Anestesi Ortopedi Pd Pediatri

download Anestesi Ortopedi Pd Pediatri

of 42

  • date post

    12-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    80
  • download

    17

Embed Size (px)

description

Anestesi Ortopedi Pd Pediatri komite.ppt

Transcript of Anestesi Ortopedi Pd Pediatri

  • Anestesi Pediatrik :Pertimbangan Umum & Kasus Ortopedi

    Bambang Wijaya Santoso

    Bagian Anestesi dan ReanimasiRS . Ortopedi Prof. DR. R. Soeharso Surakarta2010

  • PendahuluanRisiko anestesi pada neonatus dan bayi tetap lebih tinggi, walaupun telah dicapai berbagai kemajuan dari segi monitoring, obat-obatan, dan teknik anestesi.

    Ahli anestesi harus dapat mengidentifikasi berbagai penyebab peningkatan risiko tsb dan menemukan pemecahannya.

    Pemahaman anatomis, fisiologis, farmakologis dan psikologis sangat dibutuhkan dalam penatalaksanaan anestesi terhadap mereka.

  • Anatomi dan FisiologiKaraktersitik Anatomi Saluran Nafas Atas Infants dan Anak Sistem respirasi

    Kepala yang relatif besar, mulut yang kecil dan leher pendekNares yang sempit dan lidah yang relatif besarGlotis dan laring yang lebih tinggi (C3-C4)Epiglotis berbentuk U panjang Pita suara yang miring dengan perlekatan yang tinggi (C4)Cincin krikoid yang sempit

  • Karakteristik Fisiologis Sistem Respirasi Infant dan Anak

    Patensi trakeobronkhial dipertahankan oleh tonus otot leher dan bronkhus.Bernafas melalui hidung (obligat nasal breathing) untuk infant; pada saat tidur lidah mengobstruksi saluran nafas.Closing volume yang tinggi, sampai usia 2 tahun.FRC kecil pada bayi, bayi baru lahir, dan infantKonsumsi oksigen yang tinggi.Dinding dada yang lentur (pada usia sangat muda tidak mampu mempertahankan tekanan negatif intrathorakal)Closing volume yang tinggi dan FRC yang rendah dapat menyebabkan neonatus cepat jatuh dalam keadaan hipoventilasi, atelektasis dan hipoksemiaEdema ringan pada bagian manapun dari saluran nafas atas dapat menyebabkan insufisiensi respirasi dan asfiksia

  • Anatomi dan FisiologiSistem kardiovaskulerCurah jantung tinggi (300-400 mL/kg/menit)Curah jantung (s/d usia2tahun) ditentukan oleh HRInervasi simpatis miokardium belum sempurna, parasimpatis > dominan mudah terjadi bradikardiVolume darah minimal perhitungan vol. darah, cairan & perdarahan intra op. sangat penting.Kebutuhan metabolik bayi prematur tinggi Kebutuhan cairan >>

  • Anatomi dan FisiologiSistem Saraf PusatBerat jaringan otak neonatus 350 gram (25% dewasa)Myelinisasi mulai sejak kelahiran s/d usia 3 tahun. Myelinisasi yg belum sempurna waktu konduksi > panjangBayi prematur; pembuluh darah serebral sangat rapuhGangguan aliran darah serebral perdarahan intraventrikuler & infark periventrikuler

  • Anatomi dan FisiologiRegulasi Metabolik dan TermalUntuk menghasilkan panas oksidasi trigliserida lemak coklat tubuh. Mudah mengalami hipotermiaLuas permukaan tubuh lebih besarKandungan lemak sedikitAnestesi umum;Suhu lingkungan sekitar ( ok yang dingin)Inhibisi regulasi termal sentralMetabolisme 30% produksi panas Luas luka operasiCairan ivHipotermia lambat bangun, irritabilitas jantung, depresi pernafasan, asidosis metabolik.Pencegahan hipotermia sangat penting.

