ANTIVIRAL PPT.pptx

download ANTIVIRAL PPT.pptx

of 25

  • date post

    09-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    250
  • download

    7

Embed Size (px)

Transcript of ANTIVIRAL PPT.pptx

ANTIVIRAL

ANTIVIRALNABILA FASYA G1F014024FATIMA N.S. G1F0140VIRUS ??Virus adalah micro organisme yang bersifat parasit dengan menginfeksi atau memanfaatkan sel organisme biologis mahluk hidup lainnya seperti manusia, hewan, tanaman sebagai inangnya.

SIKLUS

HIDUP

VIRUSJENIS JENIS PENYAKITINFLUENZAHERPESHIVOBAT ANTIVIRAL1. AntinonretrovirusAntivirus untuk herpesAntivirus untuk influenzaAntivirus untuk HBV dan HCV

OBAT ANTIVIRAL2. Antiretrovirus (Antivirus untuk HIV)Nucleoside reverse transcriptase inhibitor (NRTI)Nucleotide reverse transcriptase inhibitor (NtRTI)Non- Nucleoside reverse transcriptase inhibitor (NNRTI)Protease inhibitor (PI)Viral entry inhibitor

Bagan pengelompokan antivirus7

ANTINONRETROVIRUSAntivirus Untuk HervesAsiklovirFarmakokinetik : bersifat konsisten mengikuti model dua-kompartemen; volume distribusi taraf mantap kira-kira sama dengan volume cairan tubuh. Mekanisme : menghambat DNA polimerase virus Beberapa derivat dari Asiklovir : Valasiklovir, Gansiklovir, Valgansiklovir, Pensiklovir, Famsiklovir

Dosis Herpes genital : 5 x 200 mg sehari, Herpes zoster : 4 x 400 mg sehari. Keratitis herpetik : krim ophtalmik 3%Herpes labialis ; krim 2%HSV berat dan infeksi VZV : intravena 30 mg/KgBB per hariEfek Samping Dapat menyebabkan insufiensi renal dan neurotoksitas.InteraksiProbenecid meningkatkan t obat dan AUC plasma.

b. FOSKARNETMerupakan analog organik dari pirofosfat anorganik. Bekerja dengan menghambat DNA polimerase virus pada tempat ikatan pirofosfat.

Indikasi : retinitis CMV pd pasien AIDS, infeksi herpes mukokutan yg resisten terhadap asiklovir, infeksi HSV dan VZV pada pasien immunocompromised.Efek samping : nefrotoksisitas dan hipokalsemia simtomatik, nekrosis tubuler akut, glomerulopati, diabetes incipidus nefrogenik dan nefritis interstitial, abnormalitas metabolik. Efek samping pada SSP : sakit kepala, iritabilitas, kejang dan halusinasi. ES lain : ruam kulit, demam, mual, muntah, anemia, leukopenia, gangguan fungsi hati, perubahan EKG dan tromboflebitis2. Antivirus Untuk InfluenzaAMANTADIN dan RIMANTADINEfektif hanya untuk influenza A saja. Bekerja dengan menghambat kanal ion pada protein dan merubah pH intrasel virus.Farmakokinetik :Kedua obat mudah diabsorbsi oral. Amantadin tersebar ke seluruh tubuh dan mudah menembus ke SSP. Rimantadin tidak dapat melintasi sawar darah-otak sejumlah yang sama. Amantadin tidak dimetabolisme secara luas. Dikeluarkan melalui urine dan dapat menumpuk sampai batas toksik pada pasien gagal ginjal. Rimantadin dimetabolisme seluruhnya oleh hati. Metabolit dan obat asli dikeluarkan oleh ginjal.Indikasi : pencegahan dan terapi awak infeksi virus influenza A

Dosis : tersedia dalam bentuk tablet dan sirup. Dosis Amantadin 200 mg/hari Efek Samping :Gangguan gastrointestinal ringan, ES SSP : gelisah, sulit konsentrasi, insomnia, hilang nafsu makan.Interaksi :Amantadin dan Kinin (Cinchona ledgeriana Moens.), Kuinin mengurangi klirens renal dari Amantadin. Rimantadine dan Cimetidine, Cimetidine menurunkan klirens Rimantadine.OSELTAMIVIR dan ZANAMIFIREfektif terhadap virus influenza A dan B dengan mekanisme yg sama, yaitu dengan menginhibisi enzim neuraminidase.Indikasi : Terapi dan pencegahan infeksi virus influenza A dan B

Dosis :Zanamifir per inhalasi 20 mg/hari. selama 5 hari. Oseltamivir per oral 150 mg per hari, selama 15 hariEfek Samping : Zanamifir umumnya ditoleransi dg baik, ES yg dilaporkan batuk bronkospame dan penurunan fungsi paru reversibel. ES oseltamifir : mual, muntah, nyeri abdomen, sakit kepalaInteraksi :Probenesid menghambat sekresi renal tubular dari metabolit aktif oseltamivir melalui transporter anion.

Ribavirin

Farmakokinetik : Ribavirin efektif diberikan per oral dan intravenaMekanisme :Ribavirin efektif diberikan per oral dan intravenaDosis : Per oral dalam dosis 800-1200 mg per hari untuk terapi infeksi HCV dalam bentuk aerosol ( larutan 20 mg/ml ).Efek samping : Peningkatan bilirubin

Anti Virus untuk HBV dan HCVLAMIVUDINFarmakokinetik :Bioavailabilitas oral lamivudin adalah 80% C max tercapai dalam 0,5-1,5 jam setelah pemberian dosis. Lamivudin didistribusikan secara luas dengan Vd setara dengan volume cairan tubuh. Waktu paruh plasmanya sekitar 9 jam dan sekitar 70% dosis diekskresikan dalam bentuk utuh di urine. Sekitar 5% lamivudin dimetabolisme menjadi bentuk tidak aktif. Dibutuhkan penurunan dosis untuk insufisiensi ginjal sedang (CLcr