ASKEP HIPERTENSI

download ASKEP HIPERTENSI

of 23

  • date post

    16-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    1.001
  • download

    1

Embed Size (px)

Transcript of ASKEP HIPERTENSI

LAPORAN KASUS ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN HIPERTENSI di RUANG MELATI RSUD ANDI DJEMMA MASAMBA Periode Tanggal :

DI SUSUN OLEH : IRMASARI,S.Kep

STIKES KURNIAJAYA PERSADA PALOPO PROGRAM NERS MASAMBA 2011

LEMBAR PENGESAHANLaporan Kasus Asuhan Keperawatan Klien dengan hipertensi Di Ruang Melati RSUD Andi Djemma Masamba. Masamba,21 November 2011 Mahasiswa

IRMASARI S.Kep

Mengetahui Pembimbing Ruangan

Pembimbing Akademik

APRIANTI SALEH S.KeP,Ns NIP.

(.)

I.

KONSEP DASAR MEDIK

A. Definisi y Hipertensi adalah tekanan darah resisten dimana tekanan sistoliknya di atas 140 mmHg dan tekanan diastolik di atas 90 mmHg. (Brunner and Suddarth, 2001). y Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah pada orang dewasa. Dikatakan hipertensi jika tekanan darah sistolik > 140 mmHg dan tekanan diastolik > 90 mmHg. (Lewis, Medical Surgical Nursing, 2000). Klasifikasi Hipertensi (JNC VII) Tekanan darah Normal Pre hipertensi Hipertensi stage I Hipertensi stage II TD Sistolik/mmhg < 120 120-129 140-159 > 160 dan atau atau atau TD Diastolik/mmHg < 80 80-89 90-99 > 100

B. Anatomi Fisiologi 1. Jantung adalah organ berongga berotot, yang terletak di tengah toraks, dan ia menempati rongga antara paru dan diafragma. Beratnya sekitar s 300 gram. Agar dapat berfungsi dengan baik, jantung dilindungi oleh perikardium. Perikardium terdiri dari 2 lapisan; lapisan dalam disebut perikardium viseralis dan lapisan luar disebut perikardium parietalis. Kedua lapisan ini dipisahkan oleh sedikit cairan pelumas yang berfungsi mengurangi gesekan pada gerakan memompa dari jantung itu sendiri. Lapisan jantung terdiri atas: Apikardium, yaitu lapisan terluar Miokardium, yaitu lapisan tengah merupakan lapisan otot Endokardium yaitu lapisan terdalam

Ruang jantung terdiri atas: Atrium kanan Atrium kanan berdinding tipis berfungsi untuk penyimpanan darah, dan sebagai penyalur darah dari vena-vena sirkulasi sistemik ke dalam ventrikel kanan dan kemudian paru-paru. Darah masuk melalui vena kavasuperior, inferior dan sinus koronarius. Yang memisahkan vena kava dari atrium jantung hanyalah lapisan katub; karena itu peningkatan tekanan atrium kanan akibat bendungan darah di bagian kanan jantung akan dikembalikan akibat ke dalam sirkulasi sistemik. Ventrikel kanan Pada kontraksi ventrikel, maka tiap ventrikel harus menghasilkan kekuatan yang cukup besar untuk dapat memompakan darah yang diterimanya dari atrium ke sirkulasi pulmonal ataupun sirkulasi sistemik. Ventrikel kanan menghasilkan kontraksi bertekanan rendah, yang cukup untuk mengalirkan darah ke dalam arteria pulmonaris. Beban kerja dari ventrikel kanan jauh lebih ringan daripada ventrikel kiri. Akibatnya tebal dinding ventrikel kanan hanya sepertiga dari tebal dinding ventrikel kiri. Atrium kiri Atrium kiri menerima darah yang sudah dioksigenisasi dari paru-paru melalui keempat vena pulmonalis. Antara vena pulmonalis dan atrium kiri tidak ada katup sejati. Karena itu perubahan tekanan darah atrium kiri mudah sekali membalik retrograde ke dalam pembuluh paru-paru. Peningkatan tekanan atrium kiri yang akan menyebabkan bendungan paru-paru. Darah mengalir dari atrium kiri ke dalam ventrikel kiri melalui katup mitral. Ventrikel kiri

