Analisis Penilaian Ktsp Dan k13

of 19

  • date post

    08-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    530
  • download

    51

Embed Size (px)

description

analisis perbedaan kurikulum

Transcript of Analisis Penilaian Ktsp Dan k13

TUGAS

ANALISIS PENILAIAN KTSP DENGAN KURIKULUM 2013

Disusun untuk memenuhi salah satu tugas individu dalamMata Kuliah: Assesmen Pembelajaran Pendidikan DasarDosen Pembina : Dr. Nurhikmah, S.Pd., M.Si.

O L E H

DIAN EKAWATI AMIR14B14033DIKDAS A

PROGRAM PASCASARJANAUNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR2015

ANALISIS SISTEM PERBEDAAN PENILAIAN KTSP DENGAN KURIKULUM 2013

Perbedaan mendasar K13 dari KBK dan KTSP juga diklaim berdasarkan pengembangan kompetensi yang sebelumnya berbasis mata pelajaran menjadi didasarkan pada Kurikulum Inti (KI). Ditekankannya pendekatan scientific diklaim sebagai ciri khas K13, padahal perubahan sebenarnya hanya dari segi istilah dan langkah-langkah teknisnya saja. Hal ini dikarenakan KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi) dan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) sejak awal menekankan pendekatan inquiry, yang pada hakekatnya tidak berbedasecara signifikan dari pendekatan scientific. Melalui proses inquiry siswa melakukan proses pembelajaran berdasarkan pengamatan, pengalaman, diskusi, yang bermuara pada penyimpulan, yang tahapannya persis sama dengan pendekatan yang diistilahkan dengan pendekatan scientific.Metode pembelajaran K13 dicontohkan seolah berbeda dari KBK dan KTSP, di mana proses pembelajaran tidak dilakukan dengan berbasis guru, melainkan melalui pendekatan yang disebut scientific tersebut. Padahal dalam praktiknya, seluruh metode pembelajaran yang selama ini dituntut digunakan dalam KBK dan KTSP tetap digunakan dalam K13. Metode pembelajaran K13 sama sekali tidak berbeda dari kurikulum sebelumnya.Perbedaan paling jelas dari K13 dari KBK dan KTSP adalah pada digunakannya pendekatan tematik. Kalau ada bagian yang dipandang berbeda mungkin di sinilah letak perbedaan K13 dari KBK dan KTSP. Di jenjang sekolah dasar, pembelajaran tematik K13 diberlakukan pada seluruh tingkatan kelas, sementara sebelumnya hanya diterapkan di kelas bawah (kelas 1-3). Hanya saja,berdasarkan buku-buku yang diterbitkan oleh pemerintah,struktur materi pelajaran (sub tema) mulai kelas IV ke atas tidak lebih dari kliping materi pelajaran yang berlaku dalam KBK dan KTSP, sekedar untuk menyamarkan mata pelajaran ke dalam tema-tema yang telah ditentukan. Dengan kata lain, substansi pembelajaran pada K13 sebenarnya tidak berbeda dari sebelumnya, sebab yang berbeda hanya dalam penempatannya.Penilaian dalam pendekatanscientificyang sebelumnya menggunakan penilaian autentik diubah menjadi penilaian berdasarkan beberapa Kompetensi, yaitu K1, K2, K3 dan K4. Substansi penilaian tersebut pada prinsipnya tidak berbeda, alias sama dengan KBK dan KTSP.Penilaian dengan menggunakan rubrik penilaiansudah ditekankan dalam KBK dan KTSP, sekalipun karena berbagai kerumitan yang dihadapi dalam praktik, akhirnya disederhakan dengan berbagai varian. Penilaian dalamK13 justrutidak konsisten, sebab setiap kompetensi (K1-K4) belum tentu relevan dengan semua tema yang dipelajari.A. SISTEM PENILAIAN KTSPKurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) ini disusun untuk menjalankan amanah yang tercantum dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintahan Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.Secara umum, penilaian adalah proses sistematis pengumpulan informasi (angka, deskripsi verbal), analisis, dan interpretasi informasi untuk memberikan keputusan terhadap kadar hasil kerja. Penilaian yang diterapkan dalam KTSP adalah Penilaian Berbasis Kelas (PBK). PBK memiliki pengertian penilaian sebagai assessment, yaitu kegiatan yang dilakukan untuk memperoleh dan mengefektifkan informasi tentang hasil belajar siswa pada tingkat kelas selama dan setelah kegiatan belajar mengajar. Data/informasi dari PBK merupakan salah satu bukti yang dapat digunakan untuk mengukur keberhasilan suatu program pendidikan. Penilaian hasil belajar peserta didik harus memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut:1. Sahih (valid), yakni penilaian didasarkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang diukur;2. Objektif, yakni penilaian didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas, tidak dipengaruhi subjektivitas penilai;3. Adil, yakni penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik, dan tidak membedakan latar belakang sosial-ekonomi, budaya, agama, bahasa, suku bangsa, dan jender;4. Terpadu, yakni penilaian merupakan komponen yang tidak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran;5. Terbuka, yakni prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan keputusan dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan;6. Menyeluruh dan berkesinambungan, yakni penilaian mencakup semua aspek kompetensi dengan menggunakan berbagai teknik yang sesuai, untuk memantau perkembangan kemampuan peserta didik;7. Sistematis, yakni penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan mengikuti langkah-langkah yang baku;8. Menggunakan acuan kriteria, yakni penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan;9. Akuntabel, yakni penilaian dapat dipertanggungjawabkan, baik dari segi teknik, prosedur, maupun hasilnya.

