Analisis Musikal Dan Tekstual Kesenian Raudat Pada Mayarakat Agama Islam

download Analisis Musikal Dan Tekstual Kesenian Raudat Pada Mayarakat Agama Islam

of 41

  • date post

    17-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    49
  • download

    0

Embed Size (px)

description

tarian tradisonal mempawah yang apa bila tidak di lestarikan akan hilang dimakan zaman

Transcript of Analisis Musikal Dan Tekstual Kesenian Raudat Pada Mayarakat Agama Islam

2

RENCANA PENELITIANA. JUDUL PENELITIAN Analisis Musikal dan Tekstual Musik Iringan Kesenian Raudat dalam Kehidupan Masyarakat Agma melayu (Suatu Tinjauan Musikologi).

LATAR BELAKANGSeni budaya daerah merupakan salah satu unsur dari kebudayaan bangsa, yang perlu di lestarikan, pada masa dewasa ini banyak kesenian rakyat yang semula dikenal dan sering dilakukan oleh masyarakat pendukungnya, namun sekarang ini menjadi jarang dilakukan. Bahkan ada beberapa kesenian melayu di Kalimantan Barat yang mengalami kemunduran yang dipengaruh oleh moderenisasi yang dapat mempengaruhi perkembangan nilai budaya tradisional bahkan beberapa kesenian yang tidak dikenal lagi oleh masyarakat,salah satu kesenian tersebut adalah Raudat.

Kesenian Raudat merupakan kesenian tradisional yang berbentuk sajian tarian dengan iringan musik bernafaskan dan berorientasi pada nuansa keagamaan yaitu agama Islam. Musik iringan kesenian Raudat dimainkan secara berkelompok dengan banyaknya pemain dalam satu kelompok minimal tiga orang dengan menggunakan alat musik tahar atau tar. Selain memainkan alat musik tahar atau tar, ketiga pemain musik tersebut juga melantunkan Dzikir dan Sholawat atau puji-pujian kepadaALLAH SWTdanRasulnya. Adapun bagian yang terpenting dalam musik iringan kesenian raudat terdiri dari syair, melodi, dan ritme. Ketiga bagian ini adalah unsur yang paling mendasar dalam musik iringan kesenian raudat, karena jika ketiga bagian ini tidak beraturan maka penari yang mengikuti alunan musik akan merasa kesulitan untuk melakukan gerakan dan sajian akan terlihat sangat kacau.

Syair yang digunakan dalam musik iringan kesenian Raudat khususnya di kota Pontianak menggunakan bahasa Arab, yang mana syair Raudat terkumpul di dalam satu buah kitab yang disebut dengan kitab diwan hadrah. Kitab ini sendiri berisi mengenai pujian-pujian kepada nabi Muhammad SAW dan perjalanan hidup Rasulullah dari lahir hingga wafatnya Nabi Muhammad SAW. Syair-syair ini dilantukan dengan cara berzikir dan bersholawat sehingga kesenian raudat mempunyai ciri khas tersendiri dan untuk sebagian orang akan dengan mudah mengetahui dan membedakan dengan jenis kesenian yang lainnya.Melodi yang terdapat pada kesenian raudat adalah serangkaian nada-nada yang beraturan tinggi rendahnya sehingga membentuk keselarasan dan perpaduan pada kesatuan musik. Melodi terbentuk dari susunan tangga nada, dari tangga nada ini lah yang nantinya akan menjadi serangkaian melodi-melodi yang indah untuk di lantunkan.Ritme pada dasarnya mengatur ketukan pada nilai not, apa bila tidak ada ritme maka musik akan sangat tidak beraturan dan terdengar kacau. Ritme unsur musik yang sangat menonjol pada musik kesenian iringan raudat karana alat musik yang digunakan untuk musik iringan kesenian raudat adalah alat musik perkusi yaitu tar / tahar yang mana alat musik ini sangat dominan dengat ritme. Ada dua jenis suara pada alat musik ini yaitu tak dan dang, dan dibutuhkan tiga orang pemain atau lebih saat memaikan. Dari ke tiga pemain tar / tahar ini pola pukulan yang di mainkan berbeda-beda sehingga menghasilkan suara yang bersahut-sahutan saling mengisi (interloking). Ia berasal dari Persia (sekarang Iran) dan telah dibawa masuk ke Nusantara bersama-sama dengan kedatangan Islam. Kata syair berasal dari bahasa Arab syuur yang berarti perasaan. Kata syuur berkembang menjadi kata syiru yang berarti puisi dalam pengertian umum. Syair dalam kesusastraan Melayu merujuk pada pengertian puisi secara umum. Akan tetapi, dalam perkembangannya syair tersebut mengalami perubahan dan modifikasi sehingga syair di desain sesuai dengan keadaan dan situasi yang terjadi.

