ANALISIS TEKNIKAL MODERN DENGAN trader tanpa basa-basi menganggap bahwa indikator dapat memberi...

download ANALISIS TEKNIKAL MODERN DENGAN trader tanpa basa-basi menganggap bahwa indikator dapat memberi indikasi.

of 15

  • date post

    09-Mar-2019
  • Category

    Documents

  • view

    216
  • download

    1

Embed Size (px)

Transcript of ANALISIS TEKNIKAL MODERN DENGAN trader tanpa basa-basi menganggap bahwa indikator dapat memberi...

ANALISIS TEKNIKAL MODERN DENGAN INDIKATOR

6.1. PENGERTIAN INDIKATOR TEKNIKAL

Bagian ini dirancang untuk memperkenalkan konsep dari indikator-indikator teknikal dan menjelaskan penggunaan mereka dalam analisis teknikal. Penekanan akan diberikan pa-da pembedaan antara indikator leading dan lagging, serta uraian mengenai kelebihan dan keku-rangan masing-masing. Sebagian besar indikator yang populer ditunjukkan sebagai suatu oscillator. Dengan pertimbangan ini pula, maka bagian ini akan menunjukkan cara pembacaan oscillator dan menjelaskan bagaimana sinyal-sinyal dapat ditarik darinya. Setelah itu, fokus pembahasan akan beranjak pada indikator-indikator teknikal spesifik dan contoh penarikan sinyal dalam prakteknya.

Indikator teknikal adalah satu rangkaian titik data yang dihasilkan dari penggunaan satu formula atas data-data harga sekuritas tertentu. Data-data harga meliputi berbagai kom-binasi dari harga pembukaan, tertinggi, terendah, dan penutupan selama periode waktu ter-tentu. Beberapa indikator hanya menggunakan harga penutupan, sedangkan yang lainnya melibatkan data volume dan open interest dalam formulanya. Sebagai contoh, rata-rata dari 3 buah data harga penutupan masing-masing 41, 43, dan 43 adalah satu titik data sebesar = (41 + 43 + 43) / 3 = 42,33. Namun demikian, satu titik data tidak menawarkan banyak infor-masi dan tidak dapat menjadikannya sebagai indikator. Satu rangkaian titik data pada rentang waktu tertentu lebih diperlukan untuk menciptakan titik-titik referensi yang valid sehingga memungkinkan analisis. Dengan menciptakan titik-titik data runtut waktu, suatu perbanding-an dapat dibuat antara saat ini dan masa lalu. Untuk tujuan analisis, indikator teknikal biasa ditunjukkan dalam bentuk grafis di atas atau di bawah grafik harga sekuritasnya. Dengan bentuk grafis ini, satu indikator lalu dapat dibandingkan dengan grafik harga sekuritas yang bersangkutan. Kadangkala, satu indikator diplot bertindihan di atas grafik harga untuk pem-bandingan langsung. 6.2. APA YANG DITAWARKAN INDIKATOR TEKNIKAL?

Indikator teknikal menawarkan satu perspektif yang berbeda untuk menganalisis per-gerakan harga. Beberapa di antaranya, seperti moving averages, dihasilkan dari formula seder-hana dan mekanismenya relatif mudah dipahami. Sementara yang lainnya, seperti halnya stochastics, memiliki formula yang rumit dan membutuhkan studi mendalam untuk mema-haminya secara penuh dan mengapresiasinya. Terlepas dari kompleksitas formulanya, indi-kator teknikal dapat memberi perspektif unik atas kekuatan dan arah pergerakan harga yang sedang diprediksi.

6.3. FUNGSI INDIKATOR TEKNIKAL

Indikator teknikal pada dasarnya dapat memberikan tiga fungsi yang luas, yaitu untuk memberi peringatan, konfirmasi, dan digunakan sebagai alat prediksi. Suatu indikator dapat bertindak sebagai pemberi peringatan dalam pengkajian pergerak-

an harga secara lebih dekat. Misalnya jika suatu momentum memberi warning, hal ter-sebut dapat menjadi sinyal untuk suatu break atau support. Atau, jika didapati suatu ben-tuk divergensi positif besar, hal tersebut dapat bertindak sebagai tanda peringatan suatu penembusan resistensi.