Ragam Penilaian Kelas1. Tes TertulisTes tertulis merupakan tes dalam bentuk bahan tulisan (baik soal maupun jawabannya). Dalam menjawab soal siswa tidak selalu harus merespon dalam bentuk menulis kalimat jawaban tetapi dapat juga dalam bentuk mewarnai, memberi tanda, menggambar grafik, diagram dan sebagainya.Bentuk instrumen tes dan penskorannya Obyektif :a) Pilihan gandab) Benar Salahc) Menjodohkand) Isian singkatNon Obyektif (Subyektif): a) Jawaban singkat atau isian singkatb) Uraian obyektif (Esai berstruktur)c) Uraian bebas (Esai bebas)Bentuk instrumen ini dapat dipakai untuk mengukur kompetensi siswa dalam semua tingkat ranah kognitif. Kaidah penulisan instrumen bentuk uraian bebas adalah : (a) gunakan kata-kata seperti mengapa, uraikan, jelaskan, bandingkan, tafsirkan, hitunglah dan buktikan; (b) hindari penggunaan pertanyaan seperti siapa, apa, kapan, dan lain-lain. d) Pertanyaan lisan2. Penilaian Kinerja (Performance Asessment)Performance Asessment merupakan penilaian dengan berbagai macam tugas dan situasi dimana peserta tes diminta untuk mendemonstrasikan pemahaman dan pengaplikasian pengetahuan yang mendalam, serta keterampilan di dalam berbagai macam konteks.Contoh-contoh alat penilaian kinerja : permainan, drama, demonstrasi, olahraga, bermain musik, bernyanyi, pantomim, berdoa, membaca puisi, berpidato, diskusi, wawancara, debat, bercerita, menari, kerajinan tangan, pesawat sederhana, simpul tali-temali, dan sebagainya.

Contoh Tugas Penilaian KerjaForm Penilaian Pembacaan CeritaNama Siswa :Tema cerita :Petunjuk : Tuliskan centang di belakang huruf di mana kemampuan siswa teramati pada waktu bercerita.NoEkspresi1234

1Fisik (Physical Expression) Berdiri tegak melihat pada penonton Mengubah ekspresi wajah sesuai dengan perubahan pernyataan yang disajikan

2Suara (vocal expression) Berbicara dengan kata-kata yang jelas Nada suaranya berubah-ubah sesuai dengan pernyataan yang disajikan Berbicara cukup keras untuk didengar oleh penonton

3Verbal (Vercal expression) Memilih kata-kata yang tepat untuk menegaskan arti Tidak mengulang-ulang pernyataan Menggunakan kalimat yang lengkap untuk mengutarakan suatu pikiran Menyimpulkan pokok-pokok pikiran yang penting

3. Penilaian PortofolioPortofolio merupakan kumpulan atas berkas pilihan yang dapat memberikan informasi bagi suatu penilaian.Tujuan portofolio :a) Menghargai perkembangan yang dialami siswab) Mendokumentasikan proses pembelajaran yang berlangsungc) Memberi perhatian pada prestasi kerja siswa yang terbaik. Contoh alat penilaian portofolio : puisi, karangan, gambar/tulisan, peta/denah, makalah, laporan observasi, sinopsis, naskah pidato, naskah drama, kartu ucapan, surat, teks lagu, resep masakan, dan sebagainya.Contoh Tugas Penilaian Portofolio (membuat makalah)Nama siswa : ...............Tanggal: ...............NoAspek yang dinilaiSkor (10 20)

1Latar belakang masalah/pendahuluan

2Kajian pustaka

3Ketajaman pembahasan/analisis

4Penyimpulan/penutup

5Tata tulis dan bahasa

Skor total (maksimal 100)

4. Penilaian ProyekYang dimaksud proyek adalah tugas yang harus diselesaikan dalam periode / waktu tertentu. Tugas tersebut berupa suatu investigasi sejak dari pengumpulan, pengorganisasian, pengevaluasian, hingga penyajian data. Hasil belajar dapat dinilai ketika siswa sedang melakukan proyek, misalnya pada saat : a) Merencanakan dan mengorganisasikan investigasib) Bekerja dalam timc) Arahan diriContoh Tugas Penilain Proyek Materi : Koperasi Sekolah, cara pengelolaan dan dampaknya bagi sekolahPerancangan Kegiatan : a) Observasi ke beberapa koperasi sekolah b) Wawancara dengan beberapa ahli dari bidang perkoperasian, pengelola koperasi, dan anggota koperasi.c) Pembuatan laporan/makalah dari kegiatan observasi. Format dibuat oleh guru dan dapat juga dikembangkan oleh siswa.d) Mengadakan diskusi di dalam kelas yang dimoderatori oleh guru tentang makalah yang telah disusun berdasarkan hasil observasi tersebut.Penilaian dilakukan terhadap : a) Keaktifan pada saat kegiatan wawancarab) Makalah yang dibuatc) Aktivitas dalam diskusi5. Penilaian Hasil Kerja (Product Asessment)Penilaian hasil kerja siswa merupakan penilaian terhadap keterampilan siswa dalam membuat suatu produk benda tertentu dan kualitas produk tersebut. Terdapat dua tahapan penilaian yaitu : pertama, penilaian tentang pemilihan dan cara penggunaan alat serta prosedur kerja siswa. Kedua, penilaian tentang kualitas teknik maupun estetika hasil karya / kerja siswa.Hasil kerja dapat berupa produk kerja siswa yang bisa saja terbuat dari kain, kertas, metal, kayu, plastik, keramik, dan hasil karya seni seperti lukisan, gambar, dan patung. Hasil kerja yang berupa aransemen musik, koreografi, karya sastra tidak termasuk hasil kerja yang dimaksud disini.Contoh Tugas Penilai