Anyam Tutor

download Anyam Tutor

of 21

  • date post

    08-Feb-2016
  • Category

    Documents

  • view

    131
  • download

    0

Embed Size (px)

description

seni

Transcript of Anyam Tutor

  • 9

    BAB II

    TINJAUAN PUSTAKA

    A. Kerangka Teoritis

    1. Metode Pembelajaran Tutor Sebaya

    Memudahkan pembelajaran bagi siswa adalah tugas utama guru. Guru

    tidak hanya dituntut untuk membuat suasana pembelajaran menjadi nyaman dan

    menarik, tetapi juga harus mampu menciptakan metode pembelajaran yang sesuai

    dengan keadaan-diri masing-masing siswa. Disini, guru dituntut untuk benar-

    benar mengetahui karakteristik tiap anak didik. Sehingga metode yang diterapkan

    pun benar-benar sesuai dengan perkembangan-diri siswa yang subjek sekaligus

    objek pendidikan itu sendiri.

    Tutor Sebaya adalah seorang atau beberapa orang siswa yang ditunjuk dan

    ditugaskan untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar. Tutor

    tersebut diambil dari kelompok siswa yang memiliki prestasi yang lebih tinggi

    daripada siswa-siswa lainnya.

    Ischak dan Warji (dalam Suherman, 2003:276) mengemukakan bahwa

    Tutor Sebaya adalah sekelompok siswa yang telah tuntas terhadap bahan

    pelajaran, memberikan bantuan kepada siswa yang mengalami kesulitan

    dalam memahami bahan pelajaran yang dipelajari.

    Metode pembelajaran Tutor Sebaya merupakan suatu metode yang bersifat

    kooperatif bukan kompetitif. Rasa saling menghargai dan mengerti dibina antar

    peserta didik yang bekerja sama. Tutor Sebaya merupakan kelompok kecil yang

    terdiri dari beberapa orang yang melakukan kegiatan sebagaimana guru dengan

    siswa dan mereka berperan secara bergantian. Metode pembelajaran Tutor Sebaya

    9

  • 10

    dilakukan dengan memberdayakan kemampuan siswa yang memiliki daya serap

    yang tinggi, maka siswa tersebut harus mengajarkan materi/latihan kepada teman-

    temannya yang belum paham, dan dibentuk dalam kelompok-kelompok kecil.

    Siswa yang terpilih sebagai tutor kemudian dipilih menjadi ketua kelompok.

    Metode pembelajaran Tutor Sebaya dikenal dengan pembelajaran teman

    sebaya atau antar peserta didik yang biasa terjadi ketika peserta didik yang

    memiliki kemampuan lebih, mampu menyelesaikan pekerjaannya sendiri dan

    kemudian membantu peserta didik lain yang kurang mampu. Metode ini banyak

    sekali manfaatnya baik dari sisi siswa yang berperan sebagai tutor maupun bagi

    siswa yang diajarkan. Peran guru adalah mengawasi kelancaran pelaksanaan

    metode ini dengan memberi pengarahan atau sebagai fasilitator.

    Metode pembelajaran Tutor Sebaya ini sangatlah cocok dengan kondisi

    pendidikan bangsa kita, karena pada umumnya jumlah siswa pada suatu kelas

    terlalu besar, biasanya lebih dari 40 siswa; kebanyakan sekolah, terutama di

    daerah-daerah terpencil menghadapi kekurangan guru; kekurangan alat pelajaran;

    dan selain itu siswa juga perlu mendapat kesempatan untuk bekerja dalam

    kelompok dan memperoleh umpan balik padahal waktu guru terbatas. Untuk itu

    dengan adanya metode pembelajaran Tutor Sebaya ini diharapkan dapat

    membantu menanggulangi masalah-masalah yang ada dalam dunia pendidikan di

    negara kita ini.

    Percobaan menggunakan siswa sebagai guru atau Tutor Sebaya telah

    berlangsung di negara lain yang sudah maju dan telah menunjukkan keberhasilan.

    Dasar pemikiran tentang Tutor Sebaya adalah siswa yang pandai memberikan

  • 11

    bantuan belajar kepada siswa yang kurang pandai. Bantuan tersebut dapat

    dilakukan kepada teman-teman sekelasnya di sekolah atau di luar sekolah/di luar

    jam mata pelajaran.

    Sedangkan, Joyce (dalam Trianto, 2009:22) bahwa

    Model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang

    digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas

    atau pembelajaran dalam tutorial dan untuk menentukan perangkat-

    perangkat pembelajaran termaksud di dalamnya buku-buku, film,

    komputer, kurikulum dan perangkat lainnya.

    Setiap model pembelajaran mengarahkan guru dalam mendesain

    pembelajaran untuk membantu siswa sedemikian rupa sehingga tujuan

    pembelajaran tercapai.

    Menurut Da Wir (1979) bahwa

    When a teacher identifies a goal and selects a particular strategy designed

    to reach that goal, we can say the teacher is using the models approach.

    The use of models required an ability to identify different types of

    instructional goals so that a specific model can be selected to match a

    particular goal.

    Dapat diartikan bahwa ketika seorang guru mengidentifikasikan sebuah

    tujuan dan memilih strategi khusus yang dibentuk untuk mencapai tujuan, kita

    dapat mengatakan guru itu sedang menggunakan model pendekatan. Penggunaan

    model itu menuntut kemampuan untuk mengidentifikasi perbedaan jenis tujuan

    pembelajaran bahwa model khusus bisa dipilih untuk memasangkan tujuan

    khusus.

