Askeb Kb Suntik Depo Progestin - Susanti

download Askeb Kb Suntik Depo Progestin - Susanti

of 27

  • date post

    26-Jun-2015
  • Category

    Documents

  • view

    7.428
  • download

    9

Embed Size (px)

description

Asuhan Kebidanan KB Suntik Depo ProgestinKEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIAPOLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYAJURUSAN KEBIDANANPRODI DIII KEBIDANAN KAMPUS MAGETANMAGETAN2011

Transcript of Askeb Kb Suntik Depo Progestin - Susanti

ASUHAN KEBIDANAN PADA Ny.T KB SUNTIK DEPO PREGESTIN DI BPS Ny. SULASTRI, Amd.Keb PANEKAN, MAGETAN

Disusun dalam Rangka Memenuhi Tugas Pengalaman Belajar Praktek dan Praktek Klinik Kebidanan

Disusun Oleh : SUSANTI NIM. P27824208037

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA JURUSAN KEBIDANAN PROGRAM STUDI KEBIDANAN MAGETAN MAGETAN 2010

LEMBAR PENGESAHAN

Asuhan Kebidanan Pada Ny.T P10001 dengan KB Suntik Depo Progestin Di BPS Ny. Sulastri, Amd.Keb Panekan, Magetan

Disetujui tanggal,

Juni 2010

Mengetahui,

Pembimbing Pendidikan

Pembimbing Praktek

SITI WIDAJATI, S.Pd, MMKes NIP. 19480420 197101 2 001

SULASTRI, Amd.Keb NIP. 19750407 200604 2 022

ii

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan Asuhan Kebidanan pada Ny.T dengan KB Suntik Depo Progestin di BPS Ny. Sulastri, Amd.Keb. Panekan, Magetan. Laporan ini disusun dalam rangka memenuhi tugas pengalaman belajar lapangan di Program Studi Kebidanan Magetan. Dalam menyusun laporan ini, penyusun mendapat bantuan, bimbingan dan saran dari pembimbing. Untuk itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada yang terhormat: 1. Ibu Nani Surtinah, SST,SSiT,M.Pd., selaku Ketua Program Studi Kebidanan Magetan. 2. Ibu Sulastri, Amd.Keb., Selaku Pembimbing Praktek. 3. Ibu Siti Widajati, S.Pd,MMKes., Selaku Pembimbing Akademik. 4. Ibu Tulis, yang bersedia menjadi obyek dalam pembuatan Askeb KB ini. 5. Semua pihak yang telah membantu dalam pembuatan Askeb ini. Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna. Penyusun memohon kritik dan saran dari pembaca untuk dimasa yang akan datang. Semoga laporan ini bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi para pembaca.

Magetan,

Juni 2010

Penulis

iii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ............................................................................................ LEMBAR PENGESAHAN ..................................................................................

i ii

KATA PENGANTAR .......................................................................................... iii DAFTAR ISI ........................................................................................................ iv BAB I LANDASAN TEORI A. Pengertian ......................................................................................... B. Macam-macam Kontrasepsi Suntik KB menurut Syaifuddin (2006: MK-41) .................................................................................. C. Penggunaan Kontrasepsi .................................................................... D. Mekanisme Kerja menurut Hartanto (2004: 166) ............................... E. Indikasi dan Kontraindikasi ............................................................... F. Efek Samping dan Penanggulangannya, menurut Hartanto (2004: 169)......................................................................................... G. Keuntungan dan Kerugian KB Suntik, Menurut Saifuddin (2006: MK-42) .................................................................................. H. Pengkajian ......................................................................................... I. Diagnosa Kebidanan .......................................................................... J. Perencanaan ...................................................................................... 4 5 8 8 3 1 1 2 2 1

K. Implementasi ..................................................................................... 11 L. Evaluasi ............................................................................................ 12 BAB II TINJAUAN KASUS A. Pengkajian ......................................................................................... 13 B. Diagnosa Kebidanan .......................................................................... 19 C. Perencanaan ...................................................................................... 19 D. Pelaksanaan ....................................................................................... 20 E. Evaluasi ............................................................................................ 21 DAFTAR PUSTAKA

iv

BAB I LANDASAN TEORI

A. Pengertian 1. KB suntik adalah suatu cara kontrasepsi yang tersedia dalam laritan mikrokristaline, dimana setelah satu minggu penyuntikan 150 mg, tercapai kadar puncak sampai 2-3 bulan, lalu menurun kembali (Hartanto, 2004:165). 2. KB suntik (depo provera) adalah suntikan medrolesi progesteron astat yang biasanya diberikan pada hari ke-3 sampai 5 pasca persalinan, segera setelah keguguran dan pada masa intervas sebelum sebelum hari ke-3 haid (Wiknjosastro, 2007:921). 3. KB suntik Depot Medroksi Progesteron Asetat (DMPA) merupakan suatu progestin yang mekanisme kerjanya menghambat sekresi hormon pemicu filikes (FSH) dan LH serta lonjakan LH (Varney, 2007:481).

B. Macam-macam Kontrasepsi Suntik KB menurut Saifuddin (2006:MK-41): 1. Depo provera 150 mg, depo provera berisi progestin, mengandung 150 mg DMPA (Depot Medrxy Progesterone Asetat). 2. Noristerat 200 mg, noristerat berisi progesterone 200 mg norethindrone enanthate (Saifuddin, 2006:MK-41).

