ARTIKEL ILMIAH PENGEMBANGAN MEDIA DIORAMA  · Pengembangan ini berfungsi untuk menunjang

download ARTIKEL ILMIAH PENGEMBANGAN MEDIA DIORAMA   · Pengembangan ini berfungsi untuk menunjang

of 14

  • date post

    16-Mar-2019
  • Category

    Documents

  • view

    215
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of ARTIKEL ILMIAH PENGEMBANGAN MEDIA DIORAMA  · Pengembangan ini berfungsi untuk menunjang

FKIP UNIVERSITAS JAMBI Page 1

ARTIKEL ILMIAH

PENGEMBANGAN MEDIA DIORAMA BERBASIS

KONTEKSTUALPADA PEMBELAJARAN IPA

DI KELAS IV SEKOLAH DASAR

OLEH:

FITRI HANDAYANI

A1D114048

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU DASAR

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2018

FKIP UNIVERSITAS JAMBI Page 2

PENGEMBANGAN MEDIA DIORAMA BERBASIS

KONTEKSTUALPADA PEMBELAJARAN IPA

DI KELAS IV SEKOLAH DASAR

OLEH:

FITRI HANDAYANI

NIM A1D114048

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FALKUTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2018

ABSTRAK

Handayani, Fitri. 2018. Pengembangan Media Diorama Berbasis Kontekstual

Pada Pembelajaran IPA di Kelas IV Sekolah Dasar. Skripsi,

Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Ilmu Pendidikan, Fakultas Keguruan

dan Ilmu Pendidikan, Universitas Jambi. Dosen Pembimbing (1) Dra.

Hj. Destrinelli, M.Pd (2) Dwi Kurnia Hayati, S.Pd, M.Pd.

Kata Kunci : Media Diorama, Pembelajaran IPA

Penggunaan media pembelajaran dalam pembelajaran IPA sangat dibutuhkan.

Dengan adanya media peserta didik dapat lebih memahami materi yang

disampaikan. Penggunaan media di sekolah hanya menggunakan gambar. Untuk

itulah dikembangkan media diorama, yaitu media yang berbentuk tiga dimensi

dan dapat dilihat dari segala arah sehingga dapat memvisualisakan kepada siswa

tentang materi ekosistem dan komponen ekosistem.Penelitian ini bertujuan untuk

mengembangkan dan menghasilkan produk berupa media diorama berbasis

kontekstual yang valid dan praktis.

Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan. Model pengembangan

yang digunakan dalam penelitian ini model ADDIE yang terdiri dari 5 tahapan

yaitu, Analysis (Analisis), Design (Perancangan), Development (Pengembangan),

Implementation (Implementasi), dan Evaluation (Evaluasi). Subjek penelitian

dalam penelitian ini yaitu siswa kelas IV B SDN 14/I sungai Baung.

Hasil penelitian ini berupa media diorama berbasis kontekstual pada pembelajaran

IPA di Kelas IV Sekolah dasar yang valid dan praktis. Hasil validasi oleh

validator media diperoleh rata-rata 4,67 dengan persentase tingkat kevalidan

media tersebut 95,38% dalam kategori sangat baik. Hasil validasi oleh validator

pembelajaran deperoleh rata-rata 4 dengan tidak persentase 80% dalam kategori

baik. Setelah layak untuk diujicobakan, maka peneliti melakukan uji coba

lapangan dikelas IV. Hasil angket respon peserta didik memperoleh skor dengan

FKIP UNIVERSITAS JAMBI Page 3

rata-rata 4,19 dengan kategori sangat praktis. Hasil angket respon guru

memperoleh skor dengan rata-rata 4,8 dengan kategori sangat praktis.

Kesimpulan penelitian ini adalah media diorama berbasis kontekstual layak untuk

digunakan sebagai media pada pembelajaran IPA di kelas IV Sekolah Dssar

khususnya pada kompetensi dasar mendeskripsikan hubungan antara makhluk

hidup dengan lingkungannya.

ABSTRAK

Handayani, Fitri. 2018. Pengembangan Media Diorama Berbasis Kontekstual

Pada Pembelajaran IPA di Kelas IV Sekolah Dasar.A thesis,

Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Ilmu Pendidikan, Fakultas

Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Jambi. Supervisors (1)

Dra. Hj. Destrinelli, M.Pd (2) Dwi Kurnia Hayati, S.Pd, M.Pd.

Keyword : Diorama media, Science lesson

The use of teaching media in science lesson is important and very needed.

Teaching media take a good role in teaching and learning process. By using it,

the students will more understand about the lesson. Nowdays, teaching media is

only about picture, for the purpose that diorama media need to be developed.

Diorama media is a three dimensions media and it can be visualized to the

students about ecosystem materials and ecosystem components.The aims of this

research are to developing and producing a diorama media which is based on

validity and flexibility context.

The type of this research is development. Deveoping models that used in this

research is ADDIE model which is consisted of 5 steps, there are Analysis,

Design, Development, Implementation, and Evaluation. Meanwhile, the subjects

of this research is IV B grade at SDN 14/1 Sungai Baung.