Indikator dapat digunakan sebagai konfirmator perangkat analisis teknikal yang lain. Jika terdapat suatu penembusan atas grafik harga, persilangan moving average yang berkaitan dapat digunakan untuk mengkonfirmasi penembusan. Demikian juga suatu pergerakan harga menembus support, rendahnya On-Balance-Volume (OBV) yang berkaitan dapat dipakai sebagai konfirmator saat pelemahan harga.

Beberapa investor dan trader juga menggunakan indikator untuk memprediksi arah dari pergerakan harga di masa datang.

6.4. TIPS PENGGUNAAN INDIKATOR TEKNIKAL

Beberapa trader tanpa basa-basi menganggap bahwa indikator dapat memberi indikasi. Namun dalam konteks tersebut, terkadang mereka mengabaikan pergerakan harga sekuritas itu sendiri, dan hanya memfokuskan pada indikator. Indikator menyaring pergerakan harga dengan formula. Dalam kerangka itu, mereka adalah derivatif (turunan) dan tidak mere-fleksikan secara langsung pergerakan harga. Hal ini harus benar-benar dipertimbangkan saat mengaplikasikan analisis teknikal. Setiap analisis atas suatu indikator harus diambil seja-lan dengan pertimbangan pergerakan harga, seperti misalnya:

- Apa yang dikatakan oleh indikator tentang pergerakan harga suatu sekuritas? - Apakah pergerakan harga semakin kuat? - Apakah pergerakan harga semakin lemah?

Meskipun dapat saja jelas bahwa suatu indikator memunculkan sinyal beli atau jual, si-

nyal tersebut harus diputuskan dengan penggunaan alat-alat analisis teknikal lain-nya. Suatu indikator bisa saja menayangkan sinyal beli, tetapi jika pola grafik menunjukkan descending triangle dengan satu rangkaian puncak penurunan, sinyal tersebut kemungkinan be-sar adalah palsu. Pada grafik saham Rambus (RMBS) yang ditunjukkan oleh Gambar 6.1. di bawah, MACD menaik dari November 2000 ke Maret 2001, sehingga membentuk diver-gensi positif. Seluruh tanda dari MACD untuk kesempatan beli ditunjukkan pada grafik ter-sebut, tetapi saham gagal untuk menembus ke atas garis resistance dan meneruskan reaksi sebelumnya. Non-konfirmasi dari saham tersebut seharusnya bertindak sebagai sinyal peri-ngatan melawan posisi long. Sebagai catatan, sinyal jual terjadi saat saham menembus garis support dari descending triangle pada bulan Maret 2001.

Sebagaimana halnya dalam analisis teknikal klasik, mempelajari bagaimana membaca indikator adalah lebih merupakan suatu seni daripada ilmu. Indikator yang sama mungkin menunjukkan pola tingkah laku yang berbeda saat diaplikasikan pada sekuritas yang berbeda. Indikator yang bekerja baik untuk saham Indosat belum tentu berkinerja yang sama untuk saham Bank Mandiri. Melalui studi dan analisis yang cermat, keahlian untuk menggunakan berbagai jenis indikator akan semakin meningkat. Sejalan dengan peningkatan keahlian ini, nuansa tertentu yang sesuai dengan best fit indikator akan menjadi jelas.

