As a as as as as as As

download As a as as as as as As

of 32

  • date post

    21-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    59
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of As a as as as as as As

BAB II KAJIAN KELAYAKAN PEMBANGUNAN MUSEUM PROKLAMATOR2.1. Permuseuman di Indonesia Secara etimologis, museum berasal dari kata Yunani, mouseion, yang sebenarnya merujuk kepada nama kuil untuk sembilan Dewi Muses, anak-anak Dewa Zeus yang melambangkan ilmu dan kesenian. Bangunan lain yang diketahui berhubungan dengan sejarah museum adalah bagian kompleks perpustakaan yang dibangun khusus untuk seni dan sains, terutama filosofi dan riset di Alexandria oleh Ptolemy I Soter pada tahun 280 SM. Museum berkembang seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan manusia semakin membutuhkan bukti-bukti otentik mengenai catatan sejarah kebudayaan. Di Indonesia, museum yang pertama kali dibangun adalah Museum Radya Pustaka. Selain itu dikenal pula Museum Gajah yang dikenal sebagai yang terlengkap koleksinya di Indonesia, Museum Wayang, Persada Soekarno, Museum Tekstil serta Galeri Nasional Indonesia yang khusus menyajikan koleksi seni rupa modern Indonesia. Di Indonesia setidaknya terdapat 279 museum yang tersebar di berbagai daerah. No 1 2 3 4 5 6 7 8 Provinsi Nangroe Aceh Darussalam Sumatera Utara Sumatera Barat Sumatera Selatan Bengkulu Lampung DKI Jakarta Jawa Barat 5 8 1 Museum Perjuangan 1 1 1 1 2 1 1 21 11 2 1 3 1 1 26 19 Museum Lainnya Jumlah Museum

No 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21

Provinsi Jawa Tengah DI Yogyakarta Jawa Timur Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Timur Kalimantan Selatan Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Maluku Riau Jambi

Museum Perjuangan

Museum Lainnya 3

Jumlah Museum 3 6 4 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2

2 1

4 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1

1

1

Survey yang diselenggarakan oleh majalah National Geographic Traveler dari bulan April sampai Mei 2011 memunculkan 9 Museum di Indonesia terpilih sebagai museum favorit yang terbagi dalam 3 kategori: Sejarah/Arkeologi, Seni dan Budaya, Ilmu Pengetahuan / Geologi/Biologi dan 3 museum lain yang dipilih dalam kategori Pilihan Editor. Dalam kategori Sejarah/Arkeologi, Museum Bank Indonesia dipilih sebagai museum yang paling favorit, House of Sampoerna yang paling favorit untuk kategori Seni dan Budaya, dan kategori Sains dimenangkan oleh Museum Geologi. Adapun Pilihan Editor adalah Museum Bahari. Penelitian National Geographic berlangsung dalam dua tahap. Pertama, menetapkan kriteria museum yang baik dan menarik untuk dikunjungi melalui diskusi panel dengan para ahli museum dan profesional di Indonesia untuk 3 kategori : museum sejarah/arkeologi, museum seni dan budaya, dan museum keilmuan/geologi/biologi. Tahap kedua terjadi melalui pemungutan suara online di traveler.nationalgeographic.co.id Survei. Meskipun hasil survei tidak dapat mewakili pandangan dari seluruh rakyat Indonesia, responden

