ARTIKEL JURNAL HUBUNGAN PERILAKU BUDAYA DENGAN …

of 17/17
ARTIKEL JURNAL HUBUNGAN PERILAKU BUDAYA DENGAN PEMERIKSAAN ANTENATAL CARE KUNJUNGAN PERTAMA (K1) PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI WILAYAH PUSKESMAS MAESAN KABUPATEN BONDOWOSO Diajukan sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Sarjana Keperawatan Oleh: ENGGAR AYU PRATIWI 15.1101.1073 PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER 2019
  • date post

    19-Oct-2021
  • Category

    Documents

  • view

    2
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of ARTIKEL JURNAL HUBUNGAN PERILAKU BUDAYA DENGAN …

ANTENATAL CARE KUNJUNGAN PERTAMA (K1) PADA
IBU HAMIL TRIMESTER III DI WILAYAH PUSKESMAS
MAESAN KABUPATEN BONDOWOSO
Sarjana Keperawatan
ANTENATAL CARE KUNJUNGAN PERTAMA (K1) PADA
IBU HAMIL TRIMESTER III DI WILAYAH PUSKESMAS
MAESAN KABUPATEN BONDOWOSO
Sarjana Keperawatan
Artikel Jurnal ini ku persembahkan untuk:
1. Allah SWT yang telah memberi anugrah akal serta fikiran sehingga aku menjadi
makhluk yang paling tinggi kedudukannya dari makhluk lainnya.
2. Kedua orang tuaku, Ayahku “BAMBANG SUGIARTO” serta Ibuku “SITI
KHOTIJAH” yang telah mendidik dan merawatku dengan sabar hingga aku
dewasa.
3. Adikku tersayang “Moch Fahmi Rizal” yang selalu membantu dan memberi
keceriaan dalam keseharianku.
4. Terimakasih Puskesmas Maesan yang telah mengizinkan serta membantu dalam
penelitian ini.
5. Sahabat-sahabatku Ciwi-Ciwi yang selalu ada dan hidup dalam keluarga kecil di
Jember.
keperawatan angkatan 2015.
7. Almamaterku Tercinta.
beriman diantaramu dan orang – orang yang diberi
ilmu pengetahuan beberapa derajat”
(QS. Al Mujadilah; 11)
ilmu maka Allah akan memudahkan baginya
jalan ke syurga”
ANTENATAL CARE KUNJUNGAN PERTAMA (K1) PADA
IBU HAMIL TRIMESTER III DI WILAYAH PUSKESMAS
MAESAN KABUPATEN BONDOWOSO
(The Relation between Cultural Behavior and Investigation of First Visit
Antenatal Care (K1) on Trimester III Pregnant Women at Maesan Clinic area
in Bondowoso Regency)
1Mahasiswa S1 Keperawatan Fikes UNMUH Jember, Jl. Karimata 49 Jember
Email: [email protected] 2,3 Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan UNMUH Jember, Jl. Karimata 49 Jember
Email: [email protected], [email protected]
Abstrack
Introduction: cultural behavior is an action which is done hereditarily based on
the behavior believed such as cultural behavior to check pregnancy. Antenatal
care or pregnancy check is checking the pregnant women physically and mentally
and saving the mother and baby in the pregnancy, childbirth and childbirth
period. Method: Design of this research uses correlation design with Cross
Sectional approach. The appropriate population is 75 respondents of trimester
(III) pregnant women. Technique of choosing the sample uses Cluster Sampling,
while Guttman scale and observation sheet is used as the collecting data
technique. Result: Based on the result of the research, it is found that cultural
behaviour which is less appropriate with 35 respondents’ health (55,6%) and
cultural behaviour which is appropriate with 25 respondents’ health (44,4%), V1
Access pregnancy check of 36 respondents (57,1%), and pure K1 pregnancy
check of 27 respondents (42,9%). The result of Spearman Rho statistic
examination with (α = 0,05) it is found the result of P value 0,000 with sufficient
closeness relation r = 0,516. Besides that, it is also found that that there is a