Ritme pada dasarnya mengatur ketukan pada nilai not, Dzikir dan Sholawat yang dilantunkan atau dilapaskan oleh tiga orang pemain musik tersebut menggunakan bahasa Arab, yang mana syair-syairnya di ambil dari Kitab Diwan Hadrah. Dzikir dan sholawat dilantunkan atau dilapaskan seiring dengan alunan irama alat musik tahar atau tar yang dimainkan oleh ketiga pemain tersebut. Untuk alat musiknya tar atau tahar mempunyai tiga warna bunyi yaitu tak dan dung dan mempunyai perbedaan pola ritme saat dimainkan Secara etimologis rincian istilah kesenian Rudat belum ditemukan secara jelas, namun istilah ini bisa dicari dari bahasa arab Rodun yang artinya jawab menjawab. Kesenian Rudat berkembang keseluruh pelosok Daerah dan berkembang di kalangan masyarakat yang menganut Agama Isalam untuk mengiringi lagu-lagu Solawat yang bernafaskan islam. Kesenian Rudat biasa gunakan untuk keperluan mengiringi: - Acara Pernikahan

- khitanan

- Muludan

- Rajaban,

- Hari Raya Idhul Fitri

- Hari Raya Idhul Adha

Kesenian Rudat mempunyai ciri khas yang membedakannya dengan Kesenian lain pada umumnya. Perbedaan itu terasa sekali pada Syair, irama, dan Ritme. Perbedaan ini menyebabkan orang mudah mengidentifikasi Kesenian Rudat. Irama ialah kelainan penekanan bunyi-bunyi atau peristiwa-peristiwa lain yang berkait dengan berlangsungnya masa. "Irama melibatkan pola-pola jangka masa yang wujud pada tahap yang luar biasa dalam muzik", dengan jangka masa dikesani melalui jarak waktu interonset (London 2004, m.s. 4). Apabila ditentukan oleh peraturan ini, irama dipanggil meter. Irama wujud dalam mana-mana satu perantara bersandar masa, tetapi ia paling berkait dengan muzik, tarian, dan kebanyakan puisi. Kajian irama, tekanan, dan nada dalam pertuturan dipanggil prosodi; irama adalah salah satu topik dalam linguistik. Semua ahli muzik, pemain muzik, dan penyanyi menggunakan irama, tetapi irama sering dianggap sebagai domain utama pemain dram dan pemain genderang.