Ventrikel kiri harus menghasilkan tekanan yang cukup tinggi untuk mengatasi tahanan sirkulasi sistematik, dan mempertahankan darah ke jaringan perifer. Pada kontraksi, tekanan ventrikel kiri meningkatkan sekitar 5 kali lebih tinggi dari pada tekanan ventrikel kanan. Ventrikel kiri mempunyai otot-otot yang tebal dan sekat pembatas kedua ventrikel juga memperkuat tekanan yang ditimbulkan oleh seluruh ventrikel pada kontraksi. Katub Jantung Jantung mempunyai empat katup jantung yang berfungsi

mempertahankan aliran darah searah melalui bilik-bilik jantung. Katup Atrioventrikularis (Katub AV) Katup ini memisahkan antara atrium dan ventrikel. Katup ini terdiri atas 2 katup, yaitu katub trikuspidalis yang terletak antara atrium kanan dan ventrikel kanan yang mempunyai tiga buah daun katub mitralis memisahkan atrium dan ventrikel kiri yang mempunyai 2 buah daun katup. Katup semilunaris Katup semilunaris. Terdiri dari katub aorta yang terletak antara ventrikel kiri dan aorta, sedang katup pulmonalis terletak antara ventrikel kanan dan arteria pulmonalis. Katup semilunaris mencegah aliran kembali darah dari aorta atau arteria pulmonalis ke dalam ventrikel sewaktu ventrikel istirahat. 2. Fungsi jantung: a) Memompa darah ke jaringan b) Mensuplai oksigen dan zat nutrisi lain c) Mengangkut karbondioksida dan sampah hasil metabolisme 3. Sistem peredaran darah dalam tubuh mempunyai 3 sirkulasi:

a) Sirkulasi sistemik Mengalirkan darah yang mengandung oksigen dan ventrikel kiri ke seluruh tubuh dengan tekanan yang besar, untuk memenuhi organ tubuh yang berlainan. Pembuluh sistemik terdiri dari arteria, arteriola, kapiler, venula, vena. Arteri mempunyai dinding yang elastis, kuat dan sebagian otot polos, menerima darah langsung dari aorta dengan tekanan tinggi. Arteriola mempunyai dinding yang elastis, kuat dan sedikit serabut elastin. Dinding ini sangat peka dan berdilatasi atau berkontraksi untuk mengatur aliran darah ke jantung kapiler. Dinding pembuluh kapiler sangat tipis. Terdiri atas satu lapis sel endotel melalui membran yang tipis dan semipermiabel inilah nutria dan metabolik berdifusi dari daerah yang tinggi konsentrasinya menuju ke daerah yang lebih rendah konsentratnya. Venula berfungsi sebagai saluran pengumpul. Vena adalah saluran yang berdinding relatif tipis dan berfungsi menyalurkan darah ke jaringan kapiler melalui sistem vena, masuk ke atrium kanan. Aliran vena ke jantung ini hanya searah karena ada katup-katup vena. b) Sirkulasi pulmonal Mengalirkan darah yang mengandung CO2 di dalam ventrikel kanan ke paru-paru melalui arteri pulmonal. Mempunyai tekanan yang rendah, oleh sebab itu beban kerja dan ventrikel kanan lebih ringan dari ventrikel kiri. c) Sirkulasi koroner Sirkulasi koroner meliputi seluruh permukaan jantung, mempunyai O2 dan nutrisi ke miokardium melalui cabang-cabang intramiokardial yang kecil-kecil. Jantung dipersarafi oleh koronaria kanan dan kiri. d) Sistem jantung dan tekanan arteri

