Anti Korupsi (Autosaved).docx

download Anti Korupsi (Autosaved).docx

of 19

  • date post

    14-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    220
  • download

    5

Embed Size (px)

Transcript of Anti Korupsi (Autosaved).docx

BAB IPENDAHULUAN1.1 Latar BelakangIndonesia merupakan negara kepulauan yang jumlah penduduknya termasuk dalam 5 besar penduduk terbesar di dunia (menurut departemen perdagangan US) dengan alam yang luar biasa indahnya. Disamping semua kelebihan tersebut Indonesia memiliki masalah yang sangat pelik dan tak kunjung usai yaitu Korupsi dan Narkoba , Korupsi dan narkoba tak henti hentinya menggerogoti Indonesia seperti semut yang tak bisa lepas dari tumpukan gula.Korupsi merupakan permasalahan yang sangat pelik di negeri kita, saat ini Indonesia berada pada peringkat 107 dari 175 negara di dunia diukur dari tingkat kebersihan negaranya dari korupsi, melihat peringkat Indonesia menunjukkan bahwa korupsi di Indonesia masih sangat besar, yang menyebabkan banyak munculnya permasalahan, seperti : Kemiskinan, pembangunan yang tidak kunjung usai, kriminalitas dan masih banyak lainya. Gerakan Anti Korupsi harus terus dilakukan bukan hanya digaungkan tetapi harus dilakukan, generasi muda memiliki peranan yang sangat penting dalam membasmi para koruptor dan seluruh bibit koruptor, pemuda haruslah peka dan kritis terhadap yang terjadi dilingkunganya sehingga orang akan takut untuk melakukan tindak pidana korupsi. Gerakan anti korupsi akan terwujud jika pemerintah juga ikut aktif dalam menjalankanya mulai dengan memberikan hukuman yang tegas tanpa grasi kepada setiap orang yang melakukan korupsi bahkan harusnya diancam hukuman seumur hidup agar tidak ada lgi yang ingin menjadi koruptor. Korupsi menghambat perkembangan negara kita dan membuat jarak yang semakin jauh untuk menjadi negara maju.Narkoba merupakan permasalahan yang juga sangat mengganggu stabilitas sosial dilingkungan anak muda saat ini, wabah narkoba sudah menjaring semua orang hampir di setiap lini tapi pemuda merupakan target utama dari penjualan narkoba, sudah sangat banyak generasi muda Indonesia yang sebenarnya memiliki masa depan cerah, harus mati sia sia disebabkan benda haram tersebut. Gerakan anti narkoba merupakan gerakan yang sangat pantas di lakukan saat ini melihat semakin meningkatnya pengguna narkoba setiap harinya dan ini sangat membuat penduduk Indonesia resah, layaknya penyakit menular narkoba juga seperti itu dari satu kelompok ke kelompok lainya, oleh karena dibutuhkan tindakan pencegahan segera sebelum masalah ini menjadi lebih pelik dan angka penggunanya semakin meningkat.

1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas, penulis mengambil masalah, yaitu : Mengapa perlu adanya Gerakan Anti Narkoba dan Korupsi1.3 Tujuan PenulisanAdapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan mengapa dibutuhkan gerakan yang bergerak melawan dan membasmi narkoba dan korupsi.1.4 Manfaat PenulisanAdapun manfaat dari penelitian ini, yaitu :1. Memberikan pemahaman kepada pembaca tentang korupsi dan narkoba.2. Memberikan pemahaman dampak dari korupsi dan narkoba.3. Memberikan pemahaman akan pentingnya gerakan anti korupsi dan narkoba.

Bab IIStudi Kepustakaan2.1 Landasan Teori2.1.1 KorupsiKorupsi dan koruptor berasal dari bahasa latin corruptus, yakni berubah dari kondisi yang adil, benar dan jujur menjadi kondisi yang sebaliknya (Azhar, 2003:28). Menurut Dr. Kartini Kartono, korupsi adalah tingkah laku individu yang menggunakan wewenang dan jabatan guna mengeduk keuntungan, dan merugikan kepentingan umum. Di dalam Kamus Lengkap Oxford (The Oxford Unabridged Dictionary) korupsi didefinisikan sebagai penyimpangan atau perusakan integritas dalam pelaksanaan tugas-tugas publik dengan penyuapan atau balas jasa. Sedangkan pengertian ringkas yang dipergunakan World Bank, korupsi adalah penyalahgunaan jabatan publik untuk keuntungan pribadi (the abuse of public office for private gain). Serta pada UU No. 20 Tahun 2001 terdapat pengertian bahwa korupsi adalah tindakan melawan hukum dengan maksud memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi yang berakibat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara. Ada sembilan tindakan kategori korupsi dalam UU tersebut, yaitu: suap, illegal profit, secret transaction, hadiah, hibah (pemberian), penggelapan, kolusi, nepotisme, dan penyalahgunaan jabatan dan wewenang serta fasilitas negara.Korupsi terjadi karena adanya penyalahgunaan wewenang dan jabatan yang dimiliki oleh pejabat atau pegawai untuk kepentingan pribadi dengan mengatasnamakan pribadi atau keluarga, sanak saudara dan teman. Wertheim (dalam Lubis, 1970) menyatakan bahwa seorang pejabat dikatakan melakukan tindakan korupsi bila ia menerima hadiah dari seseorang yang bertujuan mempengaruhinya agar ia mengambil keputusan yang menguntungkan kepentingan si pemberi hadiah. Kadang-kadang orang yang menawarkan hadiahdalam bentuk balas jasa juga termasuk dalam korupsi.Ada beberapa penyebab terjadinya korupsi menurut Merican (1971) sebab-sebab terjadinya tindak pidana korupsi adalah sebagai berikut : Peninggalan pemerintahan kolonial. Kemiskinan dan ketidaksamaan. Gaji yang rendah. Persepsi yang populer. Pengaturan yang bertele-tele. Pengetahuan yang tidak cukup dari bidangnya.Tindak pidana korupsi tidak hanya berdampak ketika baru dilakukan, tetapi korupsi memiliki dampak jangka panjang, adapaun dampak dampak dari tindak pidana korupsi, yaitu : Pemborosan sumber-sumber, modal yang lari, gangguan terhadap penanaman modal, terbuangnya keahlian, bantuan yang lenyap. Ketidakstabilan, revolusi sosial, pengambilan alih kekuasaan oleh militer, menimbulkan ketimpangan sosial budaya. Pengurangan kemampuan aparatur pemerintah, pengurangan kapasitas administrasi, hilangnya kewibawaan administrasi. Selanjutnya Mc Mullan (1961) menyatakan bahwa akibat korupsi adalah ketidakefisienan, ketidakadilan, rakyat tidak mempercayai pemerintah, memboroskan sumber-sumber negara, tidak mendorong perusahaan untuk berusaha terutama perusahaan asing, ketidakstabilan politik, pembatasan dalam kebijaksanaan pemerintah dan tidak represif. Jenis korupsi yang lebih operasional juga diklasifikasikan oleh tokoh reformasi, M. Amien Rais yang menyatakan sedikitnya ada empat jenis korupsi, yaitu (Anwar, 2006:18): Korupsi ekstortif, yakni berupa sogokan atau suap yang dilakukan pengusaha kepada penguasa. Korupsi manipulatif, seperti permintaan seseorang yang memiliki kepentingan ekonomi kepada eksekutif atau legislatif untuk membuat peraturan atau UU yang menguntungkan bagi usaha ekonominya. Korupsi nepotistik, yaitu terjadinya korupsi karena ada ikatan kekeluargaan, pertemanan, dan sebagainya. Korupsi subversif, yakni mereka yang merampok kekayaan negara secara sewenang-wenang untuk dialihkan ke pihak asing dengan sejumlah keuntungan pribadi.

