askep bipolar corect

download askep bipolar corect

of 25

  • date post

    28-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    72
  • download

    0

Embed Size (px)

description

pembenaran membuat askep bipolar

Transcript of askep bipolar corect

Tugas Keperawatan JiwamComment by ASUS PC: Judulnya diganti Menjadi Asuhan Keperawatan dan Terapi Aktivitas Kelompok pada pasien Isolasi Sosial Terapi Aktivitas KelompokGangguan Bipolar

Kelompok 4Di susun oleh :

Imaningtyas Ridar22020112120001Dewa Ayu Anggi G.22020112120005Meiriza Ida W.22020112130015Santi Widianingrum22020112130044Luh Juita Amare P.22020112120009Auliya Bintang M.22020112130051Vika Asyharul Ulya22020112120003Atikah Rasa Fauzia22020112140107Dhewa Adi Pratama22020112130067Lidia Agustina22020112130047

Jurusan Keperawatan Fakultas KedokteranUniversitas Diponegoro 2014

ASUHAN KEPERAWATAN

KASUSSeorang perempuan, 17 tahun di bawa ke rumah sakit oleh kedua orangtuanya karena perilakunya yang aneh.2 minggu sebelum di bawa ke rumah sakit jiwa klien beserta teman-teman sekolahnya bermain semalaman dan baru pulang pagi harinya. Klien mengaku bahwa saat itu ia hanya ingin bersenang-senang dengan temannya dan bosan di rumah terus. 4 hari sebelumnya klien hanya mengurung diri di kamar dan tidak mau berangkat ke sekolah, tampak murung dan tidak memperhatikan perawatan dirinya.Saat diwawancarai terpisah klien mengaku bahwa dia bosan dengan keluarganya karena ayahnya sering berperilaku kasar pada ibunya.Dari hasil pengkajian perawat didapatkan data klien tampak lesu, bicara cukup keras dan cepat dan kontak mata cukup.

A. Format asuhan keperawatanPENGKAJIANComment by ASUS PC: Diganti menjadi Hasil pengkajian.I. IDENTITAS KLIENA. Nama: Nn. AB. Umur: 17 tahunC. Jenis kelamin: PerempuanD. Agama : IslamE. Alamat : Jl. Timoho Timur I No.2, Tembalang, Jawa TengahF. Pendidikan: SMAG. Pekerjaan: -H. Tgl. Masuk RS: 24 April 2014I. Tgl. Pengkajian : 25 April 2014J. Dx. Medis: Bipolar

II. KELUHAN UTAMAMenurut kedua orang tuanya perilaku Nn.A tampak aneh akhir-akhir ini.

III. PREDISPOSISI DAN PRESIPITASINn.A tidak pernah mengalami gangguan jiwa di masa lampau.Nn.A hanya merasa bosan dengan keluarganya karena ayahnya sering berperilaku kasar dengan ibunya.

IV. FISIK : TD : 120/80 mmHg N: 78 x/ menit P: 20 x/ menit TB: 165 cm BB: 45 KgV. PSIKOSOSIALA. Genogram

Ket:= Laki-laki = laki-laki Meninggal= Pasien = perempuan Meninggal= Perempuan = Orang terdekat

B. Konsep diriComment by ASUS PC: Konsep dirinya bias melihat buku / laporan profesi tentang pengkajian konsep diri.1. Body image:klien tidak ada bagian tubuh yang special semua bagian tubuhpasien sama-sama baikComment by ASUS PC: Dilengkapi sesuai gambaran klien secara umum dan utuh.

