Artitis Gout

download Artitis Gout

of 23

  • date post

    16-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    30
  • download

    2

Embed Size (px)

description

artritis reumatoid adalah

Transcript of Artitis Gout

MAKALAH MUSKULUSKELETALATRITIS RHEUMATOID DAN GOUTARTHITIS

Kelompok 2 :

Badi Nur Waluyo131420129740022Badrus Salam131420129750023Chabib Zen131420129780026Dewi Priyani131420129820030

S1 Keperawatan III ASTIKes HARAPAN BANGSA PURWOKERTOTAHUN AJARAN 2013/2014

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami,sehingga kami berhasil menyelesaikan makalah yang berjudul Atritis Rheumatoid dan Goutarthritis.Kami menyadari bahwa makalah ini jauh dari sempurna,oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun kami harapkan demi demi kesempurnaan makalah ini.Akhir kata,kami sampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT selalu meridhai semua usaha kita, amin ya robbal alamin.Purwokerto,29 Oktober 2014

Penulis

DAFTAR ISI

Halaman Judul 1Kata Pengantar 2Daftar isi 3BAB I PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang 41.2 Tujuan Penulisan 5BAB II ISI2.1 Definisi 62.2 Etiologi 72.3 Manifestasi Klinis 82.4 Patofisiologi102.5 Pathway 112.6 Pemeriksaan Penunjang132.7 Penatalaksanaan142.8 Komplikasi 152.9 Diagnosa Keperawatan dan Intervensi16

BAB III PENUTUP3.1 Kesimpulan 19DAFTAR PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN1.1 Latar BelakangPerubahan perubahan akan terjadi pada tubuh manusia sejalan dengan makin meningkatnya usia. Perubahan tubuh terjadi sejak awal kehidupan hingga usia lanjut pada semua organ dan jaringan tubuh.Pada usia lanjut individu akan mengalami perubahan fisik, mental, sosial ekonomi dan spiritual yang mempengaruhi kemampuan fungsional dalam aktivitas kehidupan sehari-hari sehingga menjadikan lansia menjadi lebih rentan menderita gangguan kesehatan baik fisik maupun mental. Walaupun tidak semua perubahan struktur dan fisiologis, namun diperkirakan setengah dari populasi penduduk lansia mengalami keterbatasan dalam aktivitas kehidupan sehari-hari, dan 18% diantaranya sama sekali tidak mampu beraktivitas. Berkaitan dengan kategori fisik, diperkirakan 85% dari kelompok umur 65 tahun atau lebih mempunyai paling tidak satu masalah kesehatan(HealthyPeople,1997).Dan jumlah penduduk lansia yang tinggi kemungkinan membuat rematik jadi keluhan favorit. Penyakit otot dan persendian ini sering menyerang lansia, melebihi hipertensi dan jantung, gangguan pendengaran dan penglihatan, serta diabetes(Health-News,2007).Asam urat (AU) telah diidentifikasi lebih dari 2 abad yang lalu, namun beberapa aspek patofisiologi dari hiperurisemia tetap belum dipahami dengan baik. Selama beberapa tahun hiperurisemia telah diidentifikasi bersama-sama atau dianggap sama dengan gout, namun sekarang AU telah diidentifikasi sebagai marker untuk sejumlah kelainan metabolik dan hemodinamik.Salah satu masalah kesehatan yang berkaitan dengan gizi di Indonesia adalah penyakit asam urat. Asam Urat sering dialami oleh banyak orang sekarang ini. Bahkan, orang yang masih tergolong muda juga sering ditimpa penyakit ini. Sebenarnya, seperti apa penyakit ini? Apa saja definisi, etiologi, klasifikasi, manifestasi klinis, patofisiologi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, penatalaksanaa medis, penatalaksanaan keperawatan dan komplikasi.