  • Anatomi dan FisiologiSistem Renal & GastrointestinalFungsi ginjal normal setelah usia 6 bulan, sama seperti dewasa setelah 2 tahunGFR rendah;Resistensi vaskuler tinggiArea filtrasi sedikitNeonatus prematur belum mampu;Mengkonsentrasikan dan mendilusi urinMengeluarkan kreatinin secara sempurnaMeretensi natriumMereabsorpsi bikarbonat.Insiden refluks gastroesofageal tinggiSfingter esofagus bawah belum kompetenPengosongan lambung lambat

  • Anatomi dan FisiologiImmaturitas RetinaSangat penting mempertahankan PaO2 antara 50-70 mmHgOksigen konsentrasi tinggi fibroplasia retrolentalHipoksia foramen ovale dan duktus arteriosus kembali terbuka.

  • Farmakokinetik dan FarmakodinamikPerbedaan dengan orang dewasa:Perbandingan vol. cairan intravaskuler dan ekstravaskuler berbedaGFR masih rendahLaju metabolisme tinggiIkatan antara obat dengan proteinFungsi hepar dan ginjal belum sempurnaAliran darah ke organ relatif tinggi

  • Farmakokinetik dan FarmakodinamikAnestesi inhalasiKonsentrasi alveolar gas anestesi cepat meningkat mempercepat induksi inhalasiAnestesi intravenaVd > dibandingkan dewasa dosis obat >Sawar darah-otak immature penetrasi dan konsentrasi obat di otak meningkat (terutama opioid)Plumpuh ototNeuromuscular junction neonatus 3x lebih sensitif terhadap pelemas otot non depol.f/ hepar yg belum sempurna meningkatkan Lama kerja pelumpuh otot non depol Suksinilkholin dosis lebih besar, sebelumnya diberikan atropin, sebaiknya hanya pada keadaan emergensi

  • Teknik AnestesiPersiapan PreoperatifEvaluasi awal kunjungan pra anestesiAnamnesisPemeriksaan fisik dan penunjangKonsultasi dengan bagian lain bila diperlukan

  • Teknik AnestesiPersiapan PreoperatifPuasa

    Aplikasi panduan hanya pada pasien yg sehat untuk operasi elektif. Pada keadaan tertentu puasa tersebut di atas tidak menjamin pengosongan lambung

    Clear liquids2 hoursBreast milk4 hoursInfant formula6 hours

  • Teknik AnestesiPersiapan PreoperatifPremedikasi OralMidazolam (0.5-0.75 mg/kg, onset 30 minutes and lasts approximately 30 minutes)Ketamine (5-6 mg/kg)Transmucosal fentanyl (facial pruritus, nausea and vomiting, oxygen desauration)NasalMidazolam (0.2 mg/kg, rapid absorption as avoids first pass metabolism, disadvantage is transient nasal irritation)Rectal Midazolam (0.5-1.0 mg/kg)IntramuscularMidazolam (0.3 mg/kg, anxiolysis in 5-10 minutes)Ketamin (3-4 mg/kg)

  • Teknik AnestesiMonitoringStetoskop prekordial atau esofageal memantau denyut jantung dan pernafasan.Pulse oksimetri mengetahui saturasi oksigen dan denyut nadi. Kapnografi adekuat/tidaknya ventilasi, dapat menjadi peringatan awalan terhadap bahaya hipertermia malignantEKG Temperatur monitor resiko terjadinya hipertermia malignant. Hipotermia dicegah dengan selimut hangat, lampu, menghangatkan ruangan operasi dan cairan intravena.Diuresis nilai normalnya 1-2cc/kg/jam untuk neonatus

  • Teknik AnestesiInduksi AnestesiInduksi anestesi umum;Inhalasi (paling sering digunakan)Intravena (bila kateter iv sudah terpasang)IntramuskularKontrol jalan nafasMask managementJari-jari pada mandibula jangan pada leherGentle chin liftIntubasi endotrakeaBlade pediatrikUkuran tube yang sesuai