2. Identitas diri: klien mengaku dirinya wanita remaja dan belum menikah.

3. Peran: klien bersekolah di bangku SMA, tetapi klien mengatakan bosan dengan keluganya dan tidak tahu apa yang harus dilakukan.4. Ideal diri: Klien mengharapkan suasana yang nyaman di rumahnya.5. Harga diri: Klien merasa tidak ada masalah dengan dirinya.C. Hubungan socialKlien mengatakan bosan dengan keluarganya. Klien juga tidak suka melihat ayahnya yang selalu berperilaku keras kepada ibunya. Oleh karena itu, 2 minggu sebelumnya dia mencari kesenangan diluar bersama teman-temannya. D. Spiritual Nilai : klien tidak mengetahui bahwa perilaku yang dilakukanya salah.Keyakinan : Klien mengetahui bahwa agamanya islam.Kegiatan beribadah : Klien mengatakan sudah tidak pernah beribadah.VI. STATUS MENTALA. Penampilan : klien berpenampilan tidak rapi, acak-acakanB. Pembicaraan : klien berbicara dengan cepat suatu saat klien berbicakeras dan lantang dengan nada emosi.C. Aktifitas motorik: Klien tidak aktif dalam kegiatan, hanya bisa mengurung diri di kamar dan terlihat lesu.D. Alam perasaan: klien terlihat sedih karena sering mengurung diri dikamar sendirian.E. Afek : klien terlihat labilF. Interaksi selama wawancara: kontak mata dengan perawat minim tidak kooperatif dan menjawab dengan marah-marah.G. Persepsi: klien mengatakan tidak mendengar bisikan tanpa wujud. Tidak melihat suatu wujud yang tidak nyata. Klien tidak salah mempresepsikan suatu benda menjadi wujud lain.H. Proses fikir:Pasien jika diajak bicara dapat menjawab sesuai pertanyaan. Pasien bersedia kembali diajak berinteraksi.I. Isi fikir: klien tidak mengalamiwahamJ. Tingkat kesadaran: klien tahu kalau dia sedang di rumah sakit dan mampu menyebutkan sedang berada di ruangan.K. Memori: Klien dapat mengingat kejadian sebelum dia disini hingga dibawa disini.Pasien dapat mengingat keluarganya.

L. Tingkat konsentrasi dan berhitung: Klien mampu berhitung perkalian, Pengurangan, Penambahan dan pembagian. Klien mampu tetapi focus saat diajak bicara..M. Kemampuan penilaian: Pasien dapat melakukan pemilihan keputusan dengan baik. Contohnya klien memilih olahraga dulu daripada mandi dulu, karena olah raga itu berkeringat. Baru setelah itu klienmandi. N. Daya tilik diri: mengingkari penyakit yang diderita, menyalahkan hal-hal di luar dirinya.

VII. Kebutuhan dasar manusia1. Kemampuan klien memenuhi kebutuhan.Klien belum bisa menyiapkan sandang, pangan dan papan sendiri karena belum bekerja. 2. Kegiatan sehari-haria. Perawatan diriKlien mampu mandi, BAB/BAK, ganti pakaian sendiri. Kebutuhan klien mandiri.b. NutrisiKlien kurang minat makan, berat badan klien hanya 45 Kg.c. TidurKlien tidur malam hari dan tidak sering terbangun tengah malam. d. Support sistem.Klien tidak mendapat dukungan dari keluarganya karena klien mengatakan di dalam keluarganya tidak harmonis

VIII. Penggunaan obat dan pemeliharaan kesehatanA. Penggunaan obat: a) Klien selama di RSJ diberikan obat 3x sehari yaitu, diminum setelah makan pagi, makan siang dan makan malam. b) Klien meminumnya dengan menggunakan air putih. c) Klien tidak pernah menggunakan obat-obatan terlarang hanya mampu minum obat sendiri dari dokter

B. Reaksi atau efek samping obat. Klien tidak merasakan efek samping obat yang telah diminumnya.C. Tanyakan kepada klien dan keluarga tentang: 1. Perawatan dan penobatan lanjut. a) Klien pertama kalinya dirawat dirumah sakit ini. b) Sebelumnya klien tidak pernah dirawat di rumah sakit jiwa.c) Klien mengatakan bahwa setelah pulang ia akan melakukan perawatan lanjutan. d) Setelah klien pulang maka pengobatannya rawat jalan dan akan di urus oleh keluarganya di rumah dan di rumah masih mengonsumsi obat obatan yang di berikan oleh rumah sakit. Pasien melakukan pemeliharann secara mandiri di rumah2. sistem pendukung yang dimiliki . a) Setelah pasien pulang maka pengobatannya rawat jalan dan akan di urus oleh keluarganya di rumah dan di rumah masih mengonsumsi obat obatan yang di berikan oleh rumah sakit. Pasien melakukan pemeliharann secara mandiri di rumahb) Dari keluarga tidak mendapatkan informasi. Klien mengatakan biasanya kalau yang membawa kontrol adalah .Jika ada keluhan tentang masalah kesehatan biasanya ibunya juga membawa ke puskesmas terdekat.