memberikan pandangan yang berbeda tentang bagaimana museum seharusnya. Contohnya adalah hasil survei untuk museum House of Sampoerna (HOS), yang di-host di sebuah bangunan lebih dari 145 tahun. 63% dari 649 responden menyatakan bahwa museum terletak di Surabaya ini menampilkan tata letak ruangan atau interior yang menarik (58%), kelancaran aliran pengunjung (32%), dan kemampuan berbahasa Inggris pemandu museum (30%). Dikunjungi oleh 11.000 pengunjung rata-rata setiap bulan, HOS memenuhi kriteria pemeliharaan koleksi yang baik (61%), kelengkapan fasilitas museum (30%), dan memiliki program/event yang menarik (30%). Adapun Museum Geologi telah berhasil meningkatkan proporsi kunjungan turis 'dari hanya 10% dan 90% sisanya adalah siswa, menjadi lebih dari 70% pengunjung wisatawan. 55 responden (36%) setuju bahwa museum yang berada di Bandung ini memiliki tata letak atau interior yang baik, 63% responden mengatakan bahwa Museum Geologi memiliki koleksi menarik, dan 58% mengatakan terpelihara dengan baik. 80% responden mengatakan bahwa Museum Bank Indonesia (BI), yang baru dibuka pada tahun 2009 dinilai memiliki susunan koleksi yang baik (80%), koleksi pemeliharaan yang baik (59%), kelengkapan koleksi (29%), fasilitas museum (49%), interior (71%), dan kelancaran arus kunjungan (45%). Menurut Direktorat Museum Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia memiliki setidaknya 279 museum. Selain memperingati Hari Museum Internasional setiap tanggal 18 Mei, berbagai kegiatan untuk mempromosikan museum di Indonesia telah terorganisir seperti Gerakan Cinta Museum, dan Tahun Kunjungan Museum 2010 (Sumber: National Geographic TRAVELER, edisi Juli 2011, Indonesia). Berikut ini adalah hasil dari survei yang dilakukan National Geographic : Kategori I: Sejarah / Arkeologi 1. Museum Bank lndonesia 2. Museum Sejarah / Fatahilah 3. Museum Nasional / Gajah Kategori: Seni & Budaya 1. House of Sampoerna 2. Museum Wayang 3. Museum Ullen Sentalu Kategori LLI: Sains / Geologi / Biologi 1. Museum Geologi 2. Museum Zoologi 3. Museum Gunung Merapi

Pilihan Editor : 1. Museum Bahari 2. Museum Kereta Api Ambarawa 3. Museum Dirgantara Mandala.

2.2. Wisata Museum di Indonesia Museum merupakan salah satu sarana untuk meningkatkan pemahaman dan penanaman nilai-nilai budaya luhur kepada masyarakat. Melalui museum masyarakat dapat memahami nila-inilai luhur sejarah bangsa di masa lalu yang dapat diterapkan di masa sekarang. Jumlah pengunjung museum dari tahun ke tahun terus mengalami penurunan. Berdasarkan data tersebut di bawah, pada tahun 2006 terdapat 4,56 juta pengunjung, turun menjadi 4,20 juta pengunjung pada tahun 2007, dan turun lagi pada tahun 2008 menjadi 4,17 juta pengunjung. Namun demikian, tidak semua museum mengalami penurunan pengunjung. Beberapa museum menunjukkan angka kenaikan pengunjung, seperti Museum Negeri Adityawarman Sumatera Barat, Museum Negeri Balaputra Dewa Sumatera Selatan, Museum Nasional, dan lain-lain. Gambar Jumlah Pengunjung Museum di Indonesia

Tabel Jumlah Pengunjung Museum di Indonesia

2.3. Museum Berkategori Perjuangan Kemerdekaan Museum Sumpah Pemuda

Museum Sumpah Pemuda adalah sebuah museum sejarah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia yang berada di Jalan Kramat Raya No. 106,Jakarta Pusat dan dikelola oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia. Museum ini memiliki koleksi foto dan benda-benda yang berhubungan dengan sejarah Sumpah Pemuda 1928, serta kegiatan-kegiatan dalam pergerakan nasional kepemudaan Indonesia. Museum Sumpah Pemuda ini didirikan berdasarkan SK Gubernur DKI Jakarta pada tahun 1972 dan menjadi benda cagar budaya nasional. Bangunan di Jalan Kramat Raya 106, tempat dibacakannya Sumpah Pemuda, adalah sebuah rumah pondokan untuk pelajar dan mahasiswa milik Sie Kok Liong. Gedung Joang '45 Gedung Joang '45 atau Museum Joang 45 adalah salah satu museum yang berada di Jakarta. Saat ini pengelolaannya dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI

Jakarta. Museum ini terletak di Jalan Menteng Raya 31, Kelurahan Kebon Sirih, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat. Museum ini diresmikan pada tahun 1974 oleh Presiden Soeharto, setelah dilakukan direnovasi.