Gambar 6.1. Grafik saham Rambus Inc. (RMBS)

Terdapat ratusan atau bahkan ribuan indikator yang telah digunakan saat ini, dengan setidaknya setiap minggu diciptakan sebuah indikator baru. Program-program perangkat lu-nak teknikal analisis bermunculan dengan lusinan built-in indikator dan bahkan memungkin-kan pengguna untuk menciptakan kreasinya sendiri. Meskipun diintrodusir dengan ratusan indikator baru, pemilihan hanya sebagian kecil benar-benar menawarkan perspektif yang berbeda dan pantas diperhatikan. Cukup mengherankan, bahwa indikator yang biasa men-dapat perhatian lebih adalah yang telah beredar dalam waktu paling lama dan telah teruji oleh waktu.

Pemilihan indikator untuk digunakan dalam analisis harus dilakukan dengan hati-hati dan moderat. Usaha untuk meliput penggunaan lebih dari 5 indikator pada umumnya akan sia-sia. Paling baik untuk dilakukan adalah memfokuskan penggunaan pada dua atau tiga indikator dan mempelajari keruwetan mereka. Usahakanlah untuk memilih indikator yang merupakan komplemen satu sama lain, daripada yang bergerak bersesuaian dan meng-hasilkan sinyal yang sama. Sebagai contoh, penggunaan dua indikator yang baik untuk me-nunjukkan tingkat overbought dan oversold seperti pada Stochastic dan RSI adalah berlebih-lebih-an. Kedua indikator tersebut jelas-jelas mengukur momentum dan sama-sama menunjukkan tingkat overbought/oversold.

6.5. INDIKATOR LEADING

Seperti yang tersirat dari namanya, indikator-indikator leading didesain untuk mem-berikan prediksi yang mendahului pergerakan harga. Sebagian besar indikator ini merepre-sentasikan bentuk suatu momentum harga atas periode look-back yang tetap, yang merupakan jumlah periode yang digunakan untuk menghitung indikator. Sebagai contoh, suatu stochastic oscillator-20 hari akan menggunakan perilaku harga 20 hari yang lalu (kira-kira sebulan) dalam perhitungannya. Semua pergerakan harga sebelumnya akan diabaikan. Beberapa indikator leading yang populer di antaranya adalah Commodity Channel Index (CCI), Momentum, Relative Strength Index (RSI), Stochastic Oscillator, dan Williams %R.

6.5.1. Momentum Oscillator

Beberapa indikator leading hadir dalam bentuk momentum oscillator. Secara umum, mo-mentum mengukur tingkat perubahan harga sekuritas. Pada saat harga sekuritas mening-kat, momentum harga juga meningkat. Semakin cepat harga meningkat (semakin besar peru-bahan harga antar periode), semakin besar pula peningkatan momentumnya. Begitu pening-katan ini melambat, momentum juga akan melambat. Saat perdagangan sekuritas mulai men-datar, momentum mulai menurun secara nyata dari level tinggi sebelumnya. Akan tetapi, momentum yang menurun dalam perdagangan sideways tidak selalu merupakan sinyal bearish. Secara sederhana hal tersebut dapat diartikan bahwa momentum berbalik ke level yang lebih moderat.

Gambar 6.2. Grafik Harga Saham IBM

6.5.2. RSI

Indikator-indikator momentum menerapkan formula yang bervariasi untuk mengukur perubahan harga. RSI (suatu indikator momentum) membandingkan rata-rata perubahan harga periode terkini dengan rata-rata perubahan periode penurunan. Grafik harga saham IBM pada Gambar 6.2., menunjukkan RSI yang menaik dari Oktober sampai akhir Novem-ber. Selama periode ini, saham bergerak dari level di atas 60-an sampai level di bawah 80-an. Ketika saham diperdagangkan dengan arah mendatar pada paruh pertama bulan Desember, RSI jatuh cukup tajam (garis biru). Konsolidasi semacam ini dalam saham adalah sangat nor-mal dan sebenarnya wajar. Dari level puncak ini (mendekati 70), pergerakan harga yang men-datar diharapkan akan menyebabkan penurunan dalam RSI (dan momentum). Jika RSI bergerak pada kisaran level 50 dan saham mulai diperdagangkan secara mendatar, indikator diharapkan tidak menurun. Gari