Analisis Senyawa Nitrogen

download Analisis Senyawa Nitrogen

of 1

  • date post

    07-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    58
  • download

    3

Embed Size (px)

description

er

Transcript of Analisis Senyawa Nitrogen

  • ANALISIS SENYAWA NITROGEN

    Asam aminoAmina

    AlkaloidGlikosida sianogenik

    IndolPurin pirimidin dan Sitokinin

    Klorofil

  • Senyawa Nitrogen

    Bobot kering tumbuhan : 40% karbon

    2% nitrogen

    Mula2 tdp dalam bentuk amonia Penambatan N pd akar

    Reduksi enzimatis nitrat yg diserap pucuk daun

  • Sifat Umum

    1. Umumnya bersifat basa membentuk garam dgn asam mineral

    2. Dpt diekstraksi oleh pelarut non polar akan terendapkan dengan penambahan amonia

    3. Banyak yang mempunyai muatan (spt asam amino, amina dan bbrp alkaloid) elektroforesis

    4. Senyawa nitrogen dapat dideteksi dengan : Pereaksi semprot ninhidrin (asam amino dan amina lain)

    Pereaksi dragendorf (alkaloid)

  • ASAM AMINO

  • Sifat Asam Amino

    1. Merupakan senyawa ion tan warna

    2. Larut dalam air (derajat kelarutan berbeda-beda) zwitter ion

    3. Ttk leleh tinggi

    4. Asam amino aromatik (Fenilalanin dan tirosin) kurang larut dalam air

    5. Bersifat basa +HCl p membentuk senyawa hidroklorida, dan krn juga bersifat asam dapat diesterkan

    Gugus karboksil memberikan sifat asam dan gugus amina memberikan sifat basa

  • Asam amino

  • Macam asam amino berdasarkan sifat keasaman dan kebasaannya:

    1. Asam amino netral ggs amino seimbang dengan ggs asam (spt glisin dan fenilalanin)

    2. Asam amino basa mempunyai satu ggs amino bebas (spt lisin)

    3. Asam amino asammempunyai satu ggs asam bebas (spt asam glutamat)

  • Karena adanya perbedaan muatan maka:

    Fraksi netral Campuran asam amino Fraksi basa Elektroforesis/KPI Fraksi asam

  • Klasifikasi asam amino:

    Asam amino Protein

    Asam amino bukan protein

  • Asam amino protein (1)

    Jmlnya beragam tgt kebutuhan metabolisme protein tumbuhan Jml banyak asam glutamat, asam aspartat serta amida asamnya yaitu

    glutamin dan asparagin

    Jml sangat sedikit histidin, triptofan, sistein dan metionin

  • Asam amino protein

  • Asam amino non-protein (2)

    Yang ada dalam setiap tumbuhan asam amino butirat

    Jenis yang tl diketahui + 200 macam

    Perannya dlm tbh tdk begitu nyata ( mungkin tpt menyimpan nitrogen pd proses pengecambahan)

    Kebanyakan strukturnya analog dg salah satu asam amino proteinContoh: analog prolin Asam pipekolat punya satu ggs metilen lebih banyak dari prolin (pd biji

    kacang-kacangan tertentu)

    Asam Azetidin 2-karboksilat kurang satu ggs metilen dari prolin (khas pd suhu Liliaceae)

  • Asam amino non-protein

    asam amino butirat

    Asam pipekolat

  • Pemisahan dan identifikasi:

    1. Kromatografi Lapis Tipis dan Kromatografi Kertas (dilakukan baik satu arah maupun dua arah)

    KKt Bisa langsung dilakukan thd ekstrak EtOH-Air

    KLT Peka thd garam dan gula yg tdp dlm ekstrak kasar, shg :

    Pemurnian dgn damar penukar ion ada kemungkinan sebagian bahan hilang

    Pengunahan asam amino mjd turunan

    dinitrofenilnya (DNP) asam amino + 2,4-

    dinitrofluorobenzen dlm aseton-air kuning Fasa diam : Selulosa, Si-gel atau campuran keduanya Fasa gerak : 1. BAA dan fenol-air KKt dan KLT-Si-gel

    2. CHCl3:MeOH;NH4OH (2:2:1) KLT selulosa mikrokristal

    Deteksi : Pereaksi Ninhidrin Kuantitatif : Spektrofotometer UV-Vis (dari hasil KKt dg pewarnaan

    dan KLT dari DNP)