Gedung Joang45 adalah satu titik awal gerakan kaum pemuda yang akhirnya memaksa Soekarno dan Hatta memproklamirkan kemerdekaan Indonesia.Pemuda identik dengan perjuangan kaum militan, tanpa harta apalagi ambisi pribadi dan hanya satu tujuan, hidup bermartabat atau paling tidak mati sebagai manusia merdeka. Pada tanggal 19 Agustus 1974,setelah melalui serangkaian perbaikan dan renovasi, Gedung Menteng 31 diresmikan sebagai Museum Joang 45 oleh Presiden Soeharto dan Gubenur DKI Jakarta saat itu, Ali Sadikin. Nama Museum Joang 45 dipilih karena gedung ini memiliki peranan besar dalam mempertahankan kemerdekaan dan dapat menjadi wahana pewaris nilai-nilai kejuangan 45. Museum Perumusan Naskah Proklamasi

Gedung ini didirikan sekitar tahun 1920 dengan arsitektur Eropa. Luas tanah gedung ini 3.914 m2 sedangkan luas bangunannya 1.138,10 m2. Gedung ini telah ditempati oleh beberapa penghuni yang berbeda. Pada tahun 1931, pemiliknya atas nama PT. Asuransi Jiwasraya. Ketika pecah perang Pasifik, gedung ini dipakai British Consul General sampai Jepang menduduki Indonesia. Pada masa pendudukan Jepang, gedung ini menjadi tempat kediaman Laksamana Tadashi Maeda, sampai sekutu mendarat di Indonesia September 1945. Setelah kekalahan Jepang, gedung ini menjadi markas tentara Inggris. Pemindahan status kepemilikan gedung ini terjadi dalam aksi nasionalisasi terhadap milik bangsa asing di Indonesia. Gedung ini diserahkan kepada Departemen Keuangan dan pengelolaanya oleh Perusahaan Asuransi Jiwasraya. Pada tahun 1961, gedung ini dikontrak oleh Kedutaan Besar Inggris sampai dengan 1981. Selanjutnya gedung ini diterima oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan pada tanggal 28 Desember 1981. Tahun 1982 gedung ini sempat digunakan oleh Perpustakaan Nasional sebagai perkantoran. Gedung ini menjadi sangat penting artinya bagi bangsa Indonesia karena pada 16-17 Agustus 1945 terjadi peristiwa sejarah, yaitu perumusan naskah proklamasi bangsa Indonesia. Oleh karena itu, pada tahun 1984, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Nugroho Notosusanto menginstruksikan kepada Direktorat Permuseuman agar merealisasikan gedung bersejarah ini menjadi Museum Perumusan Naskah Proklamasi. Akhirnya, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0476/ 0/1992 tanggal 24 November 1992, gedung yang terletak di Jalan Imam Bonjol No.1 ditetapkan sebagai Museum Perumusan Naskah Proklamasi. Sebagai Unit Pelaksana Teknis di bidang kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, sekarang berada di bawah Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Museum Kebangkitan Nasional Museum Kebangkitan Nasional adalah sebuah museum yang memamerkan berbagai koleksi benda-benda bersejarah yang berkaitan dengan sejarah kebangkitan bangsa Indonesia dalam meraih kemerdekaannya. Museum ini menempati gedung tua

bekas sekolah kedokteran yang didirikan oleh Belanda untuk orang-orang bumiputra bernama STOVIA (School Tot Opleiding Van Inlandsche Arsten). Bekas ge