The result of this reseaerch is diorama media based on contextual in science

lesson at 4th B grade that valid and flexible. The validation result from validator

is 4.67% with the validity presentage rate of that media is 95,38% in good

category. The validation result from lesson validator is 4 with not precentage

80% good category. After the media eligible for trial, the researcher done the

trial at 4th B grade. The students questionnaire result got 4.19 with very

flexible category. The teachers questionnaire result got 4.8 with very flexible

category.

The conclusion from this research is diorama media based on contextual very

feasible to use as a media at science lesson at 4th grader, especially at basic

competence of describing the relation between living things and their

environment.

FKIP UNIVERSITAS JAMBI Page 4

1. PENDAHULUAN Media pembelajaran yang digunakan pada saat proses belajar dan

mengajar harus media yang baik dan benar guna menunjang proses pembelajaran

agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara efektif dan efisien. Asyar

(2012:11) mengatakan media pembelajaran yang baik harus memenuhi syarat-

syarat seperti: (a) dapat meningkatkan motivasi peserta didik, (b) memberikan

rangsangan belajar kepada peserta didik, (c) mempertahankan retensi peserta didik

terhadap materi pembelajaran, (d) dapat mengefektifkan se-belajar (leaner) dalam

memberikan tanggapan dan umpan balik, (e) mendorong peserta didik untuk

melakukan praktek-praktek dengan benar. Karena itu, guru harus mampu

merancang media pembelajaran yang sesuai dengan materi dan karakteristik

peserta didik.

Daryanto (2013:35) Perkembangan karakteristik siswa pada usia SD/MI

(7-11 tahun) berada pada tahapan operasional konkret. Proses belajar anak

beranjak dari hal-hal yang konkret yakni yang dapat dilihat, didengar, dibaui,

diraba, dan diutak-atik. Sejalan dengan pendapat Daryanto & Suwardi (2017:25)

sifat-sifat tahapan operasi konkret yaitu berpikir konkrit, karena daya otak

terbatas pada objek melalui pengamatan langsung. karena hal inilah proses

pembelajaran masih bergantung pada objek konkret dan pengalaman yang

dialami. Untuk mewujudkan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik

peserta didik Sekolah Dasar maka diperlukan pembelajaran kontekstual.

Pembelajaran kontekstual adalah konsep belajar yang mengaitkan materi

pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari peserta didik. Prianso (2015:227)

pembelajaran kontekstual atau contextual teaching and learning (CTL)

merupakan konsep belajar yang membantu guru untuk mengaitkan antara materi

pembelajaran yang diberikan oleh guru dengan fakta dalam kehidupan yang

dihadapi oleh peserta didik.

Pembelajaran IPA merupakan pembelajaran yang diperlukan pada proses

pembelajaran di Sekolah Dasar. Materi yang dimuat pada pembelajaran IPA

merupakan pembelajaran yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari dan alam

sekitar. Pada pembelajaran IPA dibutuhkan pengalaman yang nyata agar proses

pembelajaran lebih bermakna. Pada kompetensi dasar hubungan makhluk hidup

dan lingkungan sekitarnya memuat materi ekosistem serta komponen penyusun

ekosistem. Biasanya siswa akan cenderung untuk menghapal tanpa adanya bentuk

konkret bagaimana ekosistem tersebut. Untuk itu dibutuhkan lah media

pembelajaran yang dapat menunjang proses pembelajaran.

Salah satu media yang dapat digunakan pada pembelajaran yaitu media

diodrama. Media diorama merupakan pandangan tiga dimensi mini yang

bertujuan untuk menggambarkan pemandangan sebenarnya. Putra (2013:241)

berpendapat Dengan guru menghadirkan situasi nyata ke dalam kelas sekaligus

mendorong siswa untuk membuat hubungan antar pengetahuan yang dimilikinya

dengan penerapannya dalam kehidupan sebagai anggota keluarga dan masyarakat.

Dengan demikian konsep ini, hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi

siswa. Melalui media diorama berbasis kontekstual maka pembelajaran akan

menjadi menyenangkan. Media yang akan di kembangkan sesuai dengan

karakteristik peserta didik sehingga memudahkan guru dalam mencapai tujuan

pembelajaran. Pengembangan ini berfungsi untuk menunjang pembelajaran IPA

yang sesuai dengan kompetensi dasar di kelas IV Sekolah Dasar yaitu

FKIP UNIVERSITAS JAMBI Page 5

mendeskripsikan hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Materi

pokok pada pembelajaran tersebut yaitu tentang ekosistem dan komponen

ekosistem. Hal ini tidak memungkinkan untuk mengajak peserta didik secara

langsung ke alam untuk melihat bagaimana hubungan makhluk hidup dengan

lingkungannya. Untuk itu dibutuhkan media pembelajaran yang dapat menjadi

perantara peserta didik untuk memahami materi yang di sesuaikan denga