  • Pemisahan dan identifikasi:

    2. Elektroforesis Tegangan Tinggi dan KLT Cara ini terbaik untuk memisahkan asam amino umum scr tajam

    a. Ekstrak kasar dan pembanding (tionon) ditutulkan pd masing2 ujung pelat yg dilapisi selulosa MN 300, kmd dikeringkan pd suhu kamar

    b. Pelat disemprot dg asam format-dapar asetat pH 2,0 c. Dg sumbu dan pipa dialisis dan kertas Whatman 3MM (dijepit oleh

    potongan gelas), pelat dikembangkan dlam dapar yg sama pd 1000 V

    (10-20 mA) dilakukan dlm bejana Shandon selama 25-35 menit d. Pelat dikeringkan dg ditiup. e. Pita yg telah memisah diperkecil mjd bercak dg mencelupkan pelat, stl

    diputar 90o, dalam air suling. Dikembangkan 2,5 cm. Lalu dikeringkan kembali.

    f. Pelat dikembangkan lagi (pd arah ke 2) dgn pengembang:

    o Metiletilketon-piridina-air-HAc (70:15:15:2) 1,5 jam

    o n-propanol- air-n-propilasetat-HAc-piridina (120:60:20:4:1) 4 jam o Pelat disemprot dg pereaksi ninhidrin-kadmium

  • Pemisahan dan identifikasi:

    3. Kromatografi Gas Cair Asam amino dibuat senyawa turunannya:

    Asam amino + amil Alkohol dan HBr kering + anhidrida as asetat ester N-asetil-n-amil

    Kolom : Chromosorb W (60-80 mesh) bersalut PEG 1%

    (Carbowax 1546 atau 6000) Suhu : 125-155oC Laju aliran : 60-240 ml/menit

    4. KCKT Asam amino dibuat turunannya sbg senyawa feniltiohidantoin mudah dideteksi krn serapan UV-nya kuat

    Sistem : Fase balik Kolom : -Bondapak C18 Eluen : Natrium asetat-metanol

  • Pemisahan dan identifikasi:1. Ekstraksi

    Asam amino non protein banyak tdp dlm biji Leguminosae, cara ekstraksinya adalah sbb:

    Serbuk Biji (1 g)

    Ekst. Etanol

    Endapan Filtrat

    Pekatkan

    K.Kolom (12x0,8 cm) Zeokarb 225

    1. EtOH 2. EtOH-air yg

    mgd NH4OH 2M

    Eluat Pekat

    Eluat

    Pusingkan

    Kocok dg 25 ml EtOH 75% 1 hari

    KKt

  • Asam amino non-protein (2)Pemisahan dan identifikasi:

    2. Kromatografi Kertas Paling banyak dilakukan KKt 2 arah

    Fasa gerak : 1. Fenol 75%-Air (uap amonia)

    2. N-BuOH-HAc-Air (90:10:29) 1. EtOAc-Piridina-Air (2:1:2) 2. n-BuOH-NH4OH 3M (lap atas)

  • Asam amino non-protein (2)Pemisahan dan identifikasi:

    3. Elektroforesis Untuk menjaring asam amino yang bersifat asam dlm jaringan tumbuhan

    elektroforesis kertas Dapar : As format-HAc-Air (33:148:19), pH 1,9

    HAc-Piridina-Air (5:0,5:95), pH 3,6 HAc-Piridina-Air (0,2:5:95), pH 6,5 Na2CO3 0,1 M pH 11,6

    Metode : Untuk dapar asam Elektroforesis pd kertas Whatman no.1, 60V/cm, 30 menit Untuk dapar basa (pH 11,6) Cara pita gantung, 5 V/cm, 17 jam

    Deteksi : Dilihat apakah asam amino tdk bergerak, bermuatan positif atau negatif

  • Asam amino non-protein (2)Pemisahan dan identifikasi:

    4. Deteksi Reaksi warna dg ninhdrin:

    Asam amino protein lembayung

    Asam amino non protein hijau, coklat, merah tua

    Pereaksi Sakaguchi (8-hidroksikuinolin 0,1% dlm aseton + brom 0,2% dlm NaOH 0,5M) arginin dan turunannya