    Untuk memilih metode atau model pembelajaran tidak bisa sembarangan,

    banyak faktor yang mempengaruhinya dan patut dipertimbangkan. Misalnya

  • 12

    seperti yang dikemukakan oleh Winarno Surakhmad (1979) (dalam Djamarah,

    2005:222) sebagai berikut:

    a. Tujuan dengan berbagai jenis dan fungsinya. b. Anak didik dengan berbagai tingkat kematangannya. c. Situasi dengan berbagai keadaannya. d. Fasilitas dengan berbagai kualitas dan kuantitasnya. e. Pribadi guru serta kemampuan profesinya yang berbeda-beda.

    Tujuan untuk setiap mata pelajaran berbeda-beda dikarenakan banyaknya

    mata pelajaran. Hal ini memungkinkan seorang guru untuk memilih model untuk

    mencapai tujuan tersebut. Pemilihan model pembelajaran yang salah akan

    menghambat pencapaian tujuan pembelajaran.

    Safitri (2006:27) mengemukakan pelaksanaan metode pembelajaran Tutor

    Sebaya yang diberikan kepada teman sekelasnya di sekolah, dapat dilakukan

    sebagai berikut.

    1. Beberapa siswa yang pandai disuruh mempelajari suatu topik. 2. Guru memberi penjelasan umum tentang topik yang akan dibahas. 3. Kelas dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari 4-6

    orang siswa dan diusahakan kelompok yang dibentuk tersebut adalah

    kelompok yang heterogen.

    4. Siswa yang pandai (para Tutor Sebaya) disebar ke setiap kelompok untuk memberikan bantuannya.

    5. Guru membimbing siswa yang perlu mendapat bimbingan khusus. 6. Jika ada masalah siswa yang lebih paham memberi tahu siswa yang

    kurang paham dan jika ada masalah yang tidak dapat terpecahkan,

    siswa meminta bantuan kepada guru.

    7. Guru mengadakan evaluasi

    Seorang tutor hendaknya memiliki kriteria :

    1. Memiliki kemampuan akademis diatas rata-rata siswa satu kelas

    2. Mampu menjalin kerjasama dengan sesama siswa

    3. Memiliki motivasi tinggi untuk meraih prestasi akademis yang baik

    4. Memiliki sikap toleransi dan tenggang rasa dengan sesama.

  • 13

    5. Memiliki motivasi untuk menjadikan kelompok diskusinya yang

    terbaik.

    6. Bersikap rendah hati, pemberani dan bertanggung jawab

    7. Suka membantu sesama temannya yang mengalami kesulitan belajar.

    Tutor atau kelompok memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut:

    1. Memberikan tutorial kepada anggota terhadap materi ajar yang sedang dipelajari.

    2. Mengkoordinir proses diskusi agar berlangsung kreatif dan dinamis. 3. Menyampaikan permasalahan kepada guru pembimbing apabila ada

    materi ajar yang belum dikuasai.

    4. Menyusun jadwal diskusi bersama anggota kelompok, baik pada saat tatap muka dikelas maupun diluar kelas untuk memecahkan masalah

    yang dihadapi.

    5. Melaporkan perkembangan akademis kelompoknya kepada guru pembimbing pada setiap materi yang dipelajari. (Sawali, 2007:9)

    Evi (dalam Sihaloho, 2007:16), menyebutkan ada beberapa manfaat dari

    metode Tutor Sebaya ini, antara lain :

    1. Adakalanya hasilnya lebih baik bagi beberapa anak yang mempunyai perasaan takut atau enggan kepada gurunya.

    2. Bagi tutor, pekerjaan tutoring akan mempunyai akibat memperkuat konsep yang sedang dibahas.

    3. Bagi tutor, merupakan kesempatan untuk melatih dan memegang tanggung jawab dalam mengemban suatu tugas dan melatih kesabaran.

    4. Memperkuat hubungan antara sesama siswa. Namun disamping kebaikan tersebut, ada kesulitan dalam melaksanakan

    metode Tutor Sebaya ini karena :

    1. Siswa yang dibantu sering belajar kurang serius, karena hanya

    berhadapan dengan temannya, sehingga hasilnya kurang memuaskan.

    2. Ada beberapa anak menjadi malu bertanya, karena takut rahasianya

    diketahui temannya.

  • 14

    3. Tidak semua siswa yang pandai atau cepat belajarnya dapat

    mengajarkannya kembali kepada temannya.

    Dalam metode pembelajaran Tutor Sebaya terdapat ciri-ciri yang menjadi

    kekhasan dari metode pembelajaran ini. Ciri-ciri itu antara lain sebagai berikut.

    1. Tujuan pengajaran dari metode pembelajaran Tutor Sebaya ini adalah

    memberikan kesempatan kepada setiap siswa untuk mengembangkan

    kemampuan memecahkan masalah secara rasional, mengembangkan

    sikap sosial dan semangat gotong royong dalam kehidupan,

    mendinamiskan kegiatan kelompok dalam belajar sehingga tiap

    anggota merasa diri sebagai bagian kelompok yang bertanggung

    jawab, mengembangkan kemampuan kepemimpinan ketrampilan pada

    tiap anggota kelompok dalam pemecahan masalah kelompok.

    2. Siswa dalam pembelajaran ini memiliki ciri-ciri :

    a. Tiap siswa merasa sadar diri sebagai anggota kelompok.

    b. Tiap siswa merasa sadar diri memiliki tujuan bersama berupa

    tujuan kelompok.

    c. Memiliki rasa saling membutuhkan dan tergantung.

    d. Interaksi dan komunikasi antar anggota.

    e. Ad