Lirik adalah karya sastra yang berisikan curahan perasaan atau susunan kata sebuah nyanyian (Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional,2002:452). Menurut kamus umum bahasa Indonesia lirik adalah sajak yang mendeskripsikan perasaan (Poerwadarminta,2007:711). Jadi, menurut peneliti lirik lagu adalah susunan atau rangkaian kata yang bernada yang disusun dalam bentuk bait. Lirik lagu memang tidak semudah menyusun karangan, namun dapat diperoleh dari berbagai inspirasi. Inspirasi itu sendiri dapat diperoleh dari pengalaman dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya pengalaman saat kita jatuh cinta, sedih, dan bahagia. Lirik lagu sebenarnya dapat muncul setiap saat ketika kita memikirkan sesuatu hal. Di dalam lirik lagu tersebut juga terdapat tulisan-tulisan yang bermakna. Kata-kata tersebut diciptakan oleh penulis lagu dengan tujuan tertentu. Selain dari pengalaman kehidupan, lirik lagu juga bisa terinspirasi dari cerita rakyat dan kejadian fenomena rakyat yang pernah terjadi. Dengan demikian, lirik lagu rakyat memiliki keunikan yaitu dari penggunaan bahasa yang menggunakan dialek bahasa rakyat setempat.Keunikan lirik lagu dapat menunjang sebuah lagu memiliki nilai estetik yang tinggi misalnya lirik pada lagu rakyat melayu sambas. Lirik lagu tersebut memiliki kekhasan dan keunikan contohnya liriknya berbentuk pantun, menceritakan tentang kisah cerita rakyat, menggunakan dialek bahas rakyat Melayu Sambas. Keunikan tersebut membuat peneliti tertarik untuk meneliti lagu rakyat Melayu Sambas. Selain lirik lagu, keunikan yang terdapat pada lagu rakyat Melayu Sambas yaitu irama. Keunikan irama pada lagu rakyat Melayu Sambas yaitu iramanya mendayu, mengalun, dan terdapat cengkok-cengkok khas Melayu yang menggambarkan suatu kesederhanaan pada lagu yang merupakan identitas lagu rakyat Melayu Sambas. Hal inilah yang membuat peneliti tertarik untuk meneliti lagu rakyat Melayu Sambas karena lagu rakya Melayu Sambas memliki kekhasan dan keunikan pada irama. Melodi adalah urutan nada dalam irama yang teratur atau frase-frase irama yang terbentuk dari dua motif atau lebih yang mengungkapkan ide dalam musik (Barry, 2010:444). Motif melodi adalah sepotong lagu atau sekelompok nada yang merupakan suatu kesatuan dengan memuat arti dalam dirinya sendiri (Reimann, dikutip Prier, 1996:26). Menurut peneliti melodi adalah susunan nada yang diatur tinggi rendahnya dan diberi irama sehingga menjadi motif melodi setelah itu motif melodi tersebut disusun hingga menjadi melodi. Melodi merupakan elemen musik yang terdiri dari pergantian berbagai nada yang menjadi satu kesatuan, diantaranya adalah satu kesatuan nada dengan penekanan keras atau lembut (aksen), irama dan pola ritmis yang berbeda, hal ini akan menciptakan sebuah melodi yang enak didengar dan sebagai satu diantara identitas yang dapat membedakan antara lagu satu dengan lagu yang lain.Seperti melodi lagu rakyat Melayu Sambas terdapat ciri khas yang membedakan lagu rakyat Melayu Sambas dengan lagu rakyat pada umumnya, dimana unsur-unsur melodi lagu rakyat Melayu Sambas memiliki kesederhanaan baik dari nada, iramanya, pola ritmis yang cenderung bentuk musiknya berbentuk natural seiring perkembangan seni musik masyarakat Melayu Sambas pada waktu terciptanya lagu-lagu rakyat Melayu Sambas tersebut.

Dalam penelitian ini peneliti akan melakukan penelitian tentang analisis motif melodi lagu rakyat Melayu Sambas. Lagu rakyat adalah lagu yang diciptakan oleh rakyat untuk rakyat dan lagu-lagu tersebut tidak diketahui siapa penciptanya. Lagu rakyat biasanya menceritakan paparan pesan yang tersirat yakni pesan tentang keagamaan, sejarah, tatanan hidup rakyat setempat, permainan, motivasi, pergaulan, dan kejadian-kejadian nyata yang terjadi dipermukiman rakyat setempat. Melayu Sambas adalah suku bangsa yang bermukim di Provinsi Kalimantan Barat tepatnya di Kabupaten Sambas. Jadi lagu rakyat Melayu Sambas adalah lagu rakyat yang meceritakan paparan pesan yang tersirat yakni pesan tentang keagamaan, sejarah, tatanan hidup rakyat setempat, permainan, motivasi, pergaulan, dan kejadian-kejadian nyata yang terjadi dipermukiman rakyat Melayu Sambas yang tidak diketahui siapa pencipta lagu-lagu rakyat tersebut. Seperti yang diungkapkan oleh Budi Harun, (Kamis, 3 januari 2013) kepada pe