  • Ukuran ETT/LMA Untuk Pediatri

    Prematur Neonatus Infant Toddler Small Child Large ChildUsia 0-1 bln 0-1 bln 1-12 bln 1-3 thn 3-8 thn 8-12 thn

    Berat (kg) 0,5-3 3-5 4-10 8-16 14-30 25-50

    Ett 2,5-3 3-3,5 3,5-4 4-4,5 4,5-5,5 5,5-6 (cuff)

    LMA - 1 1 2 2,5 3

  • Teknik AnestesiFormula menentukan ukuran diameter ett berdasarkan usia adalah : diameter ett (mm) = 4 + usia/4 ETT tanpa balon - menurunkan insiden croup pasca intubasi - meminimalkan resiko barotrauma

  • Teknik AnestesiIntubasiSebelum intubasi, dilakukan preoksigenasi: Intubasi secara awakeintubasi setelah induksi inhalasi dan pemberian pelumpuh ototintubasi setelah induksi intravena dan penggunaan pelumpuh ototPada bayi/neonatus intubasi lebih mudah dilakukan dengan meletakkan kain/bantal pada bahu

  • Teknik AnestesiPenatalaksanaan CairanCairan maintenance

    Penggantian defisit cairan defisit + rumatan 1 jam pertama defisit + rumatan per jam untuk 2 jam berikutnya

    Calculation of Maintenance Fluid Requirements for Pediatric Patients

    Weight(kg)

    Fluids (mL/hour)

    24-H Fluids (mL)

    10

    1,000 mL + 50 mL/kg > 10

    >20

    60 mL + 1 mL/kg > 20

    1,500 mL + 20 mL/kg > 20

  • Teknik AnestesiPemeliharaan Anestesiumumnya diberikan N2O/O2 + agen anestesi inhalasi, analgesik dan pelumpuh otot.ventilasi terkontrol atau assisted Nafas spontan tidak direkomendasikan terutama neonatus.Anesthesia Circuits: Sirkuit non-rebreathing:- Minimal work of breathing- induksi inhalasi cepat Sistem Mapleson D utk anak dg BB < 10 kglebih sensitif terhadap perubahan gas flowlebih sensitif terhadap humidifikasi

  • Mapleson D Circuit:Gas disposition at end-expiration during spontaneous ventilationGas disposition at controlled ventilation

  • Teknik AnestesiPaska PembedahanEkstubasi ett Nafas spontan (tidak ada gangguan respirasi)Volume tidal dan frekuensi yang cukup, Kekuatan otot telah pulih, refleks menelan sudah ada. Dapat dilakukan saat masih teranestesi dalam atau saat pasien sudah betul-betul bangun.

  • Teknik AnestesiAnestesi RegionalPada umumnya aman untuk digunakanPerhatian khusus DosisCara pemberianCakap dengan teknik yg akan digunakanAnestesi regional yang >> digunakan : Blok Kaudal

  • Anestesi Pediatrik Pada ORTOPEDI

  • Bedah ortopedi : sering dilakukan pada pasien pediatrikVariasi kasus sangat luas : Mulai dari fraktur sederhana pada anak yang sehat sampai penyatuan tulang belakang yang sangat kompleks pada anak dengan kelainan neuromuskulerOperasi ortopedi seringkali berhubungan dengan nyeri paska operasi : rencanakan pengelolaan seoptimal mungkin.

  • Prinsip UmumAnak dengan kelainan ortopedi seringkali memerlukan operasi berulang & menghabiskan banyak waktu di RS sehingga pengelolaan simpatis sangat penting.Gali riwayat penyakit dengan teliti, obat anestesi dipilih sesuai penyakit yang mendasari, suksinilkolin dihindari pada anak dengan myopati.Operasi mayor tulang belakang membutuhkan perhatian khusus karena prosedur sangat ekstensif dan resiko kehilangan banyak darah.

  • Club FeetInsidensi myopathi tinggi. Regional anestesi di kombinasikan dengan sedasi intra vena cukup optimal.Caudal epidural sekaligus dapat d