relation between cultural behavior and the investigation of first visit Antenatal
Care (V1) on trimester III pregnant women at Maesan Clinic area in Bondowoso.
Discussion: Nurses are suggested to always give motivation and counseling
treatment by sharing information about the importance of checking the pregnancy
to know the pregnancy and fetus health.
Key word: Cultural behavior, Antenatal Care, K1
seseorang secara turun temurun berdasarkan pada kebiasaan yang dipercaya salah
satunya yaitu perilaku budaya untuk memeriksakan kehamilan. Antenatal care
atau pemeriksaan kehamilan merupakan pemeriksaan ibu hamil baik fisik dan
mental serta menyelamatkan ibu dan anak dalam kehamilan, persalinan dan masa
nifas. Metode: Desain penelitian ini menggunakan desain korelasi dengan
pendekatan Cross Sectional. Populasi yang sesuai sejumlah 75 responden ibu
hamil trimester III. Teknik pengambilan sampel menggunakan Cluster Sampling,
sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan skala Guttman dan lembar
observasi. Hasil: penelitian didapat perilaku budaya kurang sesuai kesehatan 35
responden (55,6%) dan perilaku budaya sesuai kesehatan 28 responden (44,4%),
pemeriksaan kehamilan K1 Akses 36 responden (57,1%), serta pemeriksaan
kehamilan K1 Murni 27 responden (42,9%). Hasil uji statistik Spearman Rho
dengan (α = 0,05) didapatkan hasil P value 0,000 dengan keeratan hubungan yang
cukup r = 0,516. Selain itu juga didapatkan ada hubungan perilaku budaya dengan
pemeriksaan Antenatal Care kunjungan pertama (K1) pada ibu hamil trimester III
Di Wilayah Puskesmas Maesan Kabupaten Bondowoso. Diskusi: Petugas
kesehatan disarankan untuk selalu memberikan motivasi dan konseling dengan
melakukan penyuluhan pada saat posyandu tentang pentingnya melakukan
pemeriksaan guna mengetahui kesehatan kehamilan serta janin yang dikandung.
Kata kunci : Perilaku budaya, Antenatal Care, K1
PENDAHULUAN
ini mengalami peningkatan
hidup (Kemenkes, 2016).
Tingginya AKI menunjukkan
pasca kehamilan. Tahun 2016
penyebab tertinggi kematian ibu
26 orang (Kemenkes, 2017).
Salah satu upaya kesehatan
yang dilakukan oleh Kementrian
Kesehatan Republik Indonesia dalam
menyelamatkan ibu dan anak dalam
kehamilan, persalinan dan masa
partum sehat dan normal.
tenaga kesehatan sedini mungkin
semenjak wanita merasa dirinya
hamil untuk mendapatkan pelayanan
Keberhasilan program tersebut
faktor internal maupun eksternal.
dalam melakukan pemeriksaan
pendidikan, pekerjaan, paritas,
Masyarakat di Indonesia
tersebut bisa memberikan terhadap
maupun negatif, seperti ibu hamil
tidak boleh duduk terlalu lama di
depan pintu, tidak boleh terlalu
sering memakan buah jeruk karena
akan meningkatkan lendir pada paru
bayi dan masih banyak lagi mitos
kehamilan yang beredar di
masyarakat, namun mitos-mitos ini
menjaga kehamilannya
(Kencanawati 2016).
Murniasih, Siti Masfiah, Bambang
judul Perilaku Perawatan Kehamilan
Desa Kaliori Kecamatan Kalibagor
mendapatkan hasil bahwa wanita
percaya pada mitos kehamilan.
Wanita hamil merasa senang
paling berpengaruh terhadap mereka.
diantaranya memiliki kesenjangan
Pakuniran 32,6 % dan di Desa
Gambangan 30,5 %.
khususnya sebagai educator dapat
memeriksakan kehamilan sejak awal
budaya pada ibu hamil trimester III
sudah sesuai dengan kesehatan, ibu
hamil akan memahami dan mengerti
tentang pentingnya memeriksakan
kesehatan walaupun perilaku budaya
hamil dalam memeriksakan
dilakukan penelitian lebih lanjut
mengenai hubungan perilaku budaya
dengan pemeriksaan Antenatal Care