C. Penggunaan Kontrasepsi Suntik 1. Depo provera diberikan setiap 3 bulan dengan cara disuntik intramuskular dalam di daerah pantat. Apabila suntikan diberikan terlalu dangkal, penyerapan kontrasepsi suntikan akan lambat dan tidak bekerja segera dan efektif. Suntikan diberikan kurang dari 1 minggu atau lebih dari 1 minggu dari patokan tiap 3 bulan. 2. Pemberian kontrasepsi suntikan noristerat untuk injeksi berikutnya diberikan setiap 8 minggu. Mulai dengan injeksi kelima diberikan setiap 12 minggu, disuntikkan secara intramuscular (Saifuddin, 2006:MK-45).

1

D. Mekanisme Kerja, menurut Hartanto (2004:166): 1. Primer, Mencegah Ovulasi Kadar FSH dan LH menurun dan tidak terjadi sentakan LH. Respon kelenjar hipofise terhadap gonadotropin-releasing hormon eksogeneus tidak berubah, sehingga memberi kesan prosen terjadi di hipotalamus daripada kelenjar hipofise. Pada pemakaian depo provera, endometrium menjadi dangkal dan atropi dengan kelenjar-kelenjar tidak aktif. 2. Sekunder Lendir serviks menjadi kental dan sedikit, sehingga merupakan barier terhadap spermatozoa. Membuat endometrium menjadi kurang layak/baik untuk implantasi dari ovum yang telah dibuahi. Mungkin mempengaruhi kecepatan transpor ovum di dalam tuba falopi.

E. Indikasi dan Kontraindikasi Yang dapat menggunakan kontrasepsi suntikan progestin: 1. Usia reproduksi. 2. Multipara dan yang telah memiliki anak. 3. Menghendaki kontrasepsi jangka panjang dan yang memiliki efektifitas tinggi. 4. Menyusui dan membutuhkan kontrasepsi yang sesuai. 5. Setelah melahirkan, abortus, banyak anak. 6. Perokok, tekanan darah < 180/110 mmHg, dengan masalah gangguan pembekuan darah. 7. Menggunakan obat epilepsi, tuberkulosis. 8. Sering lupa bila menggunakan pil. 9. Anemia defisiensi besi (Saifuddin, 2006:MK-43). 10. Remaja (16 tahun) sampai wanita usia 40 tahunan dari nuligravida sampai granda multipara. (Varney, 2007 : 482) Kontraidikasi Suntikan, antara lain: 1. Kehamilan. 2. Karsinoma payudara.

2

3. Karsinoma traktus genetalia. 4. Perdarahan abnormal uterus. 5. Diabetes melitus disertai komplikasi (Hartono, 2004:169).

F. Efek Samping dan Penanggulangannya, menurut Hartanto (2004:169): 1. Gangguan haid pada akseptor dapat berupa: a. Amenore b. Perdarahan berat, ireguler, bercak. c. Perubahan dalam frekuensi, lama dan jumlah. d. Insiden yang tinggi dari amenorea diduga karena atrofi endometrium. Penanggulangan : a. Melakukan konseling sebelum dan selama pemakaian kontrasepsi suntik. b. Bila perdarahan hebat atau lama disebabkan oleh kontrasepsi suntikan, maka tindakan yang harus diambil: Pemberian tablet ekstradiol 25 mg 3x1 sehari untuk 3 hari atau 1 pil oral kombinasi per hari untuk 14 hari. Bila perdarahan tetap saja berlangsung terus, pertimbangkan untuk melakukan dilatasi atau kuretasi. 2. Berat badan bertambah. a. Pemberian konseling medik sebelum dan selama pemakaian kontrasepsi suntikan. b. Umumnya pertambahan berat badan tidak terlalu besar antara 1-5 kg dalam tahun pertama. c. Depo provera merangsang pusat pengendalian nafsu makan di

hipotalamus yang menyebabkan akseptor makan lebih banyak daripada biasanya. 3. Sakit kepala a. Melakukan konseling sebelum dan selama pemakaian kontrasepsi suntikan. b. Terjadi pada 1-17% akseptor.

3

4. Pada sistem kardiovaskuler efeknya sangat sedikit, mungkin ada sedikit peninggian dari kadar insulin dan penurunan HDL kolesterol. a. Hampir tidk ada efek ekanan darah atau sistem pembekuan darah maupun sistem fiorinolitik. b. Perubahan dalam metabolisme lemak, terutama penurunan HDL, kolesterol dicurigai dapat menambah besar resiko timbulnya penyakit kardiovaskuler, HDL kolesterol yang rendah dapat menyebabkan timbilnya ateroslerosis sedangkan terhadap trigliserida dan kolesterol total tidak ditemukan efek apapun dari kontrasepsi suntikan.

G. Keuntungan dan Kerugian KB Suntik, menurut Saifuddin (2006:MK-42): 1. Keuntungan a. Sangat efektif. b. Pencegahan kehamilan jangka panjang. c. Tidak berpengaruh pada hubungan suami istri. d. Tidak mengandung estrogen, sehingga tidak berdampak serius terhadap penyakit jantung dan gangguan pembekuan darah. e. Tidak memiliki pengaruh terhadap ASI. f. Klien tidak perlu menyimpan obat suntik. g. Dapat digunakan oleh perempuan usia >33 tahun sampai menopous. h. Membantu mencegah kanker endometrium dan kehamilan ektopik. i. j. Menurunkan krisis anemia bulan sabit. Mencegah beberapa penyebab radang panggul.

2. Kerugian a. Sering ditemukan gangguan haid. b. Klien sangat tergantug pada tempat yankes