2.1.2 NarkobaPengertian narkoba menurut Kurniawan (2008) adalah zat kimia yang dapat mengubah keadaan psikologi seperti perasaan, pikiran, suasana hati serta perilaku jika masuk ke dalam tubuh manusia baik dengan cara dimakan, diminum, dihirup, suntik, intravena, dan lain sebagainya.Narkoba dibagi dalam 3 jenis yaitu Narkotika, Psikotropika dan Zat adiktif lainnya. Penjelasan mengenai jenis-jenis narkoba adalah sebagai berikut:1. NarkotikaPengertian narkotika sendiri juga telah diatur dalam UU No. 22 tahun 1997 yang menyatakan, Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilang rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan.Narkotika digolongkan menjadi 3 kelompok yaitu : Narkotika golongan I adalah narkotika yang paling berbahaya. Daya adiktifnya sangat tinggi. Golongan ini digunakan untuk penelitian dan ilmu pengetahuan. Contoh : ganja, heroin, kokain, morfin, dan opium. Narkotika golongan II adalah narkotika yang memiliki daya adiktif kuat, tetapi bermanfaat untuk pengobatan dan penelitian. Contoh : petidin, benzetidin, dan betametadol. Narkotika golongan III adalah narkotika yang memiliki daya adiktif ringan, tetapi bermanfaat untuk pengobatan dan penelitian. Contoh : kodein dan turunannya.

2. PsikotropikaPsikotopika adalah zat atau obat bukan narkotika, baik alamiah maupun sintesis, yang memiliki khasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas normal dan perilaku. Psikotropika digolongkan lagi menjadi 4 kelompok adalah : Psikotropika golongan I adalah dengan daya adiktif yang sangat kuat, belum diketahui manfaatnya untuk pengobatan dan sedang diteliti khasiatnya. Contoh: MDMA, LSD, STP, dan ekstasi. Psikotropika golongan II adalah psikotropika dengan daya adiktif kuat serta berguna untuk pengobatan dan penelitian. Contoh : amfetamin, metamfetamin, dan metakualon. Psikotropika golongan III adalah psikotropika dengan daya adiksi sedang serta berguna untuk pengobatan dan penelitian. Contoh : lumibal, buprenorsina, dan fleenitrazepam. Psikotropika golongan IV adalah psikotropika yang memiliki daya adiktif ringan serta berguna untuk pengobatan dan penelitian. Contoh : nitrazepam (BK, mogadon, dumolid ) dan diazepam.3. Zat adiktif lainnyaZat adiktif lainnya adalah zat zat selain narkotika dan psikotropika yang dapat menimbulkan ketergantungan pada pemakainya, diantaranya adalah : Rokok Kelompok alkohol dan minuman lain yang memabukkan dan menimbulkan ketagihan. Thiner dan zat lainnya, seperti lem kayu, penghapus cair dan aseton, cat, bensin yang bila dihirup akan dapat memabukkan (Alifia, 2008).BNN menyampaikan, bahwa diperkirakan di tahun 2014, jumlah pengguna narkoba akan menyampai angka 5,1 juta orang. Seperti diketahui penggunaan narkoba telah banyak menyebabkan over dosis, kehilangan keluarga, kehilangan pekerjaan, kehilangan produktivitas, , bunuh diri, tindakan kekerasan, menjadi pelupa, terjangkit virus HIV/AIDS dan tidak sedikit yang berakhir kematian. Sebelum nasi menjadi bubur, sebaiknya Anda mengetahui jenis-jenis narkoba, efek narkoba, dan ciri-ciri penggunanyaDeputi Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Diah Setia Utami mengatakan zat-zat dalam narkotika