IX. Kegiatan sehari-hariA. Kegiatan di dalam rumahKegiatan di dalam rumahKlien mampu dalam:1. Merencanakan, mengolah dan menyajikan makananKlien dapat mengolah dan menyajikan makanan2. Merapikan rumah (kamar tidur, dapur, menyapu, mengepel). Klien terbiasa merapikan kamar tidurnya sendiri, tetapi klien tidak pernah mengepel3. Mencuci pakaian sendiriKlien terbiasa mencuci pakaiannya sendiri4. Mengatur kebutuhan biaya sehari-hariUntuk kebutuhan biaya sehari-hari, klien masih dibiayai oleh orang tuanya karena klien masih bersekolahB. Kegiatan di luar rumahKlien mampu dalam :1. Belanja untuk keperluan sehari-hariKlien tidak belanja untuk keperluan sehari-harinya. Yang berbelanja adalah ibu klien2. Dalam melakukan perjalanan mandiri dengan jalan kaki, menggunakan kendaraan pribadi, kendaraan umum)Klien terbiasa naik kendaraan umum saat pergi3. Kegiatan lain yang dilakukan klien di luar rumah (bayar listrik/ telpon/ air, kantor pos dan bank).Klien tidak membayar listrik sendiri

X. Mekanisme Koping Respon Adaptif: Klien menunjukan beberapa respon adaptif seperti mampu bicara dan menjawab pertanyaan yang diajukan perawat. Respon Maladaptif : Klien mengaku hanya ingin bersenang-senang dengan temannya dan bosan di rumah terus.Lalu klien hanya mengurung diri di kamar dan tidak mau berangkat ke sekolah, tampak murung dan tidak memperhatikan perawatan dirinya.

XI. Masalah Psikososial dan Lingkungan: Klien mengatakan tidak ada masalah dengan kelompok sosialnya. Klien mengaku bahwa dia bosan dengan keluarganya karena ayahnya sering berperilaku kasar pada ibunya. Klien mengaku bahwa ia hanya ingin bersenang-senang dengan temannya dan bosan di rumah terus. Di rumah klien memiliki ayah yang selalu memukuli ibunya karena tidak harmoni di dalam keluarganya.XII. Pengetahuan Kurang Tentang:Klien tidak tahu tentang pengobatan , Penyakit, sistem Pendukung penyakit dan juga apa yang harus diperbuatnya untuk menghilangkan kejenuhannya.

XIII. Aspek MedikA. Diagnosa Medik : BipolarB. Terapi Medik :

ANALISA DATADataMasalah

DS : -DO :4 hari sebelum masuk klien hanya mengurung diri di kamar dan tidak mau berangkat ke sekolah, tampak murung.Isolasi Sosial

DS : Klien mengatakan bosan dengan keadaan keluarganya yaitu bapaknya yang selalu memukuli ibunya.DO: Klien suka mengurung diri.Resiko Bunuh Diri

DS: -DO: Klien terlihat berpenampilan acak-acakan dan tidak rapi.Defisit Perawatan Diri

DS : -DO: - Berat badan klien menurun karena sering mengurung diri.Kekurangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh.

DS : Klien mengatakan bosan dirumah dan lebih memilih pergi bersama teman-teman hingga larut malam.DO :-Koping tidak efektif individu

Diagnosis Keperawatan1. Isolasi Sosial2. Koping tidak efektif individu.3. Resiko Bunuh diri4. Defisit perawatan diri5. Kekurangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh.

RENCANA ASUHAN KEPERAWATANComment by ASUS PC: Difinishing.Tgl.DiagnosaTujuan Intervensi Rasional

25 april 2014Isolasi SosialDalam 3 x 24 jam diharapkan klien dapat mencapai kriteria hasil sebagai berikut : Klien dapat mengunkapkan kondisi dirinya seca