hamil trimester III.
MATERIAL DAN METODE
Penelitian ini menggunakan
desain penelitian Correlation
Research sedangkan desain
peneliti adalah Study Cross
Sectional. Populasi pada penelitian
Wilayah Puskesmas Maesan
Bondowoso. Total keseluruhan
dengan menggunakan rumus Slovin
sampel dilakukan dengan teknik
Juli 2019. Instrumen yang digunakan
pada penelitian ini adalah skala
Guttman dan lembar observasi yang
dilihat dari buku KIA.
trimester III.
Tabel 1 Distribusi Frekuensi
Pendidikan Pada Ibu Hamil
pendidikan responden tidak sekolah
5
III
pekerjaan responden yaitu lain – lain
sebanyak 36 (57.1%%).
Karakteristik ibu hamil
Pengambil
pengambilan keputusan untuk
melakukan pemeriksaan kehamilan
dilihat pada tabel 4.
Suku F %
responden yaitu Madura sebanyak 63
(100%).
pada tabel 5.
Perilaku budaya F %
perilaku budaya responden yaitu
perilaku budaya kurang sesuai
kesehatan sebanyak 35 (55.6%).
dapat dilihat pada tabel 6.
Tabel 6 Distribusi Frekuensi
Trimester III
yang memeriksakan kehamilan >13
(57.1%).
berhubungan terhadap ibu hamil
sebesar 0.516 artinya keeratan
hubungan dapat dikategorikan cukup
artinya semakin sesuai perilaku
budaya terkait kesehatan maka
Budaya perawatan kehamilan
anak cucunya sehingga budaya
perawatan kehamilan tersebut tetap
walaupun ilmu pengetahuan medis
aspek kehidupannya.
masyarakat yang berfungsi sebagai
perhiasan, serta mempunyai
terbanyak yaitu perilaku budaya
(55.6%). Terdapat beberapa potensi
demografi yakni salah satunya
Prabaningtyas (2015) semakin baik
suatu keluarga melaksanakan fungsi-
fungsinya, maka akan semakin
tersebut untuk melakukan Antenatal
keluarga merupakan fungsi yang
digunakan untuk menegakkan
keluarga.
budaya sesuai kesehatan yang
63 responden.
mengatakan masyarakat Madura
kehamilan. Bagi masyarakat Madura
mitos sudah diyakini kebenarannya
dengan harapan keselamatan pada
III mememeriksakan kehamilannya
dengan faktor yang mempengaruhi
kemungkinan didukung oleh faktor
sebanyak 35 responden (55.6%).
Menurut Dewi (2013, dalam
Ahamalia dan Parmisze, 2018)
yang kurang menyadari pentingnya
tingkat pendidikan dan kurangnya
menjelaskan bahwa pendidikan pada
masyarakat sangat berperan dalam
perilaku kesehatan masyarakat itu
pendidikan formal maupun informal.
Peneliti beramsumsi bahwa semakin
menyadari pentingnya melakukan
berkaitan dengan faktor yang
oleh faktor pekerjaan ibu.
sebanyak 36 (57.1%). Menurut
Walyani (2015, dalam Lumempouw,
2016) mengatakan keadaan sosial
persiapan kelahiran, obat – obatan,
tenaga kesehatan dan transportasi
makanan bergizi untuk ibu dan janin,
pakaian hamil, biaya persalinan dan
kebutuhan bayi setelah lahir.
Ditinjau dari hasil tersebut
peneliti berpendapat bahwa perilaku
budaya sesuai kesehatan dengan
kemungkinan didukung oleh
yaitu sikap ibu hamil trimester III,
hal ini berkaitan dengan sikap dan
juga keyakinan ibu hamil untuk
memeriksakan kehamilannya.
(2015) ada dua bentuk sikap, yaitu
sikap positif dan negatif. Dalam
sikap positif kecenderungan tindakan
adalah mendekati, menyayangi, dan
9
Puskesmas Maesan Kabupaten
Bondowoso didapatkan jumlah
Terdapat hubungan antara
Wilayah Puskesmas Maesan
untuk selalu memberikan motivasi,
dorongan, serta berbagi pengalaman
petugas kesehatan selalu
DAFTAR PUSTAKA
2018. Hubungan
Postnatal dengan pendekatan
Family Centred Maternity
Care (FCMC). Yogyakarta.
Kehamilan Dalam
Perilaku Perawatan
Kecamatan Kalibagor. Jurnal
Kesehatan Indonesia. Volume
8 Nomor 1.
Faktor – faktor yang