dan bentuk tubuh.d. Koping individual inefektif berhubungan dengan krisis situasional/maturasional, relaksasi tidak adekuat ditandai dengan ketidakmampuan untuk memenuhi harapan, peran/kebutuhan dasar atau pemecahan masalah, kelemahan.insomnia kronik.e. Kurang pengetahuan mengenai kondisi berhubungan dengan keterbatasan kognitif ditandai dengan meminta informasi. 3.Perecanaan

Adapun rencana keperawatan yang mungkin dilaksanakan meliputi :

a. Melibatkan klien dan keluarganya dalam perencanaan

b. Bekerjasama dengan profesi kesehatan lainnya

c. Tentukan prioritas :

Klien mungkin puas dengan kondisi demikian Bangkitkan perubahan tetapi jangan memaksakan

Keamanan atau rasa aman adalah utama yang merupakan kebutuhan.d. Cegah timbulnya masalah-masalahe. Sediakan klien cukup waktu untuk mendapat infus atau pemasukan

f. Tulis semua rencana dan jadwal

5. Evaluasi

Evaluasi merupakan langkah terakhir dari peoses keperawatan dengan cara melakukan identifikasi sejauhmana tujuan dari rencana keperawatan tercapai atau tidak. Pada tahap ini terdiri dari dua kegiatan yaitu kegiatan yang dilakukan dengan mengevaluasi selama proses perawatan berlangsung atau menilai dari respons klien disebut evaluasi proses dan kegiatan melakukan evaluasi dengan target tujuan yang diharapkan disebut sebagai evaluasi hasil. Terdapat 3 kemungkinan hasil evaluasi yaitu :a. Tujuan tercapai, apabila klien telah menunjukkan perbaikan/ kemajuan sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan.

b. Tujuan tercapai sebagian, apabila tujuan itu tidak tercapai secara maksimal, sehingga perlu dicari penyebab dan cara mengatasinya.

c. Tujuan tidak tercapai, apabila klien tidak menunjukkan perubahan/kemajuan sama sekali bahkan timbul masalah baru.

BAB III

TINJAUAN KASUSA. PENGKAJIAN

1. Biodata / Identitas KlienNama:Ny.M

Umur:67 Tahun

Jenis Kelamin:Perempuan

Alamat:Praya

Status:Kawin

Agama:Islam

Pendidikan :SD2. Riwayat Kesehatana. Keluhan utama

Klien sering mengeluh pusing, pendengaran menurun dan ngilu-ngilu pada persendian.

b. Riwayat kesehatan sekarangKelayan datang dengan kesadaran baik, dengan keluhan pusing, pendengaran menurun dan istirahat kurang.c. Riwayat kesehatan dahuluKelayan mengatakan tidak ada anggota keluarga yang menderita penyakit seperti yang dialami kelayan sekarang ini.d. Genogram

Keterangan :

=Laki-laki

=Perempuan

=Klien

=Perempuan meninggal

=Laki-laki meninggal

=Garis keturunan

=Tinggal serumah3. Pola Kebiasaan Sehari-haria. Pola makan atau minum

Klien mengatakan makannya 3x/hari dengan menu nasi, sayur dan lauk pauk.

b. EliminasiBAB:Klien mengatakan BAB 1 2 x/hari dengan konsistensi lembek, warna kuning kecoklatan, bau khas faeces.

BAK:Klien mengatakan BAK 3x/hari dengan warna kuning jernih.

c. Istirahat tidurKlien mengatakan bahwa klien istirahat atau tidur pada malam hari 5 6 jam, sedangkan tidur siang jarang.d. Personal hygieneKlien mengatakan mandinya 2x/hari dengan menggunakan sabun, keramas satu kali seminggu dan mengganti baju setiap hari.

4. Data Psiko, Sosial dan Spirituala. Psikologis

Klien mengatakan bahwa dirinya tidak pernah cemas, selalu tenang-tenang saja.

b. SosialKlien mengatakan bahwa dirinya dapat bersosialisasi dengan baik di lingkungan tempat tinggalnya.

c. SpiritualKlien mengatakan rajin sholat lima waktu dan suka bangun tengah malam untuk mengerjakan ibadah.

5. Pemeriksaan Fisika. Keadaan umum : Baik, kesadaran : CM, GCS : E4V5V6b. Tanda-tanda vital :

TD=160/90 mmHg

N=79x/menit

S=37oC

R=20x/menit

c. InspeksiKepala:Tidak ada luka atau benjolan

Mata:Penglihatan, konjungtiva, tidak pucat

Hidung:Penciuman, tidak ada polip

Telinga:Pendengaran kurang baik, tidak ada serumen

Mulut:Gigi tidak lengkap dan warnanya hitam

Leher:Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid

Dada:Simetris, gerakan dada normal

Abdomen:Cemas tidak tegang

Extermitas:-

d. Tinggi badan dan berat badanTB=150 cm

BB=50 Kg

e. Pengobatan Farosemide40 mg

Captopril 25mg 3 x 1

Parasetamol 3 x 16. Pengelompokan Dataa. Data Subyektif

Kelayan mengeluh sakit kepala / pusing

Kelayan mengatakan pendengarannya menurun

Kelayan mengatakan susah tidur

b. Data Obyektif Kelayan tampak sulit mendengar

Kelayan tanpak meringis kesakitan

TD:160/90 mmHg

N:79 x/menit

S:37oC

RR:19 x/menit

7.Analisa Data

No.SymptomEtiologiProblem

1.DS:Klien mengeluh sakit kepala / pusing.Peningkatan tekanan vaskuler serebral.Gangguan nyaman nyeri.

DO: Klien tampak meringis kesakitanTD:160/90 mmHg

N:79 x/menit

S:37oC

RR :19 x/menit

Skala nyeri 0 3

2.DS: Kelayan mengatakan sulit tidur malam dan tidur siang jarang.Koping individual inefektifGangguan pola istirahat tidur.

DO: Kelayan tanpak mengantuk

TD:160/90 mmHg

N:79 x/menit

S:37oC

RR:19 x/menit

3.DS: Kelayan mengatakan pendengarannya berkurang.Ancaman kehilangan fungsi auditoryCemas

DO: Kelayan tampak sulit untuk mendengar.

TD:160/90 mmHg

N:79 x/menit

S:37oC

RR:19 x/menit

8.Prioritas Masalaha. Gangguan nyaman nyeri berhubungan dengan peningkatan tekanan vaskular serebral.b. Gangguan istirahat tidur berhubungan dengan gangguan koping individual inefektif.

c. Cemas berhubungan dengan ancaman kehilangan fungsi pendegaran.B. DIAGNOSA KEPERAWATAN1. Gangguan nyaman nyeri berhubungan dengan peningkatan tekanan vaskuler serebral ditandai dengan :

DS:Kelayan mengatakan sakit kepala / pusingDO:Kelayan tampak meringis kesakitan dengan

skala nyeri 0 3

TD:160/90 mmHg

N:79 x/menit

S:37oC

RR:19 x/menit

2. Gangguan istirahat tidur berhubungan dengan koping individual inefektif yang ditandai dengan :DS:Kelayan mengatakan sulit tidur malamDO:Kelayan tampak mengantukTD:160/90 mmHg

N:79 x/menit

S:37oC

RR:19 x/menit3. Cemas berhubungan dengan ancaman kehilangan fungsi auditory ditandai dengan :DS:Kelayan mengatakan penglihatan berkurang

DO:Kelayan tampak sulit mendengar

TD:160/90 mmHg

N:79 x/menit

S:37oC

RR:19 x/menit

C. PERENCANAANTgl/JamDx.RencanaRasional

TujuanTindakan

18/05/07

09.00

ISetelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 x 24 jam gangguan rasa nyaman nyeri terpenuhi dengan kriteria :

Ketidaknyamanan hilang atau terkontrol.

Vital sign normal

TD:140/90 mHg

N:70 x/menit

S:36oC

RR:15-20 x/menit

Skala nyeri 0 - 1 Pertahankan tirah baring selama fase akut.

Minimalkan stimulasi / meningkatkan relaksasi.

Berikan tindakan non farmakologi untuk menghilangkan sakit kepala. Tindakan yang menurunkan tekanan vaskular serebral dan memperlambat / memblok respon simpatis efektif dalam menghilangkan sakit kepala dan komplikasinya.

Tidak mengeluh nyeri lagi. Hilangkan atau minimalkan aktivitas vaso Aktivitas yang meningkatkan vaso konstruksi.

Tgl/JamDx.RencanaRasional

TujuanTindakan

konstruksi yang dapat meningkatkan sakit kepala.menyebabkan sakit kepala pada adanya peningkatan tekanan vaskular serebral

Kolaborasi dengan tim kesehatan yang lain (dokter) Untuk menentukan tindakan selanjutnya.

18/05/07

09.30IISetelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 x x24 jam, gangguan istirahat tidur terpenuhi dengan kriteria hasil :

Klien dapat istirahat dengan tenang. K/U baik Catat laporan gangguan tidur, peningkatan keletihan, kerusakan konsentrasi peka rangsang, penurunan toleransi sakit kepala, ketidakmampuan untuk mengatasi masalah. Manifestasi mekanisme koping maladaptif mungkin merupakan indikator marah yang ditekan dan diketahui telah menjadi penentu utama TD diastolik.

Bantu kelayan untuk mengidentifikasi stresor spesifik dan kemungkinan strategi untuk mengatasinya. Penyehatan terhadap stresor adalah langkah pertama dalam merubah respon seseorang terhadap stresor.

Tgl/JamDx.RencanaRasional

TujuanTindakan

Libatkan kelayan dalam perencanan perawatan dan beri dorongan partisipasi maksimum dalam rencana pengobatan. Keterlibatan memberikan kelayan perasaan kontrol diri yang berkelanjutan.

18/05/0710.00IIISetelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1 x 24 jam rasa cemas dapat terpenuhi dengan kriteria hasil : Kelayan mulai tenang.

Kelayan mulai menerima kehilangan

K/U baik Identifikasi dan ketahui persepsi kelayan terhadap ansietas. Cemas berkelanjutan (sehubungan dengan masalah tentang dampak hipertensi pada pola hidup selanjutnya) mungkin terjadi dalam berbagai derajat selama beberapa waktu dan dapat dimani festasikan oleh gejala depresi.

Kaji tanda verbal kecemasan dan tinggal dengan kelayan. Kelayan mungkin tidak menunjukkan masalah secara langsung tapi kata-kata atau tindakan dapat menunjukkan rasa agitasi, marah dan gelisah.

Tgl/JamDx.RencanaRasional

TujuanTindakan

Motivasi kelayan/ orang terdekat untuk mengkomunikasikan dengan seseorang berbagi pertanyaan dan masalah. Berbagi info membentuk dukungan / kenyamanan dan dapat menghilangkan tegangan terhadap kekhawatiran.

Kolaborasi dengan tim kesehatan lainnya. Untuk menentukan tindakan selanjutnya.

D. PELAKSANAANTgl/JamDx.ImplementasiRespon Hasil

18/05/0709.00I Mempertahankan tirah baring selama fase akut. Kelayan merasa lebih rileks dan tenang.

Melakukan masage pada saat sakit kepala muncul. Kelayan mengatakan sakit kepalanya menurun dengan skala 0.

Mengurangi intensitas kegiatan/ aktivitas kelayan. Kelayan tampak mengurangi kegiatannya.

Mengkolaborasi dengan tim kesehatan lain tentang pemberian terapi. Farosemide 2 x 1 tab

Parasetamol 3 x 1 tab

Resepine 1 x 1 tab

18/05/07

09.30II Memberikan tekhnik relaksasi seperti tehnik pernafasan dalam (deep breathing). Kelayan bisa tidur lebih dini

Membantu kelayan untuk mengidentifikasi stresor. Kelayan tampak merasa tennag dan nyaman.

Melibatkan kelayan dalam perencanaan keperawatan.

Kelayan mengetahui tentang perawatannya.

18/05/07

10.00III Mengkaji tentang respon cemas kelayan. Kelayan sudah tidak cemas lagi dengan skala cemas + 2.

Memotivasi kelayan untuk mengkomunikasikan dengan seseorang berbagi pertanyaan dan masalah. Kelayan mau berbagi pertanyaan dan masalah dengan orang lain.

Mengkolaborasi dengan tim kesehatan lainnya Berikan obat antianxiety

E. EVALUASITgl/JamDx.Uraian Perkembangan

20/05/07IS:Kelayan mengatakan sakit kepala

O:Kelayan tampak meringis kesakitan dengan skala nyeri + 2TD:160/90 mmHg

N:79 x/menit

S:37oC

RR:19 x/menit

A:Maslaah belum teratasi

P:Intervensi dilanjutkan

20/05/07IIS:Kelayan mengatakan dapat tidur nyenyak

O:Kelayan tampak segar bugar

A:Masalah teratasi

P:Intervensi dihentikan

20/05/07IIIS:Kelayan mengatakan cemas terhadap pendengaran yang kunjung menurun.

O:Kelayan tampak cemas

A:Masalah belum teratasi

P:Intervensi dilanjutkan

ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK PADA KELAYAN IQ.M DENGAN DIAGNOSA MEDIS HIPERTENSI DI RUANG BEBERU PSTW PUSPAKARMA MATARAM

TANGGAL 16 MEI 2007

Disusun Oleh :

Nama:SLAMET RIYADI

NPM:04.01.0141

Semester :VI A

SEKOLAH TINGGI KESEHATAN (STIKES) MATARAM

2006

LEMBAR PENGESAHANLaporan Asuhan Keperawatan ini telah diperiksa dan disetujui oleh pembimbing pada :

Hari:

Tanggal:

Mahasiswa,

SLAMET RIYADI

04.01.0141

Mengetahui :

Pembimbing PendidikanPembimbing Lapangan

__________________________________________________KATA PENGANTARPuji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas berkat rahmat dan karunia-Nya sehingga asuhan keperawatan dengan diagnosa medis HIPERTENSI dapat penulis selesaikan tepat pada waktunya.

Dan saya menyadari bahwa usulan penelitian ini masih sangat jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu penulis sangat mengharapkan segala macam kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan asuhan keperawatan ini sehingga dapat berguna bagi kita semua.

Mataram, 16 Mei 2007

Penulis,

1. Saya memasuki program study bahasa Inggris ini karena menjadi siswa program study bahasa Inggris ini merupakan cita-cita saya sejak masih duduk di sekolah lanjutan.

a. Sangat setujuc. Kurang setuju

b. Setujud. Tidak setuju

2. Saya memasuki program study bahasa Inggris ini karena saya bercita-cita menjadi seorang guru bahasa Inggris meskipun saya tahu gaji seorang guru tidak mencukupi untuk hidup dalam suasana yang berkecukupan.a. Sangat setujuc. Kurang setuju

b. Setujud. Tidak setuju

3. Saya memasuki program study bahasa Inggris ini karena menjadi mahasiswa jurusan ini merupakan salah satu jurusan yang sangat disegani oleh orang-orang di tempat saya meskipun saya merasa tidak mempunyai kemampuan dalam belajar bahasa Inggris. a. Sangat setujuc. Kurang setuju

b. Setujud. Tidak setuju

4. Saya memasuki program study bahasa Inggris ini sebagai batu loncatan untuk memperoleh pekerjaan. a. Sangat setujuc. Kurang setuju

b. Setujud. Tidak setuju

5. Sebenarnya saya menyesal masuk program study bahasa Inggris ini karena saya merasa tidak sanggup lagi mengikuti pelajaran karena terlalu sulit bagi saya dan saya khawatir tidak bisa menyelesaikan kuliah saya. a. Sangat setujuc. Kurang setuju

b. Setujud. Tidak setuju

6. Saya memasuki program study bahasa Inggris ini karena cewek/cowok yang saya taksir juga mengambil jurusan ini. a. Sangat setujuc. Kurang setuju

b. Setujud. Tidak setuju

7. Saya memasuki program study bahasa Inggris ini karena saya tahu keterampilan berbahasa Inggris merupakan suatu hal yang akan selalu dibutuhkan di masa sekarang masa yang akan datang. a. Sangat setujuc. Kurang setuju

b. Setujud. Tidak setuju

8. Saya memasuki program bahasa Inggris ini karena sejak dahulu saya sangat senang belajar dan menggunakan bahasa Inggris. a. Sangat setujuc. Kurang setuju

b. Setujud. Tidak setuju

9. Saya memilih program study bahasa Inggris karena menurut informasi yang saya dengar tenaga guru bahasa Inggris sangat kurang. a. Sangat setujuc. Kurang setuju

b. Setujud. Tidak setuju

10. Saya merasa senang jika belajar bahasa Inggris a. Sangat setujuc. Kurang setuju

b. Setujud. Tidak setuju

11. Saya memasuki program pelajaran bahasa Inggris ini karena saya tahu bahasa Inggris merupakan mata pelajaran yang sangat diperlukan dimana bahasa Inggris merupakan penunjang untuk mempelajari ilmu pengetahuan yang lain. a. Sangat setujuc. Kurang setuju

b. Setujud. Tidak setuju

12. Waktu yang saya gunakan untuk belajar bahasa Inggris lebih banyak daripada pelajaran lain. a. Sangat setujuc. Kurang setuju

b. Setujud. Tidak setuju

13. Setelah saya lulus dari FKIP jurusan bahasa Inggris ini saya akan melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. a. Sangat setujuc. Kurang setuju

b. Setujud. Tidak setuju

14. Setelah saya lulus dari FKIP jurusan bahasa Inggris ini saya ingin bekerja menjadi seorang guru bahasa Inggris. a. Sangat setujuc. Kurang setuju

b. Setujud. Tidak setuju

15. Setelah saya lulus dari FKIP jurusan bahasa Inggris ini saya ingin bekerja di kantor yang berhubungan dengan penggunaan bahasa Inggris secara optimal. a. Sangat setujuc. Kurang setuju

b. Setujud. Tidak setuju

16. Setelah saya lulus dari FKIP jurusan bahasa Inggris ini saya akan tinggal di rumah saja, karena meskipun saya seorang pengangguran tapi saya sudah mempunyai titel yang tinggi. a. Sangat setujuc. Kurang setuju

b. Setujud. Tidak setuju

17. Setelah saya lulus dari FKIP jurusan bahasa Inggris ini saya ingin bekerja apa saja yang penting ada kesempatan. a. Sangat setujuc. Kurang setuju

b. Setujud. Tidak setuju

18. Setelah saya lulus dari FKIP jurusan bahasa Inggris ini saya akan bekerja apa saja yang penting pegawai negeri.

a. Sangat setujuc. Kurang setuju

b. Setujud. Tidak setuju

19. Setelah saya lulus dari FKIP jurusan bahasa Inggris ini saya akan melanjutkan pendidikan ke luar negeri. a. Sangat setujuc. Kurang setuju

b. Setujud. Tidak setuju

20. Setelah saya lulus dari FKIP jurusan bahasa Inggris ini saya memilih bekerja menjadi petani biasa saja. a. Sangat setujuc. Kurang setuju

b. Setujud. Tidak setuju

21. Setelah saya lulus dari FKIP jurusan bahasa Inggris ini saya ingin mencari pacar dan kawin dengan orang luar negeri. a. Sangat setujuc. Kurang setuju

b. Setujud. Tidak setuju

22. Setelah saya lulus dari FKIP jurusan bahasa Inggris ini saya ingin menjadi dosen bahasa Inggris. a. Sangat setujuc. Kurang setuju

b. Setujud. Tidak setuju

23. Setelah saya lulus dari FKIP jurusan bahasa Inggris ini saya akan pulang dan melanjutkan usaha keluarga menjadi wirausahawan. a. Sangat setujuc. Kurang setuju

b. Setujud. Tidak setuju

24. Setelah saya lulus dari FKIP jurusan bahasa Inggris ini, saya ingin menjadi seorang translator karena saya merasa kemampuan saya dalam mendengar, berbicara, menulis, membaca dan memahami ucapan bahasa Inggris sudah cukup mahir. a. Sangat setujuc. Kurang setuju

b. Setujud. Tidak setuju

### Terima kasih ###

Hilang elastisitas pembuluh darah

Arterioklerosis

Perubahan nutrisi lebih dari kebutuhan tubuh

Pola hidup monoton

Intoleransi aktivitas

Kelemahan umum

Ketidakseimbangan suplai dan kebutuhan O2

Nyeri akut

(sakit kepala)

Peningkatan tekanan vaskuler serebral

Aliran darah ke jantung menurun

Penyempitan pembuluh darah

Pengumpulan lemak

Obesitas