    Pereaksi PCAF Fearon

    (Natrium pentasianoamoniumferat 1% dlm air suling bebas tembaga + dapar fosfat pH 7) senyawa guanidin yi kanavanin dan deaminokanavanin

  • AMINA

  • Definisi:

    Hasil dekarboksilasi asam amino yang terbentuk dengan reaksi:

    RCH(NH2)CO2H RCH2NH2 + CO2

  • Klasifikasi

    1. Monoamina alifatik Mulai dari metilamina (CH3NH2) sampai n-heksilamina (CH3(CH2)5NH2)

    2. Poliamina alifatik

    Putresin (NH2(CH2)4NH2), agmatina (NH2(CH2)4NHC(=NH)NH2) 3. Amina aromatik

    Meskalin Serotonin

    CH2CH2NH2 MeO

    MeO

    MeO

  • Sifat:

    1. Monoamina mudah menguap

    2. Diamina dan poliamina kurang atsiri

    3. Berbau tidak enak (spt bau ikan) bila dalam konsentrasi tinggi

  • Fungsi:

    Poliaminamerangsang pertumbuhan

    Meskalin (seny aktif dari ujung berbunga kaktus Lophophora wiliamsii) senyawa halusinogen kuat

    Noradrenalin, histamin dan serotoninmetabolisme otak (pd hewan)

  • Pembagian berdasarkan posisi N dlm senyawa:

    1. Amina primer (RNH2)

    2. Amina sekunder R2NH) dimetilamina

    3. Amina tersier (R3N) hordenina N-dimetiltiramina (alkaloid utama gandum untuk membuat bir)

  • Pemisahan dan IdentifikasiAmina Alifatik

    1. Kromatografi Kertas Mrp cara paling sederhana untuk mendeteksi amina atsiri dl tumbuhan Pengembang : N-BuOH-HAc-Air (4:1:5) Deteksi : Amina Primer : Ninhidrin

    2-asetoasetilfenol 1% dlm etanil

    merah-ungu

    fluoresensi kuning-hijau

    Amina Sekunder : Nitroprusida biru Amina Tersier : Dragendorf jingga

  • Pemisahan dan IdentifikasiAmina Alifatik

    2. Kromatografi Gas- Cair Merupakan cara yang baik untuk senyawa amina krn sifatnya

    mudah menguap

    Cara pilihan untuk memisahkan dan mengidentifikasi komponen campuran amina yg rumit

  • Pemisahan dan IdentifikasiAmina Alifatik

    3. Kromatografi Lapis Tipis Sbg turunan DNP: Fasa diam : Si-gel HF 254 Fasa gerak : 1. Pentana-Ester isoamil asam asetat-Amonia

    (70:29;1) 2. Benzena-EtOAc-EMB (97:2:1) 3. Pentana-Benzena-Trietilamina (9:9:2)

    Deteksi : UV 254 nm

    KLT-elektroforesis (Smith, 1970) Untuk memisahkan dan mendeteksi poliamina tumbuhan Fasa diam : Selulosa MN 300 Fasa gerak : n-BuOH-MeCOEt-NH4OH-Air (5:3:1:!)

    Metil selosolve-Asam Propionat-Air (70:15:15) n-BuOH-HOAc-Air (4:1:1)

    Elektroforesis : Pd dapar sitrat 0,5 M (pH 3,5), 20 menit, 25 V/cm pd pelat yang didinginkan dg EMB

  • Pemisahan dan IdentifikasiAmina Aromatik

    KKt dan KLT KKt memisahkan amina aromatik yg aktif fisiologi (sifat spt fenol)

    Kromatografi Kertas (Fellows dan Bell, 1970) Fasa diam : Kertas Whatman No 1

    Fasa gerak : 1. BAW (12:3:5)

    2. Isopropanol-NH4OH 1M-Air (20:1:2) 3. n-BuOH-Piridin-Air (1:1:1) 4. n-Propanol- NH4OH 1M (15:1)

    Deteksi : 1. Prx Erlich-HCl 10 M (9:1) 2. Ninhidrin 3. Folin Ciocalteau

    Kromatografi Lapis Tipis (Booth dan Boyland, 1964) Fasa diam : Si-gel Fasa gerak : EMB-Aseton (7:3)

    CHCl3-EtOAc-HAc (6:3:1)

  • ALKALOID

  • Definisi:

    Senyawa yang mempunyai satu atau lebih atom N (biasan