Katup AV akan terbuka dan darah mengalir dari atrium ke ventrikel bertekanan rendah yang sedang mengalami relaksasi, sampai ventrikel berkontraksi. Katup aorta dan pulmonalis tertutup, karena tekanan di aorta dan arteri pulmonalis lebih besar daripada tekanan di dalam ventrikel yang berelaksi. Hal ini memungkinkan darah berkumpul di dalam ventrikel. Periode ini disebut diastole. Terdengarlah bunyi jantung kedua sewaktu ventrikel berkontraksi, tekanan di dalam ventrikel menjadi lebih besar daripada di atrium dan katup AV tertutup. Dalam waktu singkat, tekanan di aorta dan arteri pulmonalis masih lebih tinggi daripada tekanan di dalam ventrikel, sehingga katup aorta dan pulmonalis tetap tertutup, seiring dengan peningkatan tekanan di dalam ventrikel, katup aorta dan pulmonalis terbuka secara cepat dan darah mengalir keluar ventrikel dengan kecepatan dan tekanan tinggi. Periode ini disebut sistol. Terdengar bunyi jantung pertama. Pada akhir sistol, ventrikel kembali relaksasi. Arteri pulmonalis dan aorta adalah pembuluh berotot yang membesar saat aliran darah dari ventrikel datang. Keduanya menahan darah sebelum mengalirkannya ke sistem vaskuler, tidak dalam denyutan besar, tetapi dalam suatu arus yang tetap. Tekanan sistolik adalah tekanan darah arteri yang dihasilkan selama kontraksi ventrikel. Tekanan diastole adalah tekanan darah arteri yang dihasilkan sewaktu ventrikel relaksasi.

C.

1) Etiologi a) Hipertensi primer Faktor keturunan Obesitas Usia (> 65 tahun) Merokok Alkohol Konsumsi garam yang berlebihan

b) Hipertensi sekunder Penyakit ginjal Obat-obatan seperti NSAID Kontrasepsi oral DM

2) Manifestasi klinik Penyebab pasti dari hipertensi primer belum diketahui, tetapi diduga faktor-faktor berikut ini yang dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah: Keturunan Merupakan faktor genetik yang diturunkan. Meskipun belum

diketahui secara jelas mengapa hal ini bisa menimbulkan peningkatan tekanan darah. Mekanisme yang mengontrol konstriksi dan relaksasi pembuluh darah terletak di pusat vasomotor pada medula di otak. Rangsangan pusat vasomotor dihantarkan dalam bentuk impuls bergerak ke bawah melalui sistem saraf simpatis ke ganglia simpatis. Pada titik ini, neuron preganglion ke pembuluh darah, dimana dengan dilepaskannya norepinefrin. Pada saat bersamaan dimana sistem saraf simpatis merangsang pembuluh darah sebagai respon rangsangan emosi,

kelenjar adrenal juga terangsang, mengakibatkan tambahan aktivitas vasokonstriksi. Medulla adrenal mensekresi kortisol dan steroid

lainnya yang dapat memperkuat respons vasokonstriksi pembuluh darah vasokonstriksi yang mengakibatkan penurunan aliran darah ke ginjal menyebabkan pelepasan renin. Renin merangsang pembentukan angiotensin I yang kemudian diubah menjadi angiotensin II, suatu vasokonstriktor yang kuat, yang pada gilirannya merangsang sekresi aldosteron oleh konteks adrenal. Ini menyebabkan retensi natrium dan air oleh tubulus ginjal, menyebabkan peningkatan volume

intravaskuler. Dari faktor-faktor tersebut di atas dapat menimbulkan peningkatan tekanan darah. Peningkatan tekanan darah menimbulkan pembuluh darah menjadi kaku, menyempit yang dapat mengganggu aliran darah. Aliran darah yang mengalir dan membawa serta oksigen tetapi tidak dapat mengalir sempurna membawa akibat buruk bagi organ-organ yang penting seperti: 1. Otak Apabila pembuluh darah sudah menebal dan aliran darah tidak lagi sempurna, sedikit dan tersendat maka otak akan menderita kekurangan pasokan darah dan oksigen. Bila terjadi terus menerus akan menyebabkan infark dan bila sudah terjadi ruptur pembuluh darah dapat mengakibatkan komplikasi stroke. 2. Jantung Apa