1.2 Tujuan Diharapkan mahasiswa mampu mengetahui lebih dalam tentang penyakit ATRITIS RHEUMATOID DAN GOUTARTHITIS.

BAB IIPEMBAHASAN 2.1 Pengertian A. Reumatoid Reumatoid Artritis (RA) adalah penyakit inflamasi sistemik kronik yang tidak diketahui penyebabnya. Karakteristik RA adalah terjadinya kerusakan dan proliferasi pada membran sinovial, yang menyebabkan kerusakan pada tulang sendi, ankilosis, dan deformitas. Mekanisme imunologis tampak berperan penting dalam memulai dan timbulnya penyakit ini. Artritis reumatoid adalah gangguan kronik yang menyerang berbagai sistem organ. Penyakit ini adalah salah satu dari sekelompok penyakit jaringan penyambung difus yang diperantarai oleh imunitas dan tidak diketahui sebab-sebabnya.B. Gout ArthritisGout arthritis, atau lebih dikenal dengan nama penyakit asam urat, adalah salah satu penyakit inflamasi yang menyerang persendian.Artritis gout atau artritis pirai adalah suatu peradangan sendi sebagai manifestasi dari akumulasi endapan kristal monosodium urat, yang terkumpul di dalam sendi sebagai akibat dari tingginya kadar asam urat di dalam darah (hiperurisemia). Tidak semua orang dengan hiperurisemia adalah penderita artritis pirai atau yang sedang menderita artritis pirai. Akan tetapi, faktor resiko terjadi artritis pirai lebih besar dengan meningkatnya konsentrasi asam urat darah.

Artritis pirai (Gout) adalah suatu proses inflamasi yang terjadi karena deposisi kristal asam urat pada jaringan sekitar sendi. gout terjadi sebagai akibat dari hyperuricemia yang berlangsung lama (asam urat serum meningkat) disebabkn karena penumpukan purin atau ekresi asam urat yang kurang dari ginjal. Gout mungkin primer atau sekunder.Gout Primer merupkan akibat langsung pembentukan asam urat tubuh yang berlebih atau akibat penurunan ekresiasamurat. Goutsekunder disebabkan karena pembentukan asam urat yang berlebih atau ekresi asam urat yang bekurang akibat proses penyakit lain atau pemakaian obat tertentu.Artritis pirain adalah artritis akut dan atau kronis pada sendi yang disebabkan oleh gangguan pembentukan asam urat (Tucker et al, 1998). Goutadalah peradangan akibat adanya endapan kristal asam urat pada sendi (Pusdiknakes,1995).2.2 EtiologiA. ReumatoidPenyebab Artitis Reumatoid masih belum diketahui secara pasti walaupun banyak hal mengenai patologis penyakit ini telah terungkap. Penyakit ini belum dapat dipastikan mempunyai hubungan dengan faktor genetik. Namun, berbagai faktor ( termasuk kecenderungan genetik) bisa memengaruhi reaksi autoimun. Faktor-faktor yang berperan antara lain adalah jenis kelamin, infeksi (Price 1995), keturunan (Price, 1995; Noer S, 1996), dan lingkungan (Noer S, 1996).B. Gout ArthtritisPenyakit ini dikaitkan dengan adanya abnormalitas kadar asam urat dalam serum darah dengan akumulasi endapan kristal monosodium urat, yang terkumpul didalam sendi. Keterkaitan antara gout dengan hiperurisemia yaitu adanya produksi asam urat melalui ginjal, atau mungkin karena keduanya.

Kelainan metabolik dalam pembentukan purin dan ekskresi asam urat yang kurang dari ginjal yang menyebabkan hyperuricemia. Hyperuricemia pada penyakit ini disebabkan oleh :1. Pembentukan asam urat yang berlebiha. Goutprimer metabolik disebabkan sistensi langsung yang bertambah.b. Goutsekunder metabolik disebabkan pembentukan asam urat berlebih karana penyakit lain, sepertileukemia.

2. Kurang asam urat melalui ginjal.a. Goutprimer renal terjadi karena ekresi asam urat di tubulus distal ginjal yang sehat. Penyabab tidak diketahuib. Goutsekunder renal disebabkan oleh karena kerusakan ginjal, misalnya glumeronefritis kronik ataugagal ginjal kronik.

2.3 Manifestasi KlinisA. Reumatoid Ada beberapa manifestasi klinis yang lazim ditemukan pada klien arthritis rheumatoid. manifestasi ini tidak harus timbul sekaligus pada saat yang bersamaan. Oleh karenanya penyakit ini memiliki manifestasi klinis yang sanat bervariasi.a. Gejala-gejala konstitusional, misalnya lelah, anoreksia, berat badan menurun dan demam. Terkadang dapat terjadi kelelahan yang hebat .b. Poliartritis simetris, terutama pada sendi perifer, termasuk sendi-sendi ditangan, namun biasanya tidak melibatkan sendi-sendi interfalangs distal. Hampir semua sendi diartrorial dapat terserang.c. Kekakuan dipagi hari selama lebih dari satu jam, dapat bersifat generalisata tetapi terutama menyerang sendi-sendi. Kekakuan ini berbeda dengan kekakuan sendi pada osteoartrithis, yang biasanya hanya berlangsung salama beberapa menit dan selalu kurang dari satu jam.d. Artritis erosif, merupakan cirri khas arthtitis reumatoid pada gambaran radiologik. Peradangan sendi yang kronik mengakibatkan erosi ditepi tulang dan dapat dilihat pada radiogram.

B. Gout ArthritisManifestasi klinis dibagi menjadi dua, yaitu artritis gout tipikal dan artritis gout apikal.Artritis gout tipikal1. Beratnya serangan artritis mempunyai sifat tidak bisa berjalan, tidak dapat memakai sepatu dan mengganggu tidur. Rasa nyeri di gambarkan sebagai exruciating pain dan mencapai puncak dalam 24 jam. Tanpa pengobatan pada serangan permulaan dapat sembuh dalam 3-4 hari.2. Serangan biasanya bersifat monoartikuler dengan tanda inflamasi yang jelas seperti merah, bengkak, nyeri, terasa panas, dan sakit jika digerakkan. 3. Remisi sempurna antara serangan akut.4. Hiperurisemia. Biasanya berhubungan dengan serangan artritis gout akut, tetapi diagnosis artritis tidak harus disertai hiperurisemia. Fluktuasi asam urat serum dapat mempresipitasi serangan gout.5. Faktor prncrtus. Faktor pencetus adalah trauma sendi, alkohol, obat-obatan dan tindakan pembedahan. Biasanya faktor-faktor ini sudah diketahui penderita.Artritis gout atipikalGambaran klinik yang khas seperti artritis berat, monoartikuler, dan semisi sempurna tidak ditemukan. Tofi yang biasanya timbul beberapa tahun sesudah serangan pertama ternyata ditemukan bersama dengan serangan akut. Jenis atipikal ini jarang di temukan. Dalam menghadapi kasus gout yang atipikal, diagnosis harus dilakukan secara cermat. Untuk hal ini diagnosis dapat dipastikan dengan melakukan fungsi cairan sendi dan selanjutnya secara mikroskopis dilihat kristal urat.

Dalam evolusi artritis didapatkan 4 fase, yaitu sebagai berikut:1. Artritis gout akutManifestasi serangan akut memberikan gambaran yang khas dan dapat langsung menegakkan diagnosis. Sendi yang paling sering terkena adalah sendi metatarsophalangeal pertama (75%). Pada sendi yang terkena jelas terlihat gejala inflamasi yang lengkap.2. Artritis gout interkritikalFase ini adalah fase antara dua serangan akut tanpa gejala klinik. Walaupun tanpa gejala, kristal monosodium dapat ditemukan pada cairan